Tidak Ada Uang Kembalian

Kemarin pagi saya naik taxi Bluebird dari depan Trans Super Mall ke Gedung Rektorat ITB. Sopir taxi Bluebird itu cukup ramah dam menguasai jalanan kota Bandung. Dalam beberapa menit, kurang dari 20 menit saya sudah sampai di lingkungan parkir rektorat ITB.

Permasalahannya begitu saya akan membayar ongkos taxi sejumlah 23 ribu sekian-sekian, si akang sopir taxi tidak punya uang kembalian. Dia bilang, saya adalah penumpang pertama di hari itu.

Akhirnya saya ajak sopir taxi itu keluar untuk mencari uang pecahan. Sampai saya membeli air mineral di minimarket untuk mendapat uang pecahan. Padahal saya tidak sedang butuh air mineral. Ya, tidak apa-apa. Saya kasih saja ke akang sopir taxi itu,  siapa tahu dia butuh. 😀

Begini, menurut saya alasan sopir taxi sekelas Bluebird tidak punya uang kembalian bagi saya kurang masuk akal. Kenapa manajemen tidak membekali sopir dengan uang pecahan? Dan bagaimana melayani penumpang dengan baik.

Ngomong-ngomong apa tidak mungkin di tiap taxi sekelas Bluebird memasang e-money reader. Sekarang bukankah ada banyak produk uang digital. Hihihi, maksud saya kan jadi bisa memanfaatkan e-money gratisan saya. :d

image

Bluebird driver ID

Ini kemarin saya menfoto ID akang sopir taxi. Tidak saya blurr sih ID nya. Mudah-mudahan akang sopir ini tidak dapat masalah dengan manajemen. Saya toh tidak begitu kecewa karena ketika mencari uang pecahan argo ia matikan.

Sosial Media dan Perjuangan Hak di Depan Hukum

Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Ibu Prita Mulyasari atas dakwaan pencemaran nama baik terhadap RS Omni Internasional akhirnya dikabulkan oleh Mahkamah Agung. Prita sekarang terbebas dari status hukumnya yang menggantung. Alhamdulillah.

Kabar ini telah berlangsung beberapa hari yang lalu. Sudah bergeser dari halaman utama media. Sekarang sudah tertimpa oleh berita kekalahan Foke Nara dalam perhelatan Pilkada Jakarta.

Namun ada hal menarik yang ingin saya catat di sini. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di hari lebaran, saya  berbincang-bincang dengan teman-teman sepermainan saya dulu ketika mereka sedang pulang mudik. Di antara yang kami percakapkan adalah dampak sosial media dan keterbukaan pers terhadap kesempatan memperjuangkan hak-hak orang yang lemah secara ekonomi.

Saya menceritakan kasus yang terjadi di desa saya beberapa tahun yang lalu, yang saya tuliskan di sini. Di antara teman-teman saya ada yang bisa menerima sebagai dampak positif sosial media.

Dan ada yang kurang optimis. Yang kurang optimis mengkritisi bahwa untuk kasus yang saya ceritakan itu, karena di antara pihak yang bersengketa tidak terlalu kaya dan penguasanya tidak terlalu berkuasa. Dia mencontohkan kasus di perusahaan-perusahaan di Jakarta yang mengingkari janji kepada para karyawan namun tidak tersentuh hukum. Perusahaan itu tidak tersentuh hukum karena mereka punya uang yang bisa digunakan untuk mempengaruhi segalanya (perangkat-perangkat hukum). Dengan begitu mereka dengan berbagai cara bisa memecundagi serikat pekerja yang ada di sana. …

Dalam kasus ini, kepada teman saya itu, saya memberi contoh kasus Prita Mulyasari. Rumah Sakit Omni Internasional jelas mempunyai semua uang yang diperlukan. Namun kenyataan Prita mendapat dukungan yang sangat luas karena mendapat dorongan dari sosial media dibuktikan dengan ratusan juta uang receh koin yang terkumpul, dan pengabulan Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung yang baru saja diberikan.

