Pemblokiran Situs Porno; TIDAK Setuju!

Lagi – lagi wacana untuk penyensoran internet dilontarkan. Terutama penyensoran ini ditujukan untuk konten – konten porno di internet. Kemunculan kembali wacana untuk menyensor informasi pornografi di Internet setelah selama beberapa tahun tenggelam saya ketahui beberapa hari yang lalu ketika mendapatkan invitasi melalui facebook untuk bergabung dalam suatu group yang dinamai 1 JUTA FACEBOOKER DORONG BUNG TIFATUL UNTUK BLOKIR SITUS PORNO !!!!. Saya pikir pendiri group menaruh harapan besar kepada Menkominfo yang baru, Tifatul Sembiring, yang ia nilai membunyai kecakapan karakter dan peduli dengan keberadaan moral bangsa.

Saya TIDAK SETUJU dan saya TIDAK akan bergabung dengan group itu.

Saya tidak suka dengan pornografi tetapi saya juga tidak suka menggunakan jalan pintas pemberangusan semacam ini. Baca lebih lanjut

Karmic Koala : Lebih efisienkan?

Untuk menggantikan Jaunty pada laptop yang trouble gara gara saya men tweak driver intel video card, kemarin saya menginstallkan Karmic Koala (ubuntu 9.10) yang saya unduh dari http://cdimage.ubuntu.com/daily-live/current/ , kalau sekarang anda ingin mendownload tidaklah harus dari site itu karena sudah banyak tersedia di mirror morror lokal.

Performa Karmic Koala

Bagi saya, performa Koala ini bagus mengobati kekecewaan saya dengan kerusakan yang terjadi pada Jaunty. Bisa jadi peningkatan performa yang mengesankan pada laptop saya adalah karena pemaketan driver yang lebih baik untuk driver kartu grafik keluaran intel.

Bagaimana? Apa anda juga tertarik untuk menginstall Karmc Koala? Saat ini saya sedang mengkostumisasi Koala saya sesuai dengan kebutuhan computing untuk menopang kehidupan sehari – hari.

Install Avg 9.0 Free

Saya tidak tahu apa jenis Antivirus terbaik untuk Windows XP saat ini. ย Terbaik dalam arti bisa cukup digunakan untuk menjaga Komputer ber- windows dari infeksi virus. Tentu saja kriteria terbaik kedua adalah gratis. Jadi meskipun ampuh memberi perlindungan akan tetapi bila tidak gratis maka itu tidak akan pernah masuk dalam kategori terbaik bagi saya. ๐Ÿ˜€

AVG Free, bagi saya telah cukup terbukti memberi bantuan. AVG telah cukup setia untuk saya sejak versi 6.0 dan hingga saat ini sampailah versi 9.0 yang akan segera menggantikan 8.5 menjadi satpam bagi saya.

Versi ini sebenarnya telah keluar beberapa minggu yang lalu, dan baru hari ini saya meng install karena saya memang jarang mempekerjakan Windows XP ini, kecuali ada pekerjaan yang hanya bisa diselesaikan dengan campur tangan XP. Kehati hatian dan semangat “ngeman – eman” ini terbukti dapat menjaga kesehatan XP dalam waktu yang lebih lama sehingga saya tidak terganggu dengan seringnya melacak error error atau cedera pada registry yang berakibat pada menurunnya performa. Hal yang paling membuat pening dan mual adalah ketika dengan terpaksa harus menginstall system pada saat yang tidak tepat ketika terburu buru ingin digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.

http://software-files-l.cnet.com/s/software/11/11/29/41/avg_free_stb_all_8_37_cnet.exe?e=1256365361&h=7d4dee25e4bb474244a09a6749756c5f&lop=link&ptype=1901&ontid=2239&siteId

=4&edId=3&spi=f75b5647bec17ad66274f2605b5ba40d&pid=11112941&psid=10320142&fileName=avg

_free_stb_all_8_37_cnet.exe

File installer saya download dari link diatas yang di hosting di C-net. File itu tidak besar, hanya beberapa ratus kb saja. Keseluruhan file instalasi AVG Free 9.0 akan di download selama proses instalasi. Rupanya komputer harus online untuk dapat menginstall AVG. Saya tidak tahu bagaimana cara meng install secara off line.

