Kamu Juga Tahu Lagu Itu?

Saya tahu Siri yang terpasang di iPhone (iOS) sebagai personal digital assistant dengan kemampuannya berkomunikasi dengan pengguna dengan “bahasa sehari-hari” atau natural language saat ini belumlah sempurna.

Untuk beberapa perintah dasar seperti: memerintahkan Siri untuk membuatkan saya sambungan telepon ke pacar, memutar lagu-lagu yang terdapat dalam iPhone, menjalankan aplikasi, melakukan pencarian di internet, memang Siri sudah bisa melakukannya dengan cukup baik. Kendalanya paling-paling hanya kekurang mampuan Siri mengenali bahasa sehari-hari saya. Itulah kenapa saya terpaksa berlatih menekuk lidah untuk melafal bahasa ala Paman Sam. Selain tentu saja, dukungan Apple untuk mengenali lingkungan saya tidaklah sebaik apa yang sudah dilakukan Google saat ini.

Pasti bukan saya kalau tidak suka iseng. Di tengah-tengah kebebalan mengerjakan rutinitas, “keluguan” Siri sering menjadi sasaran iseng saya. Saya tahu Siri tidak bisa menyanyi (karena ia pernah menolak permintaan saya untuk menyanyi), nyatanya setelah saya paksa beberapa kali berakhirlah dengan ketawa-ketiwi seorangan mendengarkan Siri yang terbata-bata menyanyi untuk saya. Memenuhi permintaan saya membaca puisi pun Siri bisa lakukan. 😀

Ada kemampuan baru yang ditambahkan Apple kepada nona Siri dalam upgrade iOS 8 yang bulan lalu saya pasang. Kemampuan itu adalah kemampuan Siri mengenali lagu-lagu yang diperdengarkan. Beberapa lagu barat yang saya coba tanyakan kepada Siri bisa dijawabnya dengan baik. Iseng lagi menjajal telinga Siri dengan lagu-lagu Indonesia, ia pun berhasil mengenali lagu-lagu Chrisye, Nicky Astria dan lain-lain. Sedikit sayang, Siri belum mengenal lagu campur sari terhosor karya Manthous sang maestro. 😀

siri 01 siri 02btw Siri lucu ya 😀

Lapangan Udara TNI AU Gading, Tempat Keren untuk Lari / Jogging

Kemarin sore adalah yang keempat kalinya saya lari/jogging di Lapangan Udara TNI AU Gading, Gunungkidul, Yogyakarta. Minggu depan pasti yang ke-5 dan seterusnya saya akan jogging di sana.

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Sebelumnya lintasan jogging favorit saya adalah jalan dari rumah saya di desa Grogol (Paliyan) ke selatan sampai Pasar Paliyan, sampai Puslatpur TNI AD, sampai bukit Sodong. Atau bolak-balik di sekitar kaki bukit Sodong, berhenti bila sudah sampai jarak tertentu. (baca: sudah lelah)

Selama bertahun-tahun jalan raya di sekitar Paliyan terasa bagus dan cocok untuk latihan lari/jogging karena bagi saya pemandangan alamnya yang indah. Kondisi jalanan yang berkelok dan naik turun juga memberikan sensasi tersendiri. Bila tidak mau dibilang melelahkan.

Tetapi akhir-akhir ini jalan raya dari Desa Grogol – Paliyan – Puslatpur TNI AD – Bukit Sodong agak kurang nyaman digunakan sebagai lintasan lari karena makin banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di sana. Apalagi pada hari Minggu atau musim liburan. Ruas jalan itu menjadi sesak karena menjadi rute bus-bus wisata berukuran besar menuju pantai-pantai di Gunungkidul. Terasa sangat menyiksa bila ketika terengah ingin banyak-banyak menghirup nafas tiba-tiba terpapar asap hitam dari knalpot. Apalagi bus-bus yang suka sembarangan mengklakson siapa saja.

Hal ini membuat saya untuk berpikir mencari alternatif tempat jogging atau lintasan lari yang baru. Ada banyak alternatif seperti jalan-jalan di kampung-kampung, alun-alun Pemda Gunungkidul dan Jalan Baru. Sampai pilihan saya jatuh di Bandara/Lapangan Udara TNI AU Gading.

