Dilema #korbanpln

Hampir semua jenis pekerjaan yang perlu saya selesaikan pada saat ini memerlukan energi listrik. Pasokan Listrik dari PLN adalah satu satunya yang menopang seluruh kebutuhan yang diperlukan oleh saya dan orang orang di sekitar. Telepon oleh petugas PLN yang mengabarkan bahwa pemadaman pada hari ini, mulai dari jam 09:00 WIB – 15:30 WIB sungguh membuat pusing. Suatu pemadaman di jam kerja produktif yang panjang.

Petugas PLN, dalam teleponnya kemarin itu, menjelaskan bahwa mereka perlu mengerjakan beberapa hal perawatan/perbaikan jaringan. Memprotes agar PLN melakukanya di jam yang lain rasanya tidak mungkin. Kalau perawatan jaringan itu dikerjakan pada waktu malam pasti ada orang lain yang dirugikan. Dan bisa jadi jumlah yang dirugikan lebih banyak.

Yah, baiklah, biar saya yang mengalah. Dengan menjadwalkan ulang pekerjaan. Mendahulukan pekerjaan yang intensif memerlukan sumber daya listrik. Mengisi penuh pundi pundi listrik “baterai” laptop dan perangkat bergerak agar bisa digunakan untuk bekerja selama listrik padam. Pengadaan Genset sepertinya merupakan biaya yang mahal.

Masih untung dengan ada pemberitahuan. Coba bila tanpa. Dan tidak lupa, saya membuat nge blog dulu. hehehe 😀

Happy Birtday!

Banyak orang menuliskan kata – kata penyemangat bernada optimis di setiap pergantian tahun. Dan banyak orang memberikan ucapan doa harapan pada angka perhitungan  tahun usia yang baru, pada ulang tahun kita, teman dan kerabat. Perayaan pun dibuat bermacam ragamnya yang pada umumnya merupakan visualisasi dari optimisme.

Optimisme menyambut tahun baru dan ungkapan rasa syukur pada ulang tahun itu saya pikir bagus juga. Coba bayangkan, jika baru memulai saja sudah pesimis.

“Happy Birtday and Happy New Year 2010”

Selamat Ulang tahun kepada Perhitungan Tahun Masehi dan Mari  kita sambut kehadiran 2010. Semoga segala harapan, cita – cita dan resolusi menemukan jalan menuju tujuan.

[Optimisme saya hari ini terbukti dengan menulis tiga posting sekaligus sambil hitung hitung meredakan sakit kepala yang sedang mendera]

“Mana Mungkin Kamu ada Duit buat Bayar?”

Tampang memelas, tidak meyakinkan dan sedikit baby face yang melekat pada diri ini bisa di bilang kutukan. Saya seringkali harus melakukan usaha ekstra untuk mengatasi hal ini. Sekaligus, itu merupakan featur unik yang membawa berkah. Gara – gara tampang yang memberi rangsangan kuat  pada kelenjar empati orang – orang disekitar, saya sering menuai makan – makan gratis. Mungkin mereka merasa iba.

Fried Lobster

Fried Lobster

“Jar Mana Mungkin kamu ada duit buat bayar makan siang ini”, saya tebak seperti itu yang kepikiran di kepala Emi, temen saya yang baru saja datang dari Jakarta.

Hot Spot-an di Tempe Penyet Maharani - Timoho Yogyakarta

Ini ketika kami istirahat di Tempe Penyet Maharani Timoho Yogyakarta. Semua tagihan di bayar lunas oleh Pak Dizzman.

Wah, kalau semua foto makan gratis saya taruh disini, posting ini akan sepanjang jalan. Jadi semoga semua yang membayar makan makan dan traktiran untuk saya, semoga menjadi amal baik anda sekalian. Jangan bosan mentraktir dan saya tunggu traktiran berikutnya.

Meniru Manusia dengan Wisata

Enjoy Coco at Kukup Beach

Enjoy Coco at Kukup Beach

Biasanya, pada musim liburan,  orang – orang suka mengunggah foto – foto wisata di situs jejaring sosial dan photo sharing. Hal ini sudah saya amati sejak beberapa musim liburan yang lalu. Maka biar saya dianggap sebagai manusia beneran, saya juga mengunggah foto foto di internet; hehehe.

