Di Ubuntu, umumnya saya bisa langsung mencolokkan kabel Apple lighting – USB yang terhubung dengan iPhone 5s ke port USB di PC/Laptop bila saya ingin menyalin foto-foto dari iPhone. Oleh Ubuntu 13.10, iPhone akan terbaca sebagai drive baru. Drive yang di dalamnya berisi foto-foto dan file-file lain yang mana saya bisa secara langsung menyalinnya. Untuk keperluan menyalin foto seperti ini di Ubuntu 13.10 saya tidak memerlukan software apapun seperti iTunes. Memang kalau mau melakukan managemen iPhone secara leluasa ya harus menggunakan iTunes yang hanya bisa berjalan di Mac OS dan Windows. 😦
Tidak apa-apa, aku rapopo, bukankah saya lebih sering membutuhkan memindahkan foto-foto dari dalam memory internal iPhone saja.
Sedikit permasalahannya adalah ketika saya mulai menggunakan iPhone 5s, pop up muncul di iPhone menanyakan apakah komputer yang tersambung ini merupakan komputer yang terpercaya. Pop up ini akan hilang begitu saya menekan “Yess”. iPhone 5s pun muncul sebagai drive baru yang bisa dibaca tulis. Pop up ini selalu muncul tiap kali saya menyambungkan iPhone 5s ini bahkan ke laptop/komputer Ubuntu yang sama.
Permasalahan muncul makin merepotkan ketika saya meng-update iPhone 5s ke iOS 7.1 (sebelumnya adalah iOS 7.0.1). Pop up yang sama seperti di atas muncul, namun meski telah saya tekan “Yes”, pop up itu tetap saja muncul dan iPhone 5s tidak mau terbaca sebagai drive baru.
Saya pun mulai googling dan menemukan bahwa di Ubuntu 13.10 sendiri masih terdapat bug terkait library dengan iDevice. Saya pun disarankan untuk menginstall patch. Dan ternyata dengan menginstall patch itu, masalah ini sekarang telah teratasi. Saya hanya perlu sekali menekan “Yes” bila ditanya apakah ini komputer terpercaya. Selanjutnya iPhone 5s akan selalu terbaca sebagai drive baru tanpa ditanya-tanya lagi oleh iPhone 5s.
File patch itu bisa diunduh di SINI <–file telah saya share di Google Drive.
Beberapa pekan yang lalu, kiriman CD Norton 360 Multi Device dari PT Symantec Indonesia sampai ke meja. Membaca-baca sampul CD ini, rupanya Norton 360 Multi Device merupakan produk Anti virus dan Security yang bisa di-install baik di PC Windows, di iOS devices dan di Android. Satu produk Norton 360 Multi Device bisa dipasang untuk maksimal 5 perangkat.
Symantec telah lama dikenal dengan produk anti virus-nya yang tangguh, Norton Anti Virus. Namun karena bisa dibilang saya hampir tidak memerlukan Anti Virus di laptop yang sehari-hari saya gunakan untuk bekerja (Laptop bersisop Linux Ubuntu), Norton 360 Multi Device ini adalah produk anti virus berbayar yang akan menjadi yang pertama kali saya gunakan. Selama ini bila saya terpaksa menggunakan Anti Virus, maka yang selalu menjadi pilihan adalah produk-produk Anti Virus gratisan. 😀
Karena saya tidak mempunyai Komputer pribadi yang bersisop Windows, maka saya menunggu hari berikutnya untuk mencoba memasang Norton 360 Multi Device di laptop dan komputer milik pabrik.
Norton 360 Multi Device pertama kali saya pasang di Laptop dengan sisop Windows 7
Begitu CD saya masukkan, Norton 360 Multi Device Autorun menawari saya apakah akan meneruskan instalasi dari CD atau dari internet. Di sini instalasi disarankan dari internet. Saya pun menuruti rekomendasi ini. Dengan koneksi internet 3 Mbps, proses instalasi berlangsung beberapa menit saja. Kurang dari 15 menit.
Proses berikutnya yang harus saya ikuti adalah membuat akun Norton 360 Multi Device dan mengaktivasi produk dari Symantec ini. Cara mengaktivasinya adalah dengan memasukkan produk key yang terdapat di bagian dalam sampul CD. Proses aktivasi dan pembuatan akun Norton berjalan tanpa kendala.
Saya pun mencoba menjalankan Norton 360 Multi Device yang baru saja saya install di Laptop Windows 7 ini. Saya menjalankan pemeriksaan virus dengan Norton Anti Virus ini sambil mencoba-coba fitur-fitur Norton 360 yang lain. Beberapa menit kemudian proses virus scanning selesai tanpa diketemukan adanya virus. Di Laptop ini memang sebelumnya tidak terlihat ada tanda-tanda keberadaan virus.
