Wajah Wajahku (tidak) Ramah

Suatu kali saya pernah ditegur oleh Simbok Saya. Simbok baru saja rasanan dengan tetangga sebelah. Tetangga bilang sama Simbok, bahwa saya itu oangnya sombong, tidak ramah, dan cueknya minta ampun. Karena ketika anaknya berpapasan dan menyapa saya kok ngga direspon. Waduh. Memang bener seperti itukah saya ya?

Ya, dah ngga pa pa kalau memang seperti itu orang menilai saya. Tetapi biarkan saya seperti saya yang apa adanya. Saya merespon setiap sapaan dan tegur sapa dengan cara saya sendiri. Biasanya, saya akan mengubah perhatian saya ke orang yang menegur saya tersebut dan bila orang yang menyapa saya tersebut masih memperhatikan saya, paling tidak dengan ‘eyes to eyes contact’ maka saya akan membalas sapaan dan tegur sapa tersebut dengan senyum termanis saya. Halaaaaah …

Dalam banyak kasus sering saya mempunyai masalah untuk memilih kata yang pas dalam merespon sapaan dan saya ‘rasa’ ekspresi merupakan bahasa yang universal, manusia yang berbicara dengan bahasa apapun yang berbeda beda akan menterjemahkan dengan sama. Seperti ‘senyum manis’ saya tersebut

Mungkin dalam kasus Anak Tetangga tersebut adalah ketika Dia sudah mengalihkan perhatianya ketika menyapa saya, atau menyapa saya saja tanpa memperhatikan saya sehingga dia kehilangan kesempatan untuk menikmati senyum termanis saya … [ Sok Narsis ] Baca lebih lanjut

Aku Benci Banget sama Kamu

aku benci banget sama kamu

aku benci banget sama kamu

aku benci banget sama kamu

aku benci banget sama kamu

aku benci banget sama kamu

aku benci banget sama kamu

aku benci banget sama kamu

Ups … apa apaan nih

Tidak ada yang beda dari kalimat dan kata kata yang dipakai, sama persis/ plek/ pas/ tidak ada bedanya. Ah … Ada kok, warna dan emphasis nya yang beda, Loh memangnya warna mempengaruhi perbedaan makna. Dalam kamus besar baku Bahasa Indonesia tidak mengenal pembedaan warna dalam pengubahan atau pembedaan makna kata dan atau kalimat.

Kemudian bagaimana menurut saya. Suka Suka Saya. Baca lebih lanjut

is L0V3 …

1s L0V3

… ?

… L0V3 1s V3RB

Whatta Love is? I thought that LoV3 is V3rb. Baca lebih lanjut

Musim Dingin Musim Produktif

Kalau ditanya suka ngga dengan musim dingin. Biasanya saya menjawab SUKA. Karena biasanya saya lebih produktif dalam menetaskan ide malah ketika hawa dingin datang. Kebiasaan yang aneh. Suatu keanehan karena bertentangan dengan kebiasaan makhluk lainya he he he

Maksudnya?

Bukankah ayam mengerami telurnya dengan kehangatan supaya telur telur tersebut bisa menetas, juga burung dan unggas yang lain. Memangnya saya burung? Baca lebih lanjut

Siapa yang mau mengorbankan kesehatan demi …

Awalnya orang mengorbankan kesehatan demi uang

Akhirnnya mereka mengorbankan uang demi (mendapatkan kembali) kesehatan

Anehnya, trus apa untungnya. Malah rugi ya.

Kira kira menguntungkan mana, jogging satu atau dua kali seminggu plus refreshing dengan mengejar uang dengan overtime di akhir pekan? Biasanya tawaran yang menggiurkan untuk pekerjaan ekstra di hari libur atau akhir pekan membuat kita lupa. Bahwa ada kesehatan yang perlu dijaga.

Apakah anda termasuk yang mau mengorbankan kesehatan demi uang? Saya pasti tidak mau

Tak Mau diperbandingkan


… Aku tak suka perbandingan (dibanding bandingkan) dengan siapapun.

**Ehm … tidak suka perbandingan atau tidak suka bila kalah dalam perbandingan

… [ jengkel] aku tidak untuk diperbandingkan dengan siapapun

… aku hanya ingin menjadi diriku sendiri

**Loh tetapi kok kamu suka bila merasa lebih baik dengan orang lain

Sistem manusia (sosial) kayaknya kok lebih mengenali ‘perbandingan’ dibanding kamu. Ah kamu pasti. Baca lebih lanjut

(self) Interview dengan Hacker

Q : Anda sangat tertarik dengan system security dan hacking, sebenarnya sejak kapan anda memulai ketertarikan ini?

