vivo X3S: My Dynamic Smart Personality Meets Delight Sound

Menjadi kekinian bukan sama artinya dengan ikut-ikutan. Kekinian berarti mampu survive dalam tiap peran yang mesti kita jalani. Baik itu peran dalam keluarga, pekerjaan, lingkungan dimana tinggal dan di dalam komunitas tempat kita menemukan diri. Kekinian adalah berani menerima tantangan, berani melepaskan pelukan selimut pada lebih awal pagi, siap menembus kemacetan, berani bertarung melawan target-target baru, siap terhadap pencapaian baru, berani berbeda. Saya berani berlari lebih jauh dan memberi reward bagi tiap pencapaian diri. Kekinian bagi saya adalah mampu menempatkan kehidupan profesional secara proporsional tanpa melupakan kehidupan pribadi dengan kebutuhannya untuk berimprovisasi dan beraktualisasi.

Kalau begitu, menjadi kekinian itu sulit, susah!

Memang!

Untuk sukses menjadi kekinian kita harus pintar-pintar mengatur diri, pintar-pintar menjaga diri dan pintar-pintar untuk meraih tiap kesempatan yang bisa tiba-tiba menantang tanpa diundang. Untuk apa kata saya menjadi “dynamic smart” person, itulah kenapa hal pintar pertama yang saya lakukan adalah memilih pendamping 24/7 yang tepat. (baca: smartphone)

Berikut ini adalah kriteria saya dalam memilih figur pendamping 24/7 yang tepat sesuai gaya hidup smart dynamic:

x3s-high-figure

Disain

Mau tidak mau, smartphone merupakan bagian dari gaya hidup. Smartphone adalah fashion. Smartphone is a fine art. Saya ingin sebuah smartphone yang dirancang untuk meningkatkan kebanggaan diri pemakainya dengan desain modern, elegan nan futuristik. Saat ini saya masih menggunakan ponsel lama berlayar 4.0″ dengan ketebalan 7,6mm.

vivo X3S berlayar 5.0″ HD IPS. Ini adalah ukuran layar smartphone paling tepat saat ini. Cukup Lebar namun tetap dalam genggaman. Body berbalut silver grey yang elegan dan fashionable. Dengan ketebalan 5.95 mm bagi saya adalah sebuah state of the art. Perhatikan baik-baik foto berikut:

5.95 mm slim vivo X3S

5.95 mm slim vivo X3S

Processor 1.7 GHz Octacore

Saya tidak pernah mau menggunakan sebuah handphone yang sebentar-sebantar ada tampilan “force closed“, perpindahan aplikasi lambat, apalagi sampai dipaksa untuk memati hidupkan (restart) ponsel. Itulah kenapa processor adalah hal utama yang selalu saya perhatikan dalam sebuah smartphone.

x3s-section2-core2

Baca lebih lanjut

Teman Lari

Saya lebih suka lari bertemankan smartphone dibandingkan dengan sebuah sportwatch di tangan. Alasannya jelas: karena saya belum mempunyai Garmin Forunner, Suunto ataupun Polar sportwatch.

garmin for

Kelebihan dan keunggulan sport watch dalam berlatih susah saya bantah, dan tidak akan saya bantah, namun belum cukup untuk membuat saya sekarang berpaling dari smartphone. Meski saya rasakan sendiri beberapa kekurangan smartphone untuk dibawa berlari seperti: terlalu ribet dan berat, fitur terbatas, tidak tahan air, batere yang sering kali tinggal 30% ketika dibawa berlari half marathon (21 KM) dalam waktu sekitar 2 jam dan kekurangan-kekurangan lainnya. Bagi saya sendiri smartphone masih mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki semuah sportwatch.

Kelebihan smartphone sebagai asisten latihan lari yang selama ini saya rasakan adalah:  Baca lebih lanjut

Running Log dan Mulai Latihan Lari Lagi

Bulan November ini adalah menginjak bulan ketiga saya berlatih lari/jogging lagi. Setelah lama sekali, hampir setahun karena satu dan alasan lain saya bermalas-malasan tidak berolah raga lari. Motivasi saya berlari selama itu hilang entah kemana. Padahal lari adalah sedikit dari berjenis olah raga yang bisa saya nikmati. Awal September lalu akhirnya saya memutuskan untuk berlari.

