Buku” Pewarta Warga” dan “Buku Pegangan Jurnalisme Independen”

Pewarta Warga dan Jurnalisme Independen

Pewarta Warga dan Jurnalisme Independen

Kedua buku ini adalah buku-buku yang ingin saya baca pada minggu-minggu ini. Kedua buku itu saya dapatkan secera gratis. Buku Pegangan Jurnalisme Independenย oleh Deborrah Potter merupakan pemberian dari teman saya Anandita Puspitasari (@nonadita) di PPTIK UGM pada tahun 2009 yang mana pada saat itu saya belum terlalu tertarik dengan topik Jurnalisme Independen. Baru tahun-tahun belakangan ini saja saya merasa perlu dan alhamdulillah buku ini masih dengan baik tersimpan dan bisa saya baca-baca dengan nyaman. Sedangkan Buku “Pewarta Warga” adalah pemberian Hendri Destiwanto (@mashendri) pada awal tahun ini. Saya ucapkan terimakasih kepada keduanya. Semoga menjadi amal sholeh mereka.

Saya sekarang merasa memerlukan membaca kedua buku ini bukan karena saya ingin menjadi wartawan di media. Bukan cita-cita saya pula untuk menjadi kontributor berita lepas di media masa. Baca lebih lanjut

Satu Juz Tiap Hari #onejuzaday

Sebenarnya saya agak malu menuliskan niat saya untuk bertadarus sebanyak satu juz tiap hari selama bulan Ramadan. Kenapa? Karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, niatan yang sama tidak pernah mudah saya tepati dengan mulus. Masalah selalu ada-ada saja.

Tahun kemarin, seingat saya, saya tidak menyelesaikan khatam 30 juz selama Ramadan. Tahun belakangnya tahun kemarin pun tidak mulus. Tahun belakangnya lagi juga tidak mulus satu juz setiap hari. Ada kalanya saya merapel beberapa juz dalam satu hari agar target khatam satu bulan tercapai.

Padahal target utama saya adalah belajar menjaga konsistensi dan persistensi. Bukan dijawab dengan rapelan dan borongan, hehe. Islam mengajarkan ibadah yang kecil-kecil yang rutin jauh lebih baik dari ibadah yang besar namun hanya bisa mengerjakan sekali.

Tetapi tidak apa-apa. Anggap saja niat yang saya tuliskan di sini sebagai doa. Alhamdulillah di hari ke-2 Ramadan 1433 H ini saya mulai menginjak juz ke-2. Mudah-mudahan tahun ini saya bisa konsisten 1 juz tiap hari sampai hari ke-30 ramadan. Aamiiin.

Reciting Qur'an

Reciting Qur’an

 

Perlu Kalkulator?

Kasir menerima uang pembayaran saya. Meraih kalkulator. Memencet beberapa tombol sampai di layar kalkulator muncul berapa seharusnya uang kembalian untuk saya. Kasir membuka laci uang dan mengambil uang sebanyak Rp 39.000,- untuk saya. Saat itu saya membeli satu jenis obat di Apotek yang berharga Rp 11.000 yang saya bayar dengan 1 lembar uang 50 ribuan.

Saya tidak habis pikir kenapa mbak-mbak kasir itu perlu menggunakan kalkulator untuk hitung-hitungan sederhana. Asas kehati-hatian, mungkin. Walau rasanya absurd saja.

Barangkali ini mirip dengan teman saya yang menggunakan sepeda motor hanya untuk ke mini market sebelah yang hanya berjarak ratusan meter. Kalau dihitung-hitung akan lebih efisien bila berjalan kaki. Untuk menaruh dan mengambil motor di parkiran saja sudah sama dengan waktu yang digunakan pulang pergi dengan berjalan kaki.

Sebegitunya manusia sangat menggantungkan diri pada alat. Dipikirnya menggunakan alat itu selalu lebih efisien dibanding tidak. ๐Ÿ™‚

Insya Alloh, Jum’at Besok Berpuasa Ramadan

Saya menulis posting ini sambil sesekali meneguk teh manis yang tinggal seperempat di mug kesayangan saya. Teh manis yang saya sedu pada sore menjelang senja tadi. Biasa saja, hanya Insya Alloh ini teh penunggu senja terakhir yang saya seduh di bulan ini. Syawal depan insya Alloh saya baru akan menikmati menunggu senja sambil menyesap teh hitam manis.

