Teman Lari

Saya lebih suka lari bertemankan smartphone dibandingkan dengan sebuah sportwatch di tangan. Alasannya jelas: karena saya belum mempunyai Garmin Forunner, Suunto ataupun Polar sportwatch.

garmin for

Kelebihan dan keunggulan sport watch dalam berlatih susah saya bantah, dan tidak akan saya bantah, namun belum cukup untuk membuat saya sekarang berpaling dari smartphone. Meski saya rasakan sendiri beberapa kekurangan smartphone untuk dibawa berlari seperti: terlalu ribet dan berat, fitur terbatas, tidak tahan air, batere yang sering kali tinggal 30% ketika dibawa berlari half marathon (21 KM) dalam waktu sekitar 2 jam dan kekurangan-kekurangan lainnya. Bagi saya sendiri smartphone masih mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki semuah sportwatch.

Kelebihan smartphone sebagai asisten latihan lari yang selama ini saya rasakan adalah:  Baca lebih lanjut

Just Do It

Minggu pagi itu saya bangun lebih lambat dari biasanya. Jam 5 pagi lebih saya baru keluar untuk mengambil air wudlu, baru akan shalat subuh. Brrrr… air yang membasuh wajah ini terasa begitu dingin. Di atas nampak mendung menggelayut, gerimis-gerimis kecil jatuh. Saya menggalau. Seolah ini pertanda kurang baik. Saya ragu apakah cuaca Minggu pagi ini memungkinkan untuk lari apa tidak. Lari yang saya rencanakan sebagai latihan lari jarak jauh.

Setelah shalat subuh, saya keluar rumah lagi, memandangi langit lagi. Mendung masih sama pekatnya. Sambil menggerakan badan mulai melakukan peregangan dan sedikit pemanasan, saya bertekad: Aku harus lari. Iya harus lari, oh bila pun nanti hujan turun lebat saya bisa berteduh. Terpaksanya nanti berhenti di km ke-2 atau ke-3 itu sudah lebih baik.

Saya pun segera mengenakan pakaian lari, memakai sepatu, mengikatkan tali sepatu, mengoleskan sunblock di wajah, di tangan dan di kaki. Meraih ponsel dan menyalakan aplikasi lari: Nike Running+, kemudian menyelipkannya di armband di lengan kiri. Saya mulai berlari. Tidak terlalu cepat. Cukuplah untuk mengikis keraguan pagi itu.

Udara pagi yang bercampur gerimis segar. Pelan-pelan semangat saya pun mulai tumbuh. Menjelang km ke-3 sayangnya kaki kiri saya mulai terasa kram. Ini tidak biasa. Sambil mengira-ira apa penyebabnya, saya mengevaluasi gait/gesture saya dan mencoba memelankan langkah sambil berusaha membuat gesture sebaik mungkin. Ini tidak serta membantu mengatasi kram kaki kiri saya. Saya jadi berpikir apakah karena semalam kurang tidur yang berkualitas. Karena semalam saya minum teh dengan kawan sampai waktu larut. Apakah semalam saya terlalu banyak pipis sehingga cairan tubuh banyak berkurang.

Menjelang km ke-4 saya memutuskan untuk membeli minuman isotonik. Bila tubuh kurang hidrasi maka mudah-mudahan ini bisa membantu. Beberapa teguk cairan isotonik mengaliri kerongkongan saya yang terasa kering. Rasanya segar. Saya pun meneruskan pelarian, secara pelan-pelan. Kira-kira dengan pace 6:30 menit/km. 2 km kemudian merupakan bukit sodong. Tanjakan tertinggi yang biasanya menantang untuk saya taklukan.

Minggu pagi itu pun saya tertantang untuk menaklukan tanjakan ber-elevasi sekitar 200 meter itu. Kolaborasi antara otot dan andrenalin pada pagi itu berhasil mengalahkan jalan menanjak sepanjang 2km ber-elevasi 200 meter-an itu dalam waktu sekitar 15 menit. Bukan waktu terbaik yang pernah saya buat tapi ini cukup mengangkat semangat saya untuk terus berlari.