Perjuangan butuh waktu. Perlu kesabaran dan keuletan seperti yang ditunjukan oleh Ibu Prita. Dan kebenaran pun tidak bisa menang secara serta merta.

Sekali lagi yang ingin saya sampaikan: Sosial Media dan Kebebasan Pers menurut saya memberi/memperluas kesempatan semua orang untuk berjuang memperjuangkan hak-hak hukumnya. Atau dengan kata lain ruang ini akan sempit sampai hampir tiada tanpa adanya kemerdekaan pers dan sosial media.

Suara Rakyat Adalah Suara Rakyat, Bukan Suara Partai

Kemenangan pasangan Jokowi – Ahok mengalahkan pasangan Foke – Nara pada Pilkada DKI Jakarta yang dilangsungkan kemarin (Kamis, 20 September 2012) sampai saat ini masih mendominasi pemberitaan baik di media mainstream maupun di media sosial. Apa yang ditampilkan media-media tersebut menggambarkan bahwa kemenangan Jokowi – Ahok merupakan kabar baik. Ini tentu saja sepihak, pasangan Foke-Nara tentu menganggapnya sebagai berita duka.

Saya sendiri tidak terlalu mendukung Jokowi, tetapi jelas sangat tidak mendukung Foke. Faizal Biem yang saya jagokan telah jatuh pada Pilkada putaran pertama. Habis saya tidak memiliki KTP Jakarta sih, jadi saya tidak bisa menyoblos Faizal. hehe

Begini; menurut saya, kabar kemenangan Jokowi setidaknya menunjukan bahwa suara partai, elit-elit partai tidak begitu mencerminkan suara rakyat. Ada yang bilang suara partai sama sekali berbeda dengan suara rakyat. Foke – Nara yang didukung secara keroyokan oleh partai-partai gajah pemenang pemilu legislatif di Jakarta tidak mengalahkan Jokowi – Ahok yang hanya didukung oleh PDI P dan Gerindra. Keduanya tidak mendapatkan suara yang sangat signifikan pada pemilu-pemilu legislatif di Jakarta.

Apakah ini berarti suara-suara (elit) partai kelak tidak akan laku lagi dijadikan barang jualan oleh pihak-pihak tertentu? Entahlah, Mau tidak mau, setidaknya saya sendiri makin muak dengan ulah (elit) partai yang makin tidak malu untuk mengambil posisi oportunis. 😀

Belajar Memotret (Bunga)

Bunga MerahJambu

Bunga Merah Jambu

Bunga Merah Jambu ini baru saja saya potret dengan ponsel Android entry level, Samsung Galaxy Ace Duos.

Maksud saya tadi sebenarnya hanya ingin mencoba fasilitas unggah gambar di Scope, suatu twitter client di Android yang menurut saya mempunyai tampilan yang enak dibaca. 🙂

What’s on your mind?

image

Picture was taken in a rural public transport (we call it Angkudes Kobutri) with my entry level cellphone cam.

Related post:

  1. here
  2. here
  3. and here

Modem Air Flash untuk Esia Max D di Ubuntu. Bisa

Modem Air Flash untuk CDMA 1X/EVDO dijelaskan di website Esia Max D bisa berjalan di Operating System Window dan Mac. Memang benar demikian. Permasalahanya, saya ingin menggunakanya di Laptop Ubuntu 11.10.

Modem Air Flash AH007 Esia Max D

Modem Air Flash AH007 Esia Max D

Begitu saya menancapkan Modem Air Flash di Ubuntu, Network Manager tidak serta merta mengenali modem ini. Namun pengecekan dengan mengetikan lsusb di terminal mengindikasikan modem ini dikenali ber-chipset Qualconn. Ini pertanda ada harapan untuk menjalankan modem di linux.

