Sri Gethuk Sunday Morning Trail Run, Lomba Lari 5K rasa 9K

Menyelesaikan jarak sepanjang 9 kilometer di lintasan trail menembus jalan pedesaan dan hutan Menggoran di acara Sri Gethuk 5K fun run tidaklah mudah.

Ada beberapa alasan mengapa lomba itu bagi kami tidak mudah: lomba yang dimulai tepat pukul 8 ketika panas matahari sudah cukup menyengat, lintasan yang naik turun dengan elevasi yang cukup lumayan.

Dan alasan yang sebenarnya mengapa lomba itu menjadi berat adalah karena kami tidak siap. Kalau tidak mau dibilang panitia yang belum siap untuk menggelar sebuah event lari. Kenapa?

Karena lomba yang bertajuk Sri Gethuk 5K itu ternyata menempuh jarak hampir 2 kalinya, sekitar 9 kilometer menurut jam-jam Garmin yang kami kenakan. Sri Gethuk 5K pun tidak pernah diinformasikan sebelumnya bila akan melewati rute trail menembus kawasan hutan. Baca lebih lanjut

Air Terjun Slempret dan Bukit Sri Panjung

Air Terjun Slempret Dipotret dari Seberang Sungai Oya

Air Terjun Slempret Dipotret dari Seberang Sungai Oya

Air Terjun ke-2 yang saya kunjungi ketika saya masih anak-anak adalah Air Terjun Slempret. Kira-kira beberapa bulan (atau hari? saya lupa perisnya) setelah saya (dan teman-teman sekelas Sekolah Dasar kami) mengunjungi Air Terjun Grojogan Sewu – Tawangmangu untuk pertama kalinya.

Saya mengunjungi Air Terjun Slempret pun saat itu juga bersama-sama teman-teman sekelas di Sekolah Dasar kami waktu itu. Bedanya saat itu kami ke Slempret yang satu daerah dengan Goa Rancang Kencono menuju ke sana dengan berjalan kaki. Serius. Saat itu saya dan beberapa kawan SD Karangmojo II yang bandel-bandel memutuskan untuk nekad hiking ke sana.ย  Baca lebih lanjut

Air Terjun Sri Gethuk

Memasuki area parkir komplek wisata alam air terjun Sri Gethuk, pengunjung akan disambut oleh petugas parkir yang ramah, dan pemandangan yang kontras dengan batuan kars yang umumnya terbayang bila orang mendengar “Gunungkidul”. Persawahan hijau, pematang, pohon pisang, nyiur berbuah serta gemericik asri air pegunungan.

Tidak ingin menyia – nyiakan waktu, saya memilih ย jalur perahu. Saya mengorbankan sensasi berjalan di atas pematang sawah menuju Air Terjun mengingat saya memang berangkat dari rumah sudah bakda Shalat Ashar. Sekitar jam 16:00 WIB di area wisata pada tanggal 6 September 2011.

Saya Memilih Jalur Perahu saja ...

Hati-hati menuruni jalan setapak menuju tempat pemberhentian perahu karet. Lembah hijau di sepanjang sungai Oya memang membuat tangan tidak tahan untuk mengambil foto-foto baik itu dengan Camdig atau Camera Ponsel. Apalagi jangkauan sinyal ponsel yang mantap di sini memudahkan anda untuk langsung membagikan foto yang diambil dengan Camera ponsel dengan keluarga, ke teman – teman anda di facebook, twitter, blog atau layanan internet yang lain.

Lembah Sungai Oya

Lembah Sungai Oya

Jalan Setapak Menuju Sungai Oya

Jalan Setapak Menuju Sungai Oya

Wah, saya sudah ketinggalan perahu. Jadi saya harus menunggu perahu berikutnya. Tidak apa – apa. Sambil menunggu perahu saya meng-upload foto – foto ponsel ke internet.

Nah, perahu yang dinanti datang …

Perahu Karet Menuju Air Terjun  Sri Gethuk

Perahu Karet Menuju Air Terjun Sri Gethuk

Siap - Siap Naik Perahu Karet Menuju Sri Gethuk

Siap – Siap Naik Perahu Karet Menuju Sri Gethuk

Percayalah, meski perahu karet yang kita naiki ini terlihat aneh dan tidak ada duanya di dunia, barangkali, tetapi untuk keselamatan tidak perlu menjadi kekhawatiran. Mas – mas ganteng operator perahu karet ini adalah pemuda aseli Desa Bleberan sekaligus sing mbaurekso kali Oya.