Norton 360 Multi Device di Desktop Windows 8
Di pabrik kebetulan ada satu komputer yang ditengarai menjadi sarang virus dan malware. Pikir saya ini kesempatan untuk menjajal kehebatan Norton 360 Multi Device.
Bila di Laptop Windows 7 saya memilih instalasi dari internet, kali ini saya mencoba memasangnya dari CD saja. Proses instalasi dari CD Norton 360 Multi Device berjalan lancar dengan menawari saya untuk uninstall Anti Virus lain (AFG Free) yang telah saya pasang sebelumnya, namun proses harus dilanjutkan dengan pemutakhiran (update) data base virus dari internet. Norton 360 dalam proses ini perlu mengunduh file pemutakhiran sebesar lebih dari 200 MB. Suatu ukuran yang besar dan bila dipikir-pikir akan lebih efektif dan efisien memasang Norton 360 Multi Device dari internet saja. Dan bila dipikir-pikir lagi, CD ini tidak terlalu bermanfaat, kecuali produk key untuk proses aktivasi. 😀
Karena sebelumnya saya sudah melakukan aktivasi produk dan mendaftar akun Norton, maka setelah instalasi selesai saya cukup login saja dengan akun yang sudah saya buat. Norton 360 Multi Device pun siap digunakan.
Pertanyaan: Apakah Norton 360 Multi Device sanggup menjinakan virus-virus yang bersarang di komputer ini. Jawabnya silakan lihat tangkapan layar berikut: Baca lebih lanjut →
Ketersediaan update iOS 7.1 untuk iPhone 5s ini saya ketahui kemarin, namun saya baru melakukan update itu pada pagi hari ini. Karena kemarin saya kesulitan menemukan koneksi Wi-Fi. File update sebesar 268 MB adalah volume yang besar untuk saya download menggunakan paket data seluler saya.
Melalui jaringan Speedy 3 Mbps, file update sebesar 268 MB bisa diunduh dalam waktu kurang dari 15 menit. Setelah file ini terdownload apa yang perlu saya lakukan adalah menyetujui Term and Conditions. Kemudian proses update berjalan otomatis. Seingat saya perlu satu kali restart otomatis sampai iPhone 5s siap dengan iOS terbarunya.
Perubahan yang paling kentara bagi saya di iPhone 5s dengan iOS 7.1 ini adalah pada tampilan keypad yang menjadi Bold. Bagi saya tampilan keypad yang lebih bold terasa membantu. Semoga dengan keypad bold ini bisa mengurangi tingkat ke-typo-an saya. Baca lebih lanjut →
Beberapa hari terakhir ini saya merasa jengkel dengan komputer yang dipakai bersama di pabrik. Komputer bersistem operasi Windows 8 dan Windows 7 di pabrik, tiap kali web browser yang ada di dalamnya dibuka, pasti langsung mengarah ke qvo6.com. Semua web browser di komputer itu bertingkah sama, baik Google Chrome, Firefox maupun Internet Explorer. Susah sekali jadinya. Bahkan tiap kali dengan susah payah membuka suatu halaman web, maka di halaman itu muncul link-link yang tidak karuhan dan menjerumuskan. 😦 Lagi di jendela web browser juga dipenuhi iklan-iklan tidak jelas. 😦
Banyak cara yang saya coba untuk memperbaiki web browser-web browser di komputer-komputer itu agar tidak mengarah ke qvo6.com. Mulai dari memeriksa dan mengembalikan ke posisi default tiap option di masing-masing web browser, sampai mencoba cara-cara manual. Semuanya nihil, gagal. 😦
Adware Removal Tool
Nah, setelah googling sana-sini, akhirnya saya menemukan Adware Removal Tool yang saya coba berhasil. Saya mengunduh software Adware Removal Tool dan menjalankannya. Dalam beberapa menit software ini bekerja dan meminta semua browser agar ditutup dulu dan meminta komputer direstart. Setelah komputer di-restart, saya pun menjalankan web brower. Kali ini web browser tidak langsung mengarah ke qvo6.com. yay.
Namun demikian ketika saya mencoba membuka blog saya sendiri dan halaman web lain, tampilan iklan-iklan tidak jelas tadi masih memenuhi jendela web browser. Saya pun googling lagi dan menemukan Adware Cleaner. Saya pun segera mengunduh dan menjalankan Adware Cleaner. Adware Cleaner juga memerlukan waktu untuk bersih-bersih diakhiri dengan restart Komputer.