Insya Alloh saya, keluarga dan muslim di lingkungan dimana saya tinggal sudah memutuskan dengan mantab untuk mulai berpuasa pada hari Jum’at besok. Tanpa menunggu pengumuman resmi dari pemerintah yang sampai saya menulis posting ini pun terdengar di televisi masih sedang panas-panasnya bersidang isbat.

Memang tidak terlalu biasa kita di Indonesia mengalami perbedaan awal puasa. Yang lebih sering adalah terjadi perbedaan 1 Syawal. Baca lebih lanjut

Bank Mandiri Hadir Dengan Layanan Aplikasi Mandiri Mobile

Karena banyak pengunjung blog sampai ke artikel ini dengan kata kunci “Masalah Mandiri Mobile for Android” maka saya membuat posting Cara Mengatasi Masalah Install Mandiri Mobile di Android di sini.

Semoga bermanfaat. ๐Ÿ™‚

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama beberapa saat mencoba aplikasi Mandiri Mobile di perangkat Blackberry (Mandiri Mobile for Blackberry). Bank Mandiri, menurut yang saya baca di situs Mandiri Mobile, situs yang baru tadi saya ketahui keberadaanya dari banner iklan yang dipasang di Youtube, menawarkan kemudahan bagi nasabah pengguna perangkat mobile tidak hanya bagi pengguna Blackberry, Mandiri Mobile juga hadir di perangkat Android dan iPhone.

Saya mencoba Aplikasi Mandiri Mobile pada kesempatan kali ini dengan Blackberry Bold 9000 dengan layanan BIS Full Service di Kartu HALO Telkomsel. Kartu yang juga terdaftar dalam layanan Bank Mandiri SMS Banking. Pengalaman bisa saja tidak sama ketika dicoba dengan perangkat Blackberry tipe lain dan atau BIS dari operator yang berbeda.

Langkah Pertama saya adalah mengaktivasi layanan Mandiri Mobile dengan mengetikan SMS Reg Mobile dikirim ke 3355. Dalam waktu singkat 3355 akan membalas SMS yang berisi download link ke Mandiri Mobile Apps. Instalasi saya gagal pada Baca lebih lanjut

Stephen Covey, Bapak The 7th Habits Meninggal

Dini hari tadi, twitter mengejutkan saya dengan berita meninggalnya Stephen R Covey. Stephen Covey adalah penulis dari buku laris The 7 Habits of Highly Effective People (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif) dan beberapa buku lain yang terjual jutaan salinan.

The 7 Habits of Effective people

The 7 Habits of Effective people

Penyebab meninggalnya Dr Covey, Baca lebih lanjut

Gosip-Gosip Pilkades

Tahun 2014 masih 2 tahun lagi. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau ย Pemilihan Lurah Desa (Pilurdes) di desa dimana saya tinggal masih cukup lama. Namun saya tidak tahu ada fenomena apa ketika secara tidak sengaja ย mulai terdegar di gardu ronda, di tempat-tempat nongkrong di perempatan-perempatan desa di malam hari dan di beberapa tempat lain ada beberapa orang sudah membicarakan hal ini. Masih sebatas ngobrol-ngobrol santai yang terlalu dini sebenarnya untuk dikatakan sesuatu yang serius.

Dan bisa jadi juga bukan hal serius yang perlu diseriusi. Bisa juga hanya angin lalu yang menghalau kebosanan akan isu-isu nasional yang saban hari disuapkan oleh televisi dan media. Bisa pula sebaliknya.

Hehe, saya malah ngomong apa sih di sini. Sebagai bukan seorang yang punya kompetensi untuk menganalisis peristiwa-peristiwa sosial, ada beberapa hal yang mungkin berhubungan: Pilkada Jakarta yang menarik jutaan bola mata dari sepenjuru negeri (1), Pilkades yang baru saja diselenggarakan di desa sebelah (2), Pilurdes yang akan diselenggarakan di beberapa desa tetangga (3), ย Kepala Desa incumbent yang sudah dianggap terlalu lama, dua kali masa jabatan (4), Masyarakat yang menginginkan perubahan (5)…. apa lagi (6) hehehe

Seumur hidup, saya sudah menyaksikan 2 kali Pemilihan Kepala Desa di desa dimana saya tinggal. Pada tahun 1997 ketika saya belum mempunyai hak pilih dan pada tahun 2002 yang mana Pilkades saat itu dimenangi oleh kepala desa incumbent. Dan dua tahun lagi mudah-mudahan saya bisa menyaksikan peristiwa yang ketiga.