Sambil sesekali meneguk minuman isotonik, saya terus berlari. Saya tetap berusaha menjaga pace lari pada 6:20 menit/km – 7 menit/km. Saya tidak ingat kapan kram di kaki kiri saya menghilang. Seingat saya, saat itu saya sudah menempuh km ke-14 ketika botol minuman isotonik yang saya bawa sudah habis. Saya berusaha terus berlari. Sinar matahari pagi yang menerobos bukit yang menerpa wajah ini benar-benar membakar semangat di dalam dada.

Tidak mau dehidrasi mengganggu tubuh untuk terus berlari, di km ke-15 saya pun membeli sebotol air mineral 600 ml. Ah rupanya saya sudah berhasil berlari sejauh 15 km. Ini hanya terpaut 2,5 km dari lari terjauh yang pernah saya buat minggu lalu. Saya harus berlari lebih jauh dari minggu lalu, atau setidaknya sejauh minggu lalu. Toh saya merasa masih cukup kuat.

Km ke-15 dimana saya membeli air mineral tadi adalah di perbukitan sekitar Goa Maria Tritis, Giring, Paliyan. Ini rute lari yang pertama kali saya ambil. Gilanya lagi, saya kali ini berlari ke arah Pantai Baron. Kira-kira 7 km lagi.

Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang saya lintasi mempunyai kontur yang naik dan turunannya sangat menantang. Modal saya kali ini adalah sebotol air mineral dan rasa percaya diri yang mulai terbentuk. Bila pada lari-lari sebelumnya saya bersusah payah untuk menaklukan tiap tanjakan, kemudian menikmati bonus pada turunan yang mengikuti. Kali ini turunan pun harus diselesaikan dengan susah payah, bahkan lebih sulit dari tanjakan yang tinggi sekalipun. Mengontrol badan dan postur lari melintasi turunan yang ekstrim merupakan pengalaman baru. Kaki dan lutut saya seolah dipaksa menerima pelajaran hidup yang baru.

3 km menjelang pantai Baron, gerimis jatuh lagi, dengan butiran-butiran yang lebih besar. Hujan. Ini tantangan untuk daya tahan tubuh saya. Flu yang saya takuti bisa-bisa menyusup bersama hujan. Tapi saya harus terus berlari. Pahala besar sedang saya kejar. Terus berlari 3 km lagi adalah HM pertama saya. 21.2 km pertama saya.

Melalui earpod yang menyelip di telinga, Nike Running+ membisikan sesuatu. Intinya saya sudah sampai jarak 21.2 km dalam waktu 2 jam 17 menit. yay!

image1

Tenaga saya seolah bertambah. Saya jadi ingin terus berlari dan berlari. Saya berhenti berlari ketika ponsel saya memberi notifikasi bahwa batere tinggal 20%. Rupanya sebelum saya cabut dari charger nya tadi batere ponsel saya belum banyak terisi. Mau tidak mau saya harus berhenti sebelum sampai di bibir pantai. Toh saya sudah mencapai jarak terjauh saya selama 3 bulan berlatih lari.

image2

Dengan perasaan lebih baik, dengan perasaan senang, saya duduk dan meluruskan kaki di balai-balai bambu yang banyak terdapat di area pantai. Saya beranjak untuk mencari minuman isotonik dingin lagi setelah nafas dan detak jantung tertata. Kemudian saya menikmati minuman isotonik dingin di pasir putih pantai baron, menikmati wajah diterpa segarnya angin pantai.

selfood on the beach

 

Just Do it

Finish Strong

Mari lari

 

Foto-foto dan Jogging

Kabut sudah turun sejak subuh. Akan tetapi kabut itu tidak membuat saya membatalkan niatan untuk jogging lebih pagi pada Minggu kemarin. Toh kabut tidak terlalu tebal. Minggu yang tidak terlalu santai meskipun tentu saja bukan Minggu yang sibuk. Minggu pagi sampai siang kemarin saya berencana mengikuti Bakti Sosial komunitas. Yaitu Wonosari.com yang bulan ini genap berusia 5 tahun.

Kurang dari jam 6 pagi (tepatnya jam 05:56) saya sudah selesai jogging. Jogging saya menempuh jarak sepanjang 4,2 km. Lintasan jogging sepanjang perempatan Karangmojo A ke selatan sampai depan Puslatpur Paliyan, yay. Detilnya bisa dilihat di link di kutipan tweet saya kemarin di atas itu.

