Layar iPhone Rusak

tyrex-tempered-glass-51Begitu meraih dan mengaktifkan iPhone saya kaget. iPhone saya menyala dengan menampilkan retakan di sekujur layarnya. Saya amati lebih lama, yang saya dapati adalah tampilan home screen seperti di atas pecahan-pecahan kaca.

LCD iPhone saya pasti rusak. Begitu dugaan saya dengan semua kepanikan di kepala. Saya mencoba mengingat-ingat apakah iPhone saya baru saja jatuh. Apakah semalam iPhone saya jatuh dari tempat tidur ke lantai. Rasanya kok tidak. Kalau dulu-dulu sering jatuh memang iya. Goresan-goresan bekas jatuh di sisi-sisi iPhone tidak akan bohong.

Rabu pagi itu saya mencoba menggunakan iPhone yang layarnya menyala aneh itu seperti biasa. Touch screen/digitiziser nya bekerja normal. Responsif bila disentuh baik di bagian tengah maupun dipinggir manapun. Fungsi-fungsi lain berjalan normal. Aplikasi-aplikasi yang saya coba jalankan rasanya juga masih berfungsi.

Saya pun kemudian tanya sana tanya sini dimana bisa mengganti LCD iPhone yang bisa ditunggu (karena iPhone ini selalu saya gunakan) dan berapa biaya yang diperlukan untuk penggantian layar itu.

Busyet. Harga LCD iPhone 5s dan ongkos service nya sekitar 1 jutaan. Beberapa tempat service malah ada yang menawarkan harga sampai 1.400.000 rupiah. Biaya yang sudah bisa digunakan untuk membeli sebuah smartphone android.

Tanpa banyak berpikir panjang, saya pun siang itu segera meluncur ke Ambarukmo Plaza. Atas rekomendasi teman saya Yudha, saya pun segera menuju tempat service milik temannya, yaitu Bismart. Saya perlu menunggu lebih siang sampai tempat service- tempat service handphone di phone market Amplaz buka.

Sambil bilang bahwa saya adalah temannya Yudha, saya menyodorkan iPhone saya yang ingin diganti LCD nya. Sambil dilihat-lihat Koh Hen bilang ke saya. “Kemungkinan LCD ini kena air kalau tidak kena minyak. Kalau kena air, kemungkinan asal dipakai airnya akan hilang perlahan-lahan. Tapi kalau minyak ya akan seperti itu terus”.

Koh Hen menyarankan saya untuk tidak diganti LCD dulu dan mencoba-coba menggunakannya seperti biasa. Wanti-wantinya agar tidak dipanasi saja. Karena dengan dipanasi akan bisa meninggalkan bekas pada layar. Baiklah.

Hari ini adalah hari ke-3 setelah insiden itu menimpa iPhone saya. Keanehan seperti retakan pada layar iPhone telah berangsur menghilang. Meski belum sepenuhnya hilang. Masih tersisa sedikit. Dan mudah-mudahan benar-benar airnya bisa hilang dan tampilan layar iPhone saya bisa kembali normal sedia kala.

Atau ini pertanda bahwa saya akan mendapatkan rejeki baru berupa iphone 6s plus 128 GB? Semoga

Btw terimakasih Koh Hen dan Terimakasih kepada teman-teman saya yang telah membantu saya memberikan informasi penggantian LCD untuk iPhone. Semua benar-benar merupakan pengalaman dan informasi baru untuk saya.

Akhirnya Whatsapp Web Support Bisa di iPhone!

Sebenarnya saya tidak begitu suka chating dengan menggunakan Whatsapp. Apa yang membuat saya terpaksa menggunakan WA adalah beberapa grup yang terpaksa saya ikuti. 😦 Ada sampai 6 grup, kadang sampai 10 grup WA yang harus saya ikuti dalam suatu waktu.

