Google+ tempat nge-junk tambah satu lagi

Tidak mau menyia – nyiakan trend social media yang marak sampai ke pelosok – pelosok kampung di negeri ketiga dan keempat, kini google ikut berebut kue yang telah selama beberapa tahun dinikmati oleh Facebook dan Twitter. Google menggunakan pisau baru bernama Google+ untuk mengiris porsi kue sebanyak yang ia suka.

Silakan baca di link berikut untuk tahu lebih detil terkait Google+ :

http://googleblog.blogspot.com/2011/06/introducing-google-project-real-life.html

Dalam setiap peluncuran produk – produk barunya, boleh dibilang Google cukup pelit. Atau ini memang strategi mereka? Untuk mencicipi layanan jejaring sosial Google+ ini kita harus mendapatkan undangan/invitasi terlebih dulu. Bagi yang pernah mendaftar google wave dan gmail versi beta, persis seperti itu mekanisme registrasi yang diberlakukan Google.

Untuk mendapatkan invitasi Google+ bisa mengisi form di link https://services.google.com/fb/forms/googleplusenuk/ , tapi sayang sekali apa yang tadi pagi saya coba sampai sekarang belum mendapatkan respon apa – apa. Apalagi invitasi.

Tidak cukup sabar menunggu invitasi official, saya tadi meminta di-invite oleh mas Sastrodiwiryo. Ternyata invitasi dari Mas Sastrodiwiryo langsung sampai di inbox gmail saya. Proses registrasi tinggal klak klik dari email invitasi. Tidak terasa apa saja tadi yang harus saya isikan. Pokoknya mudah sekali.

Google+

Google+

Baca lebih lanjut

Web Server http://www.snmptn.ac.id Error

Web http://snmptn.ac.id yang saya buka melalui ponsel pada jam 19:34 WIB hanya berhasil menampilkan halaman utama. Pencarian dan daftar yang diterima tidak bisa saya klik. Komentar error saja yang saya dapati.

Apakah galat ini hanya didapati bila dibuka dari browser ponsel saja? Saya belum sempat mencoba dari browser pada PC. Atau memang traffic yang membanjir terlalu berat ditangai oleh kemampuan web server yang dipakai situs web ini.

Bila ya, seberapa susah sebenarnya memprediksi besarnya traffic suatu web. Dalam hal ini traffic density dari web server http://snmptn.ac.id Apakah jumlah peserta snmptn yang sudah diketahui dengan pasti tidak berarti apa – apa dalam memperhitungkan kemungkinan traffic web ini….

Posted with WordPress for BlackBerry 1.5 via Telkomsel network

Susah Buka Blogspot dari Browser Ponsel

Kalau sedang blogwalking dengan ponsel, umumnya saya jarang meninggalkan jejak di blog – blog yang menggunakan layanan blogger/blogspot. Kenapa? Karena umumnya pemilik blog di blogspot belum mengaktivasi mobile view yang baru – baru itu difiturkan oleh blogger. Blogspot terasa berat dan memakan banyak memory pada perangkat dengan resource terbatas. Dan ternyata pada blog – blog di blogspot yang telah mengaktivasi fitur mobile view pun tidak serta merta memacahkan masalah commenting. Melalui browser pada ponsel saya/BB, commenting form belum bisa dibuka.

Dalam banyak hal sebenarnya Blogspot memang punya banyak kelebihan. Diantaranya blog di blogger mudah sekali SERP nya terdongkrak. Pun banya survey yang menunjukan bahwa blogger lebih lama dipantengin onliner dibanding penyedia layanan blogging yang lain. Jadi barangkali itu yang membuat Blogger ogah – ogahan membuat engine mereka ramah dengan device dengan limited resources.

Blog pertama saya dulu juga di Blogspot, tepatnya di sini. Sekarang sudah tidak terurus. Karena saya sekarang terlanjur jatuh cinta dengan kemudahan dan kesederhanaan wordpress.com.

Komputer Kok Cuman Buat Dengerin Lagu

Saya suka musik. Tiada hari tanpa musik mengalir ke kedua telinga saya. Kegemaran akan musik sudah ada sejak jaman radio AM/MW bertenaga batu baterai pada era 90-an. Setelah itu saya mulai mengenal toko kaset. Kemudian jaman Compact Disk yang segera disingkirkan oleh MP3.

Music player yang saya punya sekarang adalah komputer. Kadang – kadang memutar musik menggunakan ponsel saya. Habis tidak punya iPod sih. Kadang – kadang itu diantaranya adalah bila sedang mati listrik. 😀

Tidak ada lagi tape recorder/player, Compo CD Player di kamar saya. Entah gadget – gadget itu sudah berpindah tempat kemana. Saya lebih enjoy mendengarkan musik dengan komputer yang saya sambungkan ke stereo set dengan power amplifier yang saya rangkai sendiri sesuai selera.