Kukup : Panorama V

Kukup : Panorama V

Apakah saya bisa disebut manusia beneran setelah bisa meniru dan bergaya seperti manusia? Foto – foto ini, saya ambil di Pantai Kukup Gunungkidul Indonesia.

Klik untuk beberapa foto lainnya :

http://www.flickr.com/photos/40202322@N04/sets/72157623090128780/

Memulai Jogging (lagi) #bukasemangatbaru

Selonjoran after Jogging

Selonjoran after Jogging

Sudah hampir satu tahun saya meninggalkan kebiasaan memenuhi kebutuhan jasmani agar senantiasa bugar dengan jogging satu sampai dua kali per minggu. Selama ini selalu saja ada alasan untuk tidak menunaikan apa yang dulu saya sebut dengan ‘sunday morning ritual’. Padahal dulunya, ajakan kencan dari siapapun pasti saya tolak demi pemenuhan ritual di minggu pagi, melintasi 4 km jalan arah paliyan yang masih hijau dengan udara segar yang belum terlalu banyak terkontaminasi.

Bisa dibilang, Jum’at kemarin adalah momentum untuk saya. Momentum dimana saya menjadi pemenang dalam konspirasi melawan kemalasan dan nyamannya tempat tidur di hari dini.

Mengencangkan tali ‘tekad’ sepatu sekali lagi, dan berlari. Menikmati rasa tubuh bermandi keringat dan nafas terengah engah menempuh sebagian jalanan yang mendaki dan hembusan nafas melega ketika jalanan melandai dan menurun. Suatu cita rasa menyegarkan yang nyaris terlupakan.

Selonjoran sebagai relaksasi setelah berlari, meneguk segar air mineral dan menghirup udara pagi di alam terbuka yang bersih. Menghirup semangat baru #bukasemangatbaru

Traditional Market (Paliyan)

Traditional Market (Paliyan)

Foto diatas kelihatan OOT, memang disengaja. Setelah tubuh terasa segar setelah jogging dan berkeringat, otak dan jiwa pun perlu penyegaran. Pasar tradisional, Pasar Paliyan merupakan keindahan dan kekhasan tersendiri untuk saya.

Keyboard untuk yang berkuku panjang : Ada ngga?

Mulai tadi pagi saya merasakan bete ketika sedang mengetik. Keyboard ini terasa membuat jari – jari tangan tidak nyaman seolah sedikit – sedikit tergelincir dan keseleo. Habis itu suara berisiknya tidak mengenakan telinga. Saya juga tidak habis pikir dengan keyboard yang belum beberapa bulan saya ganti dan kenapa akhir – akhir ini telinga saya menjadi sensi dan mudah alergi.

Mengalihkan penglihatan dari monitor untuk memastikan biang penyebab kebetean, mendapati bahwa memang benar bahwa keyboard itu baru berusia beberapa bulan dan kelihatan tidak berubah, yang kelihatan kemudian menimbulkan pertanyaan adalah, sudah berapa bulankah saya tidak memotong kuku. (lol) Ketahuan masalahnya kalau saya sedang 130/80, yang menjadikan ngasalnya menjadi jadi.

Sekali ngasal tetap ngasal. Adakah keyboard yang di desain untuk nyaman digunakan bagi yang kurang menerima bahwa memotong kuku itu suatu kebenaran? Atau lebih benarnya malas memotong kuku.

Sepi itu Bentuk Sederhana, atau sebaliknya?

Kini jam di Komputer saya sudah menunjukan sekian puluh menit lepas dari tengah malam. Bisa di bilang suasana malam ini tenang dan higienis. Disini pada malam hari hampir tidak terjadi  polusi bunyi. Istilah keren nya ber noise level rendah. Entah, saya lupa, kalau dalam Fisika sepi malam – malam di desa seperti ini diproyeksikan berapa dB (desiBell), yang jelas sangat beda dengan tingkat kebisingan dimana disiang hari saya buruh untuk menyambung kehidupan. Bedanya lagi, disini, sepi ini aseli tanpa rekayasa. 😀

Bagi saya, sepi itu terasakan sederhana. Dan Sederhana itu membuat saya saat ini masih tetap bersemangat untuk menulis blog. Sepi itu tidak cepat lelah. 😀 Entah benar atau tidak apa kata saya mengataan bahwa sepi itu sederhana. Sekarang ijinkan saya untuk sedikit mengarang.