Di kompleks Lapangan Udara TNI AU Gading yang biasanya digunakan orang-orang untuk latihan lari atau jogging adalah landasan pacu pesawat terbang. Panjang landasan pacu pesawat terbang di Bandara TNI AU Gading hampir 1.5 km. Jadi bila berlari satu putaran maka akan mendapatkan jarak hampir 3 km.

Running Track di Bandara TNI AU Gading

Running Track di Bandara TNI AU Gading

Menurut saya ada beberapa hal yang membuat Lapangan Udara TNI AU Gading bagus untuk jogging. Utamanya adalah udara yang bersih bebas dari asap knalpot. Berlari di sana kita tidak perlu was-was tertabrak kendaraan bermotor, tentu saja. Bila berlari di jalan raya kadang-kadang kita tergelincir oleh jalanan yang rusak berlubang, di Laud Gading hal ini tidak akan terjadi. Landasan pacu dibuat dengan aspal terbaik yang sangat halus dan rata. Tak heran bila di sana terlihat ada orang-orang yang berlari telanjang kaki (bare foot running). Ini yang berbeda dengan lintasan jogging saya di Paliyan, landasan pacu pesawat tentu saja tidak berkontur naik turun. Ini menurut saya cocok bagi pelari pemula. Masalah pemandangan alam, Lanud Gading juga tidak kalah, alam terbuka di sana berlatarkan perbukitan jajaran Patuk.

Lari itu sendiri sudah menguras tenaga dan memeras keringat. Lari sendirian apalagi, menguras semangat. Berbeda dengan ketika saya jogging di kaki Bukit Sodong yang sepi.  Tiap sore ada banyak orang yang berolah raga di sana. Ada yang lari dan jogging seperti saya. Ada yang bermain sepedaan. Apa pula di sana yang sekedar berolah raga rohani dengan jalan-jalan dan foto-foto selfie. Keindahan yang terpapar di Lanud Gading barangkali mereka pikir mubadzir bila tidak menjadi konsumsi tangkapan lensa. 😀

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bila berolah raga di Lanud TNI AU Gading diantaranya adalah: dilarang merusak dan mencorat-coret, dilarang membawa kendaraan bermotor melampaui batas yang ditentutkan, dilarang membuang sampah sembarangan dan diharapkan segera meninggalkan area Lanud bila sudah petang. Kemarin sore saya sempat diingatkan oleh petugas karena pada jam adzan Maghrib saya masih duduk-duduk di sana sendirian menunggu keringat di badan kering.

IMG_0297.resized

Oh iya. Bagi Anda yang tinggal di Gunungkidul dan suka dengan jogging/lari, silakan bergabung di Group Facebook yang saya buat: GUNUNGKIDUL RUNNERS dan follow akun twitter: @Run_GK Mudah-mudahan kita bisa berbagi info-info tentang lari. Syukur-syukur bisa turut mengajak lebih banyak orang untuk berlari. 🙂

Aplikasi Mandiri Mobile Tidak Jalan di iOS 8

Memang benar. Aplikasi Mandiri Mobile tidak bisa jalan dengna baik di iOS 8 dan sampai saat ini pihak developer belum juga mengeluarkan update untuk memberikan bug fix/solusi bagi permasalahan ini.

IMG_0201

Masalah tidak berjalan dengan baiknya Mandiri Mobile apps ini pertama kali saya temukan ketika saya habis meng-upgrade iPhone 5s saya dari iOS 7.1 ke iOS 8. Saat itu saya sedang ingin mentranfer sejumlah uang kecil dengan aplikasi ini. Sayang aplikasi tidak bisa membaca data rekening bank saya. Saya pun mencoba menghapus dan menginstall lagi. Dengan cara ini Mandiri Mobile apps bisa digunakan. Saya pikir persoalan selesai sampai di sini. Dengan di install ulang.

Sayangnya tidak. Mandiri Mobile Apps yang sudah diinstall ulang hanya bisa sekali digunakan. Begitu kemudian ingin saya gunakan sudah ngambek lagi. Saya coba hapus lagi, install lagi, bisa. Namun bisanya ya hanya sekali itu tiap kali habis diinstall ulang.

