retouch : Bunga ditepi Jalan

Bunga Ditepi Jalan

Bunga di tepi jalan

Bunga ini melambai – lambai di pinggir jalan pada suatu minggu pagi yang sejuk dan basah awal musim hujan ini. Saya pun menghampiri, mengambil ponsel dari saku dan mengatur ponsel pada mode kamera. Setelah mendapatkan sudut terbaik, timbul rasa ragu – ragu, tidak yakin apakah bunga ini akan lebih baik terambil dengan mode close up atau macro. Apa yang diperlihatkan oleh view finder LCD dan apa yang bisa dilakukan oleh suatu kamera ponsel tidaklah cukup membuat saya yakin.  Meski ponsel kamera ini sudah saya gunakan hampir setiap hari. Dalam beberapa menit, puluhan gambar dengan obyek bunga yang sama pun akhirnya terambil. Bilapun ada gambar yang tidak bagus dan tidak sesuai keinginan, biarlah, nanti saya masih bisa menggunakan komputer untuk memilih gambar – gambar bunga terbaik dan sedikit menyuntingnya dengan aplikasi pengolah citra.

Mengambil gambar dengan kamera digital agar memenuhi kualifikasi artistik dan teknis yang bagus tidak pernah mudah. Apalagi bagi yang hanya berbekalkan kamera entry level seperti pada kamera ponsel yang saya gunakan untuk mengambil gambar bunga tadi. Pada tiap – tiap moment pengambilan gambar selalu saja ada kendala. Entah itu kendala ruang untuk memilih angel yang tepat, pencahayaan yang kurang bersahabat, keterbatasan fitur dari kamera dan lain sebagainya. Meski menurut saya keterbatasan tersusah itu terletak di kepala si tukang foto itu.

Bagi saya, ketika kita selesai menekan tombol shutter pada kamera, belumlah tugas seorang juru kamera selesai. Masih ada banyak yang bisa dilakukan sebelum foto disajikan ke pemirsa baik itu melalui kertas cetakan atau melaui suatu online photo hosting yang keberadaannya kian populer. Kualitas foto yang sebenarnya akan kelihatan jika kita telah menyalinya ke komputer. Tentu saja komputer yang dilengkapi dengan monitor yang memenuhi syarat saja yang akan menampilkan foto – foto kita apa adanya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, jarang saya mendapatkan gambar – gambar dari kamera digital yang ideal secara teknis dan artistik. Bilapun ada gambar yang menurut saya kelihatanya bagus pun tidak serta merta membuat saya percaya diri. Biasanya saya akan mengecek sekali lagi kualitas teknis dari gambar seperti itu. Histogram merupakan alat pertama yang saya gunakan dan bila dirasa kurang pas biasanya saya akan menggeser shadow dan highlight serta mid. Bila dirasa detil yang terdapat pada gambar kurang maka Unsharp Mask masih bisa membantu. Crop, tool ini sering saya gunakan untuk memperbaiki  komposisi suatu foto.

Ketiga tool yang saya sebut itu merupakan peralatan dasar yang paling sering saya gunakan, baru kemudian untuk menambahkan mood tertentu, saya bisa bermain main dengan curve, hue saturation dan tools retouching yang lain yang ada pada kebanyakan program pengolah citra favorit.

Mengenai perangkat lunak pengolah citra yang saat ini saya gunakan untuk menyentoh foto – foto ilustrasi pada blog ini, kebanyakan cukup dengan GIMP, suatu perangkat lunak gratis dengan kode sumber terbuka yang bisa berjalan baik di linux, maupun windows. Tentu saja akan sah – sah saja apabila menggunakan perangkat lunak berbayar yang canggih seperti Photoshop, Photo Paint, Painshop Pro, dan lain lain, meski menurut saya terlalu berlebihan kecuali bila punya uang lebih untuk membeli.

Biar tidak dikira sedang jatuh cinta, maka berikut ini saya pamerkan foto ponsel yang telah sedikit saya tweak dengan GNU GIMP. Seorang Bapak Tua di Angkudes Menuju ke Pasar.

Blantik

Blantik

Jadi …

Iklan

2 thoughts on “retouch : Bunga ditepi Jalan

  1. Melihat, foto mbh blantik di atas, saya jadi teringat eyang sastro, eyang noto dan eyang hardi. sebagian telah kondur ke alam kelanggengan, dan eyang sastro sudah sepuh, saya teringan masa kecil saya, dulu beliau2 ini sangat trengginas menyeret kambing dan sapi untuk dibawa ke pasar siyono, juga beliau2 ini sering membuat ulah yang menggelikan namun juga mengharukan bila di kenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s