Sky-wire Connecting to Sometime :)

Sky-wire over Beringharjo

Foto ini siang tadi saya ambil dari jalan kecil di pinggir sebelah utara Pasar Beringharjo – Yogyakarta. Saya tadi memilih berjalan kaki melewati jalan unik yang di kanan kirinya terdapat peristiwa perdagangan barang – barang antik.

Saat saya mengeluarkan kamera dari dalam tas, serta merta disapa oleh salah seorang pedagang, “Bawa barang apa mas? Sini biar saya beli saja” Kata sapaan yang mirip seperti yang disapakan pada saya dan teman teman Sekolah Menengah pada kira – kira 15 tahun yang lalu. Saat itu saya dan teman – teman memang suka main – main ke bagian pojok Timur Laut Pasar Beringharjo Lantai III.

Disana sebenarnya dan sejujur – jujurnya kami belum pernah menjual satu biji barangpun. Kami suka membeli barang – barang elektronik bekas atau klithikan untuk kami oprek lagi atau bila kami mencari komponen komponen elektronik yang sulit didapat di Toko Sinar, Toko 51 atau Audio Plasa. Atau untuk mencari harga komponen yang jauh lebih murah dari komponen baru di toko. Ya itulah riwayat dari Hobby-ist elektronik yang bermodal dengkul pas – pasan.

Loh, kok malah tulisan dalam posting ini semakin melenceng dari Judul dan Gambar yang dipajang. Ya Maaf … 😀

Kang Slamet Cumik Hari Ini Menikah

Turut bersuka cita atas menikahnya sahabat kita, Kang Slamet Cumik, nama aselinya Slamet Haryanto, putra semata wayang dari Bapa Pardi, yang bertempat tinggal di dusun Senedi, Grogol, Paliyan, Gunungkidul.

Pernikahan dilangsungkan pada hari ini bertempat di rumah bahagia Bapak Sumartono, Carik Desa Grogol, pada jam sekitar jam 10:30 WIB Sungguh merupakan kehormatan dan kebahagian yang tidak terkira bagi Bapak Sumartono beserta keluarga yang anak wanitanya, Sri Untari, diperkenankan Kang Slamet untuk dipersunting sebagai istri pertama.

***
Sah? Sah!

***

Akhirnya, saya menghaturkan banyak sekali ucapan selamat dan doa, dari saya sendiri dan para sahabat, Mas Tunjung, Mas Firman, Mas Kothol, Kangmas Istono, Mas Gareng dan sangat banyak teman lain yang mana tidak bisa semuanya saya tuliskan satu demi satu di sini, Semoga menjadi Keluarga Sakinah, Mawadah, Warramah. Tak lupa Ersyad, semoga dia senantiasa damai di negeri di sisi-Nya sana, teman kita Bagong pasti bahagia yang tak terperi mendengar kabar baik ini.

Amiin.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ikatlah Ide Sebelum Mereka Pergi Untuk Selamanya :)

Saya setuju dengan orang – orang yang pernah menasehati agar segera  mencatat ide ide begitu makhluk gaib bin ajaib itu nongol dari balik kegelapan. Ide memang sering datang tak diundang, pergi pun tidak pakai kata pamit. Minggat. Spontan, tiba – tiba, atau dengan saya bilang tergesa – gesa gak pakai lama. Serombongan ide yang pada beberapa malam yang lalu saya persilakan dengan suka cita itu sekarang telah pergi hanya dengan meninggalkan sisa sisa.

Terlalu sibuk mempersilakan sampai saya tidak ingat untuk menawan pimpinan rombongan. Ya sudahlah. Tidak apa apa. Toh, sekarang masih tersisa waktu kurang dua minggu untuk presentasi yang akan saya poles itu. Waktu dua minggu untuk mengumpulkan serpihan – serpihan berceceran dan bercak jejak yang tersisa. 😀

Berburu dan meramu ide – ide di dalam belantara kegelapan ternyata lebih melelahkan dari pada menangkap makhluk – makhluk itu ketika atas kehendak mereka sendiri turun gunung dan tersesat di perkampungan. Hambatan terbesar yang mungkin adalah satu satunya memang adalah  KEMALASAN dan MENYEPELEKAN. Malas untuk menuliskan. Menganggap menuliskan itu remeh temeh  tak penting.

Rombongan ide yang sudah minggat itu bisa jadi sekarang tertawa – tawa dari kejauhan melihat saya memunguti sisa sisa yang masih tercecer mengumpulkannya ke dalam plastik kantong kresek Freemind. 😀

Selamat Hari Minggu kawan. Mari segera mandi, macak, dan kita njagong manten ke Pernikahan sahabat kita yang paling trendy, Kang Slamet Cumik. Jam 09:00 WIB harus sudah bersiap di ndalemnya lhooo …

Serius: Akhir Pekan Benar Benar Datang Lebih Cepat

Sekarang sudah Sabtu. Beberapa jam lagi malam Minggu. Rasanya Senin belum lama berselang. Waktu pasti berjalan lebih cepat.