Yay, setelah restart kali yang kedua. Komputer ini ketika saya gunakan untuk mengetik posting ini sudah bersih dari Adware-Adware jahanam nan jalang itu.
Bila Anda mempunyai masalah yang sama dengan Komputer Windows Anda, Anda bisa mengunduh file-file program Adware Removal Tool dan Adware Cleaner yang sudah saya unggah ke Google Drive:
Berniat akan membeli laptop baru, sesiang harian kemarin saya memutari counter-counter Laptop di Jogjatronik. Saya sengaja mencari Laptop di Jogjatronik karena dari rumah saya belum mempunyai gambaran pasti akan Laptop seperti apa yang ingin saya beli. Dengan dana terbatas, kurang dari 5 juta, tentu saya harus jeli sekaligus bersiap dengan kompromi agar bisa membawa pulang ke rumah sebuah Laptop yang sesuai kebutuhan. Saya tidak ingin menyesal belakangan. Saya pun berusaha sejeli mungkin membaca-baca spesifikasi tiap laptop dan mencoba-coba secara langsung laptop-laptop yang banyak dipajang oleh penjual. Saya ingin memastikan apakah sebuah laptop benar-benar nyaman digunakan, keyboard dan trackpad yang ergonomis, desain yang tidak membuat minder, seberapa solid fabrikasinya, dan lain-lain.
Pilihan saya akhirnya jatuh pada Samsung Ativ Book 2. Kenapa saya menjatuhkan pilihan kepada laptop warna putih buatan Samsung ini. Apa yang sekilas menarik dari Samsung Ativ Book 2 adalah desain body dan fabrikasinya yang membawa kesan solid. Setelah saya mencoba-coba, laptop ini juga mempunyai keyboard dan trackpad yang cukup nyaman digunakan. Laptop ini berotakan processor AMD dual core E-2 2000 dengan clock speed 1,75 gigahertz, mempunyai Ram 4 Giga byte, Harddisk 500 giga dan kartu graphic AMD Radeonâ„¢ HD 7340. Layar 15,6″ LED HD beresolusi 1366 x 768 antireflektifnya sepintas juga nyaman di mata. Laptop ini juga dilengkapi dengan sebuah DVD super multi. Spesikasi selengkapnya siakan lihat di sini.Laptop yang akhirnya terbeli dengan harga Rp 4.725.000,- ini saya pikir cukup untuk penggunaan sehari-hari. Rencananya Laptop ini akan lebih banyak dipakai untuk mengetik, mengolah data dan lebih banyak browsing -nya, dan pastinya juga akan menjadi sarana hiburan seperti memutar mp3, menonton video youtube ataupun memutar DVD.
Sesampainya di rumah, saya segera menancapkan USB Flash bootable Ubuntu 13.10 diikuti proses instalasi. Proses instalasi berjalan cepat tanpa ada peringatan error. Setelah restart apa yang terjadi baru kelihatan. Proses booting berhenti pada tahap mengaktifkan mode graphic (X-window). Seperti tangkapan layar ini:
ubuntu 13.10 failed to activating gaphic mode
Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, saya menekan Ctrl+Alt+F1 untuk melihat apa yang terjadi. Baca lebih lanjut →
Saya merasa aneh dengan diri saya sendiri. Belum lama sih rasa anehnya. Baru beberapa minggu terakhir saya merasakanya. Hal aneh ini terkait kebiasaan saya menggunakan komputer. Yaitu saya merasa kagok tiap kali mau mengganti lagu di playlist media player di komputer saya, bahkan untuk men-skip suatu lagu. Saya kagok tiap kali saya mengarahkan kursor ke atas ke tab web browser yang sedang aktif saya gunakan.
Ya jelas kagok, karena bukan di tab web browser itu saya seharusnya bila ingin melakukan sesuatu dengan media player. Seharusnya saya membawa kursor ke paling sisi kiri layar monitor. Tepatnya di launcher. Tempat dimana semua icon program terletak. Bukankah saya menggunakan Ubuntu dengan Unity Desktop Manager. hehe.
Namun saya juga tidak terlalu menyalahkan diri bila kagok-kagok ingin melakukan penggantian apa pun dengan mengganti tab web browser aktif. Karena makin sekarang ternyata saya sudah terbiasa melakukan banyak hal dengan aplikasi yang berjalan dengan web browser. Misalnya saya sudah mulai sangat terbiasa dengan menggunakan Google Drive untuk mengetik, mengolah data dengan spreadsheet, membuat presentasi, membuat flow chart atau brainstorming, dan lain-lain.