A : Saya tidak ingat kapan persisnya saya memiliki ketertarikan ini. Tiba tiba saja apa yang (pernah) saya lakukan menjadi perhatian dan menggesek kesadaran banyak orang (akan arti pentingnya sebuah sistem keamanan)

Q : Kalau boleh (maaf), dari siapa anda pertama kali belajar hacking?

A : He he he … Secara Otodidak (mungkin) tapi sebenarnya ‘guru besar’ saya adalah kemalasan saya sendiri. Saya belajar secara tidak sadar dan berjalan secara alamiah saja

Q : Hebat sekali, belajar coding, algoritma dan hitung hitungan secara otodidak. O ya … dalam preferences anda mencatat fine record untuk matematika sejak Sekolah Dasar dan ditambah fisika pada sekolah menengah. Saya dengar dari teman Sekolah Menengah anda sudah sangat tertari dengan T Elektronika. Apakah itu yang anda jadikan sebagai basic ketertarikan anda pada Hacking dan System Security?

A : Matematika dan Fisika memang suatu ‘disiplin’ dimana saya sangat tergila gila. Kalau elektronika, mungkin karena saya tinggalnya di pedesaan sehingga its seem such kind of magic. I love it.

Q : Artinya benar ya bahwa phisic and mathematics are the basic discipline for your interest in hacking ‘n security?

A : No, Not really.

Baca lebih lanjut

Happily Unmarried

Dorian Solot is executive director of The Alternatives to Marriage Project, a non-profit organization that advocates for fair treatment of unmarried people.She and her partner, Marshall Miller, have been in a committed relationship for nine years. Their book, Unmarried to Each Other: The Essential Guide to Living Together and Staying Together will be published this fall.

Solot spoke with Discovery Health Online about the growing appeal of the unmarried movement among Americans.

Q: Is there a trend showing that a growing number of men and women are choosing to stay single?
A: It’s true that the percentage of Americans who aren’t married has been increasing since about 1960, but the rate of “singlehood” is by no means unprecedented. According to the U.S. Census Bureau, a higher percentage of women are unmarried (48 percent) than men (44 percent). Most unmarried people would like to be married, but haven’t found the right person yet, or know that the time isn’t right. Many others are happily single, or in long-term unmarried relationships. People are delaying marriage more, but the change isn’t as dramatic as most people think. The average age at marriage dropped artificially low in the 1950s and 1960s — men were marrying at 23, and women at 20. In 1998, it was only slightly higher, 27 for men and 25 for women. Baca lebih lanjut

( –Bingung harus dikasih judul apa … )

Selamat Pagi ( sebentar lagi siang, sudah jam 11.00 WIB ) ya …

Tak terasa ya seminggu berlalu begitu cepat. Beberapa jam rasany baru saja berlalu setelah hari Senin, bener ngga? Bener ya … 131 jam, jam ke 131 dalam pekan ini he he he … dan jam ke 11: 12 menit untuk hari ini.

Kalau kemarin kemarin saya meminta bantuan anda sekalian untuk berdoa buat saya, maka sekali lagi saya berterimakasih. Sebanyak 60% batu besar sudah saya pecahkan [ Kemajuan lah ] Paling tidak 5 ( draft ) publikasi sudah kelar 70 % sedang satu sisanya baru saya ketik judul dan bold line nya doang. Ngga pa pa walapun masih banyak yang mesti diedit disana disana dimana dimana [ ada kambing saya ] …. he he

Kalau sesuatunya berjalan normal, kira kira masih tersisa 12 hari menjelang bulan Mei. Oh andaikan saya punya mesin waktu. Atau ada yang rela memberi saya parsel berupa. Tambahan 635 hari untuk tahun 2008. [ Kalau cowo mau aku jadikan adik, dan kalau cewe … Baca lebih lanjut

Header Picture : Menerjang Keterbatasan

Ditengah kesibukan siang ini aku menyempatkan untuk mengganti header picture, Photo diambil beberapa tahun yang lalu. Ketika keterbatasan harus diterjang dengan kreatifitas dan kekompakan. Yeah sesuatu berjalan memang tidak selamanya seperti yang direncanakan.

Tetep semangat … Semoga Photo diatas menyemangati bagaimana pengalaman menakhlukan keterabatasan. Aku harus bisa mengulang lebih baik siang ini.

Wish me Luck

[ Berturut turut dari paling kiri : mas Bagong ( yang gondrong), mas Tri (kaos biru), Mas Tunjung dan paling kanan — siapa haaayoooo. Singkatnya adalah screen shot ketika kami kami ini buat film indie ]