Benar. Saya tidak sedang  guyon. Gempa dan Tsunami yang menimpa Jepang beberapa waktu lalu telah merubah banyak hal. Diantaranya waktu rotasi bumi menjadi 1,8 mikrodetik lebih cepat. Artinya waktu satu minggu akan terpotong  sebanyak 12,6 mikro detik. Kalau tidak percaya silakan baca link :

http://  bit.ly/gKDel0

Pantesan ada beberapa kerjaan saya pekan ini yang belum selesai. 😀

Kalau demikian halnya, artinya, menurut hitungan, usia kita akan bertambah panjang atau pendek?

18 Jam Mati Listrik di Desa Grogol

Listrik PLN padam selama hampir 18 jam bukanlah sebuah berita. Listrik padam itu hal biasa. Apalagi hanya menimpa kira – kira separo wilayah desa. Desa Grogol. Desa pinggiran di kabupaten Gunungkidul. Gunungkidul yang ada dedemit yang suka mematikan aliran listrik pada malam Jum’at Kliwon, ehhh, mematikan korbannya.

Hidup tanpa listrik dari sore, malam, sampai pagi, selama 18 jam itu tidak enak, tidak produktif. Sampai saya tidak betah untuk tidak menelepon kantor PLN.

Menurut petugas pelayanan pelanggan yang saya telpon, pihaknya belum menerima laporan gangguan yang terjadi di desa Grogol dari kemarin siang itu. Belum ada laporan. Petugas berjanji akan mengirim petugas ke lapangan setelah mendapatkan informasi dari saya kalau jalur listrik yang padam adalah mulai dari sebelah rumah “Mbah Atemo Tolu” yang mana di sana dipasang sekering jaringan. Kemungkinan, gangguan terjadi pada sekering jaringan yang njeglek. Saya disuruh menunggu.

Listrik menyala pada kira kira jam 09:40 WIB. Saya tadi menelepon pada jam 09:19 WIB. Bukan waktu kira – kira, ya itu adalah log pada ponsel saya. 😀 PLN bisa menyelesaikan gangguan listrik dalam waktu kurang dari setengah jam. Jadi orang – orang desa bisa mendengar khotbah Jum’at dari pengeras suara di Masjid – Masjid.

Mengapa bisa terjadi mati listrik sampai 18 jam? Karena BELUM menerima laporan. Baca lebih lanjut

Mencicipi Firefox 4.0

Running 2 Foxes
Running 2 Foxes

Hari ini Rubah berkepala empat release candidate sudah tersedia untuk di download. Saya tadi mengunduhnya dari 

Sudah siapkah rubah berkepala empat ini menggantikan tugas rubah berkepala tiga. Kita coba saja. Saya sedang membandingkan kecepatan berlari keduanya pada mesin ubuntu 10.10 😀

Mengecam Film ” Dedemit Gunung Kidul “

Malam tadi, melalui facebook seorang teman menyebar undangan/mengajak saya untuk menghadiri aksi mengecam film berjudul “Dedemit Gunungkidul”. Aksi akan dilangsungkan pada siang ini pada acara launching film itu di Rumah Makan dekat SMP N 2 Wonosari.

Entah apa alasan pengecaman terhadap film ini. Saya memang tidak suka genre film horor macam “Dedemit Gunungkidul. Meskipun saya tidak tahu seperti apa kualitas film ini, rasanya sayang kalau saya membeli tiket dan meluangkan waktu 2 jam duduk di bioskop.

Kemudian apakah saya akan ikut melakukan aksi mengecam film ini? Tidak. Selain aksi pengecaman yang menurut saya tidak akan membatalkan pemutaran “Dedemit Gunungkidul” di jaringan bioskop.  Makin dikecam orang – orang malah akan makin penasaran untuk menyaksikanya. Pengecaman malah akan menjadi promosi gratis bagi film ini. Masih ingat kan dengan film “2012” yang menunai promosi dari kecaman.

