3 Rekomendasi Sport Headset Harga di Bawah 1.500.000 Rupiah

Bagi para penyuka olahraga lari, masa – masa phisical distancing atau #DiRumahSaja atau #StayHome merupakan masa – masa yang tidak mudah. Betapa tidak. Bila sebelumnya kita terbiasa menikmati berolahraga di jalan raya, di taman, di stadion dan di tempat – tempat terbuka publik lainnya, kini kita harus bisa menyesuaikan diri.

Misal kita mengganti olahraga lari luar ruang dengan indoor workout, spinning, treadmill, berlari statis, dan atau berlari di ruang atau halaman pribadi yang terbatas. Bagi saya pribadi dan mungkin banyak orang lain apa yang diperlukan adalah beradaptasi untuk mengatasi kebosanan ketika harus dihadapkan dengan situasi yang monoton dan sendirian pula.

Sebenarnya tidak ada yang lebih bisa membantu kita untuk melawan kebosanan ketika harus berolahraga sendirian di tempat yang itu-itu saja kecuali niat yang teguh dan kecintaan yang besar terhadap aktivitas olahraga lari.

Namun begitu bagi penyuka olahraga lari sekaligus penikmat musik, tentu saja sejumlah playlist akan membantu menjadi obat pengurang kebosanan ketika berolahraga sendirian.

Dentuman musik yang rancak dari speaker dan stereo set bagi saya merupakan penyemangat terbaik. Bagaimana tidak. Ketika olahraga memicu tubuh memproduksi endorphyn, musik yang cadas dan rancak memacu otak bekerja memproduksi andrenaline.

Memutar musik keras – keras ketika sedang berlatih di rumah dulu sering saya lakukan. Sekarang tidak lagi. Saya khawatir musik rancak dan cadas dengan volume berlebihan akan mengganggu penghuni rumah saya yang lain dan bahkan tetangga. Kini alternatif saya adalah dengan mengenakan earphone atau headset.

Pemilihan earphone atau headset yang tepat menurut saya akan memperikan efek anti kebosanan yang sama dengan speaker box dan stereo set yang statis. Jenis – jenis headset tertentu bahkan memberi sensasi lebih ketika kita bergerak lebih aktif.

Berikut ini saya akan memberikan rekomendasi beberapa sport headset. Saya memilihkan beberapa dengan kriteria: praktis, koneksi dengan smartphone stabil, kualitas suara relatif baik, waterproof dan dengan rentang harga yang cukup terjangkau di bawah Rp 1.500.000,-

Plantronic BackBeat Fit 2100

Bukan produk terbaru dari Plantronic. BackBeat Fit 2100 sudah cukup lama tersedia di pasaran. Jadi di banyak toko harga headset ini sudah turun.

Berbobot hanya 26 gram, Plantronic BackBeat Fit 2100 seharusnya cukup nyaman dikenakan kebanyakan orang ketika berolahraga. Koneksi antar earbud yang menggunakan kabel berlapir karet membuatnya tidak mantul – mantul di tengkuk leher pengguna. Pun dilengkapi pengait di daun telinga dan eartips yang didesain lebih ergonomis dan fit in yang akan memastikan aliran suara musik ke dalam gendang telinga.

Sistem Earbugs BackBeat Fit 2100 didesain untuk tidak memblokade suara dari sekitar sebagaimana sport headset yang dirancang untuk digunakan di tempat – tempat publik. Kelemahannya tentu suara musik yang dihasilkan menjadi kurang nendang dan terasa enteng.

JBL Reflect Mini 2

Mirip seperti BackBat Fit 2100, JBL Reflect Mini 2 bukanlah produk terbaru dari JBL. Mengapa saya selalu merekomendasikan produk keluaran lama tak lain adalah harga yang lebih terjangkau namun dengan kualitas produk yang tidak kalah baik. Kebanyakan produk headset terbaru hanya mengalami perubahan minor saja dari produk sebelumnya.

Namun berbeda dengan produk Plantronics yang menggunakan penghubung berbalut karet, JBL memberikan produk ini penghubung berupa kabel yang sangat ringan. Saking ringannya kabel penghubung earbud JBL Reflect Mini 2 tidak cukup terasa ketika digunakan.

Reflect Mini 2 mempunyai pengait daun telinga ala JBL yang khas. Sekaligus JBL Reflect Mini 2 merupakan in ear headset yang akan memberikan kualitas suara musik lebih maksimal namun akan membatasi suara sekitaran dari indra dengar kita. Jadi hati – hati menggunakan headset ini di keramaian. Menurut saya berbahaya. Gunakan Reflect Mini 2 ketika kita berlatih di lintasan, di rumah, atau di halaman belakang.

JBL Reflect Mini 2 mempunyai sejumlah kelebihan. Sebut saja bisa dihubungkan dengan bluethooth secara cepat, bisa terhubung secara nirkabel sampai jarak 30 meter, menggunakan earbuds dan kabel reflektif yang memungkinkan terlihat pada kondisi pencahayaan rendah, dan daya tahan batere sampai 10 jam.

Bose SoundSport

Merupakan yang termahal dibandingkan dengan 2 headset yang saya rekomendasikan sebelumnya. Sekaligus Bose SoundSport memiliki kualitas suara dan fit yang lebih baik pula. Harga memang tidak akan berbohong dalam mengantarkan kualitas musik ke pusat indra dengar.

Bila pilihannya adalah SoundSport saran saya jangan sampai kualitas musik melenakan kewaspadaan. Bose SoundSport mirip mirip JBL Reflect Mini 2 yang tidak mengijinkan suara lingkungan/ ambient masuk ke telinga.

Akhirnya apapun pilihan headset anda saran saya gunakan secara bijak hanya untuk mendukung olahraga di tempat – tempat yang bisa diyakinkan keamannya. Bukankah tujuan kita berolahraga untuk meningkatkan derajat dan taraf kesehatan pribadi kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s