Bendera Partai bagi Pak Tani

Foto ini saya ambil tadi pagi ketika tidak sengaja melintas dipersawahan dekat sawah saya.  Menarik bukan, warna merah eksentrik di tengah tengah komposisi yang di dominasi warna hijau. Tetapi, saat ini saya sedang tidak bernafsu membahas komposisi dalam fotografi. Bisa dilihat mesti tidak jelas, itu adalah seseorang dengan kaos partai dan memegang bendera partai juga. Karena sendirian ditengah sawah maka , walaupun beratribut partai, saya menduga orang ini bukan sedang berkampanye, meski saat ini sedang musim kampanye.

Pak Tani ini, sedang menunggui tanaman padi yang diserang burung burung pemakan biji. Dia memegang bendera yang digunakan untuk menakut nakuti burung burung pipit. Tidak tau  dia mendapatkan bendera darimana atau mencabutnya dari pinggir jalan. Hanya, sepertinya, bendera itu akan lebih bermanfaat dipakai pak tani daripada menjadi polusi pemandangan di pinggir pinggir jalan.

Photo Jejak Kurawa

jejak-kurawa

Ada senang ada susah. Itulah sebuah arti kelengkapan. Melengkapi suasana pesta berbahagia dalam acara tasyukuran pernikahan teman kami ‘Itox’ Harinto Bn adalah kehadiran dan keserakahan  laskar laskar dari Jagat Tanponyono.

Piring – piring dan gelas – gelas berserakan yang merupakan jejak jejak yang ditinggalkan bala bala Kurawa itu hanya sebagian gambar yang dapat diambil setelah keberingasan mereka membersihkan semua makanan.

Kepada : Harinto Bn , Selamat Melalui Gerbang Pernikahan menuju Hidup yang Sakinah, Mawadhah, Warramah.

Parangtritis, its beauty

Jarwadi and Sally

Beach Walker

We are

WoW

Klik di sini untuk gambar gambar lebih banyak

10 ekor kambing 2 lembu

Saya menebak [walau tidak berani bertaruh] bahwa pada hari ini ada deretan panjang antrian sapi dan kambing di pintu kemulyaan milik Allah dimana binatang binatang tersebut adalah berarak arakan hewan hewan kurban yang muncul dari keikhasan yang bersemi di hati muslimin dan muslimah semaya pada. Termasuk dalam antrian,  Insya Allah adalah juga 10 ekor kambing dan 2 ekor lembu yang tadi pagi sisa hidupnya berakhir di tangan Bapak Suradi [dalam foto berikut adalah beliau yang perpose dengan pedang jagal nya]sang  algojo –the butcher– dalam rangkaian penyembelihan hewan korban di Masjid At Taqwa dusun Karangmojo B desa Grogol kecamatan Paliyan. Gema Takbir yang berkumandang mengiringi semangat berkorban niscaya merupakan indikasi keikhlasan itu.

Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa
Dari Qurban @ At Taqwa

Klik disini untuk Foto Lebih Banyak Qurban @ Karangmojo B

10 ekor kambing dan 2 lembu adalah angka yang besar menurut saya –kami– bagi dusun/ jamaah masjid yang berpenghuni kurang dari 90 KK. Betapa ketika 15 tahun yang lalu saya menyaksikan dengan kecemburuan karena ada dusun lain yang sudah mampu mengorbankan lebih dari 20 ekor kambing sedangkan di Masjid At Taqwa masih dengan cermat membagi daging dari 3 atau 4 ekor kambing. Walaupun terlepas dari sedikit dan banyak daging pembagian tetap harus disyukuri dengan perjuangan dan azham sehingga sampailah pada jaman dimana kitapun bisa berkorban. Semoga di tahun tahun mendatang juga demikian bahkan lebih baik lagi.

Ada kata kata sontoloyo yang saya suka “Budayakan Berkorban tetapi JANGAN menjadikan Mengorbankan Orang Lain sebagai BUDAYA”. Siapa yang tidak setuju kalau daging kambing [gratis] itu NikMaT?

