WordPress Side Bar

Untuk pertama kalinya selama saya nge-blog di WordPress.com ini muncul suatu side bar setelah saya selesai menerbitkan tulisan tepat sebelum posting ini. Saya agak kaget dan agak senang. Senangnya saya diselamati bahwasanya posting sebelum ini adalah posting ke-990. *menjura* Yang bener saja. 😀

Agak senang saya berangsur hilang setelah membaca-baca side bar dan menemukan ini hanya iklan semata. Iklan dari iReach. iReach adalah layanan berbayar US $ 129 dari wordpress.com. Konon iReach bisa membantu menyebarkan konten yang kita buat agar dibaca lebih banyak orang dan meningkatkan PR. Pantas saja wordpress.com sangat anti dengan praktisi SEO yanag bermain di wordpress.com. 😀

Tentu saja saya ogah sign up, hehe

Elektronika Tidak Populer di Mata Anak Sekarang?

Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang bekerja di suatu Sekolah Kejuruan di Gunungkidul. Ngobrol-ngobrol itu kemudian mengarah pada diskusi tentang minat masyarakat, dalam hal ini pelajar di Gunungkidul yang rendah terhadap Program Keahlian Elektronika di SMK. Program Keahlian Otomotif dan Teknik Informatika (software) saat ini menjadi pilihan utama bagi siswa siswi yang bersekolah SMK. Elektronika secara popularitas dan minat sedang telak kalah tertinggal. Kursi-kursi di kelas Elektronika di SMK banyak lowong.

Jaman saya muda, hehe, Elektronika adalah idola yang banyak digadang-gadang agar kelak menjadi bidang yang bisa siswa siswi pelajari. Jaman itu, Elektronika adalah program studi bergengsi yang kelasnya diperebutkan oleh teman-teman yang memilih bersekolah kejuruan. Seleksi alam pada masa itu hanya memungkinkan siswa yang tergolong cerdas di atas rata-rata yang bisa masuk diterima di kelas-kelas Elektronika.

Diskusi oleh teman-teman yang notabene adalah guru-guru program keahlian elektronika itu kemudian berlanjut untuk menemukan cara mendongkrak minat masyarakat pelajar akan keahlian Elektronika yang sedang turun kasta.

Sebenarnya seperti apa sih elektonika di mata pelajar saat ini?

Menurut diskusi itu dapat ditangkap banyak persepsi tentang elektronika yang berkembang di kalangan pelajar. Diantaranya elektronika itu identik dengan hitung-hitungan matematis yang njlimet. Gambaran semacam ini mungkin mereka dapatkan dari pelajaran Fisika di SMP. 😀 Elektronika tidak keren. Menyolder kalah keren dengan meng-over size seker motor untuk adu balap. 😀 Setelah lulus SMK, kalau bekerja di Jakarta yang mereka dengar keren di telinga masyarakat adalah bekerja di Astra, YAMAHA, SUZUKI dan sejenisnya. Apalagi sekarang ini sedang gencar diberitakan mobil Esemka yang dijadikan mobil dinas oleh walikota Solo, Pak Joko Widodo 😀

Banyak sekali ya tantangan untuk mendongkrak minat siswa akan kelas elektronika. Sebagai sesama orang yang sebagian jalan hidupnya ditopang oleh elektronika tentu saja saya merasa terpanggil untuk turut bersumbang sih, paling tidak menyumbang ide, untuk mendorong minat anak-anak pelajar untuk menyukai program keahlian elektronika.

Namun caranya bagaimana, kami masih terus berpikir. Barangkali Anda yang punya ide cerdas untuk disedekahkan di sini? 🙂

Cara Recovery Password Twitter Tanpa Email. Apa?

Seolah pertanyaan saya mengada-ada. Bagaimana cara recovery password di twitter yang kelupaan tanpa email? Permasalahannya memang twitter, dan banyak layanan apapun di internet lainnya, hanya menggunakan email sebagai satu-satunya jalan untuk mendapatkan kembali suatu password (kata sandi) yang hilang karena kelupaan atau hilang karena alasan lain.

Beberapa waktu lalu, seorang teman membersihkan cache dan cookies di web browser yang terpasang pada satu-satunya laptop yang ia gunakan untuk online. Kemudian satu-satu membuka layanan-layanan online yang ia gunakan serta memasukan username dan password untuk masing-masing layanan itu.