Memulai selalu tidak mudah. Performa lari pertama saya di bulan September ini begitu payah. Berlari dengan kecepatan pelan saja rasanya susah untuk mencapai jarak 2 km. Apakah ini faktor U? Bisa saja. Tapi bukankah banyak orang yang sudah tua masih kuat berlari dengan performa bagus. Apa iya akan kalah sama kakek-kakek yang tetap sanggup long run. Teman-teman saya yang sudah beberapa kali melahirkan anak saja masih kuat menyelesaikan Half Marathon bahkan Full Marathon.

Saya tidak akan dan tidak berhenti pada lari pertama September itu. Saya terus berlatih. Masalah berikutnya adalah sepatu lari saya sudah tidak nyaman digunakan. Cushion di Sepatu Nike Run Forever saya rasanya sudah tidak empuk, tidak stabil. Mungkin karena kelamaan tidak dipakai atau memang sudah saatnya digantung. Kemudian saya mulai berusaha mengumpulkan uang untuk membawa Nike Zoom Pegasus 31.

Masalah seolah tidak ada habisnya. Saya cidera karena keapesan saya. Saya diseruduk sapi yang mengakibatkan paha dan lutut cedera. Usaha untuk memulihkan cedera kaki ini menjadi ujian kesabaran tersendiri. Pulih dari cedera membutuhkan waktu dan perawatan. Dan di saat yang sama saya harus menjaga komitmen untuk tetap berlatih lari. Saya pun tetap berlatih pada saat kaki saya masih cidera. Saya berlari semampunya dengan lebih berhati-hati. Berhati-hati berlari adalah hal yang sulit ketika saya berambisi untuk mampu berlari dengan performa baik sedang di sisi lain tubuh saya perlu menjalankan proses alami: penyembuhan. Tidak jarang saya over training sehingga kaki dan tubuh tambah sakit.

Cedera kaki saya sembuh dalam waktu kurang lebih 6 minggu. Minggu-minggu terakhir ini saya baru bisa merasakan berlari dengan stamina yang bisa diajak berlatih meningkatkan performa berlari. yay! Saya menikmati berlari. Lari untuk dinikmati dulu saja. Saya belum membuat target-target tertentu. 🙂

Berikut ini adalah running log yang saya buat dengan aplikasi Nike Running+ di iPhone 5s saya:

Nike Running+ workout log

Nike Running+ workout log

Nah, kalau berikut ini lari terakhir saya tadi pagi:

my updown hill running log

my updown hill running log

IMG_0851

Lapangan Udara TNI AU Gading, Tempat Keren untuk Lari / Jogging

Kemarin sore adalah yang keempat kalinya saya lari/jogging di Lapangan Udara TNI AU Gading, Gunungkidul, Yogyakarta. Minggu depan pasti yang ke-5 dan seterusnya saya akan jogging di sana.

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Sebelumnya lintasan jogging favorit saya adalah jalan dari rumah saya di desa Grogol (Paliyan) ke selatan sampai Pasar Paliyan, sampai Puslatpur TNI AD, sampai bukit Sodong. Atau bolak-balik di sekitar kaki bukit Sodong, berhenti bila sudah sampai jarak tertentu. (baca: sudah lelah)

Selama bertahun-tahun jalan raya di sekitar Paliyan terasa bagus dan cocok untuk latihan lari/jogging karena bagi saya pemandangan alamnya yang indah. Kondisi jalanan yang berkelok dan naik turun juga memberikan sensasi tersendiri. Bila tidak mau dibilang melelahkan.

Tetapi akhir-akhir ini jalan raya dari Desa Grogol – Paliyan – Puslatpur TNI AD – Bukit Sodong agak kurang nyaman digunakan sebagai lintasan lari karena makin banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di sana. Apalagi pada hari Minggu atau musim liburan. Ruas jalan itu menjadi sesak karena menjadi rute bus-bus wisata berukuran besar menuju pantai-pantai di Gunungkidul. Terasa sangat menyiksa bila ketika terengah ingin banyak-banyak menghirup nafas tiba-tiba terpapar asap hitam dari knalpot. Apalagi bus-bus yang suka sembarangan mengklakson siapa saja.

Hal ini membuat saya untuk berpikir mencari alternatif tempat jogging atau lintasan lari yang baru. Ada banyak alternatif seperti jalan-jalan di kampung-kampung, alun-alun Pemda Gunungkidul dan Jalan Baru. Sampai pilihan saya jatuh di Bandara/Lapangan Udara TNI AU Gading.

Di kompleks Lapangan Udara TNI AU Gading yang biasanya digunakan orang-orang untuk latihan lari atau jogging adalah landasan pacu pesawat terbang. Panjang landasan pacu pesawat terbang di Bandara TNI AU Gading hampir 1.5 km. Jadi bila berlari satu putaran maka akan mendapatkan jarak hampir 3 km.