Komputer memang alat bantu yang keren. Alat bantu yang cukup handal untuk menikmati musik tanpa repot. Tanpa repot mengganti – ganti kepingan CD. Mudah menyusun playlist, mudah menemukan lagu – lagu dalam koleksi audio digital saya yang seabreg seukuran lebih dari 40 Giga itu, secara otomatis menemukan lagu dan playlist favorit serta dijaman yang serba terkoneksi ini untuk membagikan semangat playlist dengan kawan – kawan. Baca lebih lanjut

Macet Jakarta di Google Map

Traffic on Google Map

Apakah ada yang pernah mencoba Google Map untuk memantau kemacetan yang terjadi di kota Jakarta? Apakah indikator kemacetan dan kelancaran lalu lintas yang ditunjukan dengan warna – warna ini cukup akurat?

Bila iya, tentu aplikasi buatan Google ini bermanfaat sekali buat umat manusia Jakarta untuk menghindarkan diri dari kemacetan. Setidaknya ada alat bantu untuk memilih menghabiskan waktu di tengah – tengah kemacetan atau memilih alternatif. Tetap tinggal di rumah tidak bepergian termasuk alternatif juga kan … 😀

Traffic on Google Map ini selain bisa dilihat dari web browser pada pc/laptop seperti ini juga bisa dilihat melalui Google Map Apps pada ponsel. Baca lebih lanjut

Install Firefox 5.0 pada Ubuntu 11.04

Boleh jadi software yang paling ketat dalam adu cepat me-release versi terbarunya adalah web browser. Dan yang paling jadi perhatian banyak orang adalah browser open source Mozilla Firefox. Meskipun saya lebih merasa mapan menggunakan Google Chrome, tetapi setiap kemunculan release baru Firefox membuat tangan saya gatal untuk segara cepat – cepat mencicipi. Apalagi seperti dikatakan bahwa Firefox 5.0 membawa 1.000 perbaikan dari versi 4.0.

Berikut ini adalah langkah – langkah instalasi yang saya lakukan pagi ini pada ubuntu 11.04 Natty Narwhal 64 bit :

untuk Ubuntu 32 Bit :

cd

wget ftp://ftp.mozilla.org/pub/mozilla.org/firefox/releases/5.0/linux-i686/it/firefox-5.0.tar.bz2

untuk Ubuntu 64 Bit :

cd

wget ftp://ftp.mozilla.org/pub/mozilla.org/firefox/releases/5.0/linux-x86_64/it/firefox-5.0.tar.bz2

tar xvjf firefox-5.0.tar.bz2

sudo mv firefox /opt/firefox

sudo rm firefox-5.0.tar.bz2

sudo mv /usr/bin/firefox /usr/bin/firefox-old

sudo ln -s /opt/firefox/firefox /usr/bin/firefox

sudo mv /usr/bin/firefox-old /usr/bin/firefox

sudo rm -r firefox /opt/firefox

sudo apt-get update

sudo apt-get upgrade

Nah, sekarang Firefox 5.0 siap digunakan. Mengenai review tentang firefox 5.0 di banding firefox 4.1 saya tuliskan belakangan. Baca lebih lanjut

Pelatihan Software/Program Komputer di Ruang Rapat

5 tahun yang lalu, bila suatu instansi ingin menyelenggarakan pelatihan menggunakan software/program komputer, maka yang pertama kali perlu dipikirkan adalah sebuah lab komputer. Lab komputer itu harus disiapkan terlebih dahulu dengan pengadaan. Bisa pula dengan menyewa di kampus – kampus atau di sekolah – sekolah untuk lebih menghemat anggaran. Yang perlu dicermati kemudian tinggal berapa jumlah lab yang perlu disewa diperhitungkan dari jumlah peserta pelatihan. Kemudian menjadwalkan pelatihan yang akan mereka selenggarakan. Tentu saja hal tetek bengek lain juga harus dipikirkan. 😀

Nampaknya kini jaman sudah berubah dan berkompromi dengan penyelenggara pelatihan. Untuk menyelenggarakan pelatihan penggunaan suatu program/software seperti pada 5 tahun lalu, panitia sudah menganggap tidak lagi perlu memikirkan pentingnya Lab Komputer. Asumsinya saat ini semua orang sudah mempunyai Laptop. Cukup dalam Undangan pelatihan dicantumkan: Peserta Pelatihan Wajib membawa Laptop sendiri dengan spesifikasi bla bla bla …

Aula atau Ruang Rapat pun dalam sekejab sudah bisa disulap jadi Ruang Pelatihan penggunaan software/program. Panitia cukup menyediakan Viewer/Projector dan kabel roll untuk colokan listrik. Banyaknya jumlah peserta pun tidak lagi masalah. Jaman dulu kalau tidak salah maksimal 40 peserta untuk 1 lab komputer. Sekarang satu angkatan pelatihan bisa sama dengan kapasitas maksimal ruang rapat. Baca lebih lanjut

Seberapa Sering Menggunakan Google Mobile?

