Panggilan Sopan

Untuk berkomunikasi dengan orang-orang, apalagi dengan orang yang lebih tua maupun dengan orang yang baru saja saya kenal, rasanya tidak sopan bila saya langsung menyebut nama begitu saja. Langsung memanggil nama bagi saya kurang “unggah-ungguh”, kurang sopan apalagi santun. Mungkin ini karena bawaan saya sebagai orang yang dibesarkan di desa.

Untuk memanggil orang-orang yang terlihat lebih tua dan lebih senior rasanya panggilan “Pak” dan “Bu” cukup bisa diterima dimana saja. Kalau di lingkungan akademik mungkin lebih mudah dengan “Prof”, “Doc”, dll. Nah yang tidak selalu mudah adalah bila berkomunikasi dengan orang yang baru kita kenal dan kelihatan sebaya.

Umumnya saya memperhalus dengan kata “Mas” atau “Mba” sebelum nama orang. Namun setelah saya pikir-pikir kata  ini terlalu njawani. Bukankah yang ditemui tidak tentu orang Jawa. Saya perlu kata yang lebih umum. Sapaan bang sepertinya juga identik dengan suku tertentu. Sapaan bung sepertinya sudah jarang kedengeran dipakai. Padahal dulu “bung” berkesan menggelorakan semangat ketika dipadukan menjadi Bung Karno, Bung Hatta, dll.

Baru-baru ini saya sering dipanggil bro. Mendengar seorang teman wanita dipanggil sista tidak kalah seringnya. Begitupula “gan”, “agan”. Meski kata-kata ini belum cukup compatible dengan lidah saya. Saya merasa canggung memanggil seseorang dengan kata “gan” maupun “bro sista”.

Oh iya adalagi orang memanggil orang yang begitu dikenal dengan kata “kakak”, tapi kok kedengeran lebay yah. Apa karena saya yang so 90? hihi.

Menurut Anda kata apa yang lebih cocok digunakan untuk mempersopan panggilan kepada seseorang yang baru kita kenal yang baru kita temui?

Iklan

7 thoughts on “Panggilan Sopan

  1. kisanak mungkin?
    tetapi menurut saya lebih baik disesuaikan dimana tempat kita berada, jika di Bali apa salahnya jika kita bla-bli, jika di Padang bilang saja uda, utk lelaki yang sebaya tadi lho ya.

  2. Mungkin kalau aku sudah membiasakan memanggil untuk mengajari anak, jadi semua ku panggil dengan sebutan “lebih tua”. Mas atau Mbak sudah aku biasakan meskipun ada juga yang (anaknya usia jauh lebih kecil) protes setelah ku panggil begitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s