5 Rekomendasi Fitness Tracker Terbaik Dibawah 500 Ribu

Kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat di masyarakat menjadi tren yang berkembang pesat setidaknya dalam satu dekade terakhir. Tak pelak hal ini langsung dilirik oleh perusahaan – perusahaan teknologi dengan berlomba – lomba untuk menghadirkan produk – produk pendukung gaya hidup aktif dan sehat.

Fitbit merupakan perusahaan pertama yang merespon tren gaya hidup aktif di masyarakat dengan menghadirkan Fitbit Tracker pada tahun 2010. Bagi yang belum tahu Fitbit tracker merupakan band yang dikenakan di lengan pengguna untuk menghitung jumlah langkah dan estimasi kalori harian.

Melihat antusiasme masyarakat yang amat bagus terhadap produk fitness tracker, perusahaan – perusahaan teknologi lain pun segera mengikuti jejak Fitbit. Gamin, Polar, Coros, dan bahkan brand yang semula fokus kepada produk smartphone seperti Apple, Samsung, Xiaomi, dan Huawei (akan menjadi daftar panjang bila saya sebut semua di sini) seolah semua ingin menjadi terdepan berebut ceruk gaya hidup.

Ada banyak motivasi mengapa seseorang mengenakan fitness tracker di lengan mereka. Mulai dari alasan penampilan agar terlihat lebih kekinian dan modis. Kebanyakan pengguna fitness tracker mempunyai tujuan yang spesifik. Misalnya sebagai alat bantu diet, sebagai alat untuk pemantauan parameter-parameter kesehatan tertentu, sebagai alat bantu berolahraga, dan sebagainya.

Saya pertama mengenakan fitness tracker di lengan saya kurang lebih pada 3 tahun yang lalu. Dengan tujuan yang spesifik: untuk memotivasi agar saya lebih aktif bergerak, tidak terlena duduk terlalu lama di meja kerja, dan untuk memantau perkembangan latihan olahraga. Baca lebih lanjut

Perubahan Radikal di Nike Zoom Pegasus 37

Kemana saja saya selama ini sampai lini sepatu lari andalan saya, Nike Air Zoom Pegasus 37, sudah dijual di Indonesia tetapi baru beberapa hari terakhir ini saya mengetahuinya.

Amat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana seolah saya tidak mau ketinggalan dengan perkembangan dan update dari sepatu yang membuat saya jatuh cinta sejak menekuni hobi lari pada 6 tahun yang lalu.

Nike Air Zoom Pegasus bukanlah sepatu yang saya kenakan ketika pertama kali saya mencoba menekuni olahraga lari. Sampai sekarang ketika saya sudah berolahraga selama 6 tahun, pun sepatu ini bukan satu-satunya sepatu yang saya gunakan baik untuk latihan harian maupun untuk bertanding di ajang perlombaan. Selama ini saya juga menggunakan Nike Lunarglide, Nike Zoom Fly, bahkan menggunakan produk sepatu dari berbagai brand lain seperti Adidas, League, dan lain-lain.

Namun dari berbagai jenis dan merk sepatu itu yang paling konsisten saya gunakan memang adalah Nike Zoom Pegasus. Mulai dari Nike Air Zoom Pegasus 31, Pegasus 31 Flash, Pegasus 32, Pegasus 33. Pegasus 35, dan bahkan saya sampai membeli 2 pasang Pegasus 36. Baca lebih lanjut

Garmin Vivo Active 4, Sportwatch Trendy bagi Life Style Atlit dan Pemulai Gaya Hidup Aktif

Garmin Vivo Active 4, Sportwatch Moderen bagi Leissure dan Lifestyle Atlit, dan bagi siapapun yang saat ini mempertimbangkan untuk memulai gaya hidup aktif dan sehat

Masa – masa tetap di rumah selama pandemi Covid-19 mau tidak mau mengubah banyak hal dalam kehidupan kita. Mulai dari cara bekerja, cara belajar, kebutuhan menjaga kebugaran dan kesehatan, sampai cara dan pilihan berolahraga semuanya berubah.

Sebagai seorang penggiat olahraga lari saya sangat merasakan perubahan ini. Pembatasan sosial yang diberlakukan di beberapa kota besar dan anjuran untuk menjalankan phisical distancing telah mencegah orang-orang untuk berolahraga tempat-tempat publik.

Karena virus corona menyebar melalui kontak fisik dan droplet seharusnya kita memang tidak berolahraga seperti berlari, bersepeda, berenang, dan olahraga permainan lainnya secara berkelompok, apalagi berbagi pakai alat dan sarana olahraga di tempat – tempat umum.

