Teh dan Gula Aren

Gula Aren

Gula Aren

Kali ini saya mencoba membuat teh dengan pemanis gula aren. Bukan dengan gula pasir atau gula batu seperti biasa. Saya membuat teh dengan cara “ditubruk”, maksudnya teh diseduh langsung di galam gelas/mug, tidak “didekok” dengan teko atau pembuat teh. Gula aren pun diseduh langsung.

Menurut saya, rasa teh berpemanis gula aren ini unik. Saya mengatakan unik ya karena saya sendiri belum menemukan deskripsi yang pas untuk rasa teh seperti ini.

Saya melanjutkan menikmati teh berpemanis gula aren di sore yang nyaman dan penantian ini. 🙂

Mencari Aplikasi Mobile Untuk Belajar Baca Qur’an

Belakangan ini, menjelang datangnya bulan Ramadhan, saya melihat ada banyak tawaran aplikasi (mobile apps) untuk membantu ibadah Ramadhan. Isi dari aplikasi itu pun sudah sangat beragam. Mulai dari jadwal imsakiyah, kumpulan doa, belajar baca Al Qur’an, tip sehat berpuasa sampai belanja lebaran, dan sebagainya.

Namun dari sekian banyak aplikasi itu saya belum menemukan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur belajar membaca Al Qur’an yang sesuai keinginan saya. Saya ingin di mobile apps itu dilengkapi dengan speech recognition untuk membantu pembelajar untuk membantu belajar tajwid, maad dan qalqalah.

Gambaran saya akan peran technology speech recognition itu begini:

Orang yang sedang belajar Al Qur’an mengikuti suatu petunjuk/cara baca. Kemudian pembelajar itu mengucapkan apa yang dibaca itu di dekat perangkat mobile device, mobile device bisa berupa smart phone, tablet, atau syukur-syukur fitur phone yang tidak terlalu canggih, nah kemudian aplikasi itu menilai pengucapan/pelafalan dari si orang yang sedang belajar apakah sudah betul, 80%betul, kurang betul atau sama sekali salah. Agar si pembelajar terus menerus berlatih sampai mendapatkan pengucapan/pelafalan yang sesuai.

Saya sendiri bukan seorang developer, tetapi saya kira aplikasi impian saya itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dibuat dengan teknologi saat ini. Ingat sudah berapa lama kita mengenal SIRI atau google voice. Sebenarnya teknologi untuk menilai pengucapan/pelafalan ini sudah saya lihat sejak lama. Kalau tidak salah sudah lama digunakan oleh Tell Me More. Program bantu belajar bahasa yang berjalan di PC. 🙂

Bagaimana, ada yang tertarik mengembangkan ide ini?

Menginjak Bayang-Bayang

Bahkan sebelum Maghrib sore tadi udara di desa dimana saya tinggal sudah terasa dingin. Untuk mandi saja perlu ketegasan untuk iya atau tidak. Sampai akhirnya saya memaksakan diri.

Masih tentang musim kemarau. Bagi kebanyakan orang hampir tidak ada hal istimewa yang bisa dinikmati di daerah dimana saya tinggal. Mungkin semua biasa-biasa saja. Namun bagi saya ada yang berbeda dan saya nantikan untuk terjadi tiap musim kemarau. Dan malam ini saya menemukannya terjadi.

Sangat sederhana. Apa yang saya nikmati. Dan barangkali hanya saya yang menikmati adalah, ketika saya malam-malam sendirian berjalan melewati jalan desa yang sepi –saya tadi memilih jalan yang sepi menuju ke masjid– dan kaki saya menginjak bayang-bayang pohon jati yang meranggas. Bayang-bayang lembut itu terjadi tentu saja karena bulan. Melengkapi pengalaman “magis” ini adalah ketika kaki-kaki saya juga menginjak daun-daun kering yang berserakan dan terkadang suara patah ranting-ranting kering yang jatuh.

Pengen Upgrade Tapi Takut

Tiap kali saya menggunakan update manager untuk menyegarkan dan membarukan linux ubuntu saya, langsung terlihat tawaran untuk update distro seperti pada screen shoot yang membuat saya tidak tahan kepengen. Tapi kepenginan saya itu tidak cukup membuat saya yakin untuk menekan tombol upgrade.

Apa yang saya takutkan adalah bila saya benar -benar melakukan upgrade distro maka beberapa hardware saya tidak akan terdeteksi atau mempunyai masalah compatibility dengan Ubuntu 12.04. Terutama adalah USB 3G Modem. Ya sudah, saya nrimo ing pandum dulu dengan tetap istiqamah menggunakan Ubuntu 11.10 🙂

Membakar Sampah

Sepulang dari shalat Isya berjamaah di masjid tadi malam, di jalan yang saya lalui menuju rumah, saya terganggu oleh bau asap pembakaran sampah yang menyengat. Bau menyengat yang oleh orang Jawa disebut “sangit”. Ada tetangga yang membakar sampah dalam jumlah banyak di pekarangan.