Running Track di Bandara TNI AU Gading

Running Track di Bandara TNI AU Gading

Menurut saya ada beberapa hal yang membuat Lapangan Udara TNI AU Gading bagus untuk jogging. Utamanya adalah udara yang bersih bebas dari asap knalpot. Berlari di sana kita tidak perlu was-was tertabrak kendaraan bermotor, tentu saja. Bila berlari di jalan raya kadang-kadang kita tergelincir oleh jalanan yang rusak berlubang, di Laud Gading hal ini tidak akan terjadi. Landasan pacu dibuat dengan aspal terbaik yang sangat halus dan rata. Tak heran bila di sana terlihat ada orang-orang yang berlari telanjang kaki (bare foot running). Ini yang berbeda dengan lintasan jogging saya di Paliyan, landasan pacu pesawat tentu saja tidak berkontur naik turun. Ini menurut saya cocok bagi pelari pemula. Masalah pemandangan alam, Lanud Gading juga tidak kalah, alam terbuka di sana berlatarkan perbukitan jajaran Patuk.

Lari itu sendiri sudah menguras tenaga dan memeras keringat. Lari sendirian apalagi, menguras semangat. Berbeda dengan ketika saya jogging di kaki Bukit Sodong yang sepi.  Tiap sore ada banyak orang yang berolah raga di sana. Ada yang lari dan jogging seperti saya. Ada yang bermain sepedaan. Apa pula di sana yang sekedar berolah raga rohani dengan jalan-jalan dan foto-foto selfie. Keindahan yang terpapar di Lanud Gading barangkali mereka pikir mubadzir bila tidak menjadi konsumsi tangkapan lensa. 😀

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bila berolah raga di Lanud TNI AU Gading diantaranya adalah: dilarang merusak dan mencorat-coret, dilarang membawa kendaraan bermotor melampaui batas yang ditentutkan, dilarang membuang sampah sembarangan dan diharapkan segera meninggalkan area Lanud bila sudah petang. Kemarin sore saya sempat diingatkan oleh petugas karena pada jam adzan Maghrib saya masih duduk-duduk di sana sendirian menunggu keringat di badan kering.

IMG_0297.resized

Oh iya. Bagi Anda yang tinggal di Gunungkidul dan suka dengan jogging/lari, silakan bergabung di Group Facebook yang saya buat: GUNUNGKIDUL RUNNERS dan follow akun twitter: @Run_GK Mudah-mudahan kita bisa berbagi info-info tentang lari. Syukur-syukur bisa turut mengajak lebih banyak orang untuk berlari. 🙂

Foto-foto dan Jogging

Kabut sudah turun sejak subuh. Akan tetapi kabut itu tidak membuat saya membatalkan niatan untuk jogging lebih pagi pada Minggu kemarin. Toh kabut tidak terlalu tebal. Minggu yang tidak terlalu santai meskipun tentu saja bukan Minggu yang sibuk. Minggu pagi sampai siang kemarin saya berencana mengikuti Bakti Sosial komunitas. Yaitu Wonosari.com yang bulan ini genap berusia 5 tahun.

Kurang dari jam 6 pagi (tepatnya jam 05:56) saya sudah selesai jogging. Jogging saya menempuh jarak sepanjang 4,2 km. Lintasan jogging sepanjang perempatan Karangmojo A ke selatan sampai depan Puslatpur Paliyan, yay. Detilnya bisa dilihat di link di kutipan tweet saya kemarin di atas itu.

Di ujung lintasan jogging, saya beristirahat sebentar, meluruskan kaki, dan menghirup sebanyak-banyaknya udara pagi yang segar dan terasa damai. Sampai perlahan-lahan sinar matahari pagi yang hangat membersihkan kabut di lintasan jogging saya sedikit demi sedikit. Langit dan panorama pun terlihat indah.

Tiap kali jogging saya biasanya membawa ponsel Android. Pertama untuk menjalankan aplikasi Nike Running+ yang sangat berguna untuk men-track jogging saya. Kedua untuk foto-foto. Tidak hanya raga saya yang perlu bugar dengan jogging. Jogging dengan foto-foto sekaligus membuat batin saya terasa lebih fresh. 🙂

Jogging dan Nike Running+

Update :

Sebenarnya ini merupakan tulisan lama. Karena saya lihat pembaca tulisan ini masih banyak, maka hari ini saya memperbaruhi tulisan ini. Tujuannya adalah biar tulisan ini lebih bermanfaat bagi pembaca. 