Saya googling dan banyak menemukan tutorial untuk menjalankan modem ini di linux. Jadi saya mencoba-coba dengan optimis. Tutorial di link di kaskus ini merupakan yang saya coba dan berjalan. Tutorial ini menjelaskan langkah-langkah memasang usb-modeswitch untuk mengaktifkan mode modem pada Air Flash. Secara default device ini dikenali sebagai usb storage/storage device.

Sedikit mengoreksi tutorial itu, yaitu untuk file ke dua yang kita download, seharusnya setelah kita ekstrak, kita rename menjadi:  05c6:1000 kemudian kita salin ke: Baca lebih lanjut

Nama Domain Baru untuk Blog: jarwadi.me

Jarwadi.me

Jarwadi.me

Mulai kemarin pagi, blog ini bisa diakses dengan mengetikan http://jarwadi.me , menggantikan https://jarwadi.wordpress.com . Percobaan saya kemarin dengan mengakses https://jarwadi.wordpress.com pun tetap bisa masuk ke halaman ini, dengan di-redirect tentu saja.

Ceritanya begini, beberapa waktu yang lalu saya googling untuk mencari reseller/seller Top Level Domain .me. Saya maunya mencari reseller di Indonesia, dan ternyata tidak saya temukan. Googling lagi akhirnya menemukan penjual TLD .me yang berada di Australia, yaitu crazydomains

jarwadi.me ternyata masih available dan bisa dibeli di crazydomains. Permasalahan, saya tidak punya credit card. Maka saya menghubungi seorang teman di Australia, Mas Donny Verdian. Mas Donny malah kemudian membelikan domain name jarwadi.me untuk saya, gratis. Terimakasih Mas DV.

Permasalahan tidak berhenti di situ. Ternyata untuk bisa men-setting NS di WordPress.com untuk blog saya ini tidak bisa langsung. Setelah googling lagi, ternyata saya harus melakukan suatu upgrade untuk bisa men-setting NS, dengan biasa US$ 13. Lagi-lagi US$ 13 ini dibayar dengan CC nya Mas DV. Terimakasih lagi Mas DV.

Sampai akhirnya setting NS untuk http://jarwadi.me pun diselesaikan oleh Mas DV. Lagi-lagi terimakasih Mas DV. 😀

Alih-alih ketika dulu saya pernah kepikiran untuk menggunakan Top Level Domain untuk blog ini, saya pernah mengira akan menurunkan visibility blog ini di mata google, halah, ternyata sampai sekarang kekhawatiran saya itu belum terbukti, atau karena saya tidak tahu cara mengukurnya. Apa yang saya tahu hanya sejak kemarin blog ini tidak mengalami penurunan traffic. Lha traffic nya saja sepi-sepi kok, mau turun kemana lagi. 😀

Recent Stat

Recent Stat

gloomy morning #photo

image

Picture was taken with the low end Android cellphone, edited with the PictsArt (apps running on Android cellphone) and also blogged with the WordPress for Android.

image

Happy Friday, dude

PS:

The second picture was added minutes later by using the edit feature on WordPress for Android

Whatsapp Di Ponsel Baru Dengan Nomor Lama, Bisa?

Untuk kedua kalinya saya memasang whatsapp di ponsel saya. Di ponsel yang berbeda tentu saja. Tidak pernah ada masalah dalam proses instalasi.

Masalahnya adalah saya ingin menggunakan nomer ponsel pada ponsel lama sebagai ID/nickname/user pada ponsel kedua yang baru saya pasangi whatsapp. Tentu saja yang menggunakan nomer baru pada ponsel baru. Ternyata tidak bisa. Whatsapp mengirimkan sms berisi kode-kode tertentu kepada nomor yang kita masukan sebagai ID. SMS itu hanya bisa dibaca oleh aplikasi Whatsapp.

Saya mencoba men-forward SMS dari ponsel pertama yang menerima SMS verifikasi whatsapp ke nomer di ponsel kedua yang sedang saya install whatsapp. SMS forward -an itu ternyata tidak dimaui Whatsapp. 😀 Harus SMS yang diterima oleh ponsel yang sedang di-install lah yang dimaui whatsapp.

