Race Review: Mandiri Jogja Marathon 2017

mandiri jogja marathon wis rampungPerhelatan Mandiri Jogja Marathon 2017 telah usai, wis rampung. Sambil menikmati segala kenangan yang tersimpan mesra di otot-otot betis dan persendian kini saatnya menuliskan beberapa paragraf untuk event Full Marathon road race pertama di Jogja itu.

Adalah Bagus Abdurrahman Wahid yang pertama kali memberi tahu saya akan ada event lari di Prambanan pada bulan April 2017. Menurutnya ada beberapa kategori lari hingga HM (half marathon).

Tak lama berselang di grup Runner’s Nation (RuN) event lari ini menjadi perbincangan. Menariknya disebutkan akan ada pula kategori Full Marathon. Penasaran saya terjawab ketika website Jogja Marathon resmi diluncurkan. Berarti Jogja akan pecah telor sebagai kota yang menyelenggarakan perhelatan lomba lari jalan raya full marathon.

Melihat-lihat website Jogja Marathon (kemudian berubah menjadi Mandiri Jogja Marathon) yang biasa-biasa saja saya tidak banyak berharap MJM akan menjadi event yang istimewa dan mengesankan. Pengambilan Racepack (20 April 2017) di Hotel Jambuluwuk – Yogyakarta meski berlangsung lancar dan rapi juga tidak menampakkan sesuatu yang istimewa.

Kenyataanya mengejutkan. …

Baca lebih lanjut

Runcation, Untuk Raga Yang Sehat dan Jiwa Yang Kaya

post-run selfie runcatio.jpg

Sehat jasmani rohani dan bahagia lahir batin adalah dambaan setiap orang. Makan makanan bergizi seimbang, cukup minum, tidur berkualitas, berolahraga yang terukur dan rekreasi merupakan apa yang bisa orang upayakan.

Runcation. Sebuah kata yang masih jarang terdengar. Berbeda dengan Staycation yang akhir-akhir ini demikian populer. Bila Staycation adalah menikmati liburan dengan stay (tinggal) dan menikmati fasilitas seisi hotel, Runcation adalah menggabungkan olah raga lari dengan piknik.

Sejatinya kata running dan vacation digabungkan menjadi runcation. Sebagaimana stay dan vacation disingkat menjadi staycation.

Baik staycation maupun runcation sebenarnya mempunyai satu tujuan. Untuk mencapai kualitas hidup yang paripurna berupa raga yang sehat dan jiwa bahagia. Apa yang menjadi pilihan tentu tergantung pribadi masing-masing kita.

Saya sendiri lebih baik memilih runcation meskipun belum pernah sekalipun mencoba staycation. Alasan saya sederhana. Saat ini saya menyukai dan sudah cukup rutin berolahraga lari. Sedikit memodifikasinya dengan berolah raga lari menuju destinasi-destinasi wisata yang memang mudah ditemukan di daerah dimana saya tinggal maka jadilah apa yang selanjutnya disebut runcation.

Telah melakukannya beberapa kali saya kemudian menemukan bahwa runcation adalah cara diri untuk mendapatkan bahagia berganda. Bahagia yang pertama adalah efek dari pelepasan hormon endorphyn ketika tubuh melakukan usaha olah raga. Rasa bahagia kedua berasal dari keindahan alam suatu destinasi yang saya nikmati dengan tubuh yang lebih bugar dan jiwa yang merasa lebih kaya.

Rasa bahagia yang ketiga muncul karena saya bisa mendapatkan kedua yang saya sebut di atas dengan murah bahkan gratis. Saya tidak perlu khawatir runcation berdampak mengganggu kesehatan ekonomi apalagi sampai merasa anggaran makan selama seminggu ke depan terancam.

Salah satu runcation saya yang mengesankan terjadi Minggu (02/03) kemarin. Saya melakukannya dengan adik saya dan salah satu teman komunitas saya, Julian LA Sembiring. Kami mengambil sesi runcation sejauh kurang lebih 10K, dari Pasar Playen menuju Air terjun Randusari. Baca lebih lanjut

League Volans Evo

League Volans Evo

League Volans Evo

League Volans Evo

League Volans Evo

Foto diambil dari akun Instagram: League Sportwear

League menurut saya merupakan satu-satunya brand running apparel Indonesia yang paling rajin mengeluarkan update untuk masing-masing varian produk sepatu larinya. Produk running shoes terbaru. League Volans Evo adalah produk sepatu lari terbaru mereka.

