Banyak Pilihan Emoticon, Bingung atau Suka?

SC20121215-073850 SC20121215-073641

Saya mengenal dan pertama kali menggunakan Emoticon pada aplikasi chatting di PC. Di antara emoticon yang saya kenal pada saat itu hanya beberapa saja yang saya gunakan. Dan yang paling sering saya gunakan itu adalah ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ dan ๐Ÿ˜€

Dalam perkembangannya, Emoticon tersedia makin beragam. Orang-orang mempunyai makin banyak pilihan emoticon untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Saya tidak tahu siapa saja yang mengembangkan emoticon menjadi sangat ekspresif (tersedia banyak sekali pilihan emoticon), tetapi saya kira orang-orang akan menunjuk Blackbery (Blackberry Messenger) lah salah satu yang mendorong kesangat populeran emoticon warna warni bermacam ragam.

Tak ayal, mengikuti kesuksesan Blackberry Messenger, kini banyak aplikasi chatting, terutama aplikasi chatting mobile yang ter-BBM. Aplikasi-aplikasi chatting yang berjalan di mobile device (cell phone/tablet dan lain-lain) kini berlomba-lomba untuk menawarkan lebih banyak, lebih beragam dan desain emoticon yang lebih beda dan lebih kreatif. Seperti yang saya contohkan di atas adalah pilihan emoticon pada Whatsapp dan WeChat Messenger.

Kemarin sore, ketika di group Wechat, Indonesian Wechat Blogger, sedang asyik mendiskusikan fitur emoticon yang dikembangkan WeChat, alih-alih mengomentari emoticon-emoticon tertentu –saya memang tidak suka emoticon– tetapi saya malah nyeletuk.

Kira-kira celetukan saya begini.

Me : I still don’t get it why people do like to put emoticon in the message, since I do not! ๐Ÿ˜€

Friend : i like to share the cute emoticon

Me : haha, for me emoticon is meaningless, maybe I am too straight forward. I think that why my ex-girlfriend said ย that I am not a romantic guy at all.

Friend : then broke up?ย 

Me : LoL

Friend : it is a good chance to meet a better one lol

Noah, Artis Indonesia Paling Ngetren Menurut Google

googlezeitgeist

Pergantian tahun belum benar-benar terjadi. Pergantian tahun baru akan terjadi kira-kira dua pekan yang akan datang. Persisnya 17 hari lagi terhitung dari malam ini.

Saya tidak akan menceritakan berapa anggaran membeli kembang api yang akan saya sulut pada malam pergantian tahun mendatang. Yang jelas stok kembang api sudah ada. Tinggal dimana dan bagaimana nanti menyulutnya. ๐Ÿ˜€

Pergantian tahun memang identik dengan petasan dan kembang api. Tetapi ada hal yang lebih penting sekaligus lebih identik dengan peristiwa pergantian tahun. Yaitu Kelaidoskop. Cara orang untuk mengingat kembali hal-hal penting yang terjadi dalam satu tahun yang berlalu.

Setiap pribadi pasti punya catatan tersendiri tentang apa saja hal penting yang telah terjadi dalam hidupnya. Baik itu kejadian menyenangkan maupun hal buruk yang tidak pernah diinginkan terjadi lagi pada tahun-tahun yang akan datang.

Apa saja hal penting yang terjadi pada tahun 2012 ini yang akan Anda ingat lebih lama. Apakah Noah, band baru yang didirikan Ariel selepas ia dipenjarakan penting bagi Anda? Apakah Anda mempunyai harapan kepada Jokowi, gubernur baru Jakarta yang namanya paling dicari orang di mesin Google itu sanggup mengatasi masalah macet dan banjir Jakarta?

Silakan bandingkan apa yang ada dibenak Anda dengan apa yang telah disarikan Google berdasarkan analisis data pencarian pada sepanjang tahun 2012.

Google Zeitgeist untuk Indonesia bisa dilihat langsung di: http://www.google.com/zeitgeist/2012/#indonesia atau di link berikut untuk melihat apa yang telah terjadi di seluruh penjuru dunia pada tahun 2012 ini: http://www.google.com/zeitgeist/2012/#the-world

Oh ternyata kata dunia internasional, Barack Obama yang baru saja terpilih menjadi presiden Amerika Serikat untuk yang kedua kalinya masih kalah ngetren dengan Whitney Houston. ๐Ÿ˜€

Telepon Umum Kartu, Masih Ada

Telepon Umum Kartu

“Kotak Ajaib” warna biru ini pernah populer pada era 90 an. Untuk kemudian tergeser dengan kehadiran ponsel berharga merakyat pada awal tahun 2000-an. Beruntunglah ย ketika kotak-kotak ajaib berwarna biru ini masih mudah ditemukan di pinggir-pinggir jalan, saya pernah mencobanya. Saya katakan mencoba karena memang di sepanjang hidup, saya baru menggunakan beberapa kali. Kurang dari 10 kali seingat saya.