Jadi dengan kata lain, kekagokan saya yang terus berulang ini adalah tanda-tanda saya sudah sangat pengen menggunakan Google Chromebook?
Hmm.. Harus realistis sih, saat ini koneksi internet saya belum 247 dengan kecepatan memadahi. Bahkan kalau di rumah masih mengandalkan koneksi 3G yang terkadang masih suka ilang-ilang signalnya. Itu masalah pertama. Masalah kedua, saya belum punya Laptop Google Chromebook.
Hayo siapa yang mau minjemin saya Google Chromebook selama satu bulan saja. Untuk memastikan apakah saya sudah siap beneran memasuki era cloud computing. hihi
Pagi ini di linimasa, Â sepintas saya membaca pro dan kontra akan fitur baru yang sedang digarap oleh Twitter. Fitur baru yang dimaksud adalah fitur: Edit tweet. Melihat tanggapan-tanggapan yang berkembang banyak ngebanyolnya, mulanya fitur penyuntingan (edit) tweet itu saya pikir merupakan guyonan pagi saja. Sampai rasa penasaran membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengetikan kata kunci “twitter’s new features edit tweet”
Hasil googling dengan kata kunci pagi ini bisa ditengok di sini. Kemudian dari beberapa media online terpercaya, sedang digarapnya fitur baru: edit tweet itu bukanlah gosip semata. Menurut yang diantaranya saya baca di halaman berita Foxnews di sini, saya menangkap beberapa hal.
Benar bahwa twitter sedang menggarap fitur baru edit tweet namun belum dipastikan kapan fitur ini akan diluncurkan ke semua pengguna twitter.
Tujuan dari peluncuran fitur ini untuk membantu pengguna memperbaiki salah ketik yang mungkin terjadi, dan mengurangi atau menambahkan karakter tertentu dalam suatu tweet.
Tweet hanya bisa diedit (disunting) dalam jangka waktu tertentu. Berapa lama jangka suatu tweet bisa diedit ini belum dijelaskan. Namun sepertinya tidak bisa untuk tweet-tweet kita yang sudah berselang hari. 🙂
Kemungkinan suatu tweet hanya bisa diedit satu kali saja. Sampai tweet ini akan muncul seperti yang telah diedit. Sampai sekarang saya belum membaca apakah tweet yang telah diedit akan ditandai, diembel-embeli keterangan bahwa suatu tweet pernah diedit. Kalau ada keterangan suatu tweet telah diedit atau belum berarti ini akan sama dengan fitur yang sama di Google+ dan Facebook.
Nah, setelah fitur edit tweet ini selesai digarap, benar-benar siap digunakan oleh semua pengguna, dan telah benar-benar diputuskan oleh Twitter untuk diluncurkan, twitter akan menguji cobakan fitur baru ini ke beberapa selebtwit terpilih, akun twitter official situs berita, dan akun twitter terverifikasi lainnya. Bila Anda merasa selebtwit atau admin akun twitter yang terverifikasi, kemungkinan Anda akan menjadi yang pertama menjajal fitur baru ini.
Penasaran ya? Saya sendiri juga penasaran. Apakah tweet “Aku Cinta Kamu cc @gadis_ayu” bisa disunting menjadi “Aku Sayang Kamu saja kok @gadis_ayu” bila belakangan tidak direspon atau celakanya ditolak. 😀
Ngomong-ngomong apakah Anda setuju dengan rencana penambahan fitur baru: Edit Tweet ini? Apa alasanmu?
Saya menggunakan kartu HALO dari Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan komunikasi saya. Dari kebutuhan berkomunikasi sehari-hari seperti menghubungi keluarga dan handai taulan sampai untuk keperluan pekerjaan, bisnis dan profesional. Baik untuk menelepon, mengirim pesan singkat sampai untuk melayani kebutuhan komunikasi data. Alasan saya menggunakan Kartu HALO Â adalah ketersediaan jaringan seluler Telkomsel yang modern dan handal yang terpasang sampai ke pelosok negeri, sampai daerah pedesaan dimana saya dan keluarga saya saat ini tinggal. Keandalan dan jangkauan luas jaringan seluler Telkomsel serta kualitas layanan pelanggan kelas atas yang memuaskan dari kartu HALO -lah yang menjadi alasan kenapa sampai sekarang saya mempunyai 2 nomor kartu HALO yang sejak awal diaktifkan telah terdaftar paket data (internet) Telkomsel Flash. Untuk diketahui kedua nomor kartu HALO itu terpasang pada kedua smartphone saya yang menuntut koneksi data selama 24/7 (24 jam sehari/7hari per minggu).
Bertahun-tahun menggunakan kartu HALO bisa dibilang saya tidak menemukan kendala dan gangguan yang berarti. Saya jarang mengalami drop call saat menelepon atau  SMS pending. Begitu juga dengan akses data, mengingat Telkomsel memberikan prioritas utama akses jaringan bagi pelanggan kartu HALO. Sedikit kendala saya pada awal-awal menggunakan paket data Telkomsel Flash untuk kartu HALO  adalah kendala untuk mengecek kuota paket data yang saya langgani. Pada awal paket Telkomsel Flash dihadirkan kepada pengguna kartuHALO, Telkomsel memang belum memberikan fitur untuk mengecek volume pemakaian data. Karena belum tahu bagaimana cara memeriksa sisa kuota paket data, saya saat itu sering kali telah kehabisan kuota pada tengah bulan berjalan. Kalau sudah kehabisan kuota maka tidak ada cara lain untuk mendapatkan koneksi data cepat Telkomsel kecuali dengan membeli paket turbo, atau bila saya sedang ingin berhemat maka saya harus bersabar sampai awal bulan depan. Berhemat kuota data seperti ini tidak pernah mudah. Koneksi data jaringan Telkomsel yang cepat, handal dengan jaringan 3G dan bahkan di beberapa kota telah dilengkapi dengan jaringan HSDPA+ yang kecepatanya mencapai 21 Mbps adalah godaan untuk tidak bisa berhenti browsing, audio/video streaming, online gaming dan aplikasi online haus data lainnya.
Sampai beberapa hari yang lalu, ketika saya blog walking dan menemukan sebuah posting dari teman saya Nike yang membahas tentang aplikasi MyTelkomsel. Dari apa yang saya baca dari posting Nike, saya menangkap bahwa MyTelkomsel adalah aplikasi mobile yang bagus yang berguna bagi pelanggan Telkomsel seperti saya. Ketersediaan MyTelkomsel apps baik di Appstore, Appworld maupun Play Store mendorong saya untuk segera menginstall MyTelkomsel apps di Samsung Galaxy Core yang saya pakai.
Proses instalasinya sendiri berlangsung sangat cepat. Aplikasi MyTelkomsel  yang berukuran sekitar 2,3 Mb dalam beberapa detik terdownload melalui jaringan  data Telkomsel. Saya pun segera menjalankan MyTelkomsel apps. Seperti yang ditunjukan dalam tangkapan layar yang saya sertakan di atas, saya perlu menyetujui ketentuan penggunaan sebelum aplikasi berjalan.  Ketentuan penggunaan memang penting, tetapi yang membuat saya segera menekan tombol “ACCEPT” adalah karena My Telkomsel itu GRATIS untuk diunduh maupun digunakan. 🙂
Home screen MyTelkomsel apps dalam beberapa detik langsung terbuka dengan sempurna di ponsel saya. Aplikasi MyTelkomsel cukup ringan dijalankan oleh smartphone Android entry level yang saya pakai.
Namun yang mengagetkan saya adalah di Home Screen MyTelkomsel apps semua apa yang saya perlukan telah tersaji. Mulai dari jumlah pemakaian sementara, nama paket data aktif, berapa MB paket internet terpakai, total kuota internet dan lain-lain. Dari apa yang ditampilkan oleh Home Screen MyTelkomsel saja saya tidak akan perlu lagi menekan *888#, *887#, *889#, *999#, mengirim SMS ke 3636 untuk memeriksa sisa kuota paket data, dan lain-lain. Kemudahan seperti inilah yang saya tunggu-tunggu selama beberapa tahun. Kemudahan yang juga sangat dielu-elukan oleh pengguna tablet yang tidak memiliki fitur telepon. Bagi pengguna tablet  tanpa fitur telepon pasti sering merasakan betapa repotnya hanya untuk mengecek sisa pulsa, mengisi pulsa dan memdaftar/membeli paket internet di nomor Telkomsel-nya.
Selengkapnya tentang tampilan aplikasi MyTelkomsel yang informatif silakan melihat tangkapan layar di bawah ini:
Halaman Utama Aplikasi MyTelkomsel yang informatif
Tangkapan layar di atas saya buat pada tanggal 9 Desember 2013. Melihat pemakaian data saya yang baru menghabiskan 526.00 MB dari 3.07 GB, atau baru 17% saja, maka saya bisa memperkirakan penggunaan data pada bulan ini agar tidak terlalu boros. Agar pada akhir tahun ini saya masih mempunyai kuota yang cukup untuk digunakan mengunggah foto-foto pesta kembang api ke sosial media melalui ponsel saya pada malam pergantian tahun kelak.
Kesan pertama MyTelkomsel apps yang mengagumkan mendorong saya untuk mencoba-coba fitur-fitur lain di dalam apps ini.
Sampai ketika menekan tombol Lokasi Grapari di dalam kelompok menu Layanan Pelanggan (lihat tangkapan layar di sebelah kiri di bawah ini), saya merasa seolah ada sebuah kebetulan. Sejak beberapa hari yang lalu saya memang berencana walk in ke Grapari untuk menukar SIM Card kartu HALO dengan micro SIM yang compatible dengan smartphone yang akan saya pakai, namun selalu urung mengingat satu-satunya Grapari yang saya tahu beralamat di Jalan Jendral Sudirman Yogyakarta yang jaraknya kira-kira 50 km dari tempat tinggal saya di Gunungkidul. Namun seperti yang ditunjukan oleh tangkapan layar, MyTelkomsel apps memberi tahu bahwa di kota saya, di Wonosari pun terdapat perwakilan Grapari. Yay. Akhirnya niat saya untuk menukar SIM Card kesampaian. 🙂
MyTelkomsel apps : Layanan Pelanggan
Menggunakan operator telekomunikasi dalam jangka waktu lama sudah lumrah kiranya bila kita menemukan kendala, baik itu kendala seperti gangguan jaringan, produk layanan dan lain-lain. Â MyTelkomsel apps membuat pengaduan sangatlah mudah. Tinggal memilih kategori, sub kategori dan menuliskan isi pesan aduan, kemudian tekan tombol kirim. Beberapa saat setelah tombol kirim ditekan kita akan mendapatkan Tiket Pengaduan yang bisa kita gunakan untuk mengecek sejauh mana aduan kita ditindak lanjuti.
Karena itu saya mencoba menggunakan menu “Pengaduan” ini untuk bertanya beberapa hal.
Mencoba mengecek status aduan saya menggunakan MyTelkomsel apps membuat saya sangat yakin bahwa Telkomsel tidak pernah main-main dalam melayani pelanggan-pelanggannya. Di halaman status pengaduan ternyata saya tidak hanya bisa melihat aduan yang baru saja saya buat dengan MyTelkomsel Apps, melainkan di halaman status pengaduan tertera riwayat aduan- aduan saya terdahulu. Bahkan permintaan penggantian SIM Card kartu HALO pada tanggal 6 Desember 2013 yang saya ceritakan di atas pun tertera di halaman status aduan. Lihat di tangkapan layar di atas.
Bagaimana aduan yang tadi saya buat dengan MyTelkomsel apps ditangani? Tim Costumer Service Telkomsel menyelesaikan aduan saya dalam hitungan menit. Yang melebihi ekspektasi saya adalah adanya notifikasi penanganan aduan melalui SMS. Telkomsel rupanya sangat tahu dengan kebiasaan pelanggan yang tidak selalu sewaktu-waktu terhubung ke internet. Dan pada saat itu juga kendala saya yang lain, yaitu sering tidak sampainya tagihan kartu HALO ke meja saya juga sudah diselesaikan dengan cara yang lebih inovatif, yaitu dengan aktivasi kilat pengiriman tagihan kartu HALO via email. Lihat tangkapan layar di atas.
Untuk fitur-fitur  MyTelkomsel Apps yang lain seperti memeriksa sisa pulsa dan kuota internet pada tablet, membeli paket internet pada tablet, berbagi pulsa, berbagi kuota data, membeli paket Flash Gift untuk diberikan ke nomor Telkomsel dan lain-lain, silakan menonton video berikut ini:
MyTelkomsel Apps merupakan aplikasi yang dibuat oleh Telkomsel dan disediakan cuma-cuma/gratis diunduh dan digunakan oleh semua pelanggan Telkomsel, baik itu pelanggan kartu HALO, simPATI maupun kartu AS.
Sebagai kesimpulan, fitur-fitur kunci aplikasi MyTelkomsel adalah:
Gratis diunduh dan digunakan oleh semua pelanggan Telkomsel, baik pelanggan pra bayar maupun pasca bayar.
Ukuran file kecil sehingga bisa diunduh dengan mudah dan cepat, tidak memenuhi memori aplikasi pada smartphone dan ringan dijalankan bahkan oleh smartphone entry level sekalipun.
User Interface yang instuitif, mudah dipelajari oleh pengguna smartphone pemula.
Menggantikan fungsi-fungsi shortcode dan perintah SMS seperti *888#, *887#, *889#, *999#, SMS seperti UL dikirim ke 3636 dan lain-lain. Menggunakan aplikasi MyTelkomsel pelanggan Telkomsel tidak perlu lagi mengingat fungsi-fungsi perintah SMS dan shortcode tersebut. Hal ini memudahkan pengguna tablet yang tidak memiliki fitur telepon.
Aplikasi MyTelkomsel tidak berdiri sendiri melainkan terintegrasi dengan sistem backend Telkomsel seperti data penggunaan dan Sistem Pelayanan Pelanggan seperti riwayat dan pelacakan pengaduan.
Fitur Test Speed yang sangat penting untuk memeriksa kecepatan dan keandalan jaringan data Telkomsel.
Terintegrasi dengan fitur geo lokasi pada ponsel untuk membantu pelanggan menemukan. kantor palayan Grapari terdekat.
Aplikasi MyTelkomsel tidak hanya tersedia untuk platform Android tetapi juga tersedia untuk platform Blackberry dan iOS.
Jadi tunggu apalagi, baik Anda pengguna Blackberry, Android atau iPhone/iPad segeralah memasang dan menikmati kemudahan yang ditawarkan oleh MyTelkomsel apps seperti saya. Bila Anda belum menggunakan layanan Telkomsel, saya menyarankan Anda untuk segera ke jalan yang benar dengan menggunakan produk-produk dari operator seluler Paling Indonesia.
Mau tahu kecepatan jaringan data Telkomsel Flash. Berikut adalah kecepatan rata-rata jaringan Telkomsel Flash yang saya test dengan fitur Speedtest pada Aplikasi MyTelkomsel di ponsel Samsung Galaxy Core:
Average Speed of Telkomsel Flash on my Samsung Galaxy Core
Keputusan saya untuk pertama kali menggunakan handset Blackberry terjadi pada pertengahan tahun 2011. Suatu keputusan yang terdengar aneh, mengingat pada saat itu saya sudah lama menjadi seorang Apple funboy. Namun kebutuhan saya akan real time email messaging yang merupakan tuntutan pekerjaan membuat saya  saat itu harus berpikir rasional. Saat itu (dan bahkan sampai sekarang) saya belum menemukan handset yang mempunyai kemampuan messaging/email sehandal apa yang telah lama ada pada perangkat blackberry.
Maka datanglah saya ke Grapari Telkomsel Yogyakarta untuk mendapatkan handset blackberry Bold 9000 sekaligus mengaktifkan layanan blackberry full service pada nomor kartu HALO 0811 293 XX6.
Mulai hari itu juga saya merasakan pengalaman menikmati push email dalam genggaman. Saya tidak lagi ketinggalan momentum dalam merespon email pekerjaan dari rekan-rekan saya. Kepala kantor saya tidak perlu menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu masukan email dari saya. Â Saya jadi tidak pernah lagi dibilang kuper karena ketinggalan gosip yang sedang hangat di milis yang saya ikuti. Email sangat penting dan email-email tidak sangat penting secara seketika bisa saya baca dan jawab dari manapun saya sedang berada. Keyboard QWERTY yang sangat nyaman pada blackberry membuat saya tidak pernah merasa lelah menulis email. Begitu pula sinyal Telkomsel yang selalu handal bahkan di desa dimana saya tinggal membawa saya pada pengalaman selalu terkoneksi.
Tujuan utama saya mengadopsi blackberry memang sebagai alat penunjang produktifitas. Dalam hal ini fitur utama yang saya inginkan memang email, kemudian calendar, office viewer/editor app dan blackberry messanger yang kehandalannya sampai sekarang belum tertandingi oleh layanan instant messaging lain. Namun saya ingin mengoptimalkan lagi blackberry yang sudah saya beli. Saya ingin kemudian menggunakannya untuk menunjang aktifitas saya berjejaring dan membangun relasi. Untuk itulah tidak lama kemudian saya tergabung dalam milis Komunitas Blackberry terbesar di Indonesia, yaitu Telkomsel Blackberry Community. Dimana di komunitas itu saya bisa dengan mudah mendapatkan bantuan bila menemukan masalah dengan blackberry, berbagi ide dan saling membantu bagaimana mengoptimalkan fungsi blackberry, sampai berjejaring dan bertemu secara offline.
Telkomsel Blackberry Community 3rd Anniversari. Picture was taken at Trans Studio Bandung
Kini sudah lebih dua tahun saya menggunakan Blackberry. Sudah lebih dua tahun nomor HALO kesayangan saya tertancap di handset blackberry yang sama yang saya beli lebih dari dua tahun yang lalu. Saya tahu untuk ukuran saat ini kemampuan handset blackberry saya sudah semakin terbatas. Sudah ketinggalan jaman. Pikir saya, yang penting email, BBM dan web browsing masih cukup lancar saya lakukan. Meskipun untuk hal itu saya harus sedikit bersabar ketika jam pasir tiba-tiba muncul di layar. Untuk sementara saya menggunakan handset lain untuk bermain game dan hal-hal yang tidak penting lainnya. Hitung-hitung sambil menunggu keluaran Blackberry yang benar-benar worth to adopt sebelum saya memutuskan untuk melakukan handset upgrade.
The New Reborn Blackberry Z10
Dan akhirnya beberapa bulan ini,  Z10 yang merupakan produk flagship dari blackberry semakin ramai dibicarakan banyak orang. Gosip-gosipnya, Blackberry Z10 akan di-release pada bulan Maret ini. Telkomsel sendiri sebagai operator dengan subscriber Blackberry Internet Service terbesar di Indonesia, di web promonya di sini belum mengabarkan kapan akan me-release Z10. Padahal Telkomsel -lah operator yang diberi oleh Blackberry hak eksklusif untuk menjual Blackberry Z10 di Indonesia pertama kali. Terlepas kapan pastinya Z10 akan release, pertanyaan bagi saya adalah: Inikah saatnya saya upgrade handset ke Blackberry z10?
Kali ini saya sedang mencoba layanan internet mobile dari provider Esia Max D yang beroperasi di jaringan cdma 1xEV-DO rev A. Bukan layanan internet baru sebenarnya. Seorang teman saya sudah sejak beberapa waktu yang lalu mempromosikan produk Bakrie ini di jejaring sosial, hehe
Toh, begitu sampai sekarang saya belum mencoba membeli produk ini, walaupun saya sebenarnya memerlukan provider kedua, provider alternatif. Saya ingin menduakan Telkomsel Flash yang sudah saya pakai selama kira-kira 5 tahun. Maksud saya apabila satu produk sedang ada masalah saya bisa menggunakan produk cadangan. Atau ketika saya kehabisan kuota Telkomsel Flash yang makin lama makin pelit kuota.
Modem Esia Max D yang saya pakai uji coba kali ini adalah milik teman saya. Teman saya ini kesulitan untuk menggunakan modem Esia Max D di laptopnya yang bersistem operasi Ubuntu Sabily sehingga meminjamkan ke saya untuk dicoba-coba di Ubuntu 11.10 di laptop saya. Saya pun mencobanya.
Modem Esia Max D tipe EC 156, buatan Huawei ini ternyata langsung terdeteksi oleh Network Manager. Sayangnya, modem tidak bisa terkoneksi setelah dicoba beberapa kali. Saya mulai googling dan menemukan solusi untuk mengoneksikan modem ini dari terminal, dengan wvdial. Menurut saya ini tidak praktis untuk teman saya yang bukan seorang linux savy. Dia merupakan pengguna biasa Ubuntu Sabily.
Saya mulai melihat-lihat setting default yang diberikan Network Manager -nya Ubuntu untuk modem ini. Username dan password pada setting mobile broadband ternyata tidak terisi. Nah di sini saya mulai mencoba beberapa setting. Sampai akhirnya saya menemukan username dan password yang bisa digunakan adalah Username: aha dan Password: aha
Modem sekarang bisa langsung dikoneksikan melalui Network Manager. Tidak perlu repot-repot membuka terminal dan menjalankan wvdial. 🙂
Penasaran  akan kecepatan Esia Max D, saya segera membuka http://speedtest.net. Dari beberapa percobaan test kecepatan, hasilnya tidak mengecewakan sekaligus tidak terlalu memuaskan. Seperti umumnya layanan mobile broadband yang lain, kadang hasil test kecepatan menunjukan hasil bagus, kadang-kadang pula kurang. Lokasi test kecepatan di Jalan Wonosari-Jogja Km 3 Siyono, Wonosari, Gunungkidul. Berikut salah satu hasil test kecepatan:
Nah, selanjutnya saya jadi penasaran untuk mencoba Esia Max D ini di rumah saya. Apabila di rumah saya saya bisa mendapatkan kecepatan seperti ini, saya tertarik untuk membelinya sebagai cadangan. Semua sudah tahu bagi Internet Mobile, Posisi Menentukan Prestasi.
Selain itu Esia Max D menawarkan paket Internet Mobile dengan harga yang relatif kompetitif dengan variasi paket dan isi ulang yang ditawarkan yang membuatnya cocok untuk diadopsi. Daftar harga dan paket data bisa dilihat di:Â http://max-d.myesia.com/max-d/tarif/default.aspx