Mengering

Mengering

Mengering

Bukan perlambang, tetapi ini adalah gambaran sebenarnya tentang tanah pekarangan yang dulu pernah selama puluhan tahun berdiri rumah yang menaungi hidup manusia sampai akhir hayatnya. Rerumputan kering ini kini menghuni pekarangan. Menggantikan rumah yang  telah dirobohkan beberapa tahun lalu. Pasangan kakek nenek bahagia telah menyelesaikan pengarungan samudra hidup dan berpamit pada senja.

Untuk tiba di tempat peristirahat yang mana hanya ia yang kini tahu …

Desa Grogol : Pengaspalan Ruas Jalan Desa

Material untuk Jalan

Material untuk Jalan

Sebentar lagi Mbah Kukuh dan Pak Sareno tidak akan khawatir kakinya terantuk batu atau terperosok ke kubangan jalanan rusak karena masih mengantuk menuju ke Masjid Nurul Huda untuk shalat Subuh berjamaah. Dalam beberapa minggu, jalan dari samping rumah Mbah Kukuh dan Pak Sareno sampai masjid akan mulus beraspal.

Pengaspalan ruas – ruas jalan di desa Grogol yang pada tahun ini antrean jatuh untuk dusun Gerjo merupakan kabar baik. Kabar baik untuk penduduk dusun Gerjo, warga desa Grogol dan untuk saya. Meskipun saya bukan penduduk Gerjo, tetapi ini jalan yang saya lewati menuju masjid Nurul Huda. Baca lebih lanjut

Gethuk Telo

Bagi saya dan orang – orang yang tinggal sekampung pasti sudah tahu kalau makanan yang ditaruh di dalam tenggok berlapiskan daun pisang ini adalah Gethuk. Berbahan baku singkong, parutan kelapa dan sedikit gula.

Bentuk dan warna gethuk ini bisa jadi tidak menarik bagi anda. Apalagi cara mengemasnya. Meskipun bagi anda yang belum pernah melihatnya bisa jadi menganggapnya unik. Gethuk ini tadi pagi dibuat oleh simbok saya, tanpa pewarna buatan, tanpa pengawet, tanpa pemanis sintetis, apalagi MSG. Tidak pula dan dikemas dan disajikan dengan bahan plastik. Simbok memilih daun pisang sebagai alas bukan kertas minyak.

Pokoknya berbeda dengan yang biasanya kita beli di toko oleh – oleh di banyak kota. Pasti pula berbeda rasanya. 😀 Gethuk model ini semuanya, 100% berbahan baku lokal bebas bahan kimia berbahaya. Merupakan salah satu dari sekian banyak jati diri Indonesia, merupakan warisan dari nenek moyang yang sampai sekarang telah sampai ke tangan kita. Untuk kemudian kelak kita bagikan cita rasa nasionalisme gethuk ini pada anak cucu kita.

Mudah – mudahan kelak anak cucu kita tidak hanya mengenal gethuk singkong dari halaman – halaman wikipedia. Melainkan bisa mencicipi, membuat dan syukur – syukur bisa menciptakan variant gethuk singkong yang baru. 🙂

Salam Gethuk 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry 1.4.5

Anugerah Nikmat Sepanjang Jum’at

Alhamdulillah, saya panjatkan rasa syukur dengan sebesar – besar yang saya mampu, karena pada siang hari ini, Allah telah memberikan saya nikmat yang istimewa. Salah satu nikmat istimewa itu adalah dengan kekuatan yang Allah berikan pada sepasang mata sehingga saya bisa menyimak sepanjang khotbah jum’at tanpa belenggu rasa kantuk.

Rasa syukur berikutnya atas anugrah rasa penasaran yang kuat yang ter-install di dalam hati ini sehingga saya terus berjuang bagaimana caranya untuk terus mendengarkan khotbah Jum’at yang disampaikan oleh beliau, kawan saya, Ali Shodikin. Seperti yang sering saya ceritakan berulang – ulang, bagi saya mendengarkan bukanlah hal yang mudah. Yang mana fitur membaca sebagai input utama informasi lebih dominan dalam tubuh saya. Saya juga yakin, hanya atas kehendak Allah -lah, hadir salah satu ciptaan di muka bumi berwujud seorang Ali dengan gaya berkomunikasi lisan yang memukau.

Rasa syukur berikutnya berupa upaya untuk menuliskan kembali apa yang saya input melalui indera pendengaran dengan susah payah agar kemudian bisa semakin bermanfaat bagi saya.