Kotak ajaib yang pernah saya coba sebenarnya tidak persis seperti di atas. Apa yang saya coba adalah saudara kandungnya. Di atas merupakan foto Telepon Umum Kartu, disingkat TUK. Sedang yang pernah saya pakai adalah Telepon Umum Coin, disingkat TUC.

Kenapa dulu saya tidak mencoba kotak Telepon Umum Kartu. Karena perlu uang lebih untuk membeli kartu telepon. Berbeda dengan Telepon Umum Coin yang mana saya sudah bisa menelepon cukup dengan membawa beberapa receh coin Rp 100. Telepon Umum Kartu saya kira lebih memberi manfaat bagi yang mempunyai kebutuhan sering nelpon.

Oh, iya, Telepon Umum Kartu ini saya potret di depan Rumah Sakit Umum dr Ismangun yang terletak di Patang Puluhan, Yogyakarta. Saya tidak tahu apakah piranti penghubung suara jarak jauh ini masih berfungsi. Yang jelas ketika saya mengangkat gagang telepon dan mendekatkan di telinga, suara nada panggil masih terdengar.

Pun bila kotak Telepon Umum Kartu ini masih berfungsi, tidak banyak pula yang tahu dimana membeli kartu telepon untuk dimasukan ke dalam piranti ini.

Ungkrung, Ekstrim Kuliner di Gunungkidul

Ungkrung Goreng

Ungkrung Goreng

Gunungkidul, selain dikenal sebagai daerah yang tandus, kering dan identik dengan kekurangan air juga dikenal dengan terdapatnya beragam sumber pangan dan aneka kuliner. Mulai dari kuliner yang biasa-biasa saja seperti thiwul, gethuk, nasi gaga dan lain-lain. ย Sampai kuliner yang luar biasa. Atau orang-orang menyebutnya sebagai ekstrim kuliner.

Beberapa waktu lalu, teman-teman blogger yang diajak jalan-jalan jelajah gizi oleh Nutrisi Bangsa sudah banyak bercerita tentang pengalaman mereka mencicipi aneka panganan khas Gunungkidul. Termasuk pengalaman mencicipi belalang goreng. Teman-teman blogger itu menyebut khusus belalang goreng sebagai kuliner ekstrim yang pernah mereka coba. Menyebut belalang goreng sebagai ekstrim kuliner memang tidak salah.

Namun apabila teman-teman blogger itu melakukan jalan-jalan jelajah gizi pada pekan-pekan ini, tentu mereka akan berkesempatan mencicipi kuliner yang lebih ekstrim dari belalang goreng. Yaitu ungkrung goreng. Atau orang-orang menyebutnya enthung goreng. Enthung atau ungkrung adalah bahasa Jawa, yang dalam bahasa Indonesia disebut kepompong. Enthung goreng pada kenyataanya bukan hanya kepompong saja, Enthung goreng terdiri dari campuran antara kepompong dan ulat yang dalam proses menjadi kepompong, dalam bahasa Jawa disebut mudhel, yang digoreng.

Kuliner ungkrung (enthung) goreng adalah jenis kuliner ekstrim yang musiman. Ungkrung goreng tidak bisa ditemukan sewaktu-waktu di Gunungkidul. Ungkrung goreng hanya bisa ditemukan di awal musim penghujan dimana daun-daun pohon jati sedang mulai tumbuh menghijau. Ungrung yang digoreng ini berasal dari metamorfosa ulat pemakan daun pohon jati. Orang-orang Gunungkidul menyebutnya “ulat jati” atau “uler jati”.

Kuliner ekstrim dimana-mana membawa pengalaman sendiri-sendiri bagi masing-masing orang, ada yang menyebutnya menjijikan, ada yang menyebutnya bikin ketagihan, ada yang biasa-biasa saja. Pengalaman mencicipi kuliner ungkrung goreng tentu bukan untuk saya jawab. Sebagai putra Gunungkidul, saya merasakan biasa-biasa saja. Saya sudah terbiasa menikmati ungkrung goreng sejak masih anak-anak dulu. ๐Ÿ™‚

Ungkrung goreng di dalam piring yang fotonya saya pasang di atas saya nikmati kemarin petang sambil nonton TV, hihi. Saya mendapatkan ungkrung-ungkrung itu dengan mudah dengan mencari di sekitar pepohonan jati di lingkungan dimana saya tinggal. ๐Ÿ™‚

Anda tertantang mencicipi?

 

Kuesioner yang Baik itu Seperti Apa?

Kuesioner yang baik seperti apa? Kalau pertanyaan ini ditujukan untuk saya, saya tidak mempunyai jawaban pasti. Tapi setidaknya saya baru saja mengisi kuesioner yang menurut saya sebagai responden tidak baik.

