
Mencuci Nike Zoom Pegasus 33 dan Nike Lunarglide 8
Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan. Kurang lebih begini: adakah tips untuk mencuci sepatu? Sejenak saya berpikir sebelum keluar sebuah jawaban: jangan dicuci bila tidak sangat kotor.
Jawaban yang seolah main-main. Tetapi begitulah prinsip yang saya anut berkaitan dengan kebersihan sepatu-sepatu lari saya.
Bila sepatu lari tidak terlalu kotor, hanya kotor oleh debu dan sedikit kotoran yang menempel menurut saya sebaiknya dilap saja dengan kain. Bisa pula memanfaatkan vacuum cleaner untuk menghisap debu-debu yang menyusup ke rongga-rongga sepatu atau kotoran-kotoran kecil yang terjepit di sela-sela outsole.
Bila sepatu lari sudah sangat kotor, apalagi basah, terkena air dan lumpur menurut saya sebaiknya segera dicuci. Meskipun hari itu sedang mendung, hujan dan tidak ada panas. Ini serius? Bagaimana bila sepatu lari tidak lekas kering? Untuk itulah “mencuci sepatu” saya tulis menjadi artikel blog tersendiri, haha. Saya akan membagikan pengalaman saya mencuci sepatu-sepatu lari saya dari musim durian sampai musim penghujan. Baca lebih lanjut

Kebersamaan saya dengan sepatu lari ini sudah cukup lama. Menurut timeline Instagram sudah sekitar 13 pekan. Saya meminang Nike Air Zoom Pegasus 33 pada bulan September 2016. Untuk berlatih mempersiapkan diri mengikuti 


Salah satu event lari yang tak boleh terlewatkan pada akhir tahun ini bagi saya adalah Sermo Challenge II: Beat Your Record. Kenapa? Karena event lari dengan course sepanjang 16.8 km ini tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat. Sermo Challenge mengambil rute mengelilingi Waduk Sermo – Kulon Progo yang teduh, adem, indah dan menjelang penghujung lintasannya pelari diuji dengan elevasi yang aduhai.
