Pilihan Membingungkan antara Coros Pace atau Garmin FR 45

Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah event komunitas, salah seorang teman saya bertanya mengapa saya tidak lagi mengenakan sportwatch. “Jam Garmin saya rusak”, jawab saya singkat.

Mendengar jawaban saya singkat, kawan saya itu menyarankan sebuah brand sportwatch. Coros. Brand yang namanya saja baru saya dengar pertama kali dari rekomendasinya, apalagi melihatnya, saya belum pernah.

Andai kawan saya yang menyarankan itu mengenakan sportwatch Coros yang dimaksud mungkin saya bisa langsung melihat-lihat, mencoba mengenakannya, mempelajari fitur-fiturnya. Siapa tahu saya cocok menggunakannya sebagai pengganti jam rusak yang pernah memberi saya kenyamanan dan training log selama sekitar 2 tahun.

Bagi siapapun yang sudah terjebak dalam sebuah environmet teknologi, termasuk saya, berganti merk sebuah sportwatch tentu bukanlah hal yang mudah. Kalau berganti dari satu tipe ke tipe yang lain, apalagi tipe yang lebih high end, tentu saya akan senang – senang saja.

Training log yang dibuatkan Garmin melalui aplikasi Garmin Connect lah sebenarnya jebakan itu. Jatuh bangun saya berlatih lari selama bertahun – tahun semua sudah terekam secara detil di aplikasi Garmin Connect web. Sesuatu yang bahkan lebih berharga dari sebuah sportwatch yang mana akan sia – sia bila saya membuangnya begitu saja.

Berganti merk sportwatch berarti saya tidak akan lagi melanjutkan log yang sudah terbuat selama ini. Sebaik apapun sportwatch dari brand lain tentu apak mempunyai aplikasi dan sistem training log tersendiri dimana satu sama lain tidak saling compatible.

Memang benar hampir semua sportwatch meskipun masing-masing mempunyai aplikasi penyerta tersendiri tetap akan bisa terhubung dengan aplikasi pihak ketiga seperti Strava, Training Peak, Nike Running Club, Endomodo, Runtastic dan lain sebagainya. Namun tetap saja aplikasi – aplikasi pihak ketiga tersebut tidak mempunyai sistem training log dan analytic sekomprehensif yang dibuat oleh pabrikan sportwatch.

Untuk diketahui saya saat ini sebagai langkah berjaga-jaga sekaligus ikhtiar melanjutkan log yang saya buat ketika dulu saya belum mengenakan sportwatch dan ketika saya sedang tidak mengenakan sportwatch dengan aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang saya sebutkan di atas.

Nah, jadi bagaimana?

Hari ini saya tetap mempertimbangkan ulang saran kawan saya tersebut. Saya mulai mempelajari fitur dan spesifikasi Coros Sportwatch. Kemudian membut tabel perbandingan di bawah ini:

Garmin FR 45

Coros Pace

Price

$199.99 USD

$199.99 USD

Display Size

1.04″ 208 x 208 pixels

1.2”. 240 x 240 (64 colors)

Display Type

sunlight-visible, transflective memory-in-pixel (MIP)

Always-On Memory LCD

Screen Material

chemically strengthened glass

Aluminosilicate glass

Cover Material

Plastic

Strap Material

Silicone

Silicone

Quick Release/Fit Band
Physical Size

42 x 42 x 11.4 mm

46 x 46 x 11.8 mm

Weight

Small: 32 g/Large: 36 g

48 g

Phone Connection

Bluetooth

Bluetooth

Accessory Connection

ANT+/Bluetooth

ANT+/Bluetooth

Waterproof

5ATM (50 Meters/164 Feet)

5ATM (50 Meters/164 Feet)

Working Temperature

14°F to 140°F (-10°C to 60°C)

Storage Temperature

-4°F to 158°F (-20°C to 70°C)

Charging Time

Less than 2 Hours

UltraMax GPS Mode

50 Hours

Full GPS Mode

Up to 13 hours

25 Hours

Regular Use

Up to 7 days

30 Days

24/7 HR Monitoring

Optical Heart Rate Monitor

Barometric Altimeter

Accelerometer

Gyroscope

Compass

GPS, GLONASS, Beidou

Advanced Training Analysis (VO2max, Training Effect, Training Load, Threshold Pace, etc)

Recovery Time

Interval, Triathlon, Multisport Training

Swimming Heart Rate

ANT+ Accessories (HR Chest Strap, Speed/Cadence Sensor, Bike Power Meter, Bike Trainer)

Sleep Monitoring

Phone Notifications

3rd Party Integration (Strava, TrainingPeaks, etc)

Thick Gloves Compatible

Mengapa saya membandingkan Garmin FR 45 dengan Coros Pace?