Mas - Mas Operator Perahu Karet

Mas – Mas Operator Perahu Karet

Mas – mas ini akan menjalankan perahu dengan kecepatan yang ideal dan stabil. Bagi anda yang merekam video dengan camcorder tidak perlu khawatir rekaman anda akan shakky alias goyang – goyang. Bagi anda yang suka fotografi berleluasalah untuk mengambil sebanyak jepretan yang anda suka.

Tour Guide Desa Wisata Bleberan

Tour Guide Desa Wisata Bleberan

Oh iya, bila anda ingin bertanya tentang sejarah, mitos dan seluk beluk dibalik Sri Gethuk, mas – mas ini adalah sumber informasi yang jauh lebih mengerti dari wikipedia sekalipun. ๐Ÿ™‚

Apa yang terlintas di benak saya melihat pemandangan dari perahu seperti gambar di bawah hanyalah Ciamis Canyon yang masyur itu. Untuk Wisata Air Terjun Sri Gethuk saya rasa hanya menunggu waktu dan uluran kepedulian dari otoritas pariwisata setempat dalam kaitan ini adalah Dinas Pariwisata Pemda Gunungkidul.

Cimais Canyon -nya Gunungkidul

Cimais Canyon -nya Gunungkidul

Inilah Air Terjun Sri Gethuk. Dulu pada sekitar tahun 1992 ketika saya dan teman – teman sebaya saya berkunjung ke sini dengan berjalan kaki dari rumah di desa dimana saya tinggal, Air Terjun ini hanya diketahui bernama Slempret. Saya lupa bertanya kepada Tour Guide kenapa nama Slempret dirubah menjadi Sri Gethuk.

Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk

Bagi yang suka mandi menikmati air bersih pegunungan dibawah air terjun Sri Gethuk agar berhati – hati apabila menaruh pakaian dan barang – barang pribadi anda. Masih ingat cerita dewi – dewi yang pakaiannya dicuri saat mandi di sungai kan? Kasian dewi yang kecolongan itu tidak bisa kembali terbang ke kahyangan. ๐Ÿ™‚

Sebenarnya saya masih ingin jeprat jepret foto lebih banyak dan mencoba bermain – main ban – ban karet dan berenang di kali Oya.

Main - Main Ban Karet di Sungai Oya

Main – Main Ban Karet di Sungai Oya

Sayang waktu sudah cukup sore dan petugas operator perahu karet memberi tahu saya kalau perahu terakhir sudah mau berangkat. Kalau ketinggalan perahu saya harus jalan kaki.

Meninggalkan Air Terjun Sri Gethuk

Meninggalkan Air Terjun Sri Gethuk

Sebenarnya, setelah menikmati wisata air, saya bisa menikmati aneka kuliner tradisonal yang dijual oleh warga sekitar, sayang teman main saya sedang berpuasa Syawal.

Meski berat, saya harus segera meninggalkan eksotisme obyek wisata Air Terjun Sri Gethuk. Berat karena eksotisme itu sendiri. Dan berat dalam arti yang sebenarnya.

Kenapa? Jalan sejauh 7 km menuju Air Terjun Sri Gethuk dari arah kecamatan Playen sangatlah burut. Jalan menuju tempat wisata yang curam yang sebagian belum beraspal dan sebagian lagi jalanan aspalan yang rusak – rusak. Itulah kenapa untuk foto foto ini harus saya bayarkan diri saya sebagai korban kecelakaan sepulang dari Air terjun seperti yang saya ceritakan pada posting terdahulu. ๐Ÿ˜€

Mudah – mudahan dalam waktu tidak lama, Pemda Gunungkidul sudah membangun akses yang lebih baik menuju desa – desa wisata yang sedang katanya gencar – gencarnya dipromosikan. Terutama Air Terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang yang berlokasi di dusun Menggoran, desa Bleberan, kecamatan Playen, kabupaten Gunungkidul.

Foto – foto lebih banyak bisa dilihat di [Picasaweb Album di sini]

UPDATE:

Air Terjun Sri Gethuk dapat ditempuh dari kota Wonosari ke barat melalui Playen (sekitar 5 km), atau yang dari Yogya bisa belok kiri di pertigaan Gading menuju Playen, dari kota Playen ambil jalur menuju Paliyan kira – kira 1 km sampai menemukan papan penunjuk arah ke Air Terjun Sri Gethuk. Ikuti penunjuk arah itu ke barat kira-kira 7km. Papan penunjuk arah sampai Air Terjun yang berjumlah banyak sangat mudah diikuti bahkan oleh pengunjung yang belum hafal daerah