Dokter memberikan beberapa obat setelah memeriksa apa penyakit yang kita keluhkan. Dokter memberitahu cara pakai obat – obatan yang diberikan kepada kita sebagai pasien. Misalnya obat yang ini 2 x sehari 1 tablet setelah makan. Sirup ini diminum satu jam sebelum makan. Tanpa memberi penjelasan apa fungsi masing – masing obat. Pemberian obat oleh dokter setelah pemeriksaan ini disebut self dispensing. Hal ini lumrah terjadi bila kita berobat ke Puskesmas, dokter praktek swasta dan klinik – klinik di daerah dimana saya tinggal.

Berbeda dengan kalau kita berobat ke Rumah Sakit yang lebih besar. Biasanya setelah pemeriksaan, dokter memberikan resep obat untuk bisa dibeli di Apotek manapun. Ketika kita membeli resep obat di Apotek, maka Apoteker atau petugas di Apotek akan menjelaskan kepada kita aturan pakai masing – masing obat beserta fungsi/khasiat dari obat – obat itu. Misalnya, ini adalah paracetamol untuk meredakan rasa nyeri dan menurunkan demam. Ini adalah Amoxilin, antibiotik untuk membunuh pathogen dan bibit bibit penyakit di dalam tubuh dan harus diminum sampai habis. Baca lebih lanjut

Usia Ideal Gadget itu Berapa?

Dalam 5 tahun, anda sudah berapa kali berganti gadget? Berapa bulan usia ponsel yang saat ini anda pakai? Komputer/Laptop. Sering mana sih Anda berganti ponsel dengan berganti laptop? Apa alasan anda berganti ponsel dan komputer/laptop baru?

Pertanyaan – pertanyaan itu mirip dengan yang kami bicarakan dengan teman – teman saya. Laptop Mac teman saya yang dibeli menjelang bulan puasa tahun kemarin, berarti usia Mac -nya belum genap setahun, sudah berulah. Sedangkan Laptop Acer Travelmate yang saya pakai sudah berusia lebih dari 5 tahun. Kerusakan yang terjadi hanya kerusakan ringan – ringan. Misalnya keyboard rusak karena laptop terjatuh dan DVD RW yang kemampuan baca tulisnya sudah jelek.

Kembali ke Laptop MBP teman yang berulah itu, menurut dia si MBP belum pantas mati karena usianya belum genap setahun. Memang pantasnya Macbook Pro itu pantas mati pada usia berapa? Tidak masuk akal bila kita menginginkan tidak rusak selamanya.

Teman saya yang lain nyeletuk. Kalau dalam 1 atau 2 bulan Macbook Pro mu sudah memberi value kepada kamu senilai harga beli Macbook-mu, maka Macbook Pro mu pantas mati pada bulan ke 4. Kalau dalam satu tahun kamu tidak bisa mengharapkan value senilai harga beli Macbook pro -mu, itu artinya kamu ngga pantas pakai Macbook Pro. Pakai laptop low end dan sistem operasi linux saja. 😀

Posted with WordPress for BlackBerry 1.5

WHO : Ponsel Tingkatkan Resiko Kanker

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini mengumumkan penggunaan telepon seluler bisa menyebabkan terjadinya kanker otak. Kesimpulan ini merupakan hasil pertemuan 21 ilmuwan dari 14 negara, termasuk riset terbaru yang belum dipublikasikan.

Riset sebelumnya menyebutkan hanya dengan setengah jam saja memakai telepon seluler saban hari, risiko terkena kanker otak bagi penggunanya mencapai 40 persen. “Karena itu penting untuk melaksanakan riset lanjutan dalam jangka panjang soal bahaya penggunaan telepon seluler,” kata Direktur Badan Riset Internasional WHO Dr Christopher Wild.

Nukilan berita dikutip dari Tempo Interaktif di sini.

Ngeri juga bila dugaan para pakar internasional ini terbukti. Terutama bagi orang – orang yang 24 jam per hari dalam hidupnya tidak terpisahkan dengan ponsel. Fungsi ponsel saat ini lebih luas dari sekedar untuk menelepon. Saya misalnya meletakan ponsel di tempat yang mudah diraih pada saat tidur. Lha bangun tidur tepat waktu saya berada pada salah satu fitur alarm pada ponsel. Baca lebih lanjut