Ternyata AVG yang saya install berbahasa Indonesia.

Saya tidak bisa melampirkan screen shot karena ternyata tidak ada terinstall aplikasi screen shot di XP. Di XP memang benar benar minimalis. Hanya terinstall aplikasi yang benar benar sangat penting diperlukan.

TweetDeck : nge – tweet jadi mudah

Basi ya, Memang. TweetDeck sudah ada sejak lama. Saya sering melihat ada kata ‘TweetDeck ‘yang ter-embel embel-kan pada twit yang diposting teman teman, maupun yang melekat pada status facebook. Mengapa saya tidak mencoba sedari dulu, karena sebelumnya saya mengira TweetDeck itu berjalan di Mac saja. Harus saya akui untuk urusan seperti ini, teman – teman saya yang Mac -holic memang sering mengetahui lebih dulu. Ketahuan dengan jelas akan kegaptekan diri.

tweetdeck

Kehadiran TweetDeck di uBuntu saya saat ini tidak lepas dari kebaikan Mas Riq Surya yang berkenan membagi pengetahuan ketika saya sedang menjajal beberapa Twitter Client untuk Linux uBuntu. Kemarin saya telah menjajal mulai dari Twittux, Spaz, Seeizmic sampai hati terjatuh padaย  cinta akan TwitterDeck, entah cinta saya ini akan bertahan sampai kapan.

Utamanya sebagai twitter client, menurut selera saya, TwitterDeck bisa memudahkan untuk me -reply, me -retweet,ย  me -DM ke teman teman, real time searching, atau menjalankan pemantuan.

Bagusnya lagi TweetDeck mempunyai kemampuan extra sebagai facebook client. Fitur untuk melihat feed dari teman – teman secara real time tanpa perlu me refresh benar – benar hebat. Meski menurut saya hal ini lebih menjadikan kepala pening – pening menyaksikan status yang berubah dengan sangat cepatnya mengalir deras. Memang dengan kreatifitas, suatu kecanggihan teknologi akan menemukan manfaat yang pas. Saya sedikit ber eksperimen dengan membuat suatu grup orang – orang, yang mana saya ingin melakukan pemantauan bagi aktifitas mereka. Dan … Cool, TweetDeck menjalankan tugas sesuai perintah Komandan ๐Ÿ™‚

Lebih lanjut silahkan baca link berikut :

http://onair.adobe.com/air/

http://www.tweetdeck.com/beta/

Internet menyimpan Reputasi Anda?

“Think twice before putting your personal information online”

Kemudahan yang ditawarkan oleh pencapaian mesin pencari pada saat ini memudahkan bagi seseorang untuk melacak apapun, sekecil apa jejak, entah itu baik ataupun buruk yang pernah ditinggalkan seseorang di internet. Dua tiga kata komentar yang saat ini kita lemparkan di internet bisa jadi 100 tahun yang akan datang akan mudah ditampilkan oleh penguasa search engine pada masa itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah ditanya oleh teman online saya, “Apa kamu kenal dengan ‘anak ini’; kamu kan pernah comment comment di blog nya?” lohhhh

Saya sendiri, juga sering mengetikan nickname atau apa saja yang berkaitan dengan seorang baru di mesin cari untuk lebih mengerti. Tidak jarang mesin cari telah menyimpan blackbox atau track record tentang seseorang dan dengan suka rela akan memberikan kepada siapa saja yang meminta tanpa menutup nutupi. Meski saya juga tidak selalu tahu apa artinya apabila ada nick nick yang ditinggalkan sebagai bagian dari comment comment di suatu porn site.

Mungkin bagi orang yang sejak dini telah menyadari akan akibat dari apa jejak yang ia tinggalkan di internet akan tidak sembarang bercuap cuap atau asal sign up di suatu online service. Atau menggunakan nickname lain yang berbeda dengan identitas pribadi mereka, meski apabila suatu nickname sering dipakai berulang juga akan bisa ditelisik siapa sebenarnya si empunya.