Update:

Akhirnya hari ini, 11 Mei 2016, WhatsApp mengeluarkan aplikasi stand alone, Sila dibaca di artikel: Install Aplikasi WhatsApp di Windows 7

Saya tidak mau menggunakan nomer whatsapp baru karena saya merasa tidak enak dengan teman-teman saya yang sudah meng-add ID whatsapp saya. Lagi pula teman-teman lama saya yang sudah tahu nomer utama saya akan dengan mudah terhubung dengan whatsapp saya bila saya menggunakan nomer lama itu.

Percobaan selanjutnya adalah dengan memasang nomer lama di ponsel baru yang sedang di-install whatsapp. Proses verifikasi berjalan lancar dan whatsapp bisa saya gunakan. Langkah berikutnya adalah dengan melepas nomor lama dan mengganti nomer baru.

Viola, whatsapp sekarang tetap bisa digunakan dengan nomor lama ketika ponsel kedua ini sudah saya pasangi nomer baru. 🙂

Saya memang jarang chatting. Meng-install whatsapp di ponsel kedua, dulunya saya memasang whatsapp di Blackberry, sebenarnya bermaksud untuk memudahkan saya bila kelak tidak lagi menggunakan Blackberry dan BB Messenger. 🙂 Atau untuk alternatif messaging lintas OS. Whatsapp bisa di-install di OS Blackberry, Android, iPhone dan mungkin ponse-ponsel buatan Nokia (Windows Phone)w karena Whatsapp ini dikembangkan oleh Nokia

Saya Datang di Windows 8 Preview di Jogjakarta Plaza Hotel

Oleh Eva saya diundang untuk datang pada acara Lunch and Windows 8 Preview di Jogjakarta Plaza Hotel, tepatnya di Andrawina room. Saya datang, memenuhi undangan Eva. Undangan makan gratis tentu saja tidak layak ditolak dan tidak bisa saya tolak. 🙂

Preview Windows 8. Windows 8 baik developer preview maupun costumer preview memang sudah sejak beberapa waktu bisa di-download dari website Microsoft dan di-install. Namun saya belum  pernah mencoba meng-install sendiri Windows 8. Bukan karena saya tidak penasaran dengan sistem operasi terbaru besutan Microsoft ini. Permasalahannya saya tidak punya komputer nganggur yang spesifikasinya mencukupi persyaratan nyaman untuk menjalankan Windows 8. Saya mulanya berpikir apa asyiknya mencoba Windows 8 di non touch screen device. 😀

Dan sejujurnya saya sendiri lebih mengoptimalkan kebutuhan computing dalam kehidupan sehari-hari dengan software dan operating system yang tidak perlu memusingkan sistem licensing, hehe

Ngomong-ngomong tentang Licensing memang sangat rumit. Microsoft menawarkan banyak sekali jenis dan program licensing untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang mampu membeli license sesuai kebutuhan mereka. Saking banyaknya saya sekarang sudah lupa bagaimana menghitung dan menentukan licencing yang tepat untuk suatu corporate. Presentasi kemarin, licensing memang banyak dijelaskan yang terkait dengan small business, public service, education.

Malah yang saya ingat malah salah satu jenis license yang disebut OEM. Ternyata License OEM yang melekat pada hardware, misalnya laptop, maka license itu akan hangus bila misalnya laptop yang dipasangi license OEM mengalami kerusakan pada mainboard dan processor. Nah kalau kasusnya seperti ini sudah jatuh masih tercekit license. Makanya sebelum menentukan License apa yang akan dipakai jangan lupa membaca Term of Service dulu ya. 🙂

Kemudian pada sesi utama, tidak banyak hal baru yang saya tahu. Semua what new on Windows 8 sudah saya baca di internet. Bedanya hanya kemarin saya menyaksikan demo Windows 8 secara langsung.

Selebihnya saya ingin menampilkan foto-foto di bawah ini saya. Tidak terlalu berkaitan tidak apa-apa, bukan? 😀