Seru Banget! Gabung Ngabuburit dan Buka Puasa Bareng FWD

Ramadan kali ini kita menjalankan ibadah puasa dalam situasi yang sama sekali berbeda. Dalam situasi pandemi yang menuntut kita untuk selalu terus di rumah demi kebaikan bersama. Tidak ada shalat tarawih berjamaah di masjid-masjid, tidak ada ngabuburit, tidak ada sekedar jogging – jogging gemes menjelang buka puasa, dan yang bikin kangen adalah tidak ada acara buka bersama bareng berbagai komunitas.

Beruntung pekan lalu saya mendapat undangan Buka Puasa Virtual Bareng FWD melalui Zoom Meeting yang diselenggarakan pada 8 Mei 2020. Buka puasa virtual berarti berbuka puasa benerannya di rumah masing-masing. Bertemu teman berbuka puasanya? Bisa saling menatap wajah teman-teman kita sih. Melalui video conference di aplikasi Zoom.

Baca lebih lanjut

Cukup Istirahat dan Gunakan Vitamin A Untuk Atasi Keluhan Mata Lelah dan Berair

Mata mudah berair, terasa pedih, dan merasa kesulitan ketika membaca teks baik di layar monitor komputer mapun dilayar smartphone membuat siang itu saya cukup panik. Saya khawatir apakah mata saya mengalami gangguan serius seperti mata minus atau karena mata saya terkena gangguan sebagai efek samping obat anti inflamasi yang saya gunakan dalam beberapa bulan terakahir.

Sebagai orang yang sehari-hari harus bekerja di depan monitor komputer, mata yang kurang / tidak sehat bagi saya merupakan masalah. Itulah mengapa saat ini saya berusaha mengambil tindakan pertolongan pertama.

Bila saat itu pertolongan pertama tidak cukup membantu maka mau tidak mau saya harus berkunjung ke dokter spesialis mata. Tetapi langsung ke dokter spesialis mata rasanya bukan pilihan, belum memungkinkan.

Saya mendapat semacam kabar bahwa banyak dokter yang tidak membuka praktek di tengah pandemi Covid-19 ini. Saya pun banyak membaca himbauan agar menghindari fasilitas layanan kesehatan, termasuk dokter praktek untuk mencegah terkontaminasi virus nCov v2 yang sangat menular itu. Baca lebih lanjut

Telemedicine, Solusi Kesehatan Masa Pandemi Covid-19

Kejadian salah obat yang menimpa ayah saya beberapa tahun membuat kami trauma. Betapa tidak ketika pada tengah malam membutuhkan pertolongan cepat di fasilitas layanan kesehatan (faskes) karena diare yang parah, ternyata bagian farmasi/ apotik di faskes tersebut malah memberikan beberapa jenis obat yang salah satunya adalah amboxol (obat batuk). Padahal tidak ada gejala batuk yang menyertai diare yang diderita oleh ayah saya. Peristiwa selengkapnya bisa dibaca di tulisan lama saya di sini.

Semenjak peristiwa tersebut kami semakin berhati – hati dengan setiap layanan kesehatan yang kami gunakan sekaligus membuat kami sadar bahwa kesalahan tak disengaja selalu mungkin terjadi. Di fasilitas layanan kesehatan (faskes) kesalahan tak disengaja itu bisa berupa salah pemberian obat seperti kasus yang saya ceritakan di atas dan kesalahan atau kekurang akuratan diagnosa. Baca lebih lanjut

5 Vitamin dan Mineral Penting Lindungi Kita dari Osteoporosis

Osteoporosis secara harfiah diterjemahkan sebagai kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yang lama.

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi Departemen Kesehatan RI pada 2005 meluncurkan hasil analisa data risiko Osteoporosis yang dilakukan di 16 wilayah di Indonesia.

Analisa itu menunjukkan prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) mencapai 41,7% dan prevalensi osteoporosis mencapai 10,3%. Hal ini berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis, yang mana 41,2% dari keseluruhan sampel berusia kurang dari 55 tahun terdeteksi menderita osteopenia.

Singkat kata risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis tidak hanya ancaman bagi para lansia, melainkan juga bagi generasi berusia produktif seperti kita.

Memang sebagai penggiat olahraga lari kita diuntungkan dengan aktivitas fisik dan latihan beban yang sudah kita lakukan secara rutin. Aktivitas latihan yang terbukti membantu memperlambat penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Namun demikian tetap saja kita harus mewaspadai sejumlah penyebab ostoeporosis yang lain seperti: diet yang buruk, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, dan kecenderungan genetik.

Paul Chamberlain, Nutrition and Education Director di Solgar, mengatakan pentingnya makan dengan diet yang tepat untuk mencegah osteoporosis di usia tua: Nutrisi yang buruk adalah faktor utama dalam peningkatan risiko terkena osteoporosis.

Berikut ini adalah nutrisi utama yang dianjurkan oleh Paul Chamberlain agar terhindar dari peningkatan resiko osteoporosis :

1/ Kalsium

Kalsium sangat penting karena tubuh membutuhkan kalsium untuk banyak sekali proses, termasuk dibutuhkan oleh fungsi sitem syaraf. Ini berarti bahwa ketika tubuh mengalami kekurangan protein, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang kita.

Chamberlain menjelaskan, bila asupan makanan kekurangan kalsium maka tubuh akan melepaskan hormon yang akan menstimulasi apa yang disebut rearsorbsi kalsium dari tulang –memecah tulang untuk melepaskan kembali ke sistem peredaran darah untuk menjaga apa yang disebut: calcium homoeostasis. Baca lebih lanjut