Saya pribadi telah lupa, apa saja dan seberapa banyak jejak dan comment yang saya tinggalkan dengan saya labeli “jarwadi” atau “jarwadiku”. Jadi, apabila anda ingin mengukur reputasi saya di internet silahkan menggunakan kata kunci itu di mesin pencarian. Atau bisa silahkan dengan mengetikan phrasa yang anda pikir mempunyai relevansi dengan saya.

Anda juga bisa mengetikan nick anda di google atau bing. Jangan – jangan ada orang lain yang menggunakan Nama atau Nick yang mirip dengan milik Anda di internet secara tidak baik baik.

PS :

Posting ini terinspirasi oleh blog official nya Paman Google di :

http://googleblog.blogspot.com/2009/10/managing-your-reputation-through-search.html

Tren “batuk”, “pilek”, “radang tenggorokan” versi Paman Google

Derita yang tersering yang saya keluh kesahkan di blog ini adalah flu. Flu memang sering mendera saya. Dalam satu tahun,ย  gangguan jasmani ini bisa menyerang hingga lebih dari 3 kali. Suatu jumlah yang benar benar tidak mengenakan. Meski gangguan ini tidak sampai merembet ke tingkat gangguan Jiwa, tapi kadang mempengaruhi produktifitas kerja dan kualitas hidup pribadi seorang saya.

Sepanjang pengamatan saya, baik dirumah, di lingkungan tempat saya tinggal, maupun di komunitas tempat saya bekerja, flu dapat dikatakan sebagai penyakit yang sering diderita oleh orang kebanyakan. Flu bisa jadi merupakan derita sejuta umat. Flu merupakan penyakit bangsa.

Benar. Saya tidak sedang bergurau. Paling tidak hal ini disaksikan oleh graphic yang ditunjukan oleh google trend. Silahkan graphic berikut anda pahami dengan cara masing – masing.

 

Anda pun dapat menengok graphic seperti screenshot di atas secara real time di :

http://www.google.com/trends?q=batuk%2C+pilek%2C+%22radang+tenggorokan%22&ctab=0&geo=all&date=all&sort=1

Graphic tersebut memang bukanlah potretย  tanpa distorsi akan suatu fenomena yang sedang nge-trend, tetapi berdasarkan sebuah tulisan dari Official Blog nya Paman Gugel disini, bahwa trending keingin tahuan akan sebuah penyakit mempunyai banyak relevansi dengan apa yang sedang terjadi. Google pernah membandingkan dengan dataOfficial yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika pada suatu saat.

Loh, itukan di Amerika dimana teledensitas penggunaan internet sangat tinggi. Ini Indonesia. Diakui bahwa dari sekitar 237,5 juta penduduk Indonesia, jumlah pengguna Internet nya adalah 10 % saja atau sekitar 25 juta. Yang mana merupakan jumlah terbanyak peringkat tiga di Asia setelah China dan India. Dan angka ini terus berkembang pesat. ( Sumber dari sini ).

Ok … bila kita masih ragu untuk menggunakan google trend untuk menggambar realita yang sebenarnya tentang suatu hal, dalam hal ini saya gunakan untuk membingkai derita flu bagi saya dan lingkungan, maka paling tidak graphic ini dapat kita gunakan dalam konteks yang lebih sempit, untuk melihatย  tren flu bagi pengguna Internet Indonesia. Saya kan termasuk pengguna internet aktif dalam beberapa tahun ini. Dan mudah mudahan kedepan saya tidak akan kehilangan akses ke internet.

Aman mempartisi dengan Parted Magic

partedmagic

Bagi saya memodifikasi suatu partisi hardisk yang mana telah terinstall suatu OS bukanlah perkara mudah. Perubahan ukuran partisi ini saya ingini karena dalam partisi utama ubuntu saya sudah terlalu penuh, laptop terinstall dua SO, ubuntu dan jendela**, memang ketika dulu saya menginstall tidak terlalu banyak pertimbangan mengenahi urusan ukuran partisi ini. Yang pada gilirannya menyisakan masalah.