Lhoh, kok saya malah membuat tulisan kecaman film “Dedemit Gunungkidul” di blog ini. Berefek promosi ya? Maaf saya tidak dibayar oleh manajemen film untuk berpromosi di blog. Mudah – mudahan yang membaca tulisan saya ini tidak malah jadi makin penasaran 😀

Penolakan Immawan Wahyudi sebagai Wabup Gunungkidul

Immawan Wahyudi bukanlah orang yang saya kenal. Bukan tokoh yang namanya sering saya baca seperti Steve Job, Linux Torvald, Richard M Stallman, Bill Gates, Mark Zukerberg atau Mark Suttleworth. Kedengaranya memang bukan nama yang berkaitan dengan Onno W Purbo, Andika Triwidada, Enda Nasution, Ndorokakung atau Tikanget. Pak Tasiman, pakdhe saya yang menjadi ketua RT yang legendaris pun tidak mengenalnya. hehehe

Nama Immawan pertama saya baca di perempatan Playen. Pada kain spanduk penolakan pencalonannya sebagai Wakil Bupati Gunungkidul. Penolakan pada spanduk di Playen itu sebelumnya saya pikir keisengan masyarakat Playen saja, tetapi selebaran penolakan seperti yang saya tempel di atas dibagi – bagikan di jalan raya depan Pemda Gunungkidul kepada pelalu lalang ketika saya tadi sedang bersepeda motor.

Entahlah, dia pantas menjadi Wakil Bupati Gunungkidul atau tidak. Karena bagi saya pasti tidak akan berdampak terhadap makan siang esok atau lusa. Saya tadi memang penasaran dan meng googling nama ‘Immawan Wahyudi’ dan kok rasanya hampir semua yang disodorkan paman google merupakan link berita penolakan masyarakat pada Immawan 😀

Bakso. Sikat Ngga, Sikat Ngga?

Ini adalah bakso pertama yang menyusup ke dalam perut saya dalam beberapa tahun terakhir. Bukan bakso yang saya beli dengan uang sendiri. Traktiran ibu – ibu yang merupakan teman – teman saya itu merupakan godaan yang terbukti meruntuhkan iman dan taqwa saya. Meski hati kecil saya, dan teman saya yang lain, Matheo terus – terusan menakut nakuti saya dengan cerita yang didapat dari saudaranya yang jualan bakso.

Menurut saudara Matheo itu, sedikitnya ada 4 zat kimia berbahaya yang sering terdapat dalam bakso, yaitu zat pengenyal (1), zat pewarna (2), zat pengawet (3), dan zat perasa penyedap berupa MSG dan lain lain (4). Pokoknya ngeri deh. Tapi rasa syukur tetap saya panjatkan, Tuhan masih memberi untuk saya toleransi sehingga sampai hari ini, kurang lebih seminggu sesudahnya, saya tidak merasakan siksaan akibat zat kimia berbahaya dalam bakso. Matheo -lah yang terkapar selama dua hari setelah Hari Bakso yang penuh aroma nafsu itu.

Berbuat dosa memang terasa mudah dan nikmat. Buktinya:

Baca lebih lanjut

Browsing Tanpa Flash

Seperti yang saya tulis beberapa hari yang lalu. Bahwa Firefox dan Google Chrome di Ubuntu 64 bit saya sering crash karena kira – kira flash player plugin yang terpasang secara native memang merupakan aplikasi yang dirancang untuk berjalan pada Operating System 32 bit, bukan untuk Ubuntu 64 bit. Adobe memang sudah melakukan sesuatu. Yaitu, meskipun saat ini masih versi alpha, membuat flash player plugin yang native untuk OS 64 bit. Dan tersedia untuk OS Windows, Mac dan Linux.

Flash Player 64 bit yang oleh Adobe disebut Flash Player Square ini, sampai sekarang memang belum saya temukan berulah di Mozilla Firefox 3.6. Sedangkan Google Chrome malah menganggap plugin ini sebagai plugin yang telah out of date. Heran. Sehingga daripada sering memunculkan pop up yang mengganggu, plugin ini terpaksa saya disable. Jadinya saya mempunyai experience browsing dengan Google Chrome sama sekali bebas dari konten flash. Dan saya jadi banyak tahu kalau sebagian sangat besar dari web yang saya kunjungi mengandung konten flash.

Saya jadi heran kenapa Adobe begitu malas/terlambat untuk menghadirkan pengalaman Flash ke dalam sistem operasi 64 bit. Padahal OS 64 bit sudah bertahun tahun yang lalu hadir di muka bumi. Padahal menurut saya masih susah untuk memisahkan web dari konten flash. Namun saya juga tidak tahu sesulit apa bagi Adobe untuk menyelesaikan masalah ini. Atau bisa jadi Adobe mempertimbangkan kalau kedepan kehadiran HTML 5 akan bakal sepenuhnya menggantikan Flash sehingga perbaikan Flash saat sekarang hanya menghamburkan duit. Entahlah.

Pastinya link ini http://www.fastcompany.com/1737377/firefox-vp-flash-is-going-away menjadi menarik. Mozilla Firefox akan mengikuti jejak Apple yang telah mencampakan Flash sejak beberapa tahun yang lalu.