Peng aspal an dilanjutkan …

Pembangunan peningkatan kualitas sarana jalan desa yang telah dinikmati Masyarakat ds Karangmojo A dan B dan penduduk dusun dusun sekitarnya selama kurang lebih setahun, pembangunan jalanan aspal dari pertigaan Bp Waryadi ke barat yang saat ini sepanjang sampai depan rumah Bp Jodo dalam waktu dekat dipastikan dilanjutkan. Menurut keterangan dari pejabat setempat, jalan beraspal akan diperpanjang untuk sementara sejarak 200 m sampai di depan kediaman Bp Adiwono untuk kemudian di masa pembangunan selanjutnya diteruskan melingkar melalui ds Senedi dan ds Tungu.

Tumpukan material berupa batuan keras, koral dan pasir saat ini telah memenuhi sisi kanan kiri jalan dan untuk sementara lalu lintas menuju ds Senedi di alihkan melalui jalur selatan.

Pembangunan yang menelan anggaran sebanyak Rp 47 juta, dengan rincian Rp 45 juta dana bantuan dan Rp 2 juta merupakan swadaya masyarakat yang didapat dengan iuran sejumlah Rp 25.ooo,-/KK angka kira kira.

Semoga pembangunan jalan ini mengantarkan semua masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

Gempa Bumi

Siang ini, ketika jam di Laptop saya menunjukan pukul 14:06 WIB, saya dan bapak dikagetkan oleh goncangan gempa bumi dengan intensitas cukup kuat. Bukan hanya kami saja yang sedikit kaget dan panik, orang orang tetangga juga. Bahkan ada beberapa orang yang menabuh kentongan sebagai peringatan untuk mewaspadai datangnya bencana alam.

Sampai  menulis posting ini, saya belum bisa mengetahui dimana sumber gempa terjadi tetapi ketika saya sempat menghubungi seorang teman di kota Jogja via YM, ternyata disana juga terjadi gempa dengan intensitas yang membuat orang orang berhamburan keluar bangunan rumah. Pun demikian belum terdengar oleh saya adanya korban jiwa atau harta benda. Dan saya memang tidak ingin mendengar kabar yang ini terjadi.

Sebagai orang yang tinggal di daerah yang pernah diluluh lantakan oleh gempa bumi pada beberapa tahun yang lalu, tentu saja langkah waspada dan was was lah yang menjadi tindakan antisipatif semua orang disini termasuk saaya dan keluarga.

Kami semua berdoa semoga Gempa Bumi atau Bencana apapun bukanlah merupakan tabuhan gong penutup tahunan 2008. Amiiim

PS :

Posting ini akan saya update sewaktu waktu …

Shalat Ied di Masjid

Memang shalat Ied baik itu Iedhul Adha ataupun Iedhul Fitri menjadi lebih afdol bilamana kita menunaikanya ditanah lapang akan tetapi apabila suasana menjadi tidak memungkinkan maka Masjid KI Ageng Pemanahan dan Balai Desa Grogol merupakan sebuah pilihan jamaah sedesa Grogol. HUJAN yang disiramkan Allah ke Bumi Grogol Gunungkidul sejak kemarin merupakan optimisme tersendiri bagi kelangsungan hidup bertani yang merupakan pengharapan bagi sebagian banyak hamba jelata. Semangat berkorban yang dibawakan Hari Raya ini merupakan tantangan para hamba untuk senantiasa bersyukur dengan cara cara seyogyanya serta berjuang menunaikan setiap wajib dan sunnah Nya ditengah tengah guyuran deras ujian berupa nikmat, kesempatan dan kesempitan. Kesempitan dalam artian harus disikapi dengan kreatifitas memenuhi syarat syarat Ibadah.

Dari Campuran

Masjid Ki Ageng Pemanahan sebagai tempat Shalat Ied

Dari Campuran

Khotbah Iedhul Adha oleh Bapak H Junari

Selamat Iedhul Korban, semoga mendidik terutama saya dengan nilai nilai keikhlasan, semangat berjuang, semangat berkorban tanpa mengorbankan orang lain untuk setiap kepentingan apapun

Photo Trip Gagaan – Plape – Glempeng

Ngagaan

Ngagaan

Nggagaan 02

Nggagaan 02

Baca lebih lanjut

Jalanku tidak becek lagi

Jalan ber^Cor Blok^

Jalan ber^Cor Blok^

Sudah biasa sekali apabila di musim penghujan seperti sekarang, jalan dari gubug kediaman saya ke jalan aspal –jalan raya– becek dan tergenang air berlumpur. Sepatu yang saya pakai pasti merasa terkorbankan demi kenyamanan telapak kaki. Korban kedua tentu adalah penampilan saya. Orang – orang dan teman teman pasti bisa memaafkan apabila terpaksa saya temui dengan style yang natural (baca : serba basah, becek dan sedikit lumpur tersisa) Tapi percayalah semua yang menempel disepatu atau mungkin sedikit dicelana bukanlah limbah non organik berbahaya.

Spesial untuk Musim ini, ceritanya sudah berbeda. Sepanjang jalan dari Gubug *Bahagia* saya, ke jalan raya sudah bercor blok rapi. Pemerintah desa telah membangun khusus untuk saya , mungkin dengan proyek yang dibiayai oleh PPK -Program Pengembangan Kecamatan- atau PNPM Mandiri -Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat- Mandiri seperti yang diiklankan di TV. Sekarang saatnya saya sey gut bai untuk becek dan lumpur yang pernah menjadi sahabat setia sehidup semati sepatu saya.

Sekarang saatnya kaki dan diri ini melangkah menapaki jalan menuju masa depan yang lebih baik. SEMANGAT PAGI. duuuuniaaaaaa

Mendung Harapan

Malam tadi Istimewa. Begitu cara saya mengungkapkan. Alam telah berbaikhati dengan menyiramkan air hujanya di bumi Gunungkidul. Tidak sangat lebat, tetapi cukup untuk menyingkirkan debu debu yang sering menyesakan dada orang orang yang mengisapnya secara tidak sengaja.

Pagi ini langit masih mendung. Saya ingin hujan (lagi) Saya ingin air sungai masih mengalir sampai pertengahan juli mendatang. Syukur syukur bisa lebih.

Mendung yang meneduhkan. Mendung Harapan. Benar kok (dalam arti sesungguhnya). Siapa tahu bila hujan disiramkan lebih lebat lagi. Orang orang tidak lagi membeli air untuk kebutuhan sehari hari. …

Selamat Pagi Desaku. Selamat Pagi Gunungkidulku