Di ujung lintasan jogging, saya beristirahat sebentar, meluruskan kaki, dan menghirup sebanyak-banyaknya udara pagi yang segar dan terasa damai. Sampai perlahan-lahan sinar matahari pagi yang hangat membersihkan kabut di lintasan jogging saya sedikit demi sedikit. Langit dan panorama pun terlihat indah.

Tiap kali jogging saya biasanya membawa ponsel Android. Pertama untuk menjalankan aplikasi Nike Running+ yang sangat berguna untuk men-track jogging saya. Kedua untuk foto-foto. Tidak hanya raga saya yang perlu bugar dengan jogging. Jogging dengan foto-foto sekaligus membuat batin saya terasa lebih fresh. 🙂

Jogging dan Nike Running+

Update :

Sebenarnya ini merupakan tulisan lama. Karena saya lihat pembaca tulisan ini masih banyak, maka hari ini saya memperbaruhi tulisan ini. Tujuannya adalah biar tulisan ini lebih bermanfaat bagi pembaca. 

Update saya kali ini adalah link-link berikut:

Panduan Lengkap Sign Up Nike+ Running saya tulis di:

https://jarwadi.me/2016/04/23/panduan-cara-sign-up-nike-running-plus/ <=silakan dibaca sampai selesai untuk bisa install dan sign up Nike+ Running dan menggunakannya berlatih lari.

  1. Contains at Least 1 Mixed Case Latter. Tulisan ini adalah solusi bagi yang mempunyai masalah ketika mendaftar dan mengisikan username (nama pengguna) dan password (kata sandi). Silakan klik link ini: https://jarwadi.me/2015/08/14/contains-at-least-1-mixed-case-letter/
  2. Nike Running+, Aplikasi Pencatat Lari dan Pelatih Lari Pribadi. Silakan baca dengan klik link ini: https://jarwadi.me/2015/05/09/nike-running-plus-aplikasi-pencatat-pahala-dan-pelatih-lari-pribadi/
  3. Running Log dan Mulai Latihan lari lagi. Silakan baca artikel ini: https://jarwadi.me/2014/11/09/running-log-dan-mulai-latihan-lari-lagi/
  4. 2 Bulan berlari dengan Pegasus 31 dan Nike Running+. Ini adalah contoh penerapan aplikasi ini dalam latihan sehari-hari. Sila baca tulisannya di: https://jarwadi.me/2014/11/20/2-bulan-berlari-dengan-nike-pegasus-31/

Semoga update ini bermanfaat bagi pengunjug blog ini dan Mari lari 🙂

Jogging Log

Jogging Log

Cuaca Kamis pagi di desa dimana saya tinggal bagus. Cuaca bagus ini menyingkirkan satu alasan dalam diri saya untuk tidak jogging. Meski ada alasan lain yaitu perut saya agak kurang nyaman karena pada malam harinya saya nekad memakan sate kambing bumbu pedas. Niatan jogging saya, alhamdulillah mendapat dukungan lebih banyak alasan. Saya jogging.

Menurut Nike Running+ yang saya pasang di ponsel, jogging kemarin berhasil menempuh jarak 3,1 Km. yay. Rekaman (log) jogging saya yang dibuat oleh Nike Running+ di ponsel saya bisa dilihat di link berikut:

http://go.nike.com/03dhf422  #nikeplus

Nike menampilkan informasi jogging seperti waktu, langkah, kecepatan, kalori terbakar, cuaca, serta lintasan yang dibuat di atas google map secara sangat menarik. Ini membuat saya semakin bersemangat jogging. Apalagi dengan voice over yang diucapkan untuk menyemangati saya di sepanjang lintasan jogging.

Kalau Anda sudah membuka link di atas, Anda akan melihat bahwa kalori saya yang terbakar 160 Kal. Saya tidak tahu rumus yang digunakan oleh Nike Running+. Ingat dengan Sate kambing yang saya makan semalam. Menurut Info di sini, kalori dalam satu porsi sate kambing adalah 775 Kal (belum termasuk kalori dalam sepiring nasi). Artinya untuk membakar semua kalori yang terasup dari seporsi sate kambing semalam saya perlu jogging 4 kali lebih jauh, 4 kali lebih lama. hehehe