Geo-tagging pada Photo kini Penting

Me?

Me?

Saya mempunyai ribuan, atau puluhan ribu koleksi foto yang saya simpan dalam beberapa harddisk. Koleksi  yang saya kumpulkan dari sekitar tahun 2002 itu terus bertambah sampai sekarang. Foto – foto yang saya jepret dengan bermacam – macam camera, baik camera pinjaman maupun camera saya sendiri. Ada foto – foto yang saya jepret dengan Camera DSLR, Pocket Camera dan kebanyakan memang dijepret dengan Camera pada ponsel. Tahu sendiri, saya sangat suka dengan foto – foto candid.

Bagi saya, foto – foto merupakan rekaman hidup. Kehidupan narsisme saya sendiri, kehidupan sosial dimana saya tinggal dan berinteraksi, dan sebenarnya adalah kehidupan dari ide – ide saya. Karena apapun foto yang saya jepret, pasti ada ide dibelakang kenapa suatu obyek harus difoto. Foto yang saya ambil adalah gambaran dari angel seperti apa pikiran saya memahami sebuah peristiwa. Seberapa miring pikiran saya dibanding standard orang kebanyakan. Baca lebih lanjut

Unity vs Gnome 3

Unity on Natty NarwhalSaya merasa canggung dengan Unity Desktop Manager yang dibawa secara default oleh instalasi Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Beberapa hari menggunakan tetaplah belum cukup bagi saya untuk menemukan kepraktisan “to the point” yang dulu dibawa oleh Gnome 2.32 pada Ubuntu 10.10. Memang Unity membawa fitur yang saya impi – impikan, yaitu instant search file dan instant search program untuk bisa lebih cepat menemukan apa yang saya cari daripada satu demi satu menelisik hiearki folder. Baca lebih lanjut

Dropbox, Masih Perlu FlashDisk?

Beberapa hari yang lalu di timeline twitter, dua orang teman saya Riyogarta dan Ndableg memperbincangkan tentang masih relevankah keberadaan media penyimpan file portable seperti flashdisk ditengah era layanan  penyimpanan dalam jaringan (cloud storage) dan semakin luasnya jangkauan jaringan internet wireless. Kelak katanya cloud storage akan menghilangkan pusing – pusing saya bila kejadian flash disk tercecer atau mati tiba – tiba.

Seketika bincang – bincang itu berlangsung, saya mencoba registrasi ke dropbox.com yang fitur – fitur canggih dan gratisan dengan quota sebesar  2 giga mempesona mas Riyogarta. Tentu saja dropbox menerapkan charge untuk storage space yang lebih gede. Mengagetkanya, email dan password yang saya masukan pada form registrasi mengarahkan saya ke folder dan file – file yang sudah saya upload ke dropbox yang ditera 2 tahun yang lalu. Berarti sudah sejak lama saya punya account dropbox tapi terlupakan. (doh) Baca lebih lanjut

Menyembunyikan Comment Activity di Facebook

Apa yang paling menyebalkan buat saya ketika membuka facebook adalah tag – tag ke foto tidak jelas bermaksud menawarkan barang – barang dagangan mereka (1), tag – tag tidak jelas ke foto – foto atau tulisan  lucu/aneh yang mereka copy paste dari internet padahal foto/tulisan lelucon mereka itu sudah kadaluwarsa dan sudah saya baca setahun bahkan 4 tahun yang lalu 😦 (2) dan terakhir adalah comment activity (3). Masa, aktifitas saya mengomentari foto/status/note orang lain pakai dipajang – pajang di wall.

Untuk masalah (1) dan (2), solusinya adalah dengan me-remove satu demi satu dari tag – tag itu. Melelahkan sebenarnya. Kalau tag itu sudah keterlaluan dan berasal dari temannya teman saya. Pasti tukang tag itu akan segera saya block dan report as spam. Kejam, biar saja. Untuk masalah yang ke (3), rupanya Facebook sudah memberi solusi. Solusi ini ditawarkan saya ketika tadi saya iseng removing Comment Activity di Wall saya berupa:

Install Ubuntu 11.04 Natty Narwhal beta 2

Natty Narwhall with Unity Desktop Manager

Natty Narwhall with Unity Desktop Manager

Itulah tampilan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal beta 2. Yang final release akan jatuh pada akhir bulan ini. Atau paling lambat pada awal sekali bulan Mei. Saya tidak cukup sabar untuk menunggu versi release yang tinggal beberapa hari. Dan ta da … sekarang saya menulis posting dari Natty Narwhal beta 2. Baca lebih lanjut

Animo Siswa Mencari Bocoran UN di Internet

Menepati janji saya pada pekan lalu untuk menampilkan jumlah hit pada posting saya di https://jarwadi.wordpress.com/2011/04/16/bocoran-soal-ujian-nasional-sma-smk-tahun-2011-beserta-kuncinya/ Posting tersebut mendapat sebanyak 226 hit. Dapat dilihat pada screenshot berikut:

Angka 226 hit selama seminggu sebenarnya tidak bisa dibilang tinggi dan tidak bisa dikatakan sedikit untuk ukuran blog saya yang tidak ramai pengunjung. Masih dalam batas wajar. Beberapa pengunjung mengeklik tulisan ini ada yang dari link yang saya taruh di twitter atau di facebook. Kebanyakan memang dari mengetikan kata kunci di google. Misalnya “bocoran soal unas 2011” dan sejenisnya.

