Even the sun never been easy to make the whole world brighter. Hanging cload often comes earlier. But the show must go on.
Let’s Rock!
Posted with WordPress for BlackBerry.
Ingin bermain main di taman yang sejuk dan hijau dengan air jernih? Saya pun ingin
via : http://bigpicture.posterous.com/the-garden-of-cosmic-speculation
Sudah lama keinginan saya untuk mempunyai sebuah photo blog yang bermanfaat. Terutama bermanfaat untuk diri saya sendiri. Paling tidak untuk mengingatkan kejadian – kejadian sehari – hari yang bagi saya menarik. Syukur – syukur juga menarik untuk orang lain.
Beberapa layanan sudah saya coba. Saya sudah utak atik mulai dari blogger, wordpress, flickr, sampai tumblr. Memang, untuk photoblog, sepertinya banyak fitur dari tumblr yang menarik. Sayang, tumblr tidak dapat menampilkan lampiran berupa gambar dari suatu posting via email. WordPress bisa menampilkan attachment berupa foto tetapi fitur ini baru bisa benar – benar digunakan bila membeli account premium seperti halnya flickr. Posting gambar via email adalah fitur utama yang saya cari dalam suatu layanan photoblog karena berbagi gambar – gambar yang menarik secara spontan dan semerta begitu selesai mengambil gambar di suatu tempat itu sangat menyenangkan.
Posterous nampaknya menarik. Saya telah memposting beberapa foto yang saya ambil dan upload sekalian dengan menggunakan ponsel. Bila foto yang saya upload lebih dari 1 maka posterous akan membuatkan suatu gallery yang ciamik. Lebih dari itu, dengan posting di posterous, dengan mudah saya dapat membuat autoblog ke blog – blog saya yang lain atau mempromosikan posting itu di twitter, plurk, atau facebook. Juga ke tumblr supaya account yang pernah saya itu buat tidak mubadzir, ke wordpress yang ini sekiranya saya akan lama tidak memegang komputer atau ketika sedang malas untuk menulis.

Fitur fitur posterous yang lain sedang saya pelajari sambil jalan dan saat ini baru membuat beberapa posting.
Boleh dong menengok cerita saya dalam gambar 🙂
http:// jarwadi.posterous.com
http:// jarwadi.tumblr.com
Beberapa waktu yang lalu, saya menghapus sebuah foto saya di Flickr karena tidak tahu bagaimana merotasi orientasinya. Foto itu, memang saya upload secara langsung dari ponsel dan kebetulan saya mengambil gambar secara portrait. Tidak tahunya, flikr menyediakan fasilitas untuk mengedit gambar yang diberikan oleh third party. Yaitu Picnik.
Biasanya, pada musim liburan, Â orang – orang suka mengunggah foto – foto wisata di situs jejaring sosial dan photo sharing. Hal ini sudah saya amati sejak beberapa musim liburan yang lalu. Maka biar saya dianggap sebagai manusia beneran, saya juga mengunggah foto foto di internet; hehehe.
Apakah saya bisa disebut manusia beneran setelah bisa meniru dan bergaya seperti manusia? Foto – foto ini, saya ambil di Pantai Kukup Gunungkidul Indonesia.
Klik untuk beberapa foto lainnya :
http://www.flickr.com/photos/40202322@N04/sets/72157623090128780/
Iedul Adha tahun ini bertepatan dengan awal penghujan. Habis hujan pula. Dingin pula. Pasti tanah lapang desa becek. Pasti jalanan menuju lapangan desa becek. Eh tidak, tahun ini, ruas – ruas jalan utama di desa Grogol sudah bercor blog, sebagian beraspal meski sebagian yang lain dalam pengerjaan.
Masih belum jam 06:00 WIB saya sudah berjalan menuju tanah lapang. Tentu saja setelah saya memenangkan pertarungan dengan kemalasan diri. Mandi bersiramkan kedinginan dan tubuh menggigil dengan pilek menyumbat hidung. Saya berjalan kaki berbarengan dengan Fajar. Sementara bapak dan simbok sudah berangkat lebih dulu. Konon, Shalat Ied tahun ini akan dilaksanakan lebih awal dari tahun – tahun sebelumnya. Karena bertepatan dengan Jum’at, sehingga diharapkan waktu untuk penyembelihan hewan Qurban tidak mengganggu Ibadah Jum’at. Begitu isi Surat Edaran dari P2A Desa Grogol. Setahu saya Ibadah Jum’at sudah tidak wajib bagi yang telah menunaikan Shalat Ied. Tetapi biarlah, mungkin mereka punya pertimbangan tersendiri. Baca lebih lanjut
Tidak tahu apa jenis makhluk yang tinggal di lingkungan sekitar tempat ini, namun dari apa yang diperlihatkan oleh foto ini membuat saya menduga bahwa mereka bukanlah Homosapien. Bukan manusia kebanyakan seperti kita. Limbah yang memenuhi keranjang – keranjang itu jelas – jelas adalah batu. Bukan limbah rumah tangga ala kebanyakan. Tidak ada plastik dan kertas.
Jadi bagi teman – teman penggiat gerakan Plasticless atau Paperless mungkin bisa mengambil studi banding di tempat ini. Siapa tahu bermanfaat.
Foto ini saya ambil pada kemarin siang didepan/sebelah utara Puskesmas Playen.