Sampai sekarang saya tidak tahu solusi apa untuk masalah ini kecuali menunggu developer Mandiri Mobile melakukan update. Kecuali saya mau repot ke CS untuk mengganti no ponsel yang terhubung ke data rekening, kemudian memasang aplikasi ini di ponsel Android saya. phew semoga cara terakhir ini bukan satu-satunya pilihan mengingat saya sudah cukup tergantung dengan Mandiri Mobile apps ini. 😦

Harus Seimbang

IMG_0004

Siapa bilang kalau orang sudah seusia saya tidak boleh sering-sering makan enak. Makanan enak itu seperti apa sih? Kalau bagi saya, makanan enak itu seperti sate kambing, tongseng kambing, bebek goreng, ayam bakar, gurami dan patin bakar dan lain-lain. Boleh ya.

Bagi saya untuk makan enak syaratnya satu saja. Harus diimbangi dengan oleh raga. Seperti kemarin. Siangnya saya makan siang enak dengan sate kambing kesukaan saya, sate kambing Pak Turut. Porsinya tidak tanggung-tanggung. 5 tusuk sate kambing dan sepiring penuh nasi, masih ditambah segelas teh manis. Phew… Bila dihitung-hitung sudah berapa banyak kalori, lemak, kolesterol dan sejenisnya.

Sadar bahwa itu berpotensi membawa eskalasi kerusakan yang luas bagi kesehatan, sorenya saya tebus, saya imbangi dengan olah raga. Karena olah raga favorit saya adalah lari, maka saya pun berlari sejauh 5km. Seperti yang screen shot aplikasi pendukung running saya, Nike Running+ saya tampilkan di atas.

Ngomong-ngomong, sudah setara belum sih 5 tusuk sate kambing+sepiring penuh nasi putih vs 5 km running?

Swiftkey, Quick Type Bahasa Indonesia di iOS 8 (iPhone 5s)

Dalam postingan sebelum ini, saya mengeluhkan kenapa keyboard Bahasa Indonesia di iOS 8 di iPhone 5s saya tidak mendukung Quick Type. Ini keluhan kenapa Bahasa Indonesia seolah tidak dianggap. Apa mereka pikir mengetik dalam Bahasa Indonesia tidak perlu cepat-cepat, tidak perlu dibuat mudah.

Untungnya di iOS 8, API untuk keyboard telah dibuka sehingga developer leluasa untuk mengembangkan aplikasi 3rd party. Bersamaan dengan launching iOS 8 kemarin, ternyata sudah banyak developer yang meluncurkan keyboard 3rd party. Salah satunya adalah swiftkey.

Swiftkey inilah yang saya coba. Saya mencoba Swiftkey karena sebelumnya saya sudah familier dengan Swiftkey di Android dan alasan terpentingnya adalah: GRATIS. Toh, kali ini saya hanya bermaksud coba-coba saja memasang keyboard iPhone yang dibuat oleh bukan Apple. Banyak aplikasi keyboard 3rd party untuk iOS 8 yang berbayar yang tentu belum saya coba.

Untuk menginstall Swiftkey bisa langsung mengunduhnya dari Appstore. Ukuran file cukup besar. Sekitar 26 MB. Begitu selesai di-install, Swiftkey perlu kita tambahkan sebagai keyboard baru dari Menu: Setting > General > Keyboard> Add New: kemudian pilih Swiftkey.

Swiftkey on iPhone 5s

Swiftkey on iPhone 5s

Tampilan keyboard Swiftkey hitam, gelap dan terlihat bagi saya kurang menarik. Saat ini theme dari Swiftkey belum bisa diganti-ganti. Mungkin menunggu update beberapa waktu ke depan. Mencoba-coba mengetik dengan Swiftkey ini saya menemukan hal menyenangkan: yaitu muncul prediksi kata-kata Bahasa Indonesia, yay. Meneruskan mengetik dengan Swiftkey rupanaya keyboard ini menampilkan prediksi kata-kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tanpa perlu mengubah setting apa pun.

Fitur lain yang belum saya rasakan manfaatnya adalah Swiftkey Cloud. Fitur ini hanya aktif bila kita sign in dengan Facebook atau Google+. Fitur ini konon akan mensinkronisasikan suggestion berdasar kebiasaan mengetik kita dengan beberapa mobile device yang sama-sama menggunakan Swiftkey. Barangkali prediksi/suggestion Swiftkey ini akan sama ketika saya mengetik di iPhone dan Android saya. 🙂

Sebagai kesimpulan: Swiftkey merupakan keyboard pihak ketiga yang layak kita install karena: Gratis dan fungsional karena mendukung Bahasa Indonesia.