Bahwasanya janji Allah yang pasti, Allah akan menghadirkan orang – orang shaleh sebagai pemimpin umat. Dengan syarat. Kita meneguhkan syahadat (1), mendirikan/mendisiplinkan Shalat(2), membaca Al Qur’an(3), memperbanyak dzikirullah(4), dan menganggap semua muslim sebagai saudara.(5)

Akhirnya, posting ini saya tutup dengan wasiat default dari setiap khotbah jum’at. Agar kita selalu bertaqwa kepada Allah. Menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya dan mengerjakan apa yang menjadi perintah-Nya. Menjauhi larangan adalah mutlak. Tidak boleh TIDAK. Titik. Mengerjakan perintah -Nya adalah sebatas kemampuan kita. Tentu saja kita harus senantiasa melatih dan mengupayakan  kemampuan semaksimal mungkin. Karena hanya Allah -lah yang Maha Mengetahui batas.

***

Desa Grogol : Pungutan Bagi Kendaraan Bermotor

Beberapa hari terakhir ini masyarakat di desa Grogol sedang memperbincangkan pungutan atas kepemilikan kendaraan bermotor. Pungutan atas kepemilikan kendaraan bermotor ini bukanlah Pajak seperti yang ditentukan oleh Dirjen Pajak dan pemungutannya dilakukan oleh Kantor Samsat setiap tahunnya. Pungutan ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Grogol. Entah dasar hukum apa yang mereka jadikan landasan untuk melakukan pungutan ini.

Memang, nominal pungutan ini tidaklah besar. “Hanya” Rp 5.000,- untuk sepeda motor dan Rp 20.000,- untuk mobil atau kendaraan beroda empat, saya tidak tahu untuk jenis kendaraan yang lain ditetapkan untuk dikenakan pungutan berapa. Tetapi yang saya/kami ingin tahu adalah legalitas dari pungutan ini.

Disebut apakah Pungutan yang ditarik oleh pemerintah atas kepemilikan suatu benda/barang/jasa?

Bila kita ingin tahu lebih banyak tentang pungutan/pajak, silakan klik link berikut :

http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak#Definisi

Hukum Tidak Identik Dengan Biaya Mahal

Berurusan dengan proses hukum dan aparat penegak hukum itu berbiaya mahal. Entah sejak kapan stigma seperti ini tertanam di benak  masyarakat. Terutama masyarakat di desa dimana saya tinggal.

Terlepas stigma ini beralasan atau tidak, tetapi hal ini mudah diamati dari keengganan sebagian masyarakat untuk memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum. Mereka tidak mau ketika sudah jatuh masih tertimpa tangga. Apabila mereka sedang tersandung masalah mereka akan lebih memilih untuk mencari penyelesaian di luar jalur hukum, menyelesaikan dengan cara mereka sendiri. Dan bilapun mereka gagal atau tidak menemukan solusi atas rasa keterdzaliman yang diderita, maka mereka pun akan memilih diam.

Saya berusaha mengerti sikap sebagian masyarakat ini terjadi di tengah – tengah mereka yang belum sejahtera dalam pendidikan dan ekonomi, akses informasi yang terbatas masih menjadi barang mewah. Dan “mungkin” juga kultur masyarakat yang terbiasa menerima ketertindasan sebagai sesuatu yang “sudah biasa” dan nrimo.

Itu saja?

Tidak. Stigma ini terus mengakar karena bisa dijadikan komoditas bagi kaum dan golongan tertentu. “Daripada masalah ini dinaikan ke jalur hukum dan menghabiskan banyak uang, lebih baik datang saja ke rumah saya“, jadi jangan heran bila suatu ketika kita mendengar ada oknum yang ngomong seperti itu.

Suara – suara mirip seperti ini terdengar ketika beberapa hari yang lalu di desa dimana saya tinggal terjadi tindak kekerasan sampai pada akhirnya keluarga korban berinisiatif menyelesaikan masalah ini dengan jalur hukum. Perlu diketahui bahwa pelaku masih ada hubungan keluarga dengan tokoh masyarakat. Baca lebih lanjut

Nikmat Ramadhan & Tidur

Kita telah banyak mendengar bagaimana Rasul Muhammad SAW bersedih pada hari – hari akhir pada bulan Ramadhan. Idealnya kita juga bisa ber-I’tiba nabi, dengan memberikan apa yang terbaik di hari – hari menjelang kepergian tamu agung, Ramadhan. Bukan malah sebaliknya, menginginkan Ramadhan berganti syawal dan mengelu-elukan pesta pora berlebaran. Meski ini normal sebagai orang Indonesia. Atau mungkin di negara lain akan mendapati ketidaksabaran orang – orang yang ingin segera ber- Iedhul Fitri.