Chatting menggunakan handphone bagi saya bukanlah hal yang mudah dan nyaman. Membaca chat nya sih masih lumayan, mengetikannya itu yang susah bagi saya. Karena saya harus berpindah jari dari keyboard laptop ke keypad ponsel. Sampai beberapa waktu lalu saya bertambah kesal dan iri melihat WA menambahkan fitur WA web chat yang hanya ada buat Whatsapp di Android, namun tidak buat iPhone (perangkat iOS). Entah kenapa juga WA webchat tidak dibuat aplikasi stand alone saja.

Update:

Akhirnya hari ini, 11 Mei 2016, WhatsApp mengeluarkan aplikasi stand alone, Sila dibaca di artikel: Install Aplikasi WhatsApp di Windows 7

Sampai kemarin keirian saya mereda setelah secara tidak sengaja mendapati fitur WA webchat di Whatsapp yang saya install di iPhone saya. Saya kemarin tidak sengaja menemukan fitur ini karena sebenarnya yang ingin saya cari adalah cara menghapus data chat WA yang bikin penuh memory iPhone. Ternyata WA cukup rakus memakan space di iPhone saya sampai hampir 1 GB.

IMG_7473 (1)

Nah, settingnya seperti ini. Untuk kemudian kita cukup membuka link: http://web.whatsapp.com dan memindai qr code yang ada di sana dengan kamera iPhone kita.

 

Apakah iOS 9 cocok untuk iPhone 5?

Beberapa hari terakhir ini saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan apakah iOS 9 cocok/recommended untuk iPhone 5. Ini barangkali karena beberapa waktu Β yang lalu di Facebook saya menuliskan kesan saya setelah meng-upgrade iPhone 5s saya ke iOS 9. iPhone yang sebelumnya saya pasangi iOS 8.3.

Posting Facebook saya itu adalah:

barusan update iPhone dari iOS 8.3 ke iOS 9.01

kesan pertama: font rasanya lebih mudah dilihat dan lebih nyaman untuk mata.

kesan kedua: bingung ketika menekan dua kali tombol home πŸ˜…

kesan ketiga: kaget ketika tahu WhatsApp memakan storage sampai hampir 1 giga. dan jadi pengen iPhone dengan storage 128 GB

kesan keempat: baru saya cari. hihi

Beberapa pekan kemudian, sampai sekarang, pengalaman saya menggunakan iOS 9 di iPhone 5s saya bertambah:

  • beberapa aplikasi menjadi sering tiba-tiba tertutup dengan sendirinya setelah freeze. mirip dengan force closed seperti yang terjadi di android. mulanya saya mengira ini akan teratasi setelah developer aplikasi yang bersangkutan melakukan penyesuaian dengan iOS 9
  • iPhone memasuki power saving mode ketika batere menjalang habis (20%). ini mengakibatkan batere memang lebih awet. dengan dampak iphone menjadi lemot dan notifikasi kadang tidak jalan baik.
  • iPhone menjadi lebih lemot dan suka nge-lag. meski tidak dalam power saving mode.

Hal yang sedikit membuat senang bagi saya adalah ukuran aplikasi menjadi lebih kecil, terutama yang saya perhatikan adalah facebook. ini bermanfaat membantu bagi pengguna iPhone dengan memori 16 GB.

Saat ini iOS 9 sudah melakukan beberapa kali minor update. Yaitu dengan iOS 9.01. dan 9.02. saya sendiri masih 9.01 karena ada teman yang memposting iPad nya sering restart sendiri dengan iOS 9.02.

Eh, pertanyaannya belum terjawab. Apakah iOS 9 cocok untuk iPhone 5? Ehmmm kalau saya sendiri tidak menyarankan. Kalau mau mencoba silahkan. πŸ™‚ do it with your own risk. hihi

Kontes Robot Terbang Indonesia 2015, Pati Geni di Lapangan TNI AU Gading

Untuk sementara posting ini saya isi dengan foto-foto dulu. Nanti kalau saya sudah sempat dan sudah bisa lancar menulis akan saya tambahi dengan teks dan narasi. πŸ™‚
IMG_6777.resized IMG_6779.resized IMG_6780.resized IMG_6783.resized IMG_6785.resized IMG_6793.resized

Baca lebih lanjut

Traveloka, Aplikasi Tiket Pesawat dan Hotel Booking Terbaik

IMG_6759

Akhir-akhir ini ada banyak sekali aplikasi ticketing, baik itu mobile apps maupun web based apps. Saya sendiri termasuk konvervatif dalam memilih aplikasi untuk membeli tiket pesawat (dan kereta) dan booking hotel. Sekali sudah suka dengan suatu aplikasi atau layanan biasanya saya akan sulit untuk berpindah ke lain hati.

