Saya rasa tema antar muka gmail ini keren sekaligus lucu. Saat ini google menawarkan kepada kita koleksi tema yang lebih beragam. Jadi bagi pengguna gmail silahkan di pilih pilih. Semoga cocok 🙂
Curhat Teknologi
Edit dan Rotasi Photo di #flickr dengan #picnik
Beberapa waktu yang lalu, saya menghapus sebuah foto saya di Flickr karena tidak tahu bagaimana merotasi orientasinya. Foto itu, memang saya upload secara langsung dari ponsel dan kebetulan saya mengambil gambar secara portrait. Tidak tahunya, flikr menyediakan fasilitas untuk mengedit gambar yang diberikan oleh third party. Yaitu Picnik.
Merk Cina identik dengan Kualitas Abal – Abal?
Kemarin, status facebook yang ditulis teman saya membuat diri ketawa tawa seorangan. Di status facebooknya dia menuliskan kata – kata penyesalan karena telah dua kali membeli ponsel bermerk Cina. Dalam waktu tidak lama kedua ponselnya ngambek, rusak. Harapan sahabat itu pasti ingin membeli produk yang tidak mudah rusak, awet, tahan banting, tahan lama, canggih, modis, tetapi dengan harga yang murah terjangkau.
Seperti yang sudah diketahui khalayak, produk bermerk Cina, baik itu produk Otomotif, Elektronik, Perkakas dan lain lain termasuk mur-baut sudah dikenal murah, dan menyandang predikat kualitas murahan. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa jembatan Suramadu yang menjadi mega proyek kebanggaan banggsa itu produk berharga murah dengan kualitas murahan karena dikerjakan kontraktor asal Cina.
Mengatakan bahwa produk bermerek Cina berkualias abal abal tidaklah sama arti dengan mengatakan bahwa bangsa Cina tidak bisa membuat produk yang bermutu. Andai melihat dengan jeli, mungkin gadget kesayangan kita yang ada stempel Sony Ericsson atau Nokia pun ada embel emebel “Made in China” –nya. Saya tidak tahu apakah produk BlackBerry atau Apple iphone ada keterlibatan bangsa Cina atau tidak dalam lini produksi mereka. Tetapi percayalah bahwa ada banyak produk bermerek papan atas di dunia yang di lini produksinya terlibat campur tangan bangsa bermata sipit negeri Jacky Chan itu. Baca lebih lanjut
Flash disk PROLiNK palsukah?
Hari ini saya dibuat pusing oleh sebuah Flash disk bermerk PROLiNK dengan kapasitas 4 GB. Flashdisk ini dapat mudah dikenali baik di Windows maupun di ubuntu 9.10. File file nya pun dapat terbaca oleh File Manager. Pada flash ini sudah terdapat beberapa folder dan file yang bisa dilihat.
Masalahnya flash disk ini tidak dapat ditulisi. Saya tidak bisa menuliskan maupun menghapus data. Saya mencoba menformat flask disk ini. Baik menggunakan ubuntu maupun Windows 7, hasilnya sama sama gagal. Bahkan saya sudah mendownload beberapa utility. Hasilnyapun tetap nihil. Utility yang dikeluarkan HP mengatakan bahwa flashdisk ini write-protected, padahal saya pelotohi diseluruh tubuh flash ini tidak ada tombol write protect.
Saya googling, dengan kata kunci “prolink 4 gb flashdisk”. Anehnya google tidak mengenali flash disk keluaran prolink ini. Website official Prolink juga tidak menunjukan adanya produk ini. Saya mulai curiga dengan keaslian produk ini. Di ubuntu saya mencoba mengetahui jenis hardware ini dengan mengetik “lsusb”. Ubuntu mengenali sebagai “Transcend Flash Drive” . loh
Nah berbekal, dengan kata kunci yang baru ini, saya mendapatkan hasil pencarian google yang lebih relevan, sayangnya sampai saat ini belum mendapatkan solusi yang cespleng untuk membuat flash disk ini dapat digunakan lagi.
Saya sudah menghabiskan berjam jam hanya untuk mengurusi flashdisk seharga 125 ribu. Suatu pengorbanan untuk rasa ingin tahu. 😀
Google Chrome Belum diperhitungkan
Meski saya terpesona dengan kecepatan rendering Google Chrome Beta yang tanpil lengkap dengan kesederhanaannya, ternyata, bukan berarti membuat orang – orang serta merta berbondong bondong menggunakannya. Bahkan statcounter masih belum menganggapnya layak untuk diperbandingkan dalam sebuat statistik penggunaan perangkat lunak perambah laman ini.
FireFox masih tetap leading meski saya sudah jarang menggunakan 😀
PS : Silahkan Klik pada gambar /grafik untuk melihat gambar dalam ukuran sebenarnya
Keyboard untuk yang berkuku panjang : Ada ngga?
