Etika Memakai Gadget Pada Meeting

Pekan lalu, ketika ada ribut – ribut tentang penyalah-gunaan fungsi galaxy tab di gedung dewan yang terhormat, seorang teman senior saya nyeletuk, “Kenapa sih man – temen di DPR dari partai XYZ, -secara teman saya ini big fan partai XYZ– ngga bikin kode etik agar tidak pakai henpon yang mahal – mahal. Secara mereka kan hanya perlu telpon sama SMS -an doang”

Menurut saya sih ngga ada salahnya seorang anggota dewan punya gadget mahal. Asal bisa menggunakan pada tempatnya. Dan meningkatkan produktifitas kerja. Bukan meningkatkan kepuasan syahwat saja.

Sebenarnya, seberapa etis sih menggunakan gadget saat meeting. Secara saat ini, yang bukan anggota DPR pun susah untuk pisah dengan gadget. Termasuk saya, tentu saja. 😀

Kalau tiba – tiba handphone mendering – dering ditengah – tengah meeting diikuti pembicaraan telepon, maka hampir semua orang menyepakatinya sebagai perbuatan asusila. Apalagi clang cling clang cling bunyi notifikasi email+chat client pada gadget.

Tetapi di sisi lain gadget memang kebanyakan memaket fitur yang bisa digunakan untuk menunjang produktifitas meeting. Seperti fitur Calendar, Notes, Voices Notes, Document Reader, dlsb. Bahkan saat ini banyak sekali aplikasi produktifitas seperti mind mapping, flow chart builder dan sejenisnya pada perangkat tablet dan beberapa smartphone.

Pertanyaanya: Menggunakan gadget yang etis pada saat meeting itu yang seperti apa? Apa cukup dengan mematikan sound notification saja? Jadi ngga ada orang denger kalau ia buka – buka facebook, twitter, Y!M -an, BBM -an.

Atau dilihat dari seberapa produktif dia selama mengikuti meeting. Tapi yang terakhir ini susah menilainya…

Saya tadi senyum – senyum sorangan membaca berita di sini. DPRD Kalimantan Selatan menganggarkan Rp 600 juta untuk membeli iPad yang diperuntukan bagi 55 orang pimpinan dan anggota DPRD. Mestinya kalau tiap anggota DPR D pegang satu iPad akan seyogyanya dibuatkan kode etik menggunakan iPad saat rapat. Lebih dari itu untuk meningkatkan fungsionalitas kepemilikan iPad bisa dibuat Meeting 2.0 system, hehehe. Biar ngga rugi negara keluar banyak duit.

Seperti apa Meeting 2.0 system? Mulai dari file sharing barangkali. Mereka tidak akan perlu lagi menfotokopi RUU/Perda yang akan disidangkan, mekanisme memberi usulan, mekanisme voting, mekanisme interupsi, dll.

Mengenai Meeting 2.0 barangkali menarik untuk dibuat dalam posting terpisah. Kalau sempat dan tidak lupa ya …. 😀

Posted with WordPress for BlackBerry via Telkomsel Network

3 thoughts on “Etika Memakai Gadget Pada Meeting

    • Mestinya ngga usah pakai buat gedung baru segala. Saya rela bila negara rela beliin mereka iPad 2 satu satu dari pada gedung baru, hehe

  1. Yah, memang sangat mengganggu kalo di tengah rapat ada bunyi2an. Lagi serius ngomongin hal penting, tahu2 ada suara sms masuk. Terlepas dari apa ringtone-nya, itu benar2 mengganggu. 😐

    Menjengkelkan lagi kalo si perusak suasana itu gak merasa bersalah. 😡 Tapi mau gimana lagi, kebanyakan pengalaman saya begitu. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s