Update saya kali ini adalah link-link berikut:

Panduan Lengkap Sign Up Nike+ Running saya tulis di:

https://jarwadi.me/2016/04/23/panduan-cara-sign-up-nike-running-plus/ <=silakan dibaca sampai selesai untuk bisa install dan sign up Nike+ Running dan menggunakannya berlatih lari.

  1. Contains at Least 1 Mixed Case Latter. Tulisan ini adalah solusi bagi yang mempunyai masalah ketika mendaftar dan mengisikan username (nama pengguna) dan password (kata sandi). Silakan klik link ini: https://jarwadi.me/2015/08/14/contains-at-least-1-mixed-case-letter/
  2. Nike Running+, Aplikasi Pencatat Lari dan Pelatih Lari Pribadi. Silakan baca dengan klik link ini: https://jarwadi.me/2015/05/09/nike-running-plus-aplikasi-pencatat-pahala-dan-pelatih-lari-pribadi/
  3. Running Log dan Mulai Latihan lari lagi. Silakan baca artikel ini: https://jarwadi.me/2014/11/09/running-log-dan-mulai-latihan-lari-lagi/
  4. 2 Bulan berlari dengan Pegasus 31 dan Nike Running+. Ini adalah contoh penerapan aplikasi ini dalam latihan sehari-hari. Sila baca tulisannya di: https://jarwadi.me/2014/11/20/2-bulan-berlari-dengan-nike-pegasus-31/

Semoga update ini bermanfaat bagi pengunjug blog ini dan Mari lari 🙂

Jogging Log

Jogging Log

Cuaca Kamis pagi di desa dimana saya tinggal bagus. Cuaca bagus ini menyingkirkan satu alasan dalam diri saya untuk tidak jogging. Meski ada alasan lain yaitu perut saya agak kurang nyaman karena pada malam harinya saya nekad memakan sate kambing bumbu pedas. Niatan jogging saya, alhamdulillah mendapat dukungan lebih banyak alasan. Saya jogging.

Menurut Nike Running+ yang saya pasang di ponsel, jogging kemarin berhasil menempuh jarak 3,1 Km. yay. Rekaman (log) jogging saya yang dibuat oleh Nike Running+ di ponsel saya bisa dilihat di link berikut:

http://go.nike.com/03dhf422  #nikeplus

Nike menampilkan informasi jogging seperti waktu, langkah, kecepatan, kalori terbakar, cuaca, serta lintasan yang dibuat di atas google map secara sangat menarik. Ini membuat saya semakin bersemangat jogging. Apalagi dengan voice over yang diucapkan untuk menyemangati saya di sepanjang lintasan jogging.

Kalau Anda sudah membuka link di atas, Anda akan melihat bahwa kalori saya yang terbakar 160 Kal. Saya tidak tahu rumus yang digunakan oleh Nike Running+. Ingat dengan Sate kambing yang saya makan semalam. Menurut Info di sini, kalori dalam satu porsi sate kambing adalah 775 Kal (belum termasuk kalori dalam sepiring nasi). Artinya untuk membakar semua kalori yang terasup dari seporsi sate kambing semalam saya perlu jogging 4 kali lebih jauh, 4 kali lebih lama. hehehe

Selamat Pagi

Karangmojo B: Langit Biru

Karangmojo B: Langit Biru

Cuaca bagus. Langit biru. Cerah. Tanah menyebarkan bau basah sisa-sisa hujan semalam. Bulir-butir embun di pucuk-pucuk daun-daun hijau memantulkan cahaya keemasan, membiaskan banyak bayang(mu). Membiarkan aku mengambil satu atau dua foto untuk untuk dibagi dengan mu, di sini. 🙂

Karangmojo B : Embun Pagi

Karangmojo B : Embun Pagi

Semua nampak indah. Dan kalaupun pagi ini aku belum bisa jogging karena belum punya alas kaki sebentuk Nike LUNARGLIDE+ 3 , aku masih bisa blog jogging, tentu dengan sensasi yang berbeda tanpa terpaan udara pagi yang segar di wajah. 🙂

Selamat Pagi!

Update:

Langit di tempat yang sama pada jam 09:56 wib sudah mulai mendung.Foto langit yang pertama diambil jam 08:24 wib. Bisa jadi beberapa saat lagi akan turun hujan lagi seperti kemarin dan kemarinya kemarin. 🙂

Karangmojo B : Langit bermendung

Karangmojo B : Langit bermendung