Coba kita lihat apa yang berbeda dengan Pilkades pada era internet sudah menjadi penduduk tetap di desa dibanding pilkades sebelumnya. ๐Ÿ˜€

Semut Juga Perlu Minum

Saya heran dengan gelas dan tempat minum yang saya gunakan yang belum berapa lama saya tinggalkan baik di meja maupun di bangku di teras mengapa akhir-akhir ini sering dikerumui semut. Padahal air yang saya minum tidak mengandung pemanis. Air jernih saja. Bukankah biasanya semut hanya mengerumuni air yang berpemanis atau apa pun yang mempunyai kadar manis tertentu.

Dugaan saya sebelumnya, barangkali ada bekas makanan atau bekas manis dari bibir saya yang ikut menempel di bibir gelas.

Sampai kemudian saya menemukan tempat penyimpanan air minum di rumah juga dikerumi semut. Di tempat air minum yang satunya juga terdapat kerumunan semut. Sampai di sini saya jadi berpikir, barangkali semut-semut ini bukan mencari gula/rasa manis/makanan, melainkan memang mencari air untuk minum.

Pada musim kemarau yang kering seperti sekarang, barangkali semut kesulitan mencari air permukaan/air tanah untuk mereka gunakan untuk minum. Semut juga perlu minum. hehehe.

Memang makhluk hidup asa sih, selain barangkali jin dan setan yang bisa bertahan hidup tanpa air. ๐Ÿ˜€ Seharusnya mengamati semut yang perlu minum sudah saya lakukan pada saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar atau Taman Kanak-Kanak. Bukan sekarang. hihihi

Klik IT, Solusi Ribet Stop Kontak

Andai dari dulu colokan seperti yang di atas sudah ada, maka kita tidak perlu ribet dengan colokan dibawah ini:

Ribet Stop Kontak

Ribet Stop Kontak

Foto di atas saya ambil ketika saya saat itu sedang mengalami frustasi akibat panitia workshop yang sedang saya ikuti tidak menyediakan fasilitas kepada peserta workshop secara layak. Dari tempat yang digunakan untuk workshop dan pelatihan software database saja pada saat itu sudah tidak memenuhi syarat. Panitia memaksakan menggunakan suatu ruang rapat untuk digunakan workshop sehari yang berpeserta kira-kira 50 orang. Masing-masing peserta workshop membawa laptop sendiri-sendiri.

Stop kontak/colokan listrik seperti di atas merupakan apa yang bisa disediakan oleh panitia untuk memberikan aliran listrik untuk laptop masing-masing peserta.

Nah, bukannya workshop pada saat itu fokus ke materi, malah-malah waktu dihabiskan untuk Baca lebih lanjut

Proses, Hasil dan Ruang

Pikirkan masak-masak. Persiapkan sampai matang benar. Kerjakan dengan cara yang benar, sebenar-benarnya. Bukanlah janji ย untuk sebuah keberhasilan. Itu semua baru menawarkan peluang yang sedikit lebih untuk sesuatu yang disebut berhasil.

Itu berlaku dalam banyak hal, kalau tidak mau disebut untuk semua hal.

Pun ada kalanya hal-hal itu dikerjakan ala kadarnya pun terkadang ย terlihat menuai malah sebaliknya, bukan ala kadarnya. Ada keberuntungan dan ketidak beruntungan yang bermain dengan cara yang belum bisa dipahami oleh setidaknya pikiran saya. Ada ketidakterdugaan, ketidaksengajaan, randomness or whatever you name it.

Bagi saya sendiri arti persiapan dan proses yang merupakan satu-satunya hal yang bisa campuri dan kendalikan adalah dengan berusaha melakukanya sebaik-baiknya tidak akan meninggalkan sesal dibelakang apa pun hasilnya apa pun yang terjadi.

Bila ada ruang diantara proses dan hasil mungkin disitulah Tuhan memainkan peran-Nya. Eh tidak demikian ya. Kendali Alloh jauh melebihi luas yang bisa dibayangkan akal pikiran makhluk. ๐Ÿ™‚