Saya ingin menyelesaikan masalah partisi ini. Kalau bisa dengan dampak sekecil mungkin. Resiko akan macet nya kedua SO sebisa mungkin berusaha saya hindari karena bagi saya merupakan suatu petaka.

Saat itu tidak mudah bagi saya untuk mengambil keputusan mengenai bagaimana saya akan mempartisi, tool apa yang akan saya gunakan, dan banyak pertimbangan lain. Saya memulai dari belajar dengan pengalaman Paman Google, ingin mengetahui sejauh mana root partition, boot sector, ubuntu dan windows, gparted dan lain lain. Tidak luput dari sasaran curhat saya adalah id-ubuntu, mailing list ubuntu indonesia.

Beruntung bagi saya, karena di id-ubuntu, banyak mendapati banyak masukan, dan sharing pengalaman dengan komunitas disana. Sampai saya mendapati rekomendasi dari Mas Bayu Albelly untuk menggunakan Parted Magic yang dapat di unduh di http://sourceforge.net/projects/partedmagic/ .

Dan fyiiii akhirnya, Partedmagic bekerja sepenuhnya untuk saya.

Gambar saya ambil dengan ponsel, meski Partedmagic menyediakan fasilitas untuk screen capture. Yang karena rasa tidak sabar yang ingin segera melihat apakah pem-partisi-an dapat bekerja dengan baik sampai sampai saya tidak cukup sabar untuk menjajal fitur fitur dari Partedmagic ini.

request : google wave

Setelah beberapa hari belakangan #google #wave menjadi tren cuap cuap dan gosip di twitter, sampai saya mengetik posting ini google wave masih menduduki peringkat 4 dalam trending topic, pagi tadi saya telah menyelesaikan pengisian form request untuk #wave besutan mbah google itu.

Bila anda tertarik bisa juga mengisi form lamaran disini .

Kalau ditanya, mengapa saya ikut ikutan melamar wave, maka jawaban saya adalah karena penasaran saja. Saya belum tahu pasti bila nantinya pinangan saya ini dikabulkan akan untuk apa google wave saya gunakan. Saya tidak tahu apakah teman teman saya juga tertarik dengan wave atau tidak.

Ke fenomenal an #google #wave apakah memang mewakili dari kehebatan situs jejaring pertemanan besutan mbah google. Walahu alam. Sepanjang yang saya tahu hanyalah google pasti sedang tidak main main dengan produk yang satu ini. Google tidak mungkin tidak menyadari dan mengukur kedigjayaan kompetitornya seperti facebook, twitter, myspace dan lain lain.

Hanya bagi saya sendiri, mengurus lebih banyak keanggotaan situs jejaring pertemanan pastilah tidak mudah dan merepotkan. Tetapi mudah mudahan pinangan saya segera mendapatkan jawaban dan saya termasuk ke dalam golongan orang orang yang ada di barisan depan yang menjajal kekuatan #google wave yang fenomenal itu.

https://services.google.com/fb/forms/wavesignup/

Mobile Upload Album pada Facebook : Temporerkah?

Sejak facebook menfiturkan kemudahan untuk meng upload foto foto via email, dimana menjadikan saya rajin mengunggah foto foto yang saya ambil dengan ponsel dan seketika meng upload nya ke facebook. Bahkan saya sudah lupa foto apa pertama kali yang saya upload dengan cara ini dan hingga kini pun ini merupakan fitur andalan yang saya suka sampai sampai karena lebih suka bercerita secara spontan dengan gambar berakibat pada menurunnya kuantitas posting di wordpress ini.

Baru, ketika tadi saya menavigasi ke mobile album di facebook itu untuk mengenang foto foto yang lebih dulu saya upload, saya mendapatkan foto foto itu sudah tidak ada lagi di facebook. Saat ini di mobile upload album hanya terdapat 63 foto. Padahal pasti jumlah foto yang saya upload sudah lebih banyak dari itu.

Kemana ya foto foto itu? Atau memang facebook hanya menfiturkan email foto upload itu sebagai tempat penyimpanan sementara saja. Di album foto facebook hanya ada kejadian foto yang menghilang di album mobile saja. Sedangkan yang saya unggah di album reguler tetap terjaga dengan baik.

Doh … Kirain