Mulai tadi pagi saya merasakan bete ketika sedang mengetik. Keyboard ini terasa membuat jari – jari tangan tidak nyaman seolah sedikit – sedikit tergelincir dan keseleo. Habis itu suara berisiknya tidak mengenakan telinga. Saya juga tidak habis pikir dengan keyboard yang belum beberapa bulan saya ganti dan kenapa akhir – akhir ini telinga saya menjadi sensi dan mudah alergi.
Mengalihkan penglihatan dari monitor untuk memastikan biang penyebab kebetean, mendapati bahwa memang benar bahwa keyboard itu baru berusia beberapa bulan dan kelihatan tidak berubah, yang kelihatan kemudian menimbulkan pertanyaan adalah, sudah berapa bulankah saya tidak memotong kuku. (lol) Ketahuan masalahnya kalau saya sedang 130/80, yang menjadikan ngasalnya menjadi jadi.
Sekali ngasal tetap ngasal. Adakah keyboard yang di desain untuk nyaman digunakan bagi yang kurang menerima bahwa memotong kuku itu suatu kebenaran? Atau lebih benarnya malas memotong kuku.
Chrome Browser Beta di Karmic Koala
Kesan pertama adalah warna dasar default dan desain antar muka penjelajah laman Chrome yang biru lembut terlihat pas dengan googlewave. Habis dari dapur yang sama, sih. Bagi saya warna dasar default ini bahkan serasi dengan kebanyakan situs favorit saya yang berwarna dasar biru itu. Meski masih versi beta, dan baru beberapa jam menjajal, kecepatan dan kesederhanaan antar muka Chrome, menurut saya layak untuk diandalkan. 😀
Bagaimana saya bisa me review secara obyektif kalau dengkul sudah dibuai dengan kesan pertama. Jadi bagi yang tertarik silahkan men download di link berikut :
http://www.google.com/chrome?platform=linux
Dan silahkan juga menengok :
http://www.google.com/chrome/intl/id/features.html?platform=linux
Kenali cewe itu dengan ponsel mu!
Google introduced several other products at its event on Monday. The most ambitious, called Google Goggles, allows people to send Google a cellphone photograph of, say, a landmark or a book, and have information about the contents of the image returned to them instantly.
The technology has one potentially provocative use: someone could conceivably send Google a photo of a person — if they fail to remember an acquaintance’s name, for example — and get enough information about him or her to avoid an awkward encounter.
http://www.nytimes.com/2009/12/08/technology/companies/08google.html?ref=technology
***
Mari kita sedikit ber andai – andai. Andaikan di suatu sore ketika sedang berliburan dengan jalan – jalan di Malioboro bersama geng – geng kita. Kita sedang menikmati pemandangan sore khas jogja lengkap dengan lalu lalang di antara pedagang kaki lima yang banyak berjualan souvenir apik dan khas. Mungkin Anda atau teman anda juga sedang mengamat amati akan memilih salah satu cendera mata itu untuk menjadi pengisi kamar. Namun belakangan anda mengetahui, bahwa sebenarnya yang tampak lebih menarik adalah beberapa cewek cantik yang sedang memilih bandana bermotif batik. Baca lebih lanjut
Google Wave : Belum Mudeng
Akhirnya, saya dapat kesempatan juga untuk dapat mencicipi google wave. Terimakasih atas kebaikan hati mas Fajar Saptono yang telah mengirimkan invitasi. Meski sampai saat ini saya masih bingung akan bagaimana cara menggunakan wave.
Maklum untuk hal beginian saya masih terlalu gaptek bin ndeso 😀
retouch : Bunga ditepi Jalan
Bunga ini melambai – lambai di pinggir jalan pada suatu minggu pagi yang sejuk dan basah awal musim hujan ini. Saya pun menghampiri, mengambil ponsel dari saku dan mengatur ponsel pada mode kamera. Setelah mendapatkan sudut terbaik, timbul rasa ragu – ragu, tidak yakin apakah bunga ini akan lebih baik terambil dengan mode close up atau macro. Apa yang diperlihatkan oleh view finder LCD dan apa yang bisa dilakukan oleh suatu kamera ponsel tidaklah cukup membuat saya yakin. Meski ponsel kamera ini sudah saya gunakan hampir setiap hari. Dalam beberapa menit, puluhan gambar dengan obyek bunga yang sama pun akhirnya terambil. Bilapun ada gambar yang tidak bagus dan tidak sesuai keinginan, biarlah, nanti saya masih bisa menggunakan komputer untuk memilih gambar – gambar bunga terbaik dan sedikit menyuntingnya dengan aplikasi pengolah citra.
Mengambil gambar dengan kamera digital agar memenuhi kualifikasi artistik dan teknis yang bagus tidak pernah mudah. Baca lebih lanjut







