Menulis Obituari, Bagaimana ya?

Obituari. Merupakan berita tentang seseorang yang baru saja meninggal dunia. Obituari biasanya dibuat untuk orang – orang besar. Atau setidaknya bagi orang – orang yang selama hidupnya memberikan banyak inspirasi. Orbituari adalah “review” tentang seseorang?

Saya mengalami kesulitan untuk membuat semacam ‘obituari’ yang ingin saya buat untuk sahabat dekat yang telah setidaknya memberikan banyak inspirasi bagi saya. Saya juga tidak tahu apakah yang akan saya buat itu bisa disebut sebagai obituari. Karena kawan saya itu telah beberapa bulan meninggal. Ia adalah Ersyad. Meninggal dunia pada tanggal 3 Nopember 2010. Bertepatan dengan hiruk pikuk pengungsian warga yang terkena erupsi Merapi.

Saya tidak menargetkan kapan obituari yang akan saya buat itu akan selesai. Yang saya lakukan saat ini adalah baru mengumpulkan hal – hal yang bagi saya menarik dan berkesan yang berserakan di dalam ingatan dan kenangan saya ke dalam suatu catatan. Dan karena saya sama sekali tidak punya ide akan bagaimana seharusnya obituari itu dibuat, saya membaca – baca obituari tokoh – tokoh terkenal. Berharap dari tulisan obituari itu saya dapat belajar dan mendapatkan style yang cocok dengan pembawaan saya.

Barangkali anda punya pengalaman membuat obituari. Atau anda punya link tentang tutorial/guideline dalam membuat suatu obituari. Atau anda punya link obituari yang menurut anda bagus. Mohon untuk beritahu saya. Terimakasih.

Akhirnya Balik ke Unity Desktop

Icon dan ukuran font yang pada Gnome 3 “njendul – njendul”, kalau kata Mas Cahya besar besar segede gaban. Ini memang kesan pertama saya setelah selesai menginstall Gnome 3. Tanpa bermaksud meremehkan inovasi yang banyak dibawa oleh Gnome 3. Secara konsep, Gnome 3 saya akui luar biasa. Hanya konsep yang dibawa developer belum cocok dengan kebiasaan berkomputer saya.

Saat ini saya masih menggunakan komputer/laptop model biasa. Menggunakan keybord dan trackpad/mouse sebagai alat navigasi. Sementara saya rasa, interface pada Gnome 3 terlihat akan cocok untuk perangkat touch screen. Atau tablet? Icon – icon yang menurut saya “njendul – njendul” tadi barangkali didesain agar enak di tab dan di pinch. Interface pada Gnome 3 saya rasakan memerlukan lebih banyak klik untuk melakukan maksud yang sama dibandingkan bila dilakukan pada Gnome Classic atau Unity.

Pada Gnome Classic dan Unity untuk menghubungkan laptop dengan bluethooth headset diperlukan dua klik. Pada Gnome 3 bisa sampai 6 klik. Mau mendengarkan music saja harus pusing duluan. 😀 Untuk mengirim file ke mobile device melalui bluethooth malah belum saya ketahui caranya. Bisa nervous duluan kalau mau presentasi dengan navigasi bluethooth wireless presenter. Masalah ketidak nyamanan bluethooth saja sudah menghabiskan satu paragraf. hehehe Belum masalah stabilitas. Gnome 3 pada Ubuntu masih buggy. Barangkali karena Gnome 3 belum dipaketkan sendiri oleh Canonical. Saya meng-install-nya dari PPA.

Saya bertahan menggunakan Gnome 3 kurang dari 2 minggu. Masalah failed to load session “gnome” yang saya posting beberapa waktu lalu memantabkan hati saya untuk kembali ke Unity (atau kalau tetep belum nyaman akan balik ke Gnome Classic) Gnome 3 akhirnya saya remove. Ubuntu kembali ke tampilan default.

