Malon Bakar Klaten Cupuwatu Resto, Mantapnya Kuliner Khas Jogja

Kesan pertama yang baik suatu restoran pasti akan membawa saya suatu saat kembali pada kunjungan berikutnya. Pengalaman saya  menikmati menu spesial Malon Bumbu Kuning, Teh Madu dan aneka camilan di Cupuwatu Resto pada Februari awal tahun ini bukanlah kebetulan yang akhirnya pada siang hari ini, daging lembut Malon kembali mendarat di ujung lidah saya. Bukan Malon Regular/Malon Bumbu Kuning yang saat itu saya cicipi bersama Tina saat itu, tetapi kali ini saya ingin menikmati rasa  yang berbeda, Malon Bakar Klaten. Minumnya pun kali ini saya memilih Es Teler Cupuwatu, bukan teh hangat seperti biasanya. Kali ini semoga Es Teler yang menggoda ini tidak membuat saya pilek. 🙂

Malon atau Manuk Londo bagi saya merupakan nama yang aneh untuk sebuah makanan. Apalagi ini di suatu restoran di Yogyakarta. Di acara food tasting bersama blogger yang diundang oleh Cupuwatu Resto pada siang ini rupanya saya baru mendapatkan jawabannya. Pada postingan blog saya awal tahun ini di SINI, saya menuliskan bahwa Malon merupakan makanan olahan daging burung puyuh (atau gemak) yang dimasak secara khusus sehingga dagingnya empuk tanpa mengurangi rasa unik daging unggas ini. Tidak tepat namun tidak juga benar-benar salah. Menurut Mutia Ulva – Public RelationeCupuwatu Resto, bahan baku Malon adalah unggas, tetapi bukan unggas asli Indonesia, melainkan unggas dari Eropa yang disebut French Quail. Kalau saya terjemahkan secara bebas ini juga berarti: Puyuh Prancis. Kemudian disebut Manuk Londo atau Malon untuk memudahkan penyebutannya saja, agar kejawa-jawaan. Manuk Londo adalah kata dalam Bahasa Jawa. Manuk berarti Burung/Unggas, Londo berarti: Bule.

Sebagai menu andalan di Cupuwatu Resto, Malon saat ini telah dikembangkan menjadi beberapa varian. Ada Malon Bumbu Kuning (Reguler) yang merupakan Malon pertama saya, Malon BBQ, Malon Ala Peking, Malon Bakar Klaten, Mie Malon, Gudeg Malon, Nasi Kebuli Malon dan Sego Wiwit. Lidah dan perut saya rasanya ingin mencicipi semuanya. Nafsu selalu begitu. 😀

IMG_0053

Kali ini saya memilih: Malon Bakar Klaten. Sebagai penggemar kuliner tradisional Ayam Bakar Klaten, tentu saya penasaran seperti apa sambal pedas, lalapan dan bumbu ala Klaten dipadu dengan daging burung bule.

Malon Bakar Klaten disajikan berupa: satu ekor French Quail utuh tanpa jerohan, satu cawan sambal cabe pedas dan lalapan yang terdiri dari: daun selada, daun kemangi, irisan mentimun, dan irisan buah tomat merah. Malon Ayam Bakar ini juga disajikan dengan nasi putih yang pulen. Lihat foto saya di atas.

Daging Malon Bakar Klaten ini empuk. Kesan ini saya dapatkan ketika saya menusukkan garpu ke bagian dada malon, kemudian menggigitnya. Daging French Quail ini nyaman dikunyah. Rasa dan aroma santan terasa dilidah namun tidak cukup menyengat, tidak berlebihan. Malon juga tidak berbau menyengat seperti halnya ayam yang dibakar ala Klaten. Malon Bakar Klaten akan mengeluarkan nikmat yang sebenarnya ketika saya mencocolnya dengan sambal pedas, baru  kemudian disusul dengan nasi sambil sesekali mulut ini mengunyah lalapan yang renyah. Enaaak. Orang bilang makanan itu hanya enak ketika satu kali dua kali mendarat di lidah. Siang ini entah karena saya sedang sangat lapar, rasa enak yang khas ini masih terasa ketika di piring saja tinggal tulang belulang yang berserak dan sambal yang belum habis. Kalau sudah begini rasanya saya ingin nambah dengan menu Malon yang lain. 😀

IMG_0033.resized

 

Untuk siang ini minuman dingin cocok dipadankan dengan menu utama Malon Bakar Klaten. Minuman dingin pilihan saya adalah Es Teler special Cupuwatu. Sebagai bukan penggemar Es, awalnya saya tidak punya ide minuman apa yang akan saya pilih. Pilihan jatuh pada es teler ini adalah karena namanya saja.

Dari rasanya, Es Teler ini mempunyai rasa susu dan durian yang cukup kuat sekaligus segar. Buah cerry, kelapa muda, alpukat dan nata de coco membuat rasa es ini makin kaya rasa. Tenggorokan saya yang sensitif terhadap es, susu dan minuman dingin pun saya rasa tidak akan menyesal bertaruh untuk menikmati Es Teler spesial Cupuwatu ini. Ini jangan diartikan nekad ya? hihi.

Menikmati dua varian Malon dalam dua kesempatan yang berbeda membuat saya ingin datang untuk yang ketiga kalinya. Untuk kunjungan saya menikmati Kuliner Jogja berikutnya saya ingin menikmati Malon BBQ. Saya tidak akan datang sendirian melainkan mengajak kolega dan teman-teman saya ke sana untuk sekedar hangout ataupun short meeting ditemani dengan Nasi Kebuli Malon atau Sego Wiwit Malon yang nampak enak dinikmati secara “kembulan” di dalam ruangan dengan interior yang didesain klasik dengan semua kekahasan jogja, ruangan yang lega dan suhu yang sejuk.

FullSizeRender

IMG_0060

 

***

Cupuwatu Resto - Yogyakarta

Cupuwatu Resto – Yogyakarta

Cupuwatu Resto merupakan restoran di Yogyakarta dengan menu kuliner khas di Yogyakarta. Cupuwatu Resto beralamat di Komplek Grand Cupuwatu, Jl. Solo Km 11,8, Yogyakarta. Bila Anda sedang berwisata ke kota ini dan mencari kuliner khas di Jogja, Restoran di Yogyakarta ini bisa dijangkau dengan hitungan menit naik taxi dari Adi Sucipto Airport atau dari seputar Kota Jogja, Trans Jogja bisa dipilih sebagai alternatif transportasi yang murah.

Posting saya tentang Manuk Londo dan Cupuwatu Resto sebelumnya bisa dibaca di:

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s