Namun pandemi bukan berarti boleh menghentikan gaya hidup aktif dan kebiasaan berolahraga. Justru selama wabah yang kita tidak tahu sampai kapan akan berakhir ini kita harus semakin peduli dengan kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan kita. Untuk mejaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, kita harus tetap berolahraga secara rutin seperti biasa. Hanya cara dan pilihan olahraganya saja yang berubah. Baca lebih lanjut

Seru Banget! Gabung Ngabuburit dan Buka Puasa Bareng FWD

 

FWDRamadan kali ini kita menjalankan ibadah puasa dalam situasi yang sama sekali berbeda. Dalam situasi pandemi yang menuntut kita untuk selalu terus di rumah demi kebaikan bersama. Tidak ada shalat tarawih berjamaah di masjid-masjid, tidak ada ngabuburit, tidak ada sekedar jogging – jogging gemes menjelang buka puasa, dan yang bikin kangen adalah tidak ada acara buka bersama bareng berbagai komunitas.

Beruntung pekan lalu saya mendapat undangan Buka Puasa Virtual Bareng FWD melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan pada 8 Mei 2020. Buka puasa virtual berarti berbuka puasa benerannya di rumah masing-masing. Bertemu teman berbuka puasanya? Bisa saling menatap wajah teman-teman kita sih. Melalui video conference di aplikasi Zoom.

Baca lebih lanjut

3 Rekomendasi Sport Headset Harga di Bawah 1.500.000 Rupiah

Bagi para penyuka olahraga lari, masa – masa phisical distancing atau #DiRumahSaja atau #StayHome merupakan masa – masa yang tidak mudah. Betapa tidak. Bila sebelumnya kita terbiasa menikmati berolahraga di jalan raya, di taman, di stadion dan di tempat – tempat terbuka publik lainnya, kini kita harus bisa menyesuaikan diri.

Misal kita mengganti olahraga lari luar ruang dengan indoor workout, spinning, treadmill, berlari statis, dan atau berlari di ruang atau halaman pribadi yang terbatas. Bagi saya pribadi dan mungkin banyak orang lain apa yang diperlukan adalah beradaptasi untuk mengatasi kebosanan ketika harus dihadapkan dengan situasi yang monoton dan sendirian pula.

Sebenarnya tidak ada yang lebih bisa membantu kita untuk melawan kebosanan ketika harus berolahraga sendirian di tempat yang itu-itu saja kecuali niat yang teguh dan kecintaan yang besar terhadap aktivitas olahraga lari. Baca lebih lanjut

Pilihan Membingungkan antara Coros Pace atau Garmin FR 45

Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah event komunitas, salah seorang teman saya bertanya mengapa saya tidak lagi mengenakan sportwatch. “Jam Garmin saya rusak”, jawab saya singkat.

Mendengar jawaban saya singkat, kawan saya itu menyarankan sebuah brand sportwatch. Coros. Brand yang namanya saja baru saya dengar pertama kali dari rekomendasinya, apalagi melihatnya, saya belum pernah.

Andai kawan saya yang menyarankan itu mengenakan sportwatch Coros yang dimaksud mungkin saya bisa langsung melihat-lihat, mencoba mengenakannya, mempelajari fitur-fiturnya. Siapa tahu saya cocok menggunakannya sebagai pengganti jam rusak yang pernah memberi saya kenyamanan dan training log selama sekitar 2 tahun.

Bagi siapapun yang sudah terjebak dalam sebuah environmet teknologi, termasuk saya, berganti merk sebuah sportwatch tentu bukanlah hal yang mudah. Kalau berganti dari satu tipe ke tipe yang lain, apalagi tipe yang lebih high end, tentu saya akan senang – senang saja.

Baca lebih lanjut

Manfaat Mengenakan Sportwatch Meskipun Tidak Sedang Menjalankan Program Latihan

Ini mungkin pekan kedua atau ketiga kita menjalani masa-masa phisical distancing yang berat guna membatasi penyebaran virus corona yang mengakibatkan wabah Covid-19 di seluruh penjuru dunia. Usaha untuk tetap berada di rumah dan membatasi kontak fisik dengan orang – orang mendorong kita untuk melakukan banyak penyesuaian terhadap kebiasaan dan pola hidup.

Sebagai penghobi olahraga lari atau pelari rekreasional tentu kita paham bahwa menjalankan program latihan bukan lagi menjadi prioritas. Selain karena semua lomba lari di berbagai negara ditunda dan atau dibatalkan, tetap menjalankan program latihan berat justru kontra produktif dengan tujuan yang paling esensial dalam setiap olahraga yaitu menjadi bugar dan sehat.

Karena dalam taraf intensitas yang berat suatu jenis latihan mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh secara sementara yang memberi celah masuk virus dan bakteri menyerang tubuh. Bila kita pernah mendengar istilah “Open Window” atau “J Window”, itulah yang terjadi sehabis kita menjelankan latihan intensitas berat.

