Dianggap Spam oleh WordPress

Saya perhatikan wordpress akhir-akhir ini sedang sentimen sama saya. Baik itu wordpress.com maupun wordpress yang digunakan sebagai blogging engine (wordpress.org) oleh teman-teman saya yang memilih menggunakan blog self hosted. Sentimen wordpress terhadap saya itu berupa ditolaknya komentar-komentar yang ingin saya tinggalkan di blog ketika sedang blog walking. Hewduh 😦

Masih ingat pertama kali jengkel dengan masalah ini adalah ketika itu saya sedang ingin berkomentar di blog milik Nike di sini. Saat itu saya kira komentar saya tertahan oleh plugin anti spam yang dipasang Nike. Namun Nike menjawab kalau dia tidak menemukan komentar saya di folder spam. Komentar tak sampai ini lama-lama saya sadari terjadi di beberapa blog wordpress self hosted yang lain.

Belakangan, sejak beberapa hari yang lalu, saya merasa tambah jengkel. Ini wordpress sentimen banget sama saya. Beberapa komentar yang saya buat di wordpress.com, yang mana blog saya juga terletak di situ, juga gagal sampai. Sebelumnya ok-ok lancar-lancar saja saya berkomentar di blog Pak Budi, Hanny, dan lain-lain. Apa-apaan ini?

Saya mulai mencari cara untuk meninggalkan komentar di blog. Diantaranya dengan log out dari account wordpress.com, menggunakan email yang berbeda, bahkan menggunakan nick name yang berbeda. Ternyata yang bikin ditolak adalah link ke blog wordpress ini. Kalau saya mencoba mengosongi form link atau mengisinya dengan url blog yang lain langsung tidak masalah.

Belum tahu pasti apa yang menyebabkan masalah ini. Apalagi solusinya. Haruskah saya mengirim surat cinta ke wordpress.com? Atau Anda ada ide?

 

 

 

Hidup Belum Lengkap Tanpa Jebakan MLM

Selamat, mas, hidupmu lengkap sudah. RT @jarwadi: Siang-siang ada orang ngotot nawarin MLM. Menjijikkan 😦

kata Aditya Eka Prawira di sini.

Hidup anda belum lengkap jika blm kena jebakan MLM 🙂 @jarwadi: Siang-siang ada orang ngotot nawarin MLM. Menjijikkan 😦

kata Igo Indra Susena di sini.

Ada-ada saja. Tweet di atas adalah salah dua dari banyak sekali respon teman-teman saya di twitter ketika beberapa hari yang lalu saya menumpahkan kejengkelan yang berasbab seseorang pada siang hari bolong jam kerja ngotot menawari saya gabung menjadi downline dia di suatu perusahaan MLM.

@jarwadi @sandalian yang bikin aku gak suka itu cara ngajaknya.. :))

@rahard @jarwadi @sandalian nah itu salah satunya. kerja keras. lha menyebalkannya, rata2 dari mereka ngajak dgn menjelek2kan pekerjaan lain

Kata Tika di sini dan di sini.

Kali ini saya sepakat dengan pendapat Tika. Apa yang paling menyebalkan sekaligus menjijikan dari MLM adalah cara mereka mengajak orang baru untuk bergabung. Saya memang belum pernah bergabung dengan MLM macam manapun. Tapi saya pernah punya pengalaman akan direkrut orang menjadi anggota MLM. Ceritanya begini: Baca lebih lanjut

Kenthongan

Kenthongan

Kenthongan

Menurut penerawangan saya, kenthongan itu oleh Pak Tasiman akan ditabuh petang nanti setelah habis waktu maghrib. Suaranya akan ‘membahana’ ke seluruh pojok sudut wilayah RT 23 Dusun Karangmojo B. Warga baik yang mendengar maupun bermasalah dengan pendengaranya akan tahu itu adalah tanda bahwa malam nanti adalah malam Minggu Pon. Malam diselenggarakan perhelatan akbar secara rutin yang beragenda utama Arisan dan aneka rapat rembug desa demi kemajuan kenyamanan bersama antar warga. Semangat gotong royong, rembug desa, gethok tular wil jinawil mengabadi melegenda terbukti menyelamatkan warga agar ayom ayem toto titi tentrem karto raharjo di tengah negeri canggih mutakhir berteknologi autopilot. 🙂