Upgrade iOS 8 di iPhone 5s dan Sedikit Review

Perlu waktu 2 jam lebih untuk mendownload iOS 8 untuk iPhone 5s dengan koneksi Telkom Speedy yang saya gunakan. Mendownload file sebesar 1.92 GB saja memerlukan waktu selama ini benar-benar sebuah uji kesabaran. Nah, buat yang nanya apa gunanya internet cepat. :_D Kalau bukan karena Apple yang membuat saya penasaran habis dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan pada OS ini, pasti saya sudah cancel download yang mengeong ini.

Setelah firmware iOS 8 untuk iPhone 5s siap, proses instalasinya sendiri terbilang cepat. Kurang dari 30 menit saya rasa.

Home Screen iOS 8 on iPhone 5s

Home Screen iOS 8 on iPhone 5s

Untuk upgrade OS ini saya tidak melakukannya secara OTA (over the air). Saya memilih memanfaatkan bantuan iTunes. Karena meski dari info upgrade di iPhone menunjukan perlu mendownload file sebesar 1.2 GB saja, tetap saja diperlukan free space selega 5 GB -an di iPhone. Saya tahu ini karena sebelumnya saya search “iOS 8” di twitter sebelumnya. 😀 Saran saya bagi yang baru akan melakukan upgrade, gunakan saja bantuan iTunes. Ini sangat membantu bagi pemilik iPhone yang memory internalnya 16 GB dan males menghapus-hapus konten. Bagi pemilik iPhone 32 GB ke atas dengan memory yang lega melakukannya secara OTA saya kira tidak masalah.

Seingat saya ada 2 kali proses restart sampai dilayar iPhone muncul tulisan “Hello” kemudian saya hanya perlu menekan beberapa kali tombol next saja sampai saya mendapatkan Tampilan Home Screen seperti di bawah. Oh, iya, diantara beberapa kali menekan tombol next ada tawaran apakah ingin meng-upgrade iCloud. Kali ini saya menjawa “Tidak” dulu, karena toh file yang ada di iCloud baru bisa dibaca nanti setelah ada OS X Yosemite. Sekarang belum bisa.

Apa yang pertama kali terlihat berbeda dari tampilan iOS 8 ini adalah gambar hati (icon aplikasi Health), gambar buku (icon aplikasi iBook) dan Control Center dengan tampilan yang berbeda. Tidak ada fungsi baru dalam Control Center dengan tampilan barunya yang menurut saya tidak sebagus yang di iOS 7.

Health App di iOS 8

Health App di iOS 8

Aplikasi yang pertama kali saya coba adalah Health. Begitu aplikasi Health terbuka, saya tidak punya ide tentang apa saja yang ditampilkan aplikasi ini. Saya hanya melihat-lihat setting dan menu tanpa tahu pasti apa yang perlu saya lakukan, hehe. Hal yang bisa saya lakukan sebatas memasukkan data tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, tanggal lahir dan jenis golongan darah. Pagi ini, selang sehari saya menggunakan iOS 8, yang sudah bisa saya baca di Health adalah seberapa jauh saya sudah berjalan dari kemarin siang sampai pagi ini. Tentu ini jarak berjalan yang diukur ketika saya membawa iPhone.

Kamera adalah aplikasi yang paling saya gunakan di iPhone. Seharusnya memang saya segera mencobanya.

Kamera di iOS 8 ini mempunyai beberapa fitur yang bisa langsung digunakan. Fitur-fitur itu adalah: timer, manual exposure dan time lapse. Timer ini bisa digunakan untuk kamera depan dan kamera belakang iPhone dan mempunyai dua pilihan waktu yaitu 3 dan 10 detik. Bila mengambil gambar dengan fitur timer, maka kamera akan mengambil 10 foto secara sekaligus (burst). Kita bisa menyimpannya semua atau langsung memilih yang terbaik. Fitur timer ini pun dilengkapi dengan suara beep dan bila yang digunakan adalah kamera depan, maka LED Flash akan flashing beberapa kali sampai Kamera mengambil gambar. Btw fitur ini akan bermanfaat bagi yang suka selfie berjamaah atau welfie. Kehadiran fitur timer di Kamera iOS 8 membuat beberapa aplikasi Timer Kamera di iPhone menjadi tidak berguna. Sekarang aplikasi-aplikasi Timer itu sudah saya hapus.