Tidak lagi menjalankan suatu program latihan kemudian bisa jadi menjadi alasan kita para pelari rekreasional untuk menanggalkan sportwatch yang biasanya ia kenakan setiap hari untuk memantau kemajuan program latihan. Tetap memakai sportwatch bisa jadi mereka pikir tidak praktis mengingat jam jenis ini perlu diisi ulang baterenya setiap periode waktu tertentu sampai alasan berupa rasa bersalah meninggalkan olahraga dalam waktu berpekan-pekan.

Baca lebih lanjut

Cara Aman Tetap Berlatih di Tengah Wabah Covid 19

jarwadi lari gunung bagus gunungkidul runners

Baik sebagai seorang pelari profesional maupun pelari rekreasional, berhenti berlari ketika situasi kurang baik karena ancaman wabah Covid 19 bukanlah pilihan mudah. Pelari profesional akan berfikir berhenti latihan akan menurunkan performa secara signifikan hingga tidak kompetitif dalam perlombaan. Pelari rekreasional seperti saya pun tidak menginginkan penurunan kebugaran dan kehilangan kesenangan ketika berlari dalam sebuah komunitas. Terlepas dari itu melepaskan kebiasaan baik berupa rutin berolahraga yang sudah dibangun bersusah payah dalam jangka panjang akan sama sulitnya dengan memulai sebuah kebiasaan baru.

Menurut saya berlari solo atau sendirian di alam bebas adalah pilihan terbaik bagi para pelari untuk berlatih dalam situasi kesiap siagaan penuh menghadapi ancaman virus Corona. Berlatih di alam bebas akan memberikan sejumlah keuntungan seperti udara yang lebih segar, terain yang lebih bervariatif, paparan sinar matahari yang kaya akan pro vitamin D, dan sejumlah keuntungan lain. Baca lebih lanjut

Sun Life Resolution Run Indonesia, Inspirasi Menjalani Pola Hidup Sehat dengan Kebiasaan Berolahraga

Merupakan event pembuka pada tahun 2020, Sun Life Resolution Run 2020 merupakan berkah awal tahun bagi penggiat olahraga dan komunitas lari di Jakarta dan sekitarnya. Tak mengherankan bila event lomba lari yang diselenggarakan di Indonesia Convention Center (ICE) Bumi Serpong Damai Tangerang itu mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat lari. Hingga tak kurang dari 2.500 pelari berpartisipasi dalam masing-masing kategori lomba 10K, 5K, dan Family Run.

Menyelenggarakan event lari pada awal tahun, Sun Life Indonesia telah menginspirasi masyarakat Indonesia tentang arti penting sebuah resolusi untuk kita capai dalam setahun ke depan. Dan dengan mengusung tema #TeamUpAgainstDiabetes, Sun Life Resolution Run 2020 sekaligus telah menggugah kesadaran bahwa kita mempunyai musuh bersama, yaitu diabetes. Baca lebih lanjut

Race Review: Memberi Bintang Untuk Volcano Run 2020

 

Jarwadi Vollcano Run 2020

Volcano Run 2020 bisa jadi merupakan satu-satunya event lomba lari yang menjanjikan foto – foto race sudah akan tersedia secara online bahkan ketika para peserta lomba belum mencapai garis finish.

Janji ini saya dengar disampaikan oleh Pak Sentanu sebagai tuan event lomba yang mengambil race central di halaman Museum Gunung Merapi Kaliurang Yogyakarta. Untuk mendapatkan foto – foto lomba secara online para pelari cukup memasukkan nomer bib di tautan yang tersedia di laman web Volcano Run 2020. Begitu Pak Sentanu menjelaskan pada acara launch event di Tanamera Cafe beberapa bulan yang lalu.

Bagi kebanyakan pelari rekreasional seperti saya foto – foto lomba yang kece dan bisa diakses dengan cepat merupakan daya tarik tersendiri. Melengkapi finisher medal yang artistik, race jersey dan finisher jersey yang keren, race central yang meriah, dan tentu saja pengalaman berlomba secara keseluruhan.

Review positif yang diberikan runtizen untuk penyelenggaran event lomba Volcano Run 2019 dan sejumlah hal baru yang ditawarkan oleh Volcano Run 2020 mendorong saya untuk mendaftar event ini lebih awal. Saya dan sejumlah banyak pelari di komunitas saya di Gunungkidul Runners / #TrainInGunungkidul tidak ragu untuk mendaftar ketika pendaftaran early bird baru saja dibuka.

Wabah Corvid 19 bergerak begitu cepat menyebarkan banyak kewaspadaan, keraguan, dan ketakutan di masyarakat pada beberapa pekan menjelang perlombaan Volcano Run 2020 yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Maret 2020. Event – event besar lomba lari jalan raya yang melibatkan banyak masa di luar negeri sebagian sudah diumumkan untuk ditunda dan dibatalkan, begitu juga dengan beberapa event lomba lokal. Andaikan  Volcano Run 2020 pun dibatalkan atau ditunda, saya dan teman – teman saya pun sudah siap, toh demi kebaikan bersama. Baca lebih lanjut