Mata saya tertarik dengan League Volans Evo selain karena pilihan warna yang digunakan berbeda dengan kebanyakan sepatu lari juga karena saya memang pengguna generasi Volans sebelumnya. Sampai saat ini saya telah menggunakan League Volans 2.0 dan League Volans 2.5. Baca lebih lanjut

Review Running Shoes: Nike Lunarglide 8

nike-lunarglide-8Seyognyanya Bulan Desember 2016 sampai kira-kira Bulan April 2017 saya berencana untuk menjalani program base training secara mandiri. Bulan-bulan berikutnya saya ingin memasuki program training untuk kategori Full Marathon Jakarta Marathon 2017 yang akan diselenggarakan kira-kira akhir Oktober tahun ini.

Base training yang saya rencanakan merupakan sebuah program yang ringan, yang berisi utamanya berlatih di zona easy pace baik short, medium, maupun long run. Utamanya very easy long distance running. Inilah alasan kenapa pada bulan Desember lalu saya mengadopsi sebuah sepatu yang saya perkirakan nyaman digunakan untuk berlatih di zona very easy long distance running. Sepatu itu adalah Nike Lunarglide 8.

Pertanyaannya: Apakah Nike Air Zoom Pegasus 33 saya sudah tidak cukup untuk kebutuhan ini?

Nike Air Zoom Pegasus 33 dirancang untuk memenuhi kebutuhan daily training. Sepatu yang mengakomodasi berlatih lari di track, road maupun light trail. Sepatu yang bisa digunakan untuk medium maupun easy pace baik untuk jarak pendek sampai long distance running.

Permasalahannya meskipun sepatu ini juga dirancang untuk berlatih easy pace, namun menurut saya sepatu ini terlalu responsif. Berdasarkan pengalaman saya menggunakan selama 3 bulan, sepatu ini selalu merangsang emosi saya untuk berlari lebih keras dari program latihan yang seharusnya. Sekali lagi tentu ini merupakan preferensi pribadi yang melatar belakangi saya untuk mencari sepatu yang punya karakter lebih “easy”. Dari membaca sana-sini saya mendapatkan Nike Lunarglide mempunyai karakter yang empuk “tidak begitu responsif”, ringan dan nyaman dipakai untuk very easy long run. Baca lebih lanjut

Mengikuti Lomba Lari di Luar Kota, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

Bagi pelari hobi, bisa mengikuti race atau lomba lari besar di luar kota merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Saya sendiri pernah mengalaminya, satu kali, ketika mengikuti lomba Jakarta Marathon 2016 kategori Half Marathon.

Saking bahagianya saya bisa berlomba dan finish HM untuk pertama kalinya di sebuah race event besar saya berkeinginan untuk naik kelas pada tahun berikutnya. Saya ingin mengikuti lomba Jakarta Marathon 2017 kategori Full Marathon.

Keinginan itu kemudian saya bulatkan menjadi sebuah resolusi tahun baru tahun 2017. Resolusi yang dengan jari-jemari yang grogi saya ketikkan di halaman Facebook. Menuliskan resolusi di ruang publik bagi saya merupakan sebuah pertaruhan. Ini akan mempermalukan diri sendiri bila saya main-main.

Saya memang tidak main-main dengan Resolusi 2017 berupa menyelesaikan lomba lari Marathon penuh ini. Saya malah untuk pertama kalinya menentukan target waktu finish. Target saya adalah menyelesaikan Full Marathon dalam waktu kurang dari 4 jam, atau sub 4. Inilah jawaban bila ada yang penasaran dengan posting saya terdahulu yang menampilkan hashtag #Breaking4 Baca lebih lanjut

Mencuci Sepatu

Mencuci Nike Zoom Pegasus 33 dan Nike Lunarglide 8

Mencuci Nike Zoom Pegasus 33 dan Nike Lunarglide 8

Beberapa waktu lalu saya mendapat pertanyaan. Kurang lebih begini: adakah tips untuk mencuci sepatu? Sejenak saya berpikir sebelum keluar sebuah jawaban: jangan dicuci bila tidak sangat kotor.