Kalau saya berhitung betapa banyak nikmat Ramadhan yang tidak bisa dinikmati setelah syawal datang tentu akan ketemu pada angka – angka berdigit banyak. Diantaranya adalah nikmat berbuka, bertaraweh, makan sahur dan lain – lain banyak sekali. Tapi menurut saya yang paling istimewa adalah nikmat tidur siang.

Betapa tidak. Hanya ketika puasa Ramadhan maka saya bisa tidur siang berjam-jam dengan tanpa merasa berdosa dan penyesalan. Tidur siang orang berpuasa dihitung ibadah. Istimewanya bulan Ramadhan. Baru tidur saja diperhitungkan sebagai amal ibadah, apalagi kalau kebajikan yang lain. Pasti pahalanya dilipat gandakan.

Kembali (ke) tidur itu ibadah. Tidur memang bermanfaat untuk mencegah orang melakukan perbuatan keji dan dosa. Utamanya dosa yang kecil – kecil seperti bergunjing, mendownload mp3 secara ilegal dan lain – lain. Ini sih bagi orang yang berkualitas iman pas – pasan seperti saya. Kalau yang sudah berkualitas unggul pasti dikeseharianya sudah bersih tidak melakukan hal – hal tidak terpuji ini. Dan tantangan bagi mereka adalah melakukan tindakan – tindakan yang lebih kongkrit daripada tidurnya orang kebanyakan.

Pernah suatu ketika dalam diskusi dengan seorang teman, bahwa dalam Islam itu berprinsip mendahulukan mencegah hal Mudharat daripada mengejar Maslahat. Saya pikir ini selaras dengan tidur yang akan mengurangi potensi berbuat mudharat bagi saya dan orang dengan iman yang masih perlu di upgrage atau kalau perlu di re-code.

Kesimpulanya, semakin lama saya tidur maka semakin sedikit ke-mudharat-an yang akan terjadi di dunia.

Pertanyaannya, apakah tidur dicacah sebagai amal ibadah hanya pada bulan Ramadhan saja?

[Posting dibuat dengan aplikasi WordPress for Blackberry 1.4.2 yang baru saja diinstall]

Google sehari – hari

“From: Usman
You ever hear a song that you wish you knew the name of? Usually you can just Google a few key lyrics to find the answer, but when the song has no lyrics, one has to get creative. This was the case a few years ago when I was tasked with finding out the name of that famous circus/carnival music, you know, with the calliope, like, the clown music people usually hum in situations when someone’s just done something silly.. you know, it kind of goes like “doot doot doodle-oodle oot doot do do?” Sorta? Of course it’s more likely that you’d recognize the tune if I could whistle it to you. Except everyone I’d whistled to, despite recognizing the tune, had no clue what the name of the song was. So, on a whim, I googled it. That is, I went to Google Search, typed in “doot doot doodle-oodle oot doot do do” (without quotes, even!), clicked “I’m Feeling Lucky”—and guess what? It’s called “Entrance of the Gladiators”—also known as “Thunder and Blazes” — by Czech composer Julius Fučík. Good ear, Google, good ear.”

Google luar biasa. Saya mengakui itu. Mungkin anda sama mengagumi google sebagaimana saya. Termasuk Usman yang punya pengalaman luar biasa mencari judul lagu dan nama artis. Yang membuat saya tersenyum adalah cerita Usman cara menanyai google akan lagu yang tidak berlirik. Kalau lagu berlirik pun sudah entah berapa kali saya puas dengan kinerja google. Hebat

Hebatnya lagi saya jadi kelihatan hebat di depan banyak orang dengan berbekal hand held device dalam genggaman.

Baca lagi aja deh cerita – cerita lain tentang kehebatan google bagi kehidupan sehari – hari disini

Modus Penipuan Memang Bermacam – macam

“Ass.Pa ni sya SRI.tlng sy krim pls dlu ke no simpti ni 081391992313.Bwt ngbrin kluarga.Sy bru sja kclaka,an.Dan kndsi tmen sy krtis.Tlng pa bsok gnti.Wslam”

Pengirim SMS : +6285225249975, sayang no ini tidak dikenal dalam database kontak pada ponsel yang menerima SMS ini. Sebenarnya saya mengurangi untuk berprasangka buruk, apalagi sedang menunaikan ibadah Ramadhan. Tapi …

Bila anda mempunyai uang lebih boleh sedekah pulsa ke nomor itu. Tetapi itukah cara terbaik mensedekahkan rejeki kita?

Gmail tidak bisa dibuka dari Chrome 4. Beta

Dari blog_stuff

Heran. Mengapa webmail nya gmail ini, akhir – akhir ini sering gagal saya buka dari jendela Chrome Beta 4, padahal dengan firefox lancar lancar saja. Padahal lagi gmail dan chrome kan keluar dari dapur yang sama.