Mengintip Wabah Demam Berdarah di Indonesia

Secara khusus Google menyebutkan Indonesia bersama – sama dengan Brazil, Bolivia, India dan Singapura dalam usahanya mengembangkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk wabah demam berdarah. Program ini disebut sebagai Google Dengue Trend. Program yang berusaha menangkap fenomena yang terjadi di belahan dunia dengan mengalisis korelasi antara keyword dengan tema tertentu yang diproses oleh mesin pencari Google dibandingkan dengan kenyataan sebenarnya.

Mekanisme Google Dengue Trend hampir sama dengan Google Flue Trend yang pernah saya ceritakan di sini. Jadi belajar dari pengalaman Google Flue Trend yang dikeluarkan pada tahun 2008, maka Google Dengue Trend cukup  relevan untuk mempelajari volume pencarian topik demam berdarah dengan berapa banyak sesungguhnya orang yang mengalami gejala demam berdarah. Tentu saja tidak setiap orang yang googling demam berdarah adalah orang yang mengalami gejala demam. 😀

Disebutkan di blog Google Dengue Trend di sini, Singapura mempunyai surveillance system yang mencengangkan yang bisa menyajikan laporan secara rutin dengan cepat, akan tetapi dikebanyakan negara untuk mengumpulkan, menganalisis hingga data dapat disajikan tidak jarang diperlukan waktu mingguan sampai berbulan – bulan. Jangan tanya lagi kalau di Indonesia. 😀

Dalam Google Dengue Trend ini, Google mempunyai ide bagaimana agar semua orang mempunyai akses untuk mendapatkan data wabah demam berdarah secara lebih realtime dan tanpa perlu menempuh prosedur yang njlimet ala birokrasi Indonesia. Tentu saja dengan tanpa meninggalkan metode pendataan manual yang sudah berjalan yang bisa digunakan untuk banyak keperluan dan kepentingan.

Kemudahan dan kecepatan mendapatkan data demam berdarah sangat penting karena penyakit ini selain penyebarannya yang cepat juga belum ditemukan vaksin dan cara pengobatan yang tepat. Apa yang bisa dilakukan adalah dengan cepat – cepat melakukan tindakan pencegahan dan membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat bila tanda – tanda demam berdarah sudah mulai mewabah.

Google mengakui bahwa tool ini belum cukup sempurna, tetapi dalam taraf tertentu sudah sangat bermanfaat. Menurut saya sebagai penduduk di negara di daerah tropis yang rawan demam berdarah, tiap tahun di desa dimana saya tinggal hampir selalu ada beberapa orang yang harus rawat inap karena terkena demam berdarah, tidak perlu menunggu Google untuk menyempurnakan tool ini, tidak pula secara mentah – mentah memanfaatkanya.

Di Indonesia sudah ada SalingSilang yang sudah mengembangkan tool untuk merekam percakapan onliner Indonesia. Barangkali dari situ kita bisa mulai memikirkan untuk menambahkan rekaman data yang terjaring oleh saling – silang, yang barangkali data yang terjaring lebih lokal, sebagai salah satu variable dalam early warning kita untuk wabah Demam Berdarah. Syukur – syukur kita bisa membuat sendiri realtime early warning untuk wabah penyakit lain seperti Malaria, TBC, Tipes, dll

Bacaan :

  1. Google Dengue Trend‘s Blog
  2. Google Dengue Trend
  3. Google Flue Trend
  4. Google Correlate
  5. Saling Silang Menjaring Percakapan Indonesia

7 komentar di “Mengintip Wabah Demam Berdarah di Indonesia

  1. He he…, saya masih ingat, waktu naruh bubuk abate G di bak mandi kost-kost-an, besoknya sudah tidak ada, mungkin dikira kotoran kali sama yang lain, akhir kata, dikuras deh isi bak. Padahal Abate G ndak murah lho beli-nya di apotek.

    Makanya saya kadang berpikir, wah, mahasiswa saja tidak acuh pada aksi praktis pencegahan DBD, apalagi warga biasa ya. Jadi tidak heran insidensinya di negara ini selalu kembang kempis.

    Cuma bisa geleng-geleng kepala saja.

  2. Hmmm.. Dari apa yang berhasil saya coba baca secara singkat, Google Dengue Trend (GDT) sepertinya hanya mencoba menangkap adanya ‘spike’ query kata kunci tertentu (yang terkait dengan dengue).

    Saya belum berhasil menemukan manfaat apa yang bisa diambil dari tool ini, selain untuk mengetahui bahwa ‘ya, betul memang bisa diduga sedang ada wabah dengue di negara X’. Tapi wabah itu terjadi di daerah mana, terjadi pada rentang usia berapa, dengan tingkat keparahan seperti apa (informasi2 yang penting bagi para pengambil kebijakan), belum bisa diperoleh.

    Betul demikian, atau saya melewatkan sesuatu?

    • apa yang saya tangkap memang seperti itu, google hanya berusaha meyakinkan kita dengan grafik GDT dengan grafik yg terkena dengue, pikir saya, ide nya google bagus, cuman tidak untuk mentah mentah dijadikan satu satunya alert, makanya saya berusaha “secara maksa” mengaitkan data yg bisa dijaring oleh teman teman di saling – silang yg “mungkin” lebih lokal dari yg bisa di dapat google, konon salingsilang berusaha menjaring percakapan onliner indonesia dengan lebih detil dan ingin membuat peta demografi juga …

  3. demam berdarah dengue itu penyakit udara tropis yah??? secara di indonesia mirip trend gitu. dbd. korbannya jg ga milih2. dr jaman dulu yah, demam berdarah ini. belum ada penanganan berarti .. bagaimana mencegah dan memberantas demam berdarah.

  4. Info yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya saya sebagai pekerja di bidang kesehatan. Usaha menampilkan alert patut di apresiasi meskipun butuh data akurat mengenai faktor orang, waktu, dan tempat yang terkena DBD.
    Terima kasih.

  5. Demam berdarah memang penyakit yang menbahayakan: pertama penyakit yang di sebabkan oleh nyamuk yang berakibatkan pada penurunan trombosit dan mengakibatkan kekekurangan cairan pada tubuh..makanya kita harus hidup bersih supaya terhindar dari penyakit tsb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s