Picture Of The Week

Picture was taken in one morning a week ago accross my jogging track. Did you know I blogged only the picture because of my lack concern ability in arranging random ideas 😀

Posted with WordPress for BlackBerry via Telkomsel Network

Gara – Gara Impor Ilegal, Harga Sapi Anjlok

Calon Induk Sapi

Calon Induk Sapi

Adalah foto calon induk sapi yang saya beli pada bulan Juli 2009. Seharga tujuh juga rupiah. Sekarang sapi ini sudah mempunyai anak jantan berusia 5 bulan.

Harusnya anakan sapi jantan ini saja sebulan lagi sudah bisa saya tukarkan ke iBox dengan iPad 2. Induknya diharapkan beranak lagi tahun depan. Naasnya beribu naas harga sapi malah anjlok terjun bebas.

Menurut yang saya baca di koran Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja pada tanggal 21 April 2011 yang memberitakan hasil Rapat Dengar Pendapat dengan Drs Djuwarto, anggota Komisi IV DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Yogyakarta, keluhan masyarakat petani – peternak akan melorotnya harga sapi mendapatkan keterangan karena merebaknya import daging sapi beku ilegal dari Australia. Baca lebih lanjut

Animo Siswa Mencari Bocoran UN di Internet

Menepati janji saya pada pekan lalu untuk menampilkan jumlah hit pada posting saya di https://jarwadi.wordpress.com/2011/04/16/bocoran-soal-ujian-nasional-sma-smk-tahun-2011-beserta-kuncinya/ Posting tersebut mendapat sebanyak 226 hit. Dapat dilihat pada screenshot berikut:

Angka 226 hit selama seminggu sebenarnya tidak bisa dibilang tinggi dan tidak bisa dikatakan sedikit untuk ukuran blog saya yang tidak ramai pengunjung. Masih dalam batas wajar. Beberapa pengunjung mengeklik tulisan ini ada yang dari link yang saya taruh di twitter atau di facebook. Kebanyakan memang dari mengetikan kata kunci di google. Misalnya “bocoran soal unas 2011” dan sejenisnya.

Berdasarkan pada angka hit pada posting ini dan dari jalan hit menuju posting ini, dapat saya simpulkan bahwa animo siswa siswi pada tahun 2011 ini untuk mencari bocoran soal UNAS di internet masih ada. Tetapi tidak banyak.

Apakah kesimpulan ini cukup akurat untuk menggambarkan animo siswa siswi untuk mendownload soal UN? Bisa saja sangat TIDAK AKURAT. Kenapa bisa tidak akurat? hehehe …

Sarang Burung Truwok Pindah ke …

Pohon Melinjo di belakang rumah saya ini biasanya sejak pagi sudah banyak burung kutilang dan trotokan yang nongkrong – nangkring berkicau. Tetapi tadi pagi burung – burung pekicau itu pindah tongkrongan. Tidak jauh sih. Masih di pepohonan lain di sekitar kebun milik keluarga.

Eksistensi burung Kutilang dan burung Trotok’an ini rupanya terusir oleh kehadiran sepasang burung Truwok –bahasa Jawa, entah apa nama burung ini dalam bahasa Indonesia– yang membuat sarang di pohon Melinjo. Saya tadi melihatnya dari balik Jendela kamar. Tidak lazim memang kalau burung ini bersarang di rerantingan pohon. Mereka terpaksa menyesuaikan diri karena tempat lama bersarang, di rerumputan di pematang – pematang sawah terusir oleh manusia. Rerumputan di pematang – pematang itu dibabat oleh Pak Tani untuk pakan ternak Sapi/Kambing.

Begitulah, satu habitant terpengaruh akan kemudian mempengaruhi habitant yang lain. Berikutnya dan berikutnya membentuk rantai berantau … 😉

Posted with WordPress for BlackBerry via Telkomsel Network

Lampu Bangjo “Moderen”

Count Down Timer Equipped Traffic Light

Count Down Timer Equipped Traffic Light

Gambar di atas adalah apa yang saya maksud dengan Lampu Bangjo Moderen. Kata “Lampu Bangjo” memang kedengaran lucu, tetapi begitulah orang – orang di Gunungkidul dan Yogyakarta menyebutnya untuk menamai suatu Lampu Pengatur Lalu Lintas. Saya menyebutnya “Lampu Banjo Moderen” karena lampu pengatur lalu lintas ini telah dipercanggih dengan tampilan angka yang berhitung mundur menandakan sisa waktu kapan masih harus berhenti dan sampai kapan kendaraan harus terus berjalan. Penghitung angka mundur ini pada jaman saya masih belajar elektronika digital di sekolah di sebut, ya Pencacah Mundur, atau istilah menterengnya Count Down Timer. 😀

Foto di atas saya ambil siang ini di depan Gedung DPR D yang berhadapan dengan Kantor Pemda Gunungkidul. Dekat dengan Kantor Pos, kantor KUA, dan kantor – kantor pangembating praja yang lain.