Sepi berarti semakin sedikit masukan informasi ke dalam diri.

Entah informasi itu masuk melalui pintu telinga, pintu mata, pintu hidung, atau pintu belakang, pokoknya masuk begitu saja dengan cara yang tidak mudah dikendalikan. Baca lebih lanjut

Bunderan Siyono

Bunderan Siyono

Foto ini, saya ambil di suatu pagi pada bulan Ramadhan yang lalu. Meski lengang di waktu pagi, jalan ini sangat ramai di siang hari. Jalan ini merupakan penghubung utama kota Wonosari ke ibukota propinsi.

Bundaran ini, sepengetahuan saya, sudah dua kali di pugar/dibangun. Bundaran yang pertama di bangun, kelihatannya di danai oleh APBD. Mungkin karena keterbatasan dana waktu itu sehingga bangunan kurang sreg di pandang, juga tidak ada air mancur nya. Maka banguna kedua ini kelihatan lebih adem di mata, ada air mancur dan dengan arsitektur yang lebih ciamikk. Itu ada tulisan BPD karena sepertinya bangunan bundaran itu memang merupakan sumbangan dari Bank BPD.

 

Sumpah deh, Lupa

Saya baru tahu kalau hari ini merupakan hari dimana nasionalisme dan semangat memerdekakan diri Pemuda Pemudi Indonesia kembali dikenang. Sumpah saya lupa. Beberapa status  teman – teman yang saya baca di facebook pagi ini yang mengingatkan.

Kemudian, kemana menguapnya apa yang saya pelajari pada, masa itu ada PMP, PSPB, IPS Sejarah dan PPKn, entah sekarang apa disebut, selama sejak SD sampai berjambul? 😦

Internet menyimpan Reputasi Anda?

“Think twice before putting your personal information online”

Kemudahan yang ditawarkan oleh pencapaian mesin pencari pada saat ini memudahkan bagi seseorang untuk melacak apapun, sekecil apa jejak, entah itu baik ataupun buruk yang pernah ditinggalkan seseorang di internet. Dua tiga kata komentar yang saat ini kita lemparkan di internet bisa jadi 100 tahun yang akan datang akan mudah ditampilkan oleh penguasa search engine pada masa itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah ditanya oleh teman online saya, “Apa kamu kenal dengan ‘anak ini’; kamu kan pernah comment comment di blog nya?” lohhhh

Saya sendiri, juga sering mengetikan nickname atau apa saja yang berkaitan dengan seorang baru di mesin cari untuk lebih mengerti. Tidak jarang mesin cari telah menyimpan blackbox atau track record tentang seseorang dan dengan suka rela akan memberikan kepada siapa saja yang meminta tanpa menutup nutupi. Meski saya juga tidak selalu tahu apa artinya apabila ada nick nick yang ditinggalkan sebagai bagian dari comment comment di suatu porn site.

Mungkin bagi orang yang sejak dini telah menyadari akan akibat dari apa jejak yang ia tinggalkan di internet akan tidak sembarang bercuap cuap atau asal sign up di suatu online service. Atau menggunakan nickname lain yang berbeda dengan identitas pribadi mereka, meski apabila suatu nickname sering dipakai berulang juga akan bisa ditelisik siapa sebenarnya si empunya.

Saya pribadi telah lupa, apa saja dan seberapa banyak jejak dan comment yang saya tinggalkan dengan saya labeli “jarwadi” atau “jarwadiku”. Jadi, apabila anda ingin mengukur reputasi saya di internet silahkan menggunakan kata kunci itu di mesin pencarian. Atau bisa silahkan dengan mengetikan phrasa yang anda pikir mempunyai relevansi dengan saya.

Anda juga bisa mengetikan nick anda di google atau bing. Jangan – jangan ada orang lain yang menggunakan Nama atau Nick yang mirip dengan milik Anda di internet secara tidak baik baik.

PS :

Posting ini terinspirasi oleh blog official nya Paman Google di :

http://googleblog.blogspot.com/2009/10/managing-your-reputation-through-search.html