Modem Air Flash untuk Esia Max D di Ubuntu. Bisa

Modem Air Flash untuk CDMA 1X/EVDO dijelaskan di website Esia Max D bisa berjalan di Operating System Window dan Mac. Memang benar demikian. Permasalahanya, saya ingin menggunakanya di Laptop Ubuntu 11.10.

Modem Air Flash AH007 Esia Max D

Modem Air Flash AH007 Esia Max D

Begitu saya menancapkan Modem Air Flash di Ubuntu, Network Manager tidak serta merta mengenali modem ini. Namun pengecekan dengan mengetikan lsusb di terminal mengindikasikan modem ini dikenali ber-chipset Qualconn. Ini pertanda ada harapan untuk menjalankan modem di linux.

Saya googling dan banyak menemukan tutorial untuk menjalankan modem ini di linux. Jadi saya mencoba-coba dengan optimis. Tutorial di link di kaskus ini merupakan yang saya coba dan berjalan. Tutorial ini menjelaskan langkah-langkah memasang usb-modeswitch untuk mengaktifkan mode modem pada Air Flash. Secara default device ini dikenali sebagai usb storage/storage device.

Sedikit mengoreksi tutorial itu, yaitu untuk file ke dua yang kita download, seharusnya setelah kita ekstrak, kita rename menjadi:  05c6:1000 kemudian kita salin ke: Baca lebih lanjut

Mencoba Esia Max D di Gunungkidul

Kali ini saya sedang mencoba layanan internet mobile dari provider Esia Max D yang beroperasi di jaringan cdma 1xEV-DO rev A. Bukan layanan internet baru sebenarnya. Seorang teman saya sudah sejak beberapa waktu yang lalu mempromosikan produk Bakrie ini di jejaring sosial, hehe

Toh, begitu sampai sekarang saya belum mencoba membeli produk ini, walaupun saya sebenarnya memerlukan provider kedua, provider alternatif. Saya ingin menduakan Telkomsel Flash yang sudah saya pakai selama kira-kira 5 tahun. Maksud saya apabila satu produk sedang ada masalah saya bisa menggunakan produk cadangan. Atau ketika saya kehabisan kuota Telkomsel Flash yang makin lama makin pelit kuota.

Modem Esia Max D yang saya pakai uji coba kali ini adalah milik teman saya. Teman saya ini kesulitan untuk menggunakan modem Esia Max D di laptopnya yang bersistem operasi Ubuntu Sabily sehingga meminjamkan ke saya untuk dicoba-coba di Ubuntu 11.10 di laptop saya. Saya pun mencobanya.

Modem Esia Max D tipe EC 156, buatan Huawei ini ternyata langsung terdeteksi oleh Network Manager. Sayangnya, modem tidak bisa terkoneksi setelah dicoba beberapa kali. Saya mulai googling dan menemukan solusi untuk mengoneksikan modem ini dari terminal, dengan wvdial. Menurut saya ini tidak praktis untuk teman saya yang bukan seorang linux savy. Dia merupakan pengguna biasa Ubuntu Sabily.

Saya mulai melihat-lihat setting default yang diberikan Network Manager -nya Ubuntu untuk modem ini. Username dan password pada setting mobile broadband ternyata tidak terisi. Nah di sini saya mulai mencoba beberapa setting. Sampai akhirnya saya menemukan username dan password yang bisa digunakan adalah Username: aha dan Password: aha

Modem sekarang bisa langsung dikoneksikan melalui Network Manager. Tidak perlu repot-repot membuka terminal dan menjalankan wvdial. 🙂

Penasaran  akan kecepatan Esia Max D, saya segera membuka http://speedtest.net. Dari beberapa percobaan test kecepatan, hasilnya tidak mengecewakan sekaligus tidak terlalu memuaskan. Seperti umumnya layanan mobile broadband yang lain, kadang hasil test kecepatan menunjukan hasil bagus, kadang-kadang pula kurang. Lokasi test kecepatan di Jalan Wonosari-Jogja Km 3 Siyono, Wonosari, Gunungkidul. Berikut salah satu hasil test kecepatan:

Nah, selanjutnya saya jadi penasaran untuk mencoba Esia Max D ini di rumah saya. Apabila di rumah saya saya bisa mendapatkan kecepatan seperti ini, saya tertarik untuk membelinya sebagai cadangan. Semua sudah tahu bagi Internet Mobile, Posisi Menentukan Prestasi.

Selain itu Esia Max D menawarkan paket Internet Mobile dengan harga yang relatif kompetitif dengan variasi paket dan isi ulang yang ditawarkan yang membuatnya cocok untuk diadopsi. Daftar harga dan paket data bisa dilihat di: http://max-d.myesia.com/max-d/tarif/default.aspx