Pemasangan Lampu Bangjo Moderen di down town 😀 kota Wonosari ini tentu akan mencitrakan kota Wonosari sudah canggih dan tidak ketinggalan dari Kotamadya atau Kabupaten lain yang sudah makmur dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat pemakai jalan. Dengan melihat angka yang berhitung mundur, pelalu lintas bisa memperkirakan kapan harus bersiap menginjak rem dan kapan bersiap dengan hati – hati menginjak/memutar pedal gas. Biar lebih tertib, santun dan enak, gitu.

Walaupun pada kenyataannya para pengemudi yang budiman malah saling adu keras menyalakan klakson ketika digit merah mulai memasuki angka lima. Weleeeh – weleeeeh …

Tidak Ada Jadwal Ronda di Gardu Siskamling

Jadwal ronda untuk lingkungan RT yang saya tempel di Gardu/cakruk yang terletak di pojok rumah saya sekarang sudah tidak ada. Pasti lah. Saya menempelnya sudah 7 atau 6 tahun yang lalu. Sampai sekarang belum ada yang membuat jadwal ronda baru. Pak RT Tasiman belum menyuruh saya lagi untuk menjadwalkan para tetangga yang budiman untuk meronda Siskamling.

Selama beberapa tahun terakhir, mungkin  4 tahun-an, tidak ada lagi bapak – bapak yang main kartu gaple sambilan ngobrol ngobrol ngalor ngidul sebagai selingan meronda muter – muter lingkungan RT 23. Tidak ada bunyi kenthongan. Tidak ada ada lagi suara – suara toklik. Yang ada sekarang tinggal sekali – kali bunyi tokek yang berkicau. Sedang masa hiatus meronda RT 23.

Ketiadaan ronda siskamling di lingkungan RT saya itu, menurut saya, bisa ditafsirkan menjadi 2 kitab. Aliran positif menulis tafsir bahwa dalam beberapa tahun belakangan di lingkungan RT 23 Karangmojo B – Grogol, warga melihat tidak ada ancaman maling, kecu, ataupun begal sehingga keberadaan ronda dipandang tidak diperlukan. Sementara aliran negatif mengindikasikan bahwa terjadi penurunan kewaspadaan masyarakat akan pentingnya menjaga kamtibmas di lingkungannya. Sehingga diperlukan sebuah “insiden” untuk menggugah kembali rasa kewaspadaan berkamtibmas.

Mau berkiblat pada tafsir yang mana, baik aliran positif maupun negatif, saya serahkan kembali kepada pembaca yang budiman. Sekiranya mempertimbangkan aliran barupun saya turut mempersilakan. 😀

Gunungkidul Turun Kabut

Pagi ini turun kabut. Persawahan di dekat rumah saya jadi kelihatan lebih indah dari biasanya. Dominasi warna hijau, putih dan basah. Udaranya dingin. Seolah ingin membekukan segala ketergesa – gesaan saya menjadi kemalasan.

Dengan segenap kemalasan untuk memenuhi janji yang di set lebih pagi, saya melalui jalanan yang terhalang kabut sejak dari depan rumah, jalanan Paliyan, Playen, Sampai Wonosari. Kabut turun merata. Dari dalam Angkudes yang berjalan pelan yang saya tumpangi, saya melihat hampir semua kendaraan yang berlalu lalang menyalakan lampu. Ya. Karena jarak pandang hanya sekitar 30 meter. Tidak lebih dari 50 meter barangkali.

Kalau  situasinya tetap seperti ini Pak Polisi tidak perlu cape – cape terus – menerus mengingatkan pengendara akan kebijakan Light On -menyalakan lampu siang hari. Peringatan alam, berupa kabut lebih disegani dan diindahkan banyak orang. 😀

Saat ini saya telah hampir satu jam sampai di pabrik. Hampir jam 08:00 WIB. Kabut belum beranjak. Enaknya Teh atau Kopi Panas?

Gara – Gara Telat 3 Bulan, Update Seabrek

Kata koran Seputar Indonesia di sini, telat tiga bulan bisa menyebabkan aib dan kematian. Seolah koran ini ingin membenarkan apa kata Jamrud beberapa tahun yang lalu.

Beberapa bulan ‘gak ketemu
Kau tampak jadi gendut
Lagi memilih susu
Di apotik pak mahmud

Kutanya kabar…
Kau malah menangis
Sambil berbisik…

Sama halnya dengan telat update yang belakangan baru saya tahu. Komputer Windows ini sih hanya ingin saya pakai untuk membuka file database Microsoft Acces. Sayangnya saya tidak bisa tahan untuk menghadapi tanda pentungan di pojok kanan bawah.

Antivirus minta cepet – cepet di update. Virus definition dan Program update segede 33 Mb. Untungnya koneksi internet di pabrik pagi ini sedang bebas hambatan. Jadi bisa diselesaikan beberapa menit. Selesai Anti virus, security, patches dan aneka Windows update menanti giliran. Kemudian rupa – rupa browser, Adobe Air, dan lain – lain. Total file update sudah membesar sampai lebih dari 100 Mb.

Untuk pekerjaan yang sebenarnya bisa saya selesaikan beberapa menit rupanya memerlukan persiapan hampir satu jam. Gara – gara telat 3 bulan. 😀