Manual Exposure di Kamera iOS 8 tidak langsung kelihatan begitu kamera dijalankan. Tap to fucus dimanapun di tampilan view finder kamera, bila kemudian muncul icon bergambar matahari berarti Exposure siap diatur-atur manual. Geser slider ke atas dan kanan untuk menaikan exposure atau ke bawah dan kiri bila menginginkan hasil foto lebih gelap. Time Lapse di Kamera iOS 8 belum sempat saya coba. Bukan karena tidak tertarik, tetapi karena belum sempat saja, dan belum punya Tripod khusus untuk iPhone agar video time lapse yang dibuat bisa leluasa mengkomposisikannya.

Dibandingkan Android dan Blackberry (entah bila di Windows Phone karena saya belum pernah punya), iPhone jauh ketinggalan dalam hal kemudahan untuk mengetik. Untuk itulah barangkali Quick Type dihadirkan di iOS 8 ini. Di keyboard iPhone 5s saya sebelumnya membuat 3 setting bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, US English dan Emoji. Pada mode US English, fitur Quick Type berjalan bagus. Kabar buruknya adalah begitu saya berpindah ke input Bahasa Indonesia. Quick Type nya iOS 8 tidak bisa banyak membantu mengetik dalam Bahasa Indonesia. Padahal ini adalah bahasa yang sering saya gunakan.

Sedikit obat kecewa dari ketidak mampuan Quick Type di iOS 8 membantu memperlancar mengetik dalam Bahasa Indonesia, fitur dictation yang baru ada ditambahkan di keyboard bahasa Indonesia hampir bisa mengerti semua kata-kata yang saya ucapkan. Kesalahan yang terjadi bisa dibilang sedikit. Misalnya ketika saya mengucapkan “Suro Efendi”, maka iOS 8 selalu gagal dan mengetiknya sebagai: Saran Effendi. hihi

Interactive Notification. Sebagai mantan pengguna Blackberry, tentu Interactive Notification merupakan fitur yang saya tunggu-tunggu. Saya membayangkan membalas semua pesan baik mail, messenger, social media dll melalui satu tempat sebagaimana yang bisa dilakukan melalui Blackberry Hub. Sayangnya fitur Interactive Notification bahkan sepertinya belum jalan di iPhone 5s saya. Semua notifikasi sepertinya masih seperti apa yang ada di iOS 7. Saat ini saya masih mencari apa masalahnya atau dimana saya bisa men-setting Interactive Notification.

Sementara ini dulu yang saya tuliskan dari pengalaman saya meng-upgrade iPhone 5s ke iOS 8. Saya akan tambahkan atau membuat post blog baru seiring saya menggunakan sistem operasi mobile dari Cupertino ini. 😀

Sate Kambing

Apabila diolah menjadi sate dan tongseng maka daging kambing akan menjadi makanan favorit saya.

Entah kenapa sejak kecil saya sudah menikmati sate dan tongseng. Mungkin ini gara-gara bapak saya dulu sering membelikan kami (saya, adik dan simbok) sate dan tongseng kambing pada akhir pekan ketika beliau pulang dari buruh. Saya tahu terlalu sering makan sate dan tongseng kambing adalah ancaman kolesterol dan hipertensi, namun sulit rasanya untuk berhenti menikmati sate kambing. Sampai sekarang kami tetap sering menikmati jenis makanan ini. Sebagai kata-kata penghiburan, saya sering bilang kepada diri sendiri dan kami begini: Asal tidak tiap hari dan tetap berolah raga!.