Kemarin siang ketika saya sedang akan memesan makanan di The house of Raminten, Kota Baru, Yogyakarta, ada seorang pria yang menghampiri kami dan menyodorkan dua bendel kertas dan pulpen. Saat itu ada dua orang di meja saya. Bendel kertas itu merupakan kuesioner yang saat itu hendaknya kami isi. Kuesioner berisi tentang segala sesuatu tentang Raminten, mulai dari tempat, pelayanan, harga, rasa makanan dan lain-lain.

Saya meletakan bendel kuesioner di meja tanpa menyelesaikan semua pertanyaannya. Saya merasa terganggu dengan kuesioner ini. Kenapa? Karena jumlah pertanyaan yang harus saya jawab banyak sekali. Jumlah pertanyaannya kalau tidak salah sebanyak 22 butir. Saya di raminten ingin makan siang dan ngobrol-ngobrol dengan teman saya dari Jakarta yang belum tentu setahun dua kali bertemu santai. ๐Ÿ˜ฆ

Itu saja yang membuat kecewa? Tidak. Dalam beberapa waktu pria tadi meminta kuesioner yang diberikan dan menanyakan apakah kuesioner sudah selesai diisi? Makanan-makanan yang kami pesan saja belum tiba di meja. Bagaimana saya bisa menjawab pertanyaan dalam kuesioner tentang enak dan tidaknya makanan menurut selera kami. ๐Ÿ˜ฆ

Saya pikir saya lebih baik diam-diam memotret gadis cantik di meja seberang yang saya dengar santun bertutur krama bahasa Jawa itu. Ini lebih menyegarkan suasana. ๐Ÿ™‚

Wedhang Sereh berpemanis gula aren ini enak.

Wedang Sereh

Tetapi terlepas dari kuesioner itu, The House of Raminten adalah tempat yang nyaman untuk ngobrol-ngobrol santai dengan menu makanan, tata ruang dan musik uyon-uyon yang serba njawani. ๐Ÿ™‚

Indosat Super Wifi untuk Keputusan Super Nekat

Indosat Super WifiBulan Desember adalah bulan laporan. Begitulah yang ย terjadi di banyak perkantoran dan instansi, baik instansi swasta maupun pemerintah. Berdasarkan laporan tahunanlah performa suatu instansi diukur. Laporan yang buruk, tidak akurat dan tidak tepat waktu adalah indikator buruknya performa instansi itu.

Awal bulan ini saya diminta mendampingi bos besar untuk mempresentasikan laporan bantuan tahunan ke kantor pusat di bilangan Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Presentasi laporan itu bukan satu-satunya yang ingin dikerjakan pada saat itu. Jakarta bukan jarak yang dekat yang bisa ditempuh dalam waktu singkat. Kami, setelah selesai presentasi laporan bantuan, berencana untuk mendiskusikan rancangan program tahun berikutnya dengan beberapa korporat mitra instansi di Jakarta.

Stasiun Tugu Yogyakarta. Pukul delapan malam kurang. Menunggu jadwal keberangkatan kereta Taksaka Malam. Suatu percakapan telepon singkat membuat bos besar gugup, kalau tidak mau dikatakan panik.

“Kita tidak jadi berangkat ke Jakarta malam ini” kata bos besar dengan mimik kecewa. Bos besar dengan singkat menjelaskan bahwa kantor pusat tiba-tiba mengharuskan laporan dibuat dengan format baru. Format baru itu membutuhkan banyak sekali data pendukung yang belum dipersiapkan. Kelengkapan seperti keharusan melampirkan file draft proposal dari versi 1 sampai versi di setujui, file scan semua dokumen perijinan, perjanjian, transaksi dan foto-foto serta video dokumentasi proyek.

Saya sepenuhnya bisa memahami apa yang menjadi kepanikan bos besar. Baca lebih lanjut

Kertas Lem Lalat

Kertas Lem Lalat

Kertas Lem Lalat

Lalat selalu menjadi penyerta setiap musim hujan tiba. Sebenarnya tidak selalu demikian. Itu kata saya saja. Karena sebenarnya lalat bisa ada baik di musim hujan maupun musim tidak hujan. Misalnya di pasar-pasar banyak lalat terjadi kapan pun tanpa pandang musim.

Kapan pun ada banyak lalat, baik pada musim hujan maupun musim bukan hujan, tidak ada orang yang suka lalat. Saya pun sangat jijik melihat kerumuman lalat. Lalat identik ketidak bersihan dan ke-non higienis-an. Banyak lalat identik dengan lingkungan yang kurang mempedulikan kesehatan.

Sangat sulit untuk mensterilisasi suatu lingkungan dari lalat. Apa yang bisa orang-orang lakukan hanya mengurangi lalat. Yang saya lakukan kali ini adalah dengan memasang lem lalat. Kertas Lem Lalat ini baru saja saya beli dari warung tetangga. Berharga seribuan rupiah per lembar.

Saya sengaja memasang foto Kertas Lem Lalat yang belum digunakan. Lalat-lalat yang tertempel di atas kertas lem lalat alih-alih malah akan menampilkan kesan jorok bila fotonya saya pasang di sini. hehehe