Beberapa tahun yang lalu, saya suka dengan aplikasi Tiket.com. Karena kemudahan yang ditawarkan dalam memilih dan membandingkan harga tiket pesawat dari beberapa maskapai dalam negeri. Aplikasi ini pun kemudian saya ketahui mempunyai mobile apps yang saat itu saya install di smartphone Android saya. Kemudian munculnya aplikasi ticketing yang lain seperti Pegi-Pegi, Wego dan lain-lain pun tidak membuat saya tertarik. Baca lebih lanjut

Hisense PureShot, Universal (Band) Smartphone?

Sebenarnya saya agak bingung istilah apa yang lebih tepat untuk merujuk smartphone yang saya maksudkan.

Di sini saya akan mencoba menjelaskan sebisa saya. Dilihat dari teknologi modulasi yang digunakan,Β saat ini handphone atau smartphone masih terbelah menjadi dua, yaitu GSM dan CDMA. Meski dalam perkembangannya kedua teknologi ini akan mengerucut (convergence) setelah memasuki era 4G LTE. Kedua “aliran” ini tentu saja tidak inter-operable. Handphone CDMA tidak bisa bekerja dengan jaringan yang digelar oleh operator GSM, dan sebaliknya. Karena sekali lagi teknologinya memang berbeda dan (di Indonesia) masing-masing beroperasi pada band (frekuensi) yang berbeda pula.

Jadi ketika memutuskan akan memilih operator seluler yang mana, pengguna mau tidak mau harus memilih handphone yang tepat. Bila terlanjur membeli handphone LG G4 seorang pengguna tidak akan bisa menggunakannya dengan operator Smartfren, misalnya.

Memang saat di pasaran sudah agak lama ada handphone/smartphone dual SIM dimana satu SIM bisa dipasangi operator CDMA sekaligus di SIM kedua bisa dipasangi SIM dari operator GSM. Smartphone ini kebanyakan hanya akan bekerja optimal untuk telpon, SMS dan komunikasi data dengan SIM utama yang kebanyakan hanya mendukung jaringan CDMA. Masalahnya SIM kedua tidak memiliki kemampuan maksimal untuk komunikasi data, melainkan hanya berkemampuan untuk menelpon dan SMS. Dan mungkin sedikit mampu menggunakan jalur data dasar (GPRS) di lingkungan GSM.

FullSizeRender (3)

Beberapa waktu lalu, dalam ngobrol-ngobrol dengan Roberto Saputra (Manajemen Smartfren) di Resto Sekar Kedaton, bahwa sebuah Universal Phone, sebuah handphone/smartphone yang mampu memanfaatkan teknolog CDMA dan GSM sekaligus dan mempunyai dukungan band yang lebih banyak memang diperlukan. Handphone ini akan memberi pilihan kepada pengguna untuk memanfaatkan operator apa saja dengan secara maksimal mendapatkan semua keuntungan yang ditawarkan oleh semua operator. Baca lebih lanjut

Mau Tahu, Apa Jaringan 4G Terluas dan Paling Stabil di Yogyakarta?

Rabu, 26 Agustus 2015, saya dan beberapa teman blogger dan media di Yogyakarta mendapatkan undangan eksklusif untuk mengikuti Network Test Drive jaringan Smartfren 4G. Sebelum jam makan siang saya sudah sampai di Hotel Grand Hyatt di Jalan Palagan Tentara Pelajar, di sebuah hotel dan fasilitas golf mewah di bilangan Monjali. Menunggu acara dimulai, di sana, di Joglo yang berhadapan dengan lapangan golf, saya ngobrol dengan Om Yahya dan Pakdhe Senggol. Selalu menyenangkan ngobrol apa saja dengan kedua seleb itu. Saat itulah Mas Seno Pramuadji datang memberikan kepada kami masing-masing sebuah handset 4G, sebuah Andromax Q untuk digunakan nanti selama Network Test Drive.