Alasan lain kenapa mengurangi makan sate dan tongseng kambing sulit, bagi kami adalah terlalu banyaknya tempat Sate Kambing enak di daerah dimana kami tinggal, di Gunungkidul. Sebut saja Sate Yu Tini, Sate Pak Kambing Pak Turut, Sate Kambing Nongko Doyong dan masih banyak lagi. Belum penjual Sate dan Tongseng kambing yang tidak memasang nama. Juga enak-enak seperti halnya yang mangkal di depan Puskesmas Playen.

sate

Tukang Sate Kambing di depan Puskesmas Playen ini meskipun tidak ternama, merupakan salah satu favorit saya. Sampai-sampai dalam satu tahun terakhir ini merupakan tempat Sate dan Tongseng Kambing yang paling sering kami beli.

Sate dan Tongseng kambing di depan Puskesmas Playen ini rasanya pas dengan lidah dan perut saya. Meskipun disate, daging kambingnya empuk dan nyaman dikunyah, juga bau anyir (prengus) kambingnya tidak menyengat. Bila saya memasan sate di sini, saya bilang kepada tukangnya agar jangan dibuat terlalu pedas. Bagi pecinta sate kambing mungkin heran, bagaimana bisa bumbu kecap untuk sate kambing tetap enak bila dibikin tidak pedas. Hanya bercampurkan lebih banyak irisan bawang mewahnya. Nyatanya lidah saya tetap bisa menerima racikan ini.

Di awal saya menyebut pas di perut apa maksudnya. Ini masalah saya saja sebenarnya. Akhir-akhir ini karena gangguan asam lambung, rasanya perut saya menjadi sensitif dengan bumbu rempah, lemak pada daging dan pedas cabai. Itulah kenapa saya berpesan agar sate untuk saya tidak terlalu pedas. Dan nyatanya memang baik sate atau tongseng bikinan tukang Sate yang jualan di depan Puskesmas Playen ini aman-aman saja bagi perut saya. Jadi saya bisa memikmati tanpa rasa khawatir.

Oh, iya, sate dan tongseng depan Puskesmas Playen, selain pas di lidah dan pas di perut, juga pas dan aman untuk dompet saya, harga per porsi Rp 15.000,- saja. 🙂

Satu hal yang Anda perlu tahu sebelum memasan sate di sini adalah: untuk sampai siap dihidangkan, tukang satenya perlu waktu cukup lama. Harus cukup bersabar menunggui mas-mas tukang satenya meracuk bumbu-bumbu dengan cermat dan hati-hati memotong daging kambing agar didapat ukuran yang pas. 😀

Memilih Waktu yang Tepat untuk Jogging

Bagi saya waktu terbaik untuk jogging adalah pada pagi hari. Karena pada pagi hari tubuh terasa lebih segar karena telah beristirahat semalaman, tidak lelah. Udara di lingkungan dimana saya tinggal juga masih bagus, belum banyak debu beterbangan. Jalanan yang saya lalui sebagai lintasan jogging juga belum ramai kendaraan.

Tetapi, dalam 2 pekan ini saya memilih jogging pada sore hari. Ini juga ada alasannya. Alasan utamanya karena pada pagi hari pada musim kemarau ini sangat dingin. Ini mungkin karena faktor “U” yang membuat pertarungan dengan hawa dingin bagi saya terasa cukup berat. Alasan yang tidak terlalu penting adalah: karena saya ingin variasi.

Jogging pada sore hari ini agak tricky. hihi. Ini pengalaman saya dalam beberapa kali jogging sore. Pada sore hari umumnya jalanan ramai oleh kendaraan, sehingga saya perlu memilih lintasan yang tidak terlalu banyak kendaraan. Bukan hanya sepi dari kendaraan, tetapi jalanan yang bagus dilintasi jogging tidaklah baik bila banyak debu jalan, apalagi debu batu kapur khas Gunungkidul. Hembusan angin kemarau adalah  tantangan yang lain lagi. Bila nekad melawan hembusan angin, bukan sehat, salah-salah yang didapat setelah jogging malah masuk angin.