Link berikut ini menawarkan tutorial yang sudah saya praktikan dan terbukti menyesuaikan Unity dengan selesar saya. : Baca lebih lanjut

Kecepatan Flashdisk jadi lemot

Berapa sih umumnya kecepatan transfer file flashdisk? Saya punya sebuah flashdisk merk Kingston DT 101 G2. Pastinya lebih ngebut dari Floopy Disk (Disket) yang biasanya saya pakai pada 15 tahun yang lalu.

Saya penasaran dengan kecepatan flashdisk saya yang meminta waktu 10 menit untuk menyalin beberapa file sebesar lebih kurang 3 giga dari komputer. Dengan tranfer rate sekitar 5 mega bytes. Pelan sekali.  Apakah flash disk saya ini sudah rusak? Sebelumnya mentranfer file seukuran ini memerlukan waktu kurang dari 3 menit dengan tranfer rate sekitar 20 mega byte.

Memang flash disk ini telah saya format dengan file system FAT 32. Sebelumnya ber-file system NTFS. Kenapa saya reformat ke FAT 32 karena saya baru saja memakainya untuk membuat instalasi Ubuntu. Jadi apa memang flash disk jadi lemot karena perbedaan file system atau karena sudah rusak?

Ballpoint Mudah Hilang

Apakah anda menggunakan ballpoint sampai habis isinya? Pertanyan yang ditulis dalam posting Pak Rahard di sini kemarin membuat saya tergelitik. Jawaban saya pasti TIDAK. Apalagi dalam 5 tahun terakhir. Ballpoint – ballpoint saya sudah hilang bahkan dalam beberapa hari setelah saya beli. Baru dua atau tiga kali saya gunakan untuk membuat beberapa coretan. Misalnya tanda tangan. 😀

Makanya saya jarang – jarang membeli ballpoint. Kecuali sedang benar – benar membutuhkan. Kalau anda, seberapa panjang usia ballpoint anda?

Populasi Burung Emprit Berlebih, Pak Tani Terancam

Seperti halnya populasi ulat bulu yang berlebih di beberapa daerah di Jawa yang menimbulkan kekhawatiran dan keresahan bagi masyarakat. Di Gunungkidul, terutama di lingkungan petani padi di desa dimana saya tinggal, Desa Grogol, sejak beberapa tahun belakangan ini, populasi burung pipit, di desa ini dikenal sebagai burung emprit, si burung pemakan biji padi muda, yang berlebihan menjadi masalah tersendiri bagi petani. Kawanan burung – burung pipit ini sanggup meludeskan biji – biji padi muda dalam hitungan jam.

Bila tidak ingin gagal panen, tidak ada cara lain yang diketahui petani kecuali menunggui tanaman padi dan menghalau secara manual burung – burung yang tidak pernah jera berusaha meng-invasi sawah ladang padi pak tani. Serangan bertubi – tubi burung – burung pipit ini berlangsung selama sekitar 2 pekan sampai padi menguning dan dipanen. Memang tidak efisien waktu dari habis subuh sampai bakda maghrib yang dihabiskan pak tani bekerja sebagai penunggu padi sawah. Yah! Mau gimana lagi? Mau panen ngga? 😦

Departemen Pertanian punya riset belum sih guna mengantisipasi hama – hama tanaman padi, termasuk burung pipit yang mewabah? Misalnya populasi burung pipit berlebih sebenarnya bukan masalah baru. Serangan burung emprit sudah ada sejak jaman kaki nini, jaman saya masih SD, sekarang ada lagi. Tetapi cara yang digunakan untuk mengamankan tanaman padi agar tidak gembrang masih cara lama. Bukankah produktifitas padi dan swa sembada pangan sangat penting bagi social safety network dan ketahanan negara. Entahlah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Bisa Memperbaiki Apa Saja

Masih ingat Film “My Name is Khan”? Saya ingat Rizwan Khan. Seorang anak dari Mumbai – India, yang menderita syndrom Asperger. Dia cerdas, berguru pada Mr. Wadia dan lekas pintar memperbaiki apa saja.

