Memulai Jogging (lagi) #bukasemangatbaru

Selonjoran after Jogging

Selonjoran after Jogging

Sudah hampir satu tahun saya meninggalkan kebiasaan memenuhi kebutuhan jasmani agar senantiasa bugar dengan jogging satu sampai dua kali per minggu. Selama ini selalu saja ada alasan untuk tidak menunaikan apa yang dulu saya sebut dengan ‘sunday morning ritual’. Padahal dulunya, ajakan kencan dari siapapun pasti saya tolak demi pemenuhan ritual di minggu pagi, melintasi 4 km jalan arah paliyan yang masih hijau dengan udara segar yang belum terlalu banyak terkontaminasi.

Bisa dibilang, Jum’at kemarin adalah momentum untuk saya. Momentum dimana saya menjadi pemenang dalam konspirasi melawan kemalasan dan nyamannya tempat tidur di hari dini.

Mengencangkan tali ‘tekad’ sepatu sekali lagi, dan berlari. Menikmati rasa tubuh bermandi keringat dan nafas terengah engah menempuh sebagian jalanan yang mendaki dan hembusan nafas melega ketika jalanan melandai dan menurun. Suatu cita rasa menyegarkan yang nyaris terlupakan.

Selonjoran sebagai relaksasi setelah berlari, meneguk segar air mineral dan menghirup udara pagi di alam terbuka yang bersih. Menghirup semangat baru #bukasemangatbaru

Traditional Market (Paliyan)

Traditional Market (Paliyan)

Foto diatas kelihatan OOT, memang disengaja. Setelah tubuh terasa segar setelah jogging dan berkeringat, otak dan jiwa pun perlu penyegaran. Pasar tradisional, Pasar Paliyan merupakan keindahan dan kekhasan tersendiri untuk saya.

Temperatur yang Kontras : Tantangan Kebugaran

Beberapa Minggu ini, cuaca malam di desa saya menjadi sangat dingin. Sementara di siang harinya Temperatur kembali menukik. Ini merupakan tantangan bagi kebugaran tubuh. Terutama tubuh yang kemampuan adaptive nya tidak maksimal seperti tubuh saya.

Bila cuaca boleh dikambing hitamkan, maka paling tidak perubahan temperatur yang kontras antara siang dan malam telah menyakiti kesehatan saya sehingga terpuruk meler selama seminggu. Tetapi, alhamdulillah, mulai saya menulis posting ini, tanda tanda perbaikan kesehatan telah mulai terasa.

Kemudian seiring memasuki lebih jauh musim kemarau, tantangan kesehatan yang tidak kalah ganasnya adalah debu musim kemarau yang menyertai musim kering berangin. Ini merupakan signal intelegen yang harus dapat saya terjemahkan menjadi sesuatu yang kongkrit berupa tindakan antisipasi agar kesehatan dan aktifitas saya tidak sampai terganggu dan melumpuh 😀

Sumber :

http ://bmg.go.id
http ://weather.com

Temu Kangen Warga Dusun Gerjo

Silahkan mengklik link dibawah ini untuk foto foto lebih banyak. Dan foto foto untuk rangkaian acara berikutnya mungkin baru akan saya upload beberapa hari lagi. Jadi silahkan sering sering mengecek album Picasa saya. Dan silahkan untuk membagikan dengan rekan rekan yang mungkin tertarik dengan acara dan kegiatan kangen kangenan.

Foto Foto selengkapnya

** Senin ini saya meng upload foto foto untuk acara malam hari nya**

Foto Foto Acara Malam hari

Blogged with the Flock Browser

Sunset di bukit Sodong

Sabtu sore kemarin saya mengunjungi Bukit Sodong untuk mengobati rasa kangen yang mengharu. Walaupun belom benar benar lama saya tidak bermain main. Mungkin beberapa bulan saja. Seingat saya terakhir kali itu pagi di Ramadhan kemarin.

Ternyata jalan menanjak berundak ini melelahkan untuk di daki. Karena memang sudah lama tidak berolah raga mendaki.

Indah sekali pemandangan disekeliling jalan. Pohon pohon pun telah tumbuh menghijau. Dan Menyejukan.

 Lega rasanya ketika telah sampai dan duduk di puncak bukit.

Bangunan di puncak bukit yang elok nampak menawan

Indahnya matahari tenggelam di puncak. Di susana yang sempurna anugerah Ilahi.

Peng aspal an dilanjutkan …

Pembangunan peningkatan kualitas sarana jalan desa yang telah dinikmati Masyarakat ds Karangmojo A dan B dan penduduk dusun dusun sekitarnya selama kurang lebih setahun, pembangunan jalanan aspal dari pertigaan Bp Waryadi ke barat yang saat ini sepanjang sampai depan rumah Bp Jodo dalam waktu dekat dipastikan dilanjutkan. Menurut keterangan dari pejabat setempat, jalan beraspal akan diperpanjang untuk sementara sejarak 200 m sampai di depan kediaman Bp Adiwono untuk kemudian di masa pembangunan selanjutnya diteruskan melingkar melalui ds Senedi dan ds Tungu.

Tumpukan material berupa batuan keras, koral dan pasir saat ini telah memenuhi sisi kanan kiri jalan dan untuk sementara lalu lintas menuju ds Senedi di alihkan melalui jalur selatan.

Pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp 47 juta, dengan rincian Rp 45 juta dana bantuan dan Rp 2 juta merupakan swadaya masyarakat yang didapat dengan iuran sejumlah Rp 25.ooo,-/KK angka kira kira.

Semoga pembangunan jalan ini mengantarkan semua masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

Gempa Bumi

Siang ini, ketika jam di Laptop saya menunjukan pukul 14:06 WIB, saya dan bapak dikagetkan oleh goncangan gempa bumi dengan intensitas cukup kuat. Bukan hanya kami saja yang sedikit kaget dan panik, orang orang tetangga juga. Bahkan ada beberapa orang yang menabuh kentongan sebagai peringatan untuk mewaspadai datangnya bencana alam.

Sampai  menulis posting ini, saya belum bisa mengetahui dimana sumber gempa terjadi tetapi ketika saya sempat menghubungi seorang teman di kota Jogja via YM, ternyata disana juga terjadi gempa dengan intensitas yang membuat orang orang berhamburan keluar bangunan rumah. Pun demikian belum terdengar oleh saya adanya korban jiwa atau harta benda. Dan saya memang tidak ingin mendengar kabar yang ini terjadi.

Sebagai orang yang tinggal di daerah yang pernah diluluh lantakan oleh gempa bumi pada beberapa tahun yang lalu, tentu saja langkah waspada dan was was lah yang menjadi tindakan antisipatif semua orang disini termasuk saaya dan keluarga.

Kami semua berdoa semoga Gempa Bumi atau Bencana apapun bukanlah merupakan tabuhan gong penutup tahunan 2008. Amiiim

PS :

Posting ini akan saya update sewaktu waktu …

Photo Trip Gagaan – Plape – Glempeng

Ngagaan

Ngagaan

Nggagaan 02

Nggagaan 02

Baca lebih lanjut

Jalanku tidak becek lagi

Jalan ber^Cor Blok^

Jalan ber^Cor Blok^

Sudah biasa sekali apabila di musim penghujan seperti sekarang, jalan dari gubug kediaman saya ke jalan aspal –jalan raya– becek dan tergenang air berlumpur. Sepatu yang saya pakai pasti merasa terkorbankan demi kenyamanan telapak kaki. Korban kedua tentu adalah penampilan saya. Orang – orang dan teman teman pasti bisa memaafkan apabila terpaksa saya temui dengan style yang natural (baca : serba basah, becek dan sedikit lumpur tersisa) Tapi percayalah semua yang menempel disepatu atau mungkin sedikit dicelana bukanlah limbah non organik berbahaya.

Spesial untuk Musim ini, ceritanya sudah berbeda. Sepanjang jalan dari Gubug *Bahagia* saya, ke jalan raya sudah bercor blok rapi. Pemerintah desa telah membangun khusus untuk saya , mungkin dengan proyek yang dibiayai oleh PPK -Program Pengembangan Kecamatan- atau PNPM Mandiri -Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri seperti yang diiklankan di TV. Sekarang saatnya saya sey gut bai untuk becek dan lumpur yang pernah menjadi sahabat setia sehidup semati sepatu saya.

Sekarang saatnya kaki dan diri ini melangkah menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. SEMANGAT PAGI. duuuuniaaaaaa

Final melawan Kec. Wonosari

Posisi Paling bergengsi untuk Cabang Olah Raga Bola Basket dalam Pekan Olah Raga Daerah Kabupaten Gunungkidul akan diperebutkan nanti sore –Kamis, 6 Nopember 2008– di Lapangan SMPN 2 Wonosari antara Basta Paliyan dengan Tim Kec. Wonosari.

Apapun, Basta pasti mengerahkan semua kekuatan dan otak untuk meraih posisi paling bergengsi. BASTA meminta doa restu dari semua masyarakat kec. Paliyan termasuk dukungan dari Bapak Drs ST Suhadi, Camat Paliyan berupa doa, dukungan, semangat dan uang –halaaah– sebagai bekal untuk memperjuangkan kredibilitas dan reputasi kecamatan dalam lini Olah Raga dan Bola Basket Khususnya.

Posting ini sekaligus undangan buat semua fan, masyarakat dan sporter untuk memberikan dukungan dengan menyaksikan di lapangan SMPN 2 Wonosari.

Paliyan Mengalahkan Nglipar 24 – 7

Hujan yang mengguyur Lapangan Basket SMPN 2 Wonosari, tidak sedikitpun mendinginkan semangat Atlit Atlit Basta yang telah berkobar untuk membakar Permainan melawan Tim Nglipar. Untungnya hujan segera mereda dan Panitia Pertandingan memutuskan untuk melangsungkan Pertandingan.

Skor 12 – 0 untuk Basta Paliyan

Sejak awal Pertandingan Basta nampak menguasai pertandingan dan skor seperti pada papan bertahan sampai kuarter kedua pertandingan. Sampai akhirnya pintu kemanangan ditutup oleh Tim Basta Paliyan. dengan Kemenangan Mutlak 24 – 7 Performa Permainan Atlit yang menggelora dan adonan komposisi yang tepat dengan strategi Pelatih dan Official hari ini mengharumkan buahnya.

Foto Bareng Bapak Camat Paliyan

Dengan senang Hati Bapak Camat Paliyan, Drs ST Suhadi menyambut kedatangan putra putra terbaiknya di Pendopo Kecamatan Paliyan. Klik disini untuk foto foto lebih banyak.