Berdasarkan pada angka hit pada posting ini dan dari jalan hit menuju posting ini, dapat saya simpulkan bahwa animo siswa siswi pada tahun 2011 ini untuk mencari bocoran soal UNAS di internet masih ada. Tetapi tidak banyak.

Apakah kesimpulan ini cukup akurat untuk menggambarkan animo siswa siswi untuk mendownload soal UN? Bisa saja sangat TIDAK AKURAT. Kenapa bisa tidak akurat? hehehe …

Gara – Gara Telat 3 Bulan, Update Seabrek

Kata koran Seputar Indonesia di sini, telat tiga bulan bisa menyebabkan aib dan kematian. Seolah koran ini ingin membenarkan apa kata Jamrud beberapa tahun yang lalu.

Beberapa bulan ‘gak ketemu
Kau tampak jadi gendut
Lagi memilih susu
Di apotik pak mahmud

Kutanya kabar…
Kau malah menangis
Sambil berbisik…

Sama halnya dengan telat update yang belakangan baru saya tahu. Komputer Windows ini sih hanya ingin saya pakai untuk membuka file database Microsoft Acces. Sayangnya saya tidak bisa tahan untuk menghadapi tanda pentungan di pojok kanan bawah.

Antivirus minta cepet – cepet di update. Virus definition dan Program update segede 33 Mb. Untungnya koneksi internet di pabrik pagi ini sedang bebas hambatan. Jadi bisa diselesaikan beberapa menit. Selesai Anti virus, security, patches dan aneka Windows update menanti giliran. Kemudian rupa – rupa browser, Adobe Air, dan lain – lain. Total file update sudah membesar sampai lebih dari 100 Mb.

Untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa saya selesaikan beberapa menit rupanya memerlukan persiapan hampir satu jam. Gara – gara telat 3 bulan. 😀

Etika Memakai Gadget Pada Meeting

Pekan lalu, ketika ada ribut – ribut tentang penyalah-gunaan fungsi galaxy tab di gedung dewan yang terhormat, seorang teman senior saya nyeletuk, “Kenapa sih man – temen di DPR dari partai XYZ, -secara teman saya ini big fan partai XYZ– ngga bikin kode etik agar tidak pakai henpon yang mahal – mahal. Secara mereka kan hanya perlu telpon sama SMS -an doang”

Menurut saya sih ngga ada salahnya seorang anggota dewan punya gadget mahal. Asal bisa menggunakan pada tempatnya. Dan meningkatkan produktifitas kerja. Bukan meningkatkan kepuasan syahwat saja.

Sebenarnya, seberapa etis sih menggunakan gadget saat meeting. Secara saat ini, yang bukan anggota DPR pun susah untuk pisah dengan gadget. Termasuk saya, tentu saja. 😀

Kalau tiba – tiba handphone mendering – dering ditengah – tengah meeting diikuti pembicaraan telepon, maka hampir semua orang menyepakatinya sebagai perbuatan asusila. Apalagi clang cling clang cling bunyi notifikasi email+chat client pada gadget. Baca lebih lanjut

Tidak Jadi Suka Blackberry Playbook!

Writing this review has been a lot like trying to hit a moving target thanks to a series of software updates that have been dropping every few days. The PlayBook of today is considerably better than the PlayBook of yesterday, which also was a big step forward from the one we were reviewing two days before that. This is both encouraging and worrying — encouraging that RIM is actively working to improve things, but worrying that things as critical as memory management are still being tweaked at the eleventh hour.

Begitu kata Jacob Schulman kontributor reviewer di engadget.com yang menulis  http://www.engadget.com/2011/04/13/blackberry-playbook-review/ 

Tim Blackberry Playbook sampai saat ini bekerja terus – terusan untuk memperbaiki software yang digunakan untuk menjalankan hardware Playbook yang sejak keberadaannya dirumorkan, hardware spec -nya telah membuat saya kepincut. Namun sebaik apapun software update yang dibuat oleh tim, nampaknya saya akan tetap tidak jadi tertarik membeli Playbook. Setidaknya untuk Playbook versi 1. Kecuali ada yang mau memberi saya sebagai hadiah. Kenapa?

Baca lebih lanjut

Jualan di Facebook Mengorbankan Silaturahmi!

Rupanya tidak hanya saya yang sebel dengan orang – orang yang suka sembarangan main tag di facebook untuk berdagang.Ternyata ada banyak teman – teman saya yang mengeluh. Contohnya Pak Riyeke Ustadiyanto. Bahkan beberapa seperti mbah Dharmo sampai misuh – misuh.

Saya sependapat dengan Pak Riyeke. Facebook itu tempat bersilaturahmi. Bayangkan bila kita sedang ada temu keluarga, katakanlah pertemuan “trah” keluarga. Atau acara reunian. Kemudian ada anggota trah yang jualan. Atau tiba – tiba ada sales nongol mempromosikan dagangan. Seperti ini mengorbankan suasana silaturahmi.

Tukang – tukan tag nyebelin itu bukanlah teman – teman saya. Mereka adalah temannya teman saya. Mana mau saya meng-confirm orang macam ginian. 😀

Baca lebih lanjut