Tidak Ada Uang Kembalian

Kemarin pagi saya naik taxi Bluebird dari depan Trans Super Mall ke Gedung Rektorat ITB. Sopir taxi Bluebird itu cukup ramah dam menguasai jalanan kota Bandung. Dalam beberapa menit, kurang dari 20 menit saya sudah sampai di lingkungan parkir rektorat ITB.

Permasalahannya begitu saya akan membayar ongkos taxi sejumlah 23 ribu sekian-sekian, si akang sopir taxi tidak punya uang kembalian. Dia bilang, saya adalah penumpang pertama di hari itu.

Akhirnya saya ajak sopir taxi itu keluar untuk mencari uang pecahan. Sampai saya membeli air mineral di minimarket untuk mendapat uang pecahan. Padahal saya tidak sedang butuh air mineral. Ya, tidak apa-apa. Saya kasih saja ke akang sopir taxi itu,  siapa tahu dia butuh. 😀

Begini, menurut saya alasan sopir taxi sekelas Bluebird tidak punya uang kembalian bagi saya kurang masuk akal. Kenapa manajemen tidak membekali sopir dengan uang pecahan? Dan bagaimana melayani penumpang dengan baik.

Ngomong-ngomong apa tidak mungkin di tiap taxi sekelas Bluebird memasang e-money reader. Sekarang bukankah ada banyak produk uang digital. Hihihi, maksud saya kan jadi bisa memanfaatkan e-money gratisan saya. :d

image

Bluebird driver ID

Ini kemarin saya menfoto ID akang sopir taxi. Tidak saya blurr sih ID nya. Mudah-mudahan akang sopir ini tidak dapat masalah dengan manajemen. Saya toh tidak begitu kecewa karena ketika mencari uang pecahan argo ia matikan.

Iklan

16 thoughts on “Tidak Ada Uang Kembalian

  1. Banyak sebab jika pak sopir gak punya uang kembalian..jd ya harap maklum ya.

    Kalau yg saya lihat dari kerabat yg kebetulan berprofesi sbg driver di taxi blue bird, dia kalau berangkat selalu minta tuker uang recehan sama istrinya. Jd tiap pagi si istri sdh nyedian uang recehan utk di bawa sang suami

  2. kalau menurut saya, seorang sopir seharusnya juga menyiapkan bekal uang untuk kembalian

    kan kasihan yang naik kalo terburu buru dan blm ada uang kembalian

    atau mungkin lain kali penumpang yang baik juga menyisihkan sedikit uang ribuan untuk bekal naik taksi/bus

  3. Pengalaman saya waktu naik taxi di Singapura, saya melihat, di samping sopir tersebut terdapat sebuah kotak kecil yang dibuat sedemikian rupa untuk meletakkan uang receh (koin) dengan sangat rapi. Sepertinya itu memang sudah disiapkan oleh perusahaan taxi-nya. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi si supir untuk mengatakan kalau dia tidak punya uang kembalian seperti supir taksi di atas.. 🙂

      • makanya saya berandai-andai, ok lah orang indonesia “malas”, namun bukan berarti tidak ada solusi, sekarang ada banyak produk uang digital seperti, Mandiri Prabayar, BCA Flash, Telkomsel Tap Izy, Tep aza, dll, kalau di taxi dipasangi RFid reader untuk membaca dan bertransaksi dengan e money, uang digital, pasti ceritanya akan lebih praktis, hehe

  4. Sepertinya supir taxi di Indonesia sudah TUMAN, udah biasa bilang gak ada kembalian 😀 tapi yaaa sudahlah, anggap aja sedekah.
    cuma klo udah gitu ya, sering ngerasa gak fair sama supir angkot yang karena tarifnya sudah jelas, malah gak dikasih tips hehehe

  5. Nah, kalo dikota saya sama saja. yang saya dengar mereka sering dapet tips. Jadi pemikiran manyediakan recehan ngga pernah ada kali ya,…. mikirnya “simpan kembaliannya” 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s