Kali ini saya hanya ingin menuliskan kiprah kenthongan secara singkat sebelum benda yang berabad tulus ikhlas tanpa tanda jasa mengabdi ini tidak serta merta terlupakan terutama oleh saya sendiri.

Syahdan dulu kala pada jaman saya masih muda belia, Baca lebih lanjut

(Menyelamatkan) Negeri Auto Pilot

Melihat foto pak Budi Rahadjo yang diupload di sini, yang gambarnya saya tempel di atas, secara otomatis mengingatkan akan bincang-bincang ringan saya dengan seorang teman lama, Mas Pandu (Mas Sugeng). Mas Pandu mengatakan kepada saya, desa kita, Desa Grogol itu tanpa Lurah dan Perangkat Desa yang lain akan tetap berjalan. Baca lebih lanjut

Minum Obat Atau Tidak

Seperti saya, barangkali Anda pernah sakit. Mudah-mudahan Anda tidak sering-sering sakit. Kalau saya sendiri pada beberapa tahun terakhir ini malah bisa sakit beberapa kali dalam setahun. Bukan penyakit yang gawat berbahaya berujung malapetaka sih. Penyakit yang paling sering menyapa saya adalah flu. Jauh-jauhlah segala bentuk penyakit mematikan.

Berbicara tentang penyakit, dari gejala-gejala yang muncul yang kita rasakan biasanya kita akan menduga-duga dan mensugesti diri, “Ini sih flu ringan, entar juga sembuh sendiri“, “Ini sih masuk angin karena habis hujan-ujanan“, “Luka lecet seperti ini tidak diobati juga lekas hilang“, “Apa sih ini demam sudah beberapa hari ngga reda“, dan lain-lain. Ada sakit yang kita duga ringan. Ada beberapa yang kita khawatir dan perlu segera mendapat pertolongan medis.

Untuk penyakit yang dari gejalanya kita tahu itu tidak wajar sebaiknya ya kita rasional saja, ke dokter atau ke rumah sakit. Meski biasanya orang yang sedang sakit itu malah jadi tidak rasional. Sudah tahu kondisi memburuk malah bandel dibawa berobat. 😀

Untuk sakit yang kita tahu tidak berbahaya (kita anggap tidak berbahaya), misalnya flu, luka lecet, radang tenggorokan ringan, sariawan dan sejenisnya bagi saya sendiri sering berujung pada pilihan, dibiarkan saja, beristirahat secukupnya, karena biasanya akan sembuh sendiri. Dengan konsekuensi aktifitas sehari-hari sedikit terganggu, badan tidak nyaman dan produktifitas terganggu.

Atau diobati/minum obat dengan keuntungan yang diharapkan si badan sakit akan lebih cepat sembuh dan keluhan-keluhan sebagai gejala gangguan tubuh terkurangi, gangguan produktivitas kerja tidak berlama-lama. Konsekuensinya mungkin kita akan menanggung efek samping dari obat yang kita pakai. Mudah-mudahan teknologi farmasi terus berinovasi menemukan obat dengan efek samping minimal namun dengan harga yang terjangkau.

Minum obat atau tidak memang sebuah pilihan. 😀

Membaca Proposal

Dalam catatan sejarah, bangsa Indonesia secara legal formal telah merdeka lebih dari setengah abad. Pada bulan Agustus 2011, Indonesia telah memasuki usia kemerdekaanya yang ke-66 tahun. Dalam usia tersebut, