Basta Mengucapkan Selamat untuk Tim Wonosari

Junjung Tinggi Sportifitas

Junjung Tinggi Sportifitas

Akhirnya segenap Pemain dan Offial Basta dengan ksatria mengucapkan selamat atas keberhasilan Tim Kecamatan Wonosari memboyong Medali Emas untuk cabang pertandingan Bola Basket. Sebagai Olahragawan sejati yang menjungjung tinggi sportifitas dan nilai nilai ksatria, kalah dan menang merupakan konsekuensi logis dari suatu pertandingan. Mendarma baktikan diri untuk Olah Raga dengan terus berlatih dan bertanding adalah komitmen yang selalu dipegang teguh seorang atlit.

Syukur Alhamdulillah senantiasa dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena terlepas apapun yang bisa direncanakan dan diperjuangkan oleh manusia, rencana dan ridlo Nya lah yang tampil pada setiap Akhir. Dengan bangga dalam partisipasi perdananya dalam even Pekan Olah Raga Daerah, Basta  telah dapat membuktikan diri dengan prestasi dan sumbang seh berupa Medali Perak teruntuk kecamatan Paliyan tercinta. Tentu saja tidak lepas dari aliran dukungan dana, teknis dan moral dari banyak pihak. Terimakasih.

Klik disini untuk lebih banyak foto sekaligus anda bisa mendownload

Final melawan Kec. Wonosari

Posisi Paling bergengsi untuk Cabang Olah Raga Bola Basket dalam Pekan Olah Raga Daerah Kabupaten Gunungkidul akan diperebutkan nanti sore –Kamis, 6 Nopember 2008– di Lapangan SMPN 2 Wonosari antara Basta Paliyan dengan Tim Kec. Wonosari.

Apapun, Basta pasti mengerahkan semua kekuatan dan otak untuk meraih posisi paling bergengsi. BASTA meminta doa restu dari semua masyarakat kec. Paliyan termasuk dukungan dari Bapak Drs ST Suhadi, Camat Paliyan berupa doa, dukungan, semangat dan uang –halaaah– sebagai bekal untuk memperjuangkan kredibilitas dan reputasi kecamatan dalam lini Olah Raga dan Bola Basket Khususnya.

Posting ini sekaligus undangan buat semua fan, masyarakat dan sporter untuk memberikan dukungan dengan menyaksikan di lapangan SMPN 2 Wonosari.

Internet : Wilayah Politik Baru

Barack Obama

Barack Obama

Peranan Internet bagi kemenangan Barack Obama atas John Mc Chain pada Pemilu di United States yang dilangsungkan kemarin, Rabu, 5 November 2008 waktu Indonesia merupakan tonggak sejarah terbuktinya pergeseran pengaruh politik ke dunia baru. Dunia Maya. Sebuah planet dimana sebagian besar inhabitant nya merupakan kaum muda dan kaum terpelajar. Dan tentu saja diperlukan cara – cara dan bahasa baru untuk berkomunikasi dengan mereka. Silahkan baca disini dan disini. Keseriusan dan Keberhasilan Tim Kampanye Obama dalam menggalang dana, dukungan dan Suara telah mengantarkan si Kulit Hitam ini menjadi Presiden Amerika Pertama non Kulit Putih. Wilayah baru, cara berpolitik baru, cara berkampanye baru dan dilengkapi dengan Presiden Baru. Seorang Barack Obama.

Sepanjang Perjalanan saya dari rumah ke sawah tempat mencari makan, beberapa Minggu belakangan ini sudah berdekorasikan Bendera beraneka warna. Bendera Bendera Parpol kontenstan yang akan berlaga pada Pemilu 2009 mendatang, Pemilihan Wakil Rakyat dan Pemilihan Pemegang Kursi R I SATU. Lebih dari sekedar jalanan yang berhiaskan warna warni Pelangi, banyak Caleg yang sudah mencuri curi start berkampanye dengan memanfaatkan berbagai momen dan event. Dalam bayangan Para Penjual Partai dan Figur Caleg di pasar pasar tradisional ala Indonesia, penggalangan masa dan bagi bagi rejeki masih dianggap cara yang ampuh supaya dagangan mereka laris manis.

Berbeda dengan Calo nya Obama yang menggarap pasar secara intelektual, memperlakukan konstituen sebagai makhluk ber neokorteks, nampaknya para jurkam ala negeri Roro Jonggrang ini lebih melihat pangsa pasar mereka di dominasi primata ber limbik kongkret yang bisa secara emosional memberikan apa yang mereka punya, mengikuti arus mayoritas yang gayeng regeng. Konstituen juga perlakukan tidak lebih dari primata yang butuh makan sehingga perlu dibagi bagikan sembako kepada mereka. Kalau di AS para pendukung menyumbang dana Kampanye kepada Kandidat Pilihan mereka, bukan menjadi rahasia kalau di negeri serba semalam ini, orang atau sekelompok orang lebih suka meminta sejumlah uang sebagai pengganti suara yang akan mereka berikan atau menghendaki jalan ke komplek mereka di aspal atau kompensasi fasilitas lain untuk dipertukarkan.

Berbeda dengan Amerika yang lebih dari 74% masyarakatnya melek dan menggunakan internet, teledensitas masyarakat internet indonesia yang baru 89 per 1000 [ data saya baca dari sini ], memang bukanlah suatu lahan subur untuk digarap. Tetapi berdasarkan grafik pertumbuhan yang menukik serta kecenderungan global, suatu saat nanti Indonesia juga akan memasuki babak dan wilayah baru dalam politik. Atau bisa jadi dalam semalam Bandung Bondowoso bisa memindahkan Panggung Politik Nasional dari pasar dan lapangan ke Gelanggang Media Informasi dan Internet. Sepertinya tidak ada yang tidak mungkin terjadi di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Paliyan Mengalahkan Nglipar 24 – 7

Hujan yang mengguyur Lapangan Basket SMPN 2 Wonosari, tidak sedikitpun mendinginkan semangat Atlit Atlit Basta yang telah berkobar untuk membakar Permainan melawan Tim Nglipar. Untungnya hujan segera mereda dan Panitia Pertandingan memutuskan untuk melangsungkan Pertandingan.

Skor 12 – 0 untuk Basta Paliyan

Sejak awal Pertandingan Basta nampak menguasai pertandingan dan skor seperti pada papan bertahan sampai kuarter kedua pertandingan. Sampai akhirnya pintu kemanangan ditutup oleh Tim Basta Paliyan. dengan Kemenangan Mutlak 24 – 7 Performa Permainan Atlit yang menggelora dan adonan komposisi yang tepat dengan strategi Pelatih dan Official hari ini mengharumkan buahnya.

Foto Bareng Bapak Camat Paliyan

Dengan senang Hati Bapak Camat Paliyan, Drs ST Suhadi menyambut kedatangan putra putra terbaiknya di Pendopo Kecamatan Paliyan. Klik disini untuk foto foto lebih banyak.

Nanti Sore Basta Melawan Nglipar

Nanti Sore BASTA dijadwalkan bertanding melawan Kecamatan Nglipar di gelanggang outdoor SMPN 2 Wonosari. Berdasar pengalaman kemenangan pada pertandingan melawan Kecamatan Semanu pada Minggu sore dan dari pengamatan performa pertandingan kecamatan Nglipar kemarin. Basta sepenuhnya optimis untuk memenangi pertandingan nanti sore.

Fakta dari lapangan memang terdapat beberapa pemain berbakat dari kecamatan Nglipar dengan postur yang bagus. Namun demikian, Mr Sholeh, Pelatih termuda Basta, telah menyiapkan strategi khusus sebagai tindakan antisipatif untuk memberikan pertujukan permainan terbaik. Para Pendahulu –senior senior BASTA– termasuk Cadok, Aripin, Arif, Rosyid dan sebangsanya selalu siap turun dari Negeri Kahyangan untuk menyemangati selama pertandingan berlangsung.

Tantangan untuk Basta berupa cuaca yang susah diprediksi termasuk hujan yang mungkin mengguyur lapangan pertandingan. Apapun Basta selalu Optimis. Mohon doa restu dari pembaca sekalian dan mudah mudahan blogging reportasi dapat di upload segera setelah pertandingan.

Basta Menang …

Basta -Basket Tahunan- berhasil mencetakan kemenangan untuk pertandingan perdana selama Pekan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul dengan skor 27 – 23. Sebuah Kemenangan Mutlak. Keikutsertaan Tim Bola Basket Kecamatan Paliyan ini merupakan partisipasi perdana pula untuk even pertandingan tingkat Kabupaten.

Semua Atlet, Pelatih dan Official Basta Paliyan

Selanjutnya saya serahkan kepada Photo Photo berikut untuk melanjutkan reportase dari Lapangan SMPN 2 Wonosari.

Untuk melihat sekaligus mendownload foto foto pertandingan silahkan klik disini

Atau klik disini untuk melihat beberapa foto dengan tampilan wordpress

Baca lebih lanjut

BBM turun := Setujukah anda?

Sebenarnya saya sadar bahwasanya seorang saya ini bukanlah orang yang secara tepat untuk turut berbicara mengenai penurunan atau kenaikan harga BBM. Pun sedemikian tidak tepatnya, saya tetap merasa berhak untuk angkat bicara sesuai dengan pandangan subyektif saya sebagai kawula bawah, penikmat apa saja yang menjadi kebijakan dan keputusan pemerintah atas.

Polemik tentang harga BBM kembali muncul ke permukaan setelah Harga Minyak dunia mengalami penurunan yang sangat drastis, dari sebelumnya pernah mencapai angka diatas US$ 150 per barel terus menurun sampai kisaran US$ 60 per barel pada saat ini dan diprediksi akan terus turun sampai dikisaran angka 50. Secara hitung hitungan awam seharusnya harga BBM di tingkat pelanggan juga seharusnya mengalami penurunan mengingat penetapan harga BBM oleh pemerintah menggunakan asumsi Harga Minyak Dunia. Jadi logika awamnya pemerintah harus segera menurunkan harga BBM. Banyak pihak yang telah melakukan hitung hitungan seperti ini sampai ada yang menemukan angka Rp 4400 per liter harga bensin di masyarakat. Bahkan seorang anggota DPR dari Fraksi PAN, Zulkifli Hasan menyeru pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

Harga BBM turun …. Kedengaranya manis sekali. Baca lebih lanjut

Angkringan

Ngomong Ngomong tentang tempat nongkrong para Jelata –seperti saya, Warung Ankringan seperti ini adalah bagian dari ke khas an kami. Selain karena alasan harga yang relatif merakyat, karena angkringan seperti ini adalah bisnis kaum jelata dan tentu saja predator^nya (baca : pelanggan^nya) adalah golongan kerakyatan –**yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan**– bener seperti itu ngga ya lima sila dalam kata kata mantra yang kita hafal di sekolah dasar dulu.

”]Romantis kan foto tersebut, pasti tidak kalah dengan suasana candle light dinner yang pasti doku saya tidak cukup untuk membayar ongkos masuknya saja.

Teplok in the Darkness

Malam Minggu kemarin saya memang meluangkan waktu beberapa saat untuk ber-romantis-ria- dengan Sigit dan Kumandan.

Candle Light Dinner ala Jelata

Jangan khawatir tentang harga kalau pembaca sekalan ingin mencicipi menu ala jelata. Untuk dua gelas jahe susu dan segelas kopi susu + bebera makanan, saya hanya kena billing 11.500 perak

Retold : Syawalan FKOG

Alhamdulillah, pada saat ini saya dapat melanjutkan menulis di blog tersayang ini. Doa doa saya kemarin untuk dapat senatiasa menulis ternyata terkabul, dan tidak lupa juga dengan Jamu Godong Telo yang menjadi pelumas dalam sistem mekanik tubuh saya. Halahhhhh ….

Ngomong Ngomong tentang Wonosari, Kampung Halaman , Internet, Interaksi, Iedul Fitri. Maka yang mewakili kesemua kata atau lebih tepatnya *hal hal* tersebut adalah Syawalan FKOG. Forum Komunikasi Online Gunungkidul. Acara ini adalah *Kuali* atau *Wajan* atau apapun namanya dimana semua bahan masakan dan bumbu bumbu nya bertemu –Gunungkidul, Wonosari, Kampung Halaman, Warga Perantau, Internet, Interaksi Iedul Fitri, Syawalan. Dan apapun namanya masakan ini. Tentu saja yang dirasakan adalah rasa gayeng, guyup, akrab, seneng seneng dan rasa rasa aneh tetapi sedap lainya.

Tumben analoginya masakan? Masakan dan Makanan apa saja biasanya dalam tradisi Lebaran dan Iedul Fitri adalah waktu dimana saji sajian makanan terhidang paling lengkap. Setiap keluarga oleh sang simbok pasti mempersiapkan matang matang dari jauh jauh hari. Matang Matang maksudnya kalau makanan yang disajikan kurang matang pasti akan bikin pemakanya sakit perut atau lidah tidak berselera. Jauh Jauh maksudnya rejekinya sering kali harus dicari dari rantau. Sudahan ngelanturnya ya ….

Kembali ke acara syawalan FKOG

Bocah Bocal lugu dari Wonosari Gunungkidul yang sering nongkrong di http://wonosari.com Mereka dan sayah sering chating juga. Menggambreng tentang apa saja dari yang tidak penting penting sampai yang jauh dari kata penting, dan pasti sangat tidak penting. Mempunyai inisiatif untuk kopdar. Kopi Darat. Jumpa Darat menggunakan momen syawalan. Sekaligus karena, masih berkait erat dengan budaya mudik. Setiap Lebaran bocah bocah rantau ini biasanya pulang dari kembara untuk merayakan Hari Lebaran di Kampung Halaman.

Nah pada hari Jum’at tanggal 3 Oktober 2008, dirumah Nurul Rahma Setyawan, sebelah selatan SMPN 2 Wonosari acara kopdar sekaligus syawalan ini diadakan.

Berhubung padi ini saya sudah capai untuk menulis maka biarlah foto foto ini yang gantian berbicara. Jari Jari Seksi saya sudah kehabisan akal untuk memilih kata apa lagi yang mesti dipencet dari keyboard leppie sayah

DSCF4304IMG_5176

DSCF4310

DSCF4246 

Mudah Mudahan sedikit gambar ini dapat bercerita. Untuk gambar yang lebih banyak silahkan klik disini dan disini

Oleh oleh dari seminar web dan internet di Bapeda Gunungkidul

Saya tadi pagi berkesempatan untuk datang pada acara seminar yang di prakarsai oleh Inkom kab Gunungkidul yang bertempat di Ruang rapat kantor Bapeda Gunungkidul. Sesuai temanya acara ini merupakan upaya pemerintah kabupaten Gunungkidul sekaligus sosialisasi visi Informasi kabupaten Gunungkidul. Menarik perhatian saya adalah sambutan dan pembukaan yang disampaikan oleh Bapak CB Supriyanto. Beberapa yang saya catat adalah tentang kesadaran pemkab dalam hal ini INKOM akan ketertinggalan pemanfaatan teknologi informasi di kabupaten Gunungkidul dibanding kabupaten tetangga.

Sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan internetisasi Gunungkidul selain yang telah berjalan sebagai tulang punggung saat ini, mulai dari ICT dan jardiknas yang manajemen nya ditangani oleh Bina Program Dinas Pendidikan Kab Gunungkidul. Pemerintah saat ini telah membangun sebuah website. http://gunungkidulkab.go.id. Kedepan dan sedang dalam program pengembangan, e goverment yang sedang dibangun saat ini berusaha meng online kan semua STKD kabupaten sebagai sistem yang centralized dan interconned. Termasuk juga rencana pemerintah untuk meng on line kan 18 kecamatan yang ada. Saat ini sudah tercapai 14 dari 18 kecamatan. Rencananya bulan Oktober semua kecamatan telah terkoneksi. Sedang desa desa di Gunungkidul yang kira kira berjumlah sekitar 140 direncanakan online pada tahun 2010.

Mengenai pendampingan dari proyek infrastruktur tersebut *rupanya tender dimenangkan oleh UII net. Dalam kesempatan ini pihak UII net juga mendapatkan sesi untuk berbicara.

Banyak tantangan pemanfaatan teknologi informasi di gunungkidul terkait dengan kondisi geografis yang mempersulit pembangunan sarana dan prasarana, kurangnya SDM IT di gunungkidul, keterbatasan dana dan *BUDAYA* masyarakat yang masih incumbent dengan paradigma mereka sendiri.

Untuk sesi selanjutnya saya kira tidak ada menariknya, selain disampaikan secara kurang tepat. Pemateri terlalu tertarik untuk ngomong masalah teknis, padahal yang hadir di seminar adalah para pemegang keputusan dalam suatu kebijakan jangka panjang. Bukan praktisi teknis IT.

***Semoga kita dapat berpartisipasi dengan cara kita sendiri untuk turut memajukan komunitas IT di Gunungkidul***