PS :

Yang tidak setuju pasti mereka mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan sebangsanya

Photo Trip Gagaan – Plape – Glempeng

Ngagaan

Ngagaan

Nggagaan 02

Nggagaan 02

Baca lebih lanjut

Sarapan dulu ahhh …

Menurut saya pagi ini terasa tenang, sejuk dan nyaman. Saya sungguh menikmati hawa seperti ini. Sepanjang pagi yang diselimuti mendung dan gerimis membuat saya hampir lupa kalau ini adalah tanah gunungkidul yang bersuhu sangat panas di Musim Kering. Nah untuk melengkapi nikmat dan indah suasana pagi ini, saya memilih soto lek prapto sebagai sarapan. Hitung hitung untuk charging supaya stamina fit sepanjang hari

Soto Lik Prapto, jan mak nyuuuussss

Soto Lik Prapto, jan mak nyuuuussss

Bagi penikmat soto, silahkan mengunakan lidah anda untuk mencicipi soto ayam ^Lik Prapto^ Anda dapat dengan mudah menemukan warung Soto Lik Prapto di sebelah timur pasar hewan Siyono.

Yah seperti inilah kaum jelata menikmati hari harinya

Jalanku tidak becek lagi

Jalan ber^Cor Blok^

Jalan ber^Cor Blok^

Sudah biasa sekali apabila di musim penghujan seperti sekarang, jalan dari gubug kediaman saya ke jalan aspal –jalan raya– becek dan tergenang air berlumpur. Sepatu yang saya pakai pasti merasa terkorbankan demi kenyamanan telapak kaki. Korban kedua tentu adalah penampilan saya. Orang – orang dan teman teman pasti bisa memaafkan apabila terpaksa saya temui dengan style yang natural (baca : serba basah, becek dan sedikit lumpur tersisa) Tapi percayalah semua yang menempel disepatu atau mungkin sedikit dicelana bukanlah limbah non organik berbahaya.

Spesial untuk Musim ini, ceritanya sudah berbeda. Sepanjang jalan dari Gubug *Bahagia* saya, ke jalan raya sudah bercor blok rapi. Pemerintah desa telah membangun khusus untuk saya , mungkin dengan proyek yang dibiayai oleh PPK -Program Pengembangan Kecamatan- atau PNPM Mandiri -Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri seperti yang diiklankan di TV. Sekarang saatnya saya sey gut bai untuk becek dan lumpur yang pernah menjadi sahabat setia sehidup semati sepatu saya.

Sekarang saatnya kaki dan diri ini melangkah menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. SEMANGAT PAGI. duuuuniaaaaaa

Penutupan Porkab Gunungkidul

Lihat ini Loh wajah wajah Jawara

Lihat ini Loh wajah wajah Jawara

Siang tadi saya datang pada acara Penutupan Pekan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul –Porkab, tentu saja bersama boncel boncel dan pajrin pajrin paliyan. Maaf saya senang menggunakan istilah ini untuk menyebut teman teman. Nampak dalam Foto diatas atlit atlit dari Paliyan terlihat menonjol, bukan karena banyaknya Medali yang diperoleh, –karena tentu saja kecamatan Paliyan harus berlatih lebih keras lagi untuk mendapatkan lebih banyak Medali– melainkan sosok Erwin yang paling bongsor dalam barisan penerima Medali. Baiklah Erwin adalah penyabet Medali Emas dari cabor Tolak Peluru.

Menarik sekali ya Foto Jepretan saya. Bangsal Sewoko Projo nampak megah dan indah dengan cahaya cahaya putih terkesan glamor. Sampai sampai kita kesulitan menangkap dan mengenali secara jelas wajah wajah Atlit pemegang Medali Emas. Mungkin juga cahaya mewah tersebut terpancar dari aura kemenangan dan Medali Emas. –halaaaaaaaaaaaaaaah, siapa seh yang mau memuji karya foto saya kecuali saya sendiri. Padahal karena kelemahan kamera pada Soner K810i saya yang tidak mempunyai cukup kuat Fill Flash untuk menangani BackLight yang kuat pada scene tersebut.

Bu Eny S menghadiri Undangan Ber Haji

Pada dasarnya selama hidup didunia manusia akan mendapatkan tiga panggilan, pertama Panggilan untuk Shalat, yaitu dengan berkumandangnya Adzan, kedua Panggilan untuk berhaji, dan ketiga panggilan untuk kembali ke hadirat-Nya. Begitulah bentuk ringkas dari Pengajian yang diberikan oleh saudara H Heriyanto pada saat kami kami bersilaturahmi ke Muntilan siang tadi sekaligus ngaruhke keberangkatan Ibu Eny Safaryati untuk memenuhi panggilan berhaji.

Eheemmmmm ....

Eheemmmmm ....

Bu Eny, tolong saya didoakan supaya rejeki saya lancar dan dapat memenuhi panggilan berhaji sesegera mungkin.

Gambar diatas benar benar menantang perut dan air liur kami kami yang datang jauh jauh dari negeri Wonosari dan jam dilayar ponsel saya sudah berangka lebih dari 15:30 WIB.