Permasalahan muncul ketika ia ingin membuka akun twitter. Beberapa kali mencoba memasukan password dan tidak ada satupun yang diterima. Kemudian ia mencoba klik forgot password. Sayangnya tidak ada email masuk ke akun email yang saat ini ia gunakan sehari-hari.

Setelah diingat-ingat ternyata email yang ia pakai mendaftar twitter dulu adalah email tempat kerja lamanya dulu, di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Email itu sekarang sudah tidak bisa diakses. Sepengetahuanya setelah tidak lagi bekerja di BRTI, akun email itu telah dihapus. Dihapusnya akun emailnya di BRTI itu barangkali akan menjadi masalah pada beberapa layanan online yang mana dengan email itu ia dulu mendaftar. Mampus. 😦

Barangkali ada yang punya ide untuk mendapatkan kembali password twitter yang hilang itu tanpa menggunakan email?

 

1000+ circled di google+

1000+ circled on google+

1000+ circled on google+

Tangkapan layar pada google+ ini baru saja saya buat. Sebenarnya saya ingin membuat tangkapan layar ketika tepat ada 1000 account yang melingkari akun google+ saya, tetapi karena ini itu dan lain hal jadi terlewat. hehe

Sampai saya mengetik tulisan ini sudah ada 1005 akun yang melingkari akun saya sejak saya bergabung jejaring sosial besutan google sejak pertengahan Juli tahun lalu, 6 bulan yang lalu, ketika pada saat itu untuk bergabung google+ memerlukan sebuah undangan. Belum semua orang pada saat itu bisa langsung bergabung.

Oh iya, pada saat itu saya diundang oleh Wibisono Sastrodiwiryo. Wibi diundang oleh Mantus Balaputra. Saya lupa siapa yang mengundang Mantus.  Saat itu orang beramai ramai ingin mendapat undangan bergabung google+. Kemudian saya menjadi dermawan, kalau tidak mau dibilang congkak, dengan mengundang teman-teman saya yang lain yang belum mendapat kesempatan. Saya tidak ingat pasti siapa saya yang saat itu berhasil gabung google+ karena undangan dari saya. Baca lebih lanjut

Refleksi Post A Day 2011

Karena detik ini sudah berada pada penghujung tahun 2011, kiranya tidak berlebihan bila saya untuk sejenak melihat ke bagian agak belakang dari blog ini.

Pada tanggal 31 Mei 2011, saya mulai menaruh tag postaday2011 sebagai partisipasi saya dalam gerakan membuat satu publikasi/posting dalam sehari di blog ini. Saya tahu saya sudah terlambat ketika mulai bergabung dalam gerakan post a day 2011. Saya tidak akan pernah bisa membuat masing-masing 1 post dalam 365 hari di tahun 2011. Oh iya, posting pertama kali saya adalah One Post A Day.

Tetapi apa yang menurut saya penting ketika memutuskan bergabung dalam post a day 2011 adalah semangat berbagi setiap hari. Menurut saya ini adalah gerakan yang punya semangat mulia sekaligus menantang komitmen dan konsistensi untuk senantiasa mengasah kreatifitas dan menemukan ide. Yang mudah-mudahan bermanfaat buat orang lain.

Pertanyaan untuk diri saya sendiri: Apakah Sukses dengan One Post A Day?

Jawab saya: Saya tidak merasa gagal. hihi Ini jelas jawaban ngotot. 😀 Tidak setiap hari saya bisa membuat posting terhitung mulai 31 Mei 2011 – 31 Desember 2011. Tapi bila ditelisik tentu saja keberhasilan saya itu mencapai lebih dari 80%. Tidak cukup membanggakan memang. Sekaligus bukan beban berat bila saya berpartisipasi dalam One Post A Day 2011. Bisa dibayangkan betapa berat beban mentalnya bila sekarang keberhasilan saya sudah 98%. Post A Day 2012 akan tidak memalukan bila keberhasilan saya minimal 99%. 😀

Sebagai penyemangat, WordPress.com membagikan untuk kita Kick Off Post A Day 2012 di: http://en.blog.wordpress.com/2011/12/27/project-365/

 

Nuntius, Theme Baru di WordPress.com

Nuntius

Nuntius

Nuntius, theme baru di WordPress.com ini menurut saya keren sekali. Bagi pelaku jurnalisme warga yang tidak ingin dibuat ribet oleh hal-hal teknis, menurut saya bisa langsung membuat blog wordpress dan membeli domain sesuai kebutuhan. Kalau kebutuhan kemudian dirasa berkembang tinggal pada saatnya membeli account premium yang tidak mahal. Jadi seorang jurnalis warga bisa langsung menulis berita.