Kemarin sore, untuk ke sekian kalinya saya memilih Jogging di jalan raya di sekitaran Bukit Sodong. Saya memulai jogging pada sekitar pukul 5 sore. Pada jam-jam segitu hari sudah tidak terasa panas terik. Matahari sore hangat menerpa wajah dan tubuh saya.Rasanya langkah kaki saya ringan berlari dari selatan ke utara, ke arah Paliyan. Setengah joggin berikutnya, ketika saya berlari balik dari utara ke selatan, langkah lari saya terasa berat. Rupanya saya melawan hembusan angin dari selatan. Sampai sampailah saya ke titik dimana seharusnya saya berhenti, yaitu dimana saya tadi mulai jogging. 😀

Saya jogging kurang lebih 19 menit. Jarak tempuh saya waktu itu tidak bagus. Hanya 3 km yang biasanya bisa saya selesaikan dalam waktu kurang dari 14 menit. 😀

Di ujung lintasan jogging saya beristirahat beberapa menit sambil menenggak air mineral. Kira-kira jam 6 kurang udara sudah berubah menjadi dingin. Bisa dibilang sangat dingin disertai hembusan angin kemarau. Apalagi saya pulang ke rumah dengan mengendarai motor. Ini berarti besok-besok saya harus jogging lebih awal. Mungkin jam setengah lima lebih baik. 

Sampai ketemu pada jogging sore berikutnya. 😀

Kemeriahan Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta di Gunungkidul

Sebelumnya saya tidak mengira kalau kirab budaya pada pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta ke 26 di kota Wonosari meskipun akan diikuti oleh kesenian unggulan dari masing akan berlangsung meriah. Kenapa, karena sejak awal kemarau ini di Gunungkidul sedang marak musim rasulan yang mana masing-masing membawa kemeriahan kirab budaya. Juga di bulan Agustus yang baru saja berlalu telah banyak sekali menyuguhkan banyak pameran seni dan kreativitas di tengah masyarakat. Itulah alasan saya kenapa saya tidak berencana menonton kirab budaya dalam pembukaan FKY 26 di Wonosari selain karena alasan cuaca panas dan berdebu yang saya khawatirkan mengganggu kesehatan tubuh saya yang sedang sensi.

Sampai saya terganggu oleh akun twitter @TentangGK yang Rabu sore itu me-live tweet kemerihanan Kirab Budaya Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta. Foto-Foto Kirab Budaya dari Jalan Baru sampai sepanjang jalan menuju eks terminal Baleharjo Wonosari dimana upacara pembukaan nantinya akan digelar menggugurkan niatan saya untuk tetap tinggal di rumah dan menonton pentas FKY nanti malam harinya. Saya pun segera shalat ashar, men-starter motor dan meluncur ke eks terminal Baleharjo.

tari reog jalanan

Benar apa kata @TentangGK. Di sepanjang jalan Baron penuh keramaian pawai kirab budaya dan masyarakat yang menonton penuh kegembiraan. Di sana saya pun bertemu dengan teman-teman fotografer yang mencoba menangkap keindahan kirab siang itu dengan melukiskannya dalam format digital. Saya pun segera berbaur dengan mereka dan masyarakat untuk menikmati keragaman kreativitas kelompok-kelompok kesenian di Gunungkidul sambul sesekali memotret dengan kamera ponsel. Dengan kamera ponsel tentu saja akan susah bagi saya mendapatkan foto-foto terbaik, tetapi lumayan untuk sekedar saya tempel-tempel di sini. 😀

Pada akhir sore, kemeriahan pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta di Wonosari ditutup dengan pementasan tari kolosal yang atraktif.

Tari kolosal yang berjudul Bregada Harga Daksina ini menurut koreographer -nya, Sri Hartati (38) dimainkan oleh lebih dari 200 penari yang berasal dari berbagai sanggar dan sekolah di Gunungkidul. Dikatakan oleh Tatik, memerlukan waktu lebih dari satu bulan untuk menyelaraskan gerak dan bermacam karakter dan penari sampai tercipta perpaduan yang harmonis dan indah.

Agak berbeda dengan kebanyakan tarian yang umumnya membawakan sebuah kisah, tidak halnya dengan Bregada Harga Daksini. Tarian ini mengangkat unsur etnik dan gerak yang disari padukan dari berbagai kesenian yang telah dan pernah berkembang di Gunungkidul. Jadi tidak heran bila lebih banyak gerakan dan tempo yang dengan mudah dilihat diambil dari seni reog dan jathilan. Harus diakui seni inilah yang terbukti sampai saat ini makin berkembang di Gunungkidul. Ini juga terbukti dengan pada kirab kali ini dimana hampir ke-18 kecamatan se-Gunungkidul membawa kesenian unggulan berupa kreasi reog jathil dan variannya.