Jawaban yang seolah main-main. Tetapi begitulah prinsip yang saya anut berkaitan dengan kebersihan sepatu-sepatu lari saya.

Bila sepatu lari tidak terlalu kotor, hanya kotor oleh debu dan sedikit kotoran yang menempel menurut saya sebaiknya dilap saja dengan kain. Bisa pula memanfaatkan vacuum cleaner untuk menghisap debu-debu yang menyusup ke rongga-rongga sepatu atau kotoran-kotoran kecil yang terjepit di sela-sela outsole.

Bila sepatu lari sudah sangat kotor, apalagi basah, terkena air dan lumpur menurut saya sebaiknya segera dicuci. Meskipun hari itu sedang mendung, hujan dan tidak ada panas. Ini serius? Bagaimana bila sepatu lari tidak lekas kering? Untuk itulah “mencuci sepatu” saya tulis menjadi artikel blog tersendiri, haha. Saya akan membagikan pengalaman saya mencuci sepatu-sepatu lari saya dari musim durian sampai musim penghujan.  Baca lebih lanjut

Nike Air Zoom Pegasus 33

14374283_1090475027687354_210045003_nKebersamaan saya dengan sepatu lari ini sudah cukup lama. Menurut timeline Instagram sudah sekitar 13 pekan. Saya meminang Nike Air Zoom Pegasus 33 pada bulan September 2016. Untuk berlatih mempersiapkan diri mengikuti Jakarta Marathon 2016 pada 23 Oktober 2016.

Melebihi apa yang saya niatkan untuk finish strong menuntaskan perlombaan itu, sepatu ini mengantarkan saya kepada pencapaian catatan waktu yang tidak begitu buruk (1:41″59′). Sebulan sebelumnya pada akhir September Pegasus 33 ini juga telah mengantarkan saya naik ke podium event lari lokal Baron 10 K.

Mengingat jasa-jasa sepatu ini saya akan merasa bersalah bila tidak kunjung menuliskan sepatah dua patah kata.

Ada 2 warna yang tersedia di Nike Store Ambarukmo Plaza ketika sepatu ini baru saja meluncur, yaitu: biru navy dan warna hijau edisi Olimpiade Rio. Saya memilih warna favorit saya: biru meskipun saya menginginkan keduanya. Baca lebih lanjut

Running Shoes Tidak Harus Mahal

_a631673

Tiap kali saya mengajak seorang kawan untuk ikut berlatih lari di sebuah komunitas atau mencoba ikut event running race salah satu alasan penolakannya adalah: saya tidak punya sepatu lari bagus yang mahal.

Bila mendapatkan penolakan seperti ini biasanya saya langsung terdiam. Sepatu untuk olah raga lari (running shoes) mahal memang benar adanya. Partisipan event running race kebanyakan menggunakan running shoes terbaik memang iya.

Tetapi benarkah sepatu yang baik dan tepat untuk kita harus sebuah running shoes yang mahal. Tidak adakah cara lebih hemat untuk mendapatkan sebuah sepatu lari baik untuk berlatih sehari-hari ataupun untuk bergembira dalam sebuah ajang perlombaan lari?

Sebenarnya ada kok cara untuk mendapatkan sebuah sepatu lari dengan cara lebih hemat. Asalkan kita mau berusaha dan tidak malas. Berikut ini sedikit tips hemat dari saya. Baca lebih lanjut

Sermo Challenge II: Beat Your Record

img_1791Salah satu event lari yang tak boleh terlewatkan pada akhir tahun ini bagi saya adalah Sermo Challenge II: Beat Your Record. Kenapa? Karena event lari dengan course sepanjang 16.8 km ini tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat. Sermo Challenge mengambil rute mengelilingi Waduk Sermo – Kulon Progo yang teduh, adem, indah dan menjelang penghujung lintasannya pelari diuji dengan elevasi yang aduhai.

Saya tahu betul kenikmatan mengarungi Waduk Sermo karena tahun lalu saya sudah menempuhnya di event lari Sermo Challenge I: Run for Nepal. Baca lebih lanjut