Tampilan ini menurut saya sudah cukup enak bagi pembaca berita. Bahkan lebih enak dari beberapa website berita lokal.

Keterangan lebih lengkap bisa dibaca di: http://theme.wordpress.com/themes/nuntius/

 

Sarapan

Umumnya saya menunaikan ibadah sarapan pada sekitar jam setengah enam, jam 05:30 wib. Baru kemudian mandi alakadarnya, ganti pakaian dan meninggalkan rumah pada sekitar jam enam lebih sedikit. Kalau lagi males ya paling-paling sehabis makan pagi, terus cuci muka, berpakaian dan meninggalkan rumah.

Mengenai sarapan ini, saya berusaha rutin melakukannya, meski tetep ada tapi ketika saya tidak bisa sarapan pagi. Misalnya itu ketika ada kerjaan yang harus saya selesaikan pagi-pagi dan membuat saya terpaksa menunda sarapan. Umumnya karena lupa waktu. Kalau sarapan sudah ditunda, artinya saya tidak bisa sarapan di rumah. Artinya saya harus sarapan di mana saja. 😀

Tapi yang lain adalah ketika saya merasa sedang liburan. Kalau sedang merasa perlu istirahat libur biasanya saya akan sarapan semaunya. Lebih ngaret dari biasanya. 😀

Bila saya masih beruntung bisa sarapan di rumah, biasanya saya akan bersarapan dengan makanan yang mengandung karbo dan protein. Tetapi yang terpenting adalah jenis makanan yang mudah dicerna. Makanan yang saya hindari adalah makanan pedas, terlalu manis, berlemak tinggi, berasam, dan sejenisnya. Saya merasa perlu berhati-hati dengan makan pagi ini sebenarnya setelah saya terkena maag beberapa tahun lalu dan sampai sekarang terkadang masih menggejala.

Karena maag itu pula saya sekarang sudah tidak minum susu berlemak, teh, kopi dan sejenisnya berbarengan dengan waktu sarapan. Saya mengganti semuanya dengan air jernih saja.

Terkait dengan waktu sarapan, pagi ini saya menyempatkan googling. Saya penasaran sebenarnya kapan waktu yang baik untuk sarapan. Walaupun saya tetap mengira kalau waktu terbaik sarapan itu personal, tergantung kebiasaan, mungkin. Ada teman-teman saya yang terbiasa sarapan pada jam sembilan sampai sepuluh pagi. Namun dari beberapa bacaan di internet pagi ini saya mendapatkan waktu sarapan itu seyogyanya pada satu jam setelah bangun tidur.

 

 

Senja di Kebun Jagung

Jangan Rusak Senja ku

Senja Memburai

Baca lebih lanjut

MUI: Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Pada posting kali ini saya hanya menuliskan kembali serial tweet oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tertanggal 24 Desember 2011. Agar mudah dibaca, untuk urutan tweet ini saya tuliskan kembali dengan urutan mulai dari twit yang terdahulu.

Saya menuliskan kembali serial tweet dari Majelis Ulama Indonesia ini dengan maksud agar isi dari tweet tersebut mudah ditemukan kembali di kemudian hari karena seperti yang kita tahu keberadaan suatu tweets tidak akan mudah lagi ditemukan ketika sudah berusia beberapa waktu. Saya tidak tahu persis seberapa lama twitter menjaga suatu konten agar mudah ditemukan pembaca di internet.

Dan posting ini tanpa saya maksudkan sebagai pembelaan diri karena selama ini saya sering mendapatkan kritik baik secara langsung maupun no mention ketika saya sendiri memilih untuk memberikan/menyampaikan/mengatakan Selamat Natal. Urusan dosa dan tidak dosa saya yakini sebagai otoritas Tuhan sebagai satu-satunya Yang Maha Menentukan.

Dan bila ada yang tidak setuju atau kurang setuju dengan pendapat MUI, silakan langsung menyampaikan kepada Majelis Ulama Indonesia melalui account twitter @tweet_MUI atau channel komunikasi yang lain. Saya tidak cukup punya kapasitas untuk membahas dan memperdebatkan topik-topik diluar bidang keilmuan yang saya tekuni sehari-hari. 🙂

 

 

 

 

 

Masing-masing tweet di atas saya berikan link langsung agar mudah diverifikasi.