Berbalut warna sunset, gelar tarian masal ini akan berakhir dengan meninggalkan kesan tersendiri bagi ribuan penonton yang tetap enggan beranjak sampai hentakan musik gamelan yang mengiringi berhenti. …

🙂

Jadwal Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) di Gunungkidul

Semarak Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2014 telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Even kebudayaan yang dihelat setahun sekali ini digelar di banyak tempat di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Jogja yang dikenal sebagai kota budaya tentu saja menampilkan produk kreatifitas terbaiknya pada acara festival seperti ini. Banyak pentas dan pertunjukan yang bagi saya sangat menarik. Hanya saja karena tempat pertunjukannya jauh dari rumah tinggal saya membuat tidak memungkinkan bagi saya untuk menonton semua event dalam rangkaian acara FKY ini.

Beruntung event Festival Kesenian Yogyakarta itu juga digelar di Gunungkidul, di kota Wonosari, tepatnya di bekas terminal lama yang terletak di desa Baleharjo. Event FKY diselenggarakan juga di Gunungkidul ini baru saya ketahui siang tadi ketika ada pemasangan jadwal FKY di pertigaan Siyono.

Berikut ini adalah Jadwal Festival Kesenian Yogyakarta di Gunungkidul:

1. Rabu, 3 September 2014

  • Jam 11:00 – 15:00 WIB – Kirab Budaya yang diikuti 18 kesenian unggulan yang mewakili 18 kecamatan se-Gunungkidul
  • Jam 15:00 – 17:00 WIB – Upacara Pembukaan dan Tarian Jathilan Kolosal
  • Jam 19:30 – 21:00 WIB – Pentas Seni Reguler: Gelar Sanggar Tari
  • Jam 21:00 – 23:00 WIB – Pentas Campursari SRGK – Dhimas Tedjo Blangkon Gunungkidul

2. Kamis, 4 September 2014

  • Jam 15:00 – 17:00 WIB – Pentas Reog dan Jathilan
  • Jam 19:30 – 21:30 WIB – Pentas Seni Reguler: Parade Kesenian Anak
  • Jam 21:30 – 02:00 WIB – Wayang Kolaborasi PEPADI Gunungkidul

3. Jum’at, 5 September 2014

  • Jam 15:00 – 17:00 WIB – Pentas Reog dan Jathilan
  • Jam 19:30 – 23:00 WIB – Pentas Seni Reguler: Parade Band

4. Sabtu, 6 September 2014

  • Jam 15:00 – 16:00 WIB – Pentas Reog dan Jathilan
  • Jam 19:30 – 21:00 WIB – Pentas Seni Reguler: Gelar Sanggar Tari
  • Jam 21:00 – 23:00 WIB – Sendratari Ramayana

5. Minggu, 7 September 2014

  • Jam 15:00 WIB – 16:00 WIB – Pentas Reog dan Jathilan
  • Jam 19:30 – 21:00 WIB – Pentas Seni Reguler: Gelar Sanggar Tari
  • Jam 21:00 WIB – 23:00 WIB – Reog Wayang Satria Pinandhita

6. Senin, 8 September 2014

  • Jam 15:00 WIB – 16:00 WIB – Pentas Reog dan Jathilan
  • Jam 19:30 – 21:00 WIB – Pentas Seni Reguler: Musik Tradisional Thek Thek Laras Mudho – Tawar Sari
  • Jam 21:00 – 23:00 WIB Wayang Kampung Sebelah Ki Jlitheng Suparman

7. Selasa, 9 September 2014

  • Jam 15:00 WIB – 16:00 WIB – Pentas Reog dan Jathilan
  • Jam 19:30 – 21:00 WIB – Pentas Seni Reguler: Orkes Keroncong
  • Jam 21:00 WIB – 23:00 WIB – Kethoprak Kolosal karya Bondan Nusantara

Mata acaranya ada banyak sekali. Rencananya besok malam saya akan menonton Gelar Sanggar Tari di Panggung Pentas Reguler dan bila tidak belum ngantuk akan menonton Campur Sari Tejo. Jadi bila kebetulan di sana ada yang melihat saya jangan segan untuk menyapa. Apalagi bila mau nraktir saya wedhang ronde, hehe.