Tentu saja bapak – bapak yang saya foto ini yang mengingatkan saya pada Rizwan Khan. Bapak tukang reparasi keliling ini tadi pagi melewati jalanan desa dimana saya tinggal. Dia berteriak menawarkan jasanya. Dia bisa memperbaiki termos, panci, dan macam – macam peralatan dapur.

Bapak tukang reparasi ini sangat luar biasa. Dia bisa memperbaiki termos yang pecah kacanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Semangatnya membuat tubuh tuanya kuat untuk berjalan kaki lengkap dengan sepikulan peralatan.

Menurut saya dia berjuang melebihi semangatnya menafkahi keluarga. Dia telah banyak berjasa pada lingkungan dengan memperbaiki perkakas rusak agar tidak lekas dibuang ke tempat sampah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

failed to load session “gnome”

Pesan error ini muncul ketika saya menghidupkan laptop ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Saya merestartnya dan memasukan username dan password. Masih gagal dengan pesan error sama. Gagal menjalankan Desktop Manager, saya mencoba login ke terminal. Bisa. Berarti masalahnya memang ada pada Desktop Manager. Saya mencurigai kegagalan system ini gara – gara saya meng-install Gnome Shell dari ppa untuk menggantikan Desktop Unity yang tidak saya suka.

Baiklah, sekarang saya beres – beres (dan nge-blog) dulu. Entar saya lanjut dengan trouble shooting kalau kepala sudah cukup dingin. Ada yang punya pengalaman serupa?

Bukit Sodong, Pesona Paliyan

Sunset view on top of Sodong Hill

Sunset view on top of Sodong Hill

Bila ditanya dimana tempat paling eksotis dari penjuru kecamatan Paliyan, tentu jawab saya, eksotisme itu terletak tepat di Puncak Bukit Sodong. Menjelang Matahari terbenam di ufuk barat, alam telah siap dengan sepenuh sensasi.

Baca lebih lanjut

Terbaru Tidak Selalu Terbaik

Saya gagal membuka statistik blog saya ini dengan Aplikasi WordPress for Blackberry yang terdapat di handset saya. Gambar di atas adalah screenshot dari komentar error itu. Hal ini terjadi setelah saya meng-update Aplikasi WordPress for Blackberry ke versi 1.5. Notifikasi dari Blackberry App World tentang versi terbaru suatu aplikasi itu membuat tangan gatal untuk segera menekan tombol update. Di versi 1.4.6.1 dan versi – versi sebelumnya yang pernah saya install, saya belum pernah mengalami masalah.

Kalau memang pada versi sebelumnya tidak ada masalah dan baik – baik saja, kenapa memilih untuk meng- update? Baca lebih lanjut

Konyol: Mencampur Air Panas dan Air Dingin

Kisah konyol ini terjadi ketika siang ini saya yang sedang menderita radang tenggorokan sedang perlu untuk banyak – banyak meminum air mineral atau air putih jernih yang bersuhu ruangan. Tau sendiri, radang tenggorokan tidak mau toleran dengan minuman dingin atau minuman panas. Apalagi minuman bergula seperti teh panas kental manis kesukaan saya.

Sambil memendam rasa konyol dalam hati dengan bibir menahan ketawa, apa yang saya lakukan tadi adalah menuangkan air panas dari kran dispenser sebanyak kira – kira sepertiga tempat minum, kemudian sedikit demi sedikit menuanginya lagi dengan air dari kran berwarna hijau yang bersuhu dingin. Saya berhenti menuangkan air dingin setelah saya rasa mendapatkan suhu yang sesuai.

Pikir saya, betapa mubadzir perilaku seperti ini memboroskan energi. Salah saya? Atau salah orang yang mendesain Dispenser yang sok punya asumsi bahwa orang itu hanya minum air panas atau air dingin 😀