Seorang pengecut mati berkali โ kali di sepanjang hidupnya, sedangkan seorang pahlawan hanya mati satu kali dalam hidupnya.
Begitulah kata pepatah yang siang tadi menampar muka saya. Betapa tidak, selama hampir satu jam saya dalam keraguan hanya untuk meng-iya-kan cek darah oleh dokter untuk memastikan apa penyebab sakit yang saya derita. Memang apa sih yang ditakutkan dari test darah dan jarum suntik kecuali ketakutan yang ngga beralasan. ๐
Urusan suntik dan darah memang ketakutan tersendiri buat saya. Sepanjang hidup yang saya ingat, hanya dalam hitungan jari jarum suntik yang pernah menusuk tubuh saya. Keputusan saya dalam ketakutan untuk mengambil sample darah tadi siang merupakan jarum suntik yang pertama dalam 10 tahun terakhir. Persis dengan ketakutan yang sama pada tahun 2001 ketika saya harus opname dan diinfus dan cek darah pula karena sakit tipes yang sudah agak parah waktu itu.
Penyakit typhoid ini pulalah yang dari test darah siang tadi ditemukan sebagai penyebab derita yang sudah menyengsarakan saya hampir satu minggu. Glek โฆ tipes lagi โฆ Untungnya saya tadi memberanikan test darah, jadi dokter tidak salah meresepkan obat untuk saya.
Kata dokter saya harus beristirahat, ngga boleh begadang dulu, ngga boleh memakan makanan yang kasar โ kasar dan pedas dan banyak โ banyak minum jus jambu biji untuk mendongkrak trombosit saya yang anjlok …