Karena keduanya merupakan seri entry level di masing – masing brand baik di Garmin maupun di Coros. Bahkan keduanya mempunyai harga yang identik USD $ 199. Menarik bukan.

Karena saya sama sama belum pernah mengenakan kedua jenis sportwatch tersebut maka perbandingan yang saya buat baru sebatas di atas kertas. Mungkin kelak saya akan membandingkan perbedaan user experience keduanya bila kelak saya benar – benar membelinya atau ada kawan yang berkenan meminjami saya kedua running gear ini.

Secara hardware perbedaan keduanya mudah dilihat dari screen size yang digunakan. Dari spec sheet ini terlihat bahwa Coros Pace mempunyai layar dengan resolusi lebih baik 240px X 240px vs 208px X 208px. Tidak ada yang perlu diperbandingkan dari display type dan display material, menurut saya keduanya menggunakan teknologi yang hampir sama.

Ukuran fisik Coros Pace lebih besar beberapa mm dibandingkan Garmin FR 45. Mana yang lebih baik? Ini tergantung preferensi pribadi masing – masing. Bagi saya yang mempunyai lengan dan pergelangan tangan yang kurus tentu saya akan memilih sportwatch yang lebih kecil. Dalam hal ini nampaknya saya akan memilih Garmin FR 45.

Dari segi dimensi dan bobot Coros Pace memang dibelakang Garmin. Coros Pace memiliki bobot 48 gram, tidak cukup bersaing bila dibandingkan dengan Garmin FR 45 yang memiliki bobot 36 gram saja. Perbedaan 12 gram tentu saja memberikan perbedaan yang amat terasa, apalagi bagi seorang pelari yang mengejar kecepatan. Saking sensitifnya terhadap bobot bahkan saya selalu lebih menyukai sportwatch yang paling ringan dibandingkan dengan sportwatch yang memiliki lebih banyak fitur canggih.

Hal menarik berikutnya adalah battery live. Coros Pace menjanjikan usia pakai dalam mode GPS up to 25 jam. Bandingkan dengan Garmin FR 45 yang hanya mampu bertahan sampai 13 jam.

Mode GPS hingga 13 jam sebenarnya sudah memadai untuk digunakan berlatih seorang road runner seperti saya dalam satu minggu bahkan dalam periode peak training sekalipun. Saya bisa menggunakan untuk 5 kali latihan regular dan sebuah long run yang panjang. Coros Pace yang menjanjikan mode GPS sampai 25 jam tentu akan memanjakan saya hanya dengan perlu mengisi ulang batere sebanyak 2 kali dalam sebulan.

Bila usia GPS Mode Coros Pace yang selama 25 jam masih dirasa kurang, sportwatch ini pun memberikan fitur Ultramax GPS yang menjanjikan waktu upto 50 jam. Fitur yang barangkali akan sangat berguna bagi ultra marathoner untuk menaklukkan lomba semacam BTS Ultra 100, CTC NU 100, Nusantara Run, dan Tambora Challenge 320K.

Apa yang benar-benar tidak dimiliki oleh Garmin FR 45 adalah Altimeter. Coros Pace memiliki Altimetric Barometer. Seberapa penting sensor ketinggian atau elevasi ini?

Bagi pelari lintasan jelas Altimeter kurang bermanfaat. Bagi serang marathoner atau ultra marathoner Altimeter baru menunjukkan peran pentingnya. Misalnya saja ketika seseorang harus berlatih di medan yang mensimulasikan elevasi suatu perlombaan marathon seperti Borobudur Marathon atau Bali Marathon. Altimeter tentu saja menunjukan peran pentingnya bagi para pelari trail dan ultra. Altimeter dalam keseharian sebagai fitness tracker sebenarnya bisa juga digunakan untuk membantu menghitung berapa banyak tangga yang kita naiki per hari. Atau barangkali suatu ketika ketika kita bingung sedang berada di lantai berapa sebuah gedung.

Nilai Plus Garmin FR 35

  • Bobot yang lebih ringan dan dimensi yang lebih kecil
  • Environment dan aplikasi Garmin Connect yang solid

Nilai Plus Coros Pace

  • Batere tahan lama dan fitur Ultra Max GPS
  • Resolusi Layar lebih baik
  • Altimeter

Jadi bagaimana? Pilih manakah Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s