
Warra Mahardika Berlatih Interval di Stadion Gelora Handayani
Interval training, meskipun telah lama menjadi metode latihan yang amat populer di kalangan pelari namun merupakan jenis latihan yang selalu saya hindari. Saya secara pribadi melihat interval sebagai jenis latihan yang membosankan, nampak menyiksa dan terlalu rumit bagi seorang pelari kasual/rekreasional.
Pikir saya apa poinnya mengambil interval sebagai bagian dari speedwork sedangkan target latihan saya adalah menamatkan marathon sub 4 jam. Untuk berlari marathon sub 4 saya cukup butuh mampu berlari konstan dengan pace kurang lebih 5.30 menit/km.
Bila saat ini saya sudah fasih berlari dengan pace 5.00 – 5.30 menit/km saya pikir saya belum perlu mengambil speedwork dalam bentuk interval. Akan berfaedah bila saya mengalokasikan waktu saya untuk membangun daya tahan (endurance training).
Itulah mengapa dalam dua percobaan marathon saya terdahulu tidak pernah mengelaborasi interval training. Baca lebih lanjut