Unboxing Andromax Q pun kami lakukan dengan cepat, memasang uSIM 4G, memasang batere, menyalakan handset dan melakukan registrasi nomer pra bayar, login ke akun google, dan memasang aplikasi OOKLA. Pasti tahu apa yang ingin segera kami lakukan, yaitu menjawab penasaran kami akan seberapa cepat jaringan 4G yang digelar oleh Smartfren di titik Hotel Grand Hyatt.

1

Di atas adalah hasil uji kecepatan jaringan yang saya lakukan di area outdoor Hotel Grand Hyatt.

Berikutnya kami diajak untuk membelah kota Yogyakarta dengan menggunakan sebuah bus. Di sepanjang perjalanan kami dipersilakan untuk melakukan test jaringan baik menggunakan tool maupun menggunakannya untuk selayaknya kebutuhan online sehari hari semisal browsing, video streaming, social networking, dan lain-lain. Baca lebih lanjut

Nexus 6, Apa Masih Menarik?

Google Nexus 6 secara resmi telah hadir di Indonesia. Diluncurkan pada tanggal 31 Juli 2015 di Grand Indonesia Mall.

Sebenarnya saya ingin mengomentari kehadiran Nexus 6 di Indonesia ini sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan sejak rencana acara peluncuran Nexus 6 mulai muncul di timeline Twitter. Karena ada-ada saja yang harus saya lakukan sampai pada pagi ini saya baru mulai mengetikan komentar saya ini.

Membaca-baca rencana peluncuran Nexus 6 di Jakarta pada pekan lalu membuat saya lupa-lupa ingat kapan sebenarnya Google telah meluncurkan flagship andalannya ini. Seingat saya, kalau tidak salah, Nexus 6 telah saya baca diluncurkan pada tahun lalu. Benar saja, dari penelusuran di internet, smartphone ini telah diumumkan pada bulan Oktober 2014 dan available release pada bulan November 2014. Berarti sampai saat ini orang-orang sudah bisa mendapatkan Nexus selama 9Β bulan.

Pertanyaannya kenapa Nexus 6 baru sekarang secara resmi tersedia di Indonesia? Siapa yang disasar Google untuk membeli Nexus 6? Baca lebih lanjut

ASUS ZenPower, Cukupkah “Amankah” untuk Smartphone Kita?

IMG_5471

Masa transisi saya dari feature phone ke smartphone adalah ketika pertama kali saya menggunakan Blackberry Bold 9000 pada sekitar tahun 2010. Terlepas dari segala kelebihan, kemudahan dan pengalaman baru yang dibawa oleh sebuah smartphone ada satu hal dimana saat itu saya harus beradaptasi. Saya harus mulai belajar menerima akan sebuah Blackberry yang daya tahan baterenya jauh lebih singkat dari handphone saya sebelumnya. Bila sebelumnya saya cukup sekali charging dalam 2-3 hari, saat itu dalam sehari saya bisa sampai 3 kali melakukan charging. Seperti minum obat saja. Hal itu jelas merepotkan. Apalagi ketika saya harus bepergian ke tempat-tempat yang tidak mudah menemukan colokan listrik.

Memang, pada saat itu beberapa teman saya yang menggunakan Blackberry dan smartphone lain sudah ada yang menggunakan batere backup yang kemudian populer dikenal sebagai Power Bank. Namun saat itu saya enggan menggunakan Power Bank untuk Blackberry saya. Alasannya saya khawatir charging dengan Power Bank yang tidak jelas spesifikasi, standard dan kualitasnya akan merusakan gadget yang harganya tidak murah ukuran saya. Jangankan mencoba menggunakan Power Bank, mengisi ulang batere dengan charger non ori/charger pihak ketiga saja tidak ingin saya lakukan. Kecuali bila terpaksa.

Baca lebih lanjut