Internet, Kebaikan, Keberhasilan

Kalau ada sesuatu yang dibuktikan oleh internet, itu adalah bahwa sekedar kebaikan bisa menjadi keberhasilan. Gerakan open-source, terbukanya perusahaan pada media sosial, dan terkuaknya hal yang dulunya sangat terbatas pada kalangan tertentu (misalnya, ilmu pengetahuan); semuanya menunjukkan kalau sekedar kepedulian antar manusia yang tak kenal harga dan lelah bisa menang, tanpa melibatkan sepeserpun uang. Wikipedia masih gratis hingga saat ini. YouTube masih penuh dengan hiburan amatir dan informasi sederhana. WordPress semakin berkembang setiap hari.

Di sisi lain, mungkin saya tahu akar masalah ini. Ada kebiasaan dari orang “bisnis” bahwa keberhasilan ditentukan oleh uang. Ini kontras dengan visi orang-orang hebat di internet, di mana keberhasilan ditentukan oleh perubahan yang mereka wujudkan, apakah itu menyebarkan keadilan, informasi, kebaikan atau keterbukaan.

Indonesia, sebagai negara berkembang, ikut hanyut di pandangan “sukses = kaya”. Kita masih kesulitan mendukung organisasi non-profit, masih sulit membiarkan anak kita mempelajari bidang yang tidak jelas pencahariannya, dan masih sulit mendukung program yang nggak jelas “unsur kebanggaannya”.

Kalau ada yang harus diperbaiki… itu.

Saya lihat ini pun tampak di internet. Blog-blog dengan informasi berguna memenuhi website mereka dengan iklan. Orang-orang berbondong-bondong membuat website “portal” atau blog “kutipan”, mengikuti petunjuk di buku “cara kaya lewat internet” di gramedia. Begitu sedikit hal yang tercipta dari sekedar rasa kebaikan.

Merupakan komentar yang ditulis oleh Mas Rizqi Djamaluddin di salah posting Mas Ikhlasul Amal di Google+ di sini.

Dipikir-pikir benar apa kata mas Rizqi. Hal-hal semacam ini banyak luput dari perhatian banyak orang. Untung saya tidak terlewat memantau thread pada diskusi ini. Mau ikut berdiskusi atau sekedar menjadi pendengar? Silakan bergabung mereka di Google+ dan melingkari account-account mereka. 🙂

Iklan

15 thoughts on “Internet, Kebaikan, Keberhasilan

  1. penjabaran yang menarik Kang. Segala sesuatu yang kita lakukan, pikirkan dan rencanakan tergantung pada niatnya, sehingga kalo niatnya demi mencari uang namun tidak diimbangi dengan kemampuan yang memadai maka hasilnya justru menyakitkan. Meskipun semua bisa dimulai dari belajar, kita juga harus bisa mengukur dan meletakan diri sesuai dengan kewajaran. Namun jika kita berprinsip adanya perpaduan antara keinginan, cita-cita diimbangi usaha maksimal dan diakhiri do’a dan tawakal, maka segala sesuatu bisa jadi mungkin. Insya Alloh

  2. Apa yang dilakukan orang diinternet, seperti logo g+, mereka menggunakan hukum postif lewat kerja otak kanan. Membalik arah bisnis dari konsep tradisional, menerima dulu baru memberi. Bisnis yg dilakukan di internet, memberi dulu baru menerima. Begitu saja kok, yang sdh lama diajarkan dalam kitab2 suci, hanya menunggu pasukan otak kanan dalam mengaplikannya 🙂

  3. Jadi mungkin, kebebasan berekspresi sangat perlu dijunjung tinggi yang asalkan masih sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, karena dari kebebasan berekspresi yang awalnya hanya dari seseorang, berkat adanya manfaat yang diperoleh maka semakin lama manfaat itu pun tersebar sehingga terciptalah sesuatu yang lebih bermanfaat dari ciptaan yang pertama 🙂

  4. Mungkin otak kanan para pengikut seminar cara sukses lewat internet sudah disusupi hal yang berbau +, dan itu memang yang banyak dijual oleh para narasumbernya. Namun bagiku sendiri mas, (dan mungkin akan terus menjadi bara yang tidak pernah padam) bahwa dunia internet awalnya adalah berbagi. Masalah sukses itu kan mengikuti.

    Coba bayangkan kalau seandainya facebook, google dan yahoo di komersialisasi ❓ semua yang mendaftar (mempunyai akun) harus membayar sekian, sekian, sekian pertahun. Mungkin pengguna internet Indonesia akan lari duluan karena memang semua orang pasti senengnya free. Baru setelah dengan free itu membooming, maka bagian naluri jaualan nya berjalan untuk cari duit. jadi jangan boro-boro baru kenal internet langsung pasng banner di website nya berkelip2 seperti las vegas 😕 bakal lari dah pengunjungnya.

    Waduh, komengku memenuhi wall mu mas 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s