Kemeriahan Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta di Gunungkidul

Sebelumnya saya tidak mengira kalau kirab budaya pada pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta ke 26 di kota Wonosari meskipun akan diikuti oleh kesenian unggulan dari masing akan berlangsung meriah. Kenapa, karena sejak awal kemarau ini di Gunungkidul sedang marak musim rasulan yang mana masing-masing membawa kemeriahan kirab budaya. Juga di bulan Agustus yang baru saja berlalu telah banyak sekali menyuguhkan banyak pameran seni dan kreativitas di tengah masyarakat. Itulah alasan saya kenapa saya tidak berencana menonton kirab budaya dalam pembukaan FKY 26 di Wonosari selain karena alasan cuaca panas dan berdebu yang saya khawatirkan mengganggu kesehatan tubuh saya yang sedang sensi.

Sampai saya terganggu oleh akun twitter @TentangGK yang Rabu sore itu me-live tweet kemerihanan Kirab Budaya Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta. Foto-Foto Kirab Budaya dari Jalan Baru sampai sepanjang jalan menuju eks terminal Baleharjo Wonosari dimana upacara pembukaan nantinya akan digelar menggugurkan niatan saya untuk tetap tinggal di rumah dan menonton pentas FKY nanti malam harinya. Saya pun segera shalat ashar, men-starter motor dan meluncur ke eks terminal Baleharjo.

tari reog jalanan

Benar apa kata @TentangGK. Di sepanjang jalan Baron penuh keramaian pawai kirab budaya dan masyarakat yang menonton penuh kegembiraan. Di sana saya pun bertemu dengan teman-teman fotografer yang mencoba menangkap keindahan kirab siang itu dengan melukiskannya dalam format digital. Saya pun segera berbaur dengan mereka dan masyarakat untuk menikmati keragaman kreativitas kelompok-kelompok kesenian di Gunungkidul sambul sesekali memotret dengan kamera ponsel. Dengan kamera ponsel tentu saja akan susah bagi saya mendapatkan foto-foto terbaik, tetapi lumayan untuk sekedar saya tempel-tempel di sini. 😀

Pada akhir sore, kemeriahan pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta di Wonosari ditutup dengan pementasan tari kolosal yang atraktif.

Tari kolosal yang berjudul Bregada Harga Daksina ini menurut koreographer -nya, Sri Hartati (38) dimainkan oleh lebih dari 200 penari yang berasal dari berbagai sanggar dan sekolah di Gunungkidul. Dikatakan oleh Tatik, memerlukan waktu lebih dari satu bulan untuk menyelaraskan gerak dan bermacam karakter dan penari sampai tercipta perpaduan yang harmonis dan indah.

Agak berbeda dengan kebanyakan tarian yang umumnya membawakan sebuah kisah, tidak halnya dengan Bregada Harga Daksini. Tarian ini mengangkat unsur etnik dan gerak yang disari padukan dari berbagai kesenian yang telah dan pernah berkembang di Gunungkidul. Jadi tidak heran bila lebih banyak gerakan dan tempo yang dengan mudah dilihat diambil dari seni reog dan jathilan. Harus diakui seni inilah yang terbukti sampai saat ini makin berkembang di Gunungkidul. Ini juga terbukti dengan pada kirab kali ini dimana hampir ke-18 kecamatan se-Gunungkidul membawa kesenian unggulan berupa kreasi reog jathil dan variannya.

Berbalut warna sunset, gelar tarian masal ini akan berakhir dengan meninggalkan kesan tersendiri bagi ribuan penonton yang tetap enggan beranjak sampai hentakan musik gamelan yang mengiringi berhenti. …

🙂

Iklan

4 thoughts on “Kemeriahan Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta di Gunungkidul

  1. Ping-balik: Baron Techno Park, Destinasi Wisata Edukasi di Gunungkidul |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s