Sampah itu bukanlah sampah rumah tangga. Sampah itu berupa daun-daun yang digugurkan oleh pohon yang sedang meranggas. Saat ini di desa dimana saya tinggal sedang berada di musim kemarau yang sangat kering yang memaksa pepohonan untuk seirit-iritnya menggunakan air di tanah yang sangat terbatas.

Membakar sampah dedaunan di pekarangan sudah turun temurun terjadi di desa dimana saya tinggal. Saya tidak tahu apakah ada orang lain yang merasa terganggu dengan asap pembakaran ini sebagaimana yang saya rasakan. Bila pun atau yang merasa atau pun tidak, barangkali yang tetap perlu diubah adalah cara memperlakukan sampah daun, sampah organik seperti ini menjadi lebih baik dan lebih ramah lingkungan.

Kalau tidak bisa mengolah sampah organik menjadi semacam pupuk organik, kalau bisa mengolah menjadi pupuk organik tentu menjadi berharga di desa pertanian, setidaknya tidak dibakar yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Misalnya dengan mengubur sampah-sampah daun itu dipekarangan tanpa perlu khawatir sampah daun mencemari tanah.

Memang, tidak mudah untuk bahkan sekedar menawarkan ide manajemen pengelolaan sampah lingkungan di pedesaan. …

July, Be Nice To Me

July. Be Nice!

July. Be Nice!

… and be nice to Pak Tani too 🙂

 

Task Manager di Google Chrome

Task Manager on Google Chrome

Task Manager on Google Chrome

Saya tidak tahu sejak versi berapa Google Chrome memberikan fitur Task Manager. Saya baru saja melihat fitur ini di Google Chrome yang terpasang di Laptop Ubuntu 11.10, yaitu Google Chrome versi 20.0.1132.43.

Menurut saya keberadaan fitur ini cukup menarik. Saya bisa bisa melihat tab mana yang menghabiskan memory, memperberat kerja processor, graphic dan menghabiskan bandwidth, sampai dengan menghentikan secara paksa bila ada halaman web yang terbuka di suatu tab yang menyebabkan crash. 🙂

Bila anda belum tahu, fitur ini bisa diakses melalui Tools => Task Manager.

SocialScope Tidak Bisa Login Twitter

Pagi ini kedua account twitter di SocialScope yang terpasang di ponsel saya meminta otorisasi. Saya pun segera mengklik tombol permintaan otorisasi itu dan segera diarahkan ke halaman otorisasi di web browser di ponsel. Saya mengetikan username dan password. Otorisasi kemudian dikatakan berhasil. Namun ketika sampai di twitter client SocialScope permintaan otorisasi muncul lagi.

Saya telah mencoba memberikan otorisasi sampai beberapa kali. Sampai saya mencoba logout account twitter di SocialScope dan mencoba login lagi. Sayang cara ini sampai sekarang belum membantu. Dan saya belum bisa nge-tweet dari SocialScope. 😀

Saya tidak tahu apakah permasalahan ini ada di twitter atau di SocialScope. Katanya Uber Social pun bagi ini mengalami masalah serupa. Ada yang yang mempunyai masalah dengan SocialScope atau Uber Social pada pagi ini?

Cokelat

Cokelat Panas

Cokelat Panas

Konon segelas cokelat panas bisa memberikan efek meredakan stres. Apalagi segelas cokelat panas yang gratisan. Saya belum percaya sebelum beberapa kali meneguk beberapa gelas cokelat gratisan? 😀

Mengirim Surat Pos

Saya kemarin ke Kantor Pos Playen. Untuk mengirim surat beneran. Maksud saya surat yang ditulis di kertas dan diamplop kemudian dikirim melalui pos. Bukan surat elektronik, email, tentu saja.

Ketika saya membeli perangko dan amplop, oleh petugas pos, saya langsung diberi satu ampop dan satu perangko. Keduanya harganya Rp 3.000,-. Perangkonya sendiri tertulis Rp 2.500,-.

Coba lihat, berapa lama waktu yang bisa digunakan oleh perangko Rp 2.500,- untuk mengantarkan surat saya ke Lampung. Atau bisa jadi surat saya tidak sampai karena pak pos pusing tujuh keliling membaca tulisan tangan saya. 😀

Surat Pos

Surat Pos

Ayo siapa yang mau saya kirimi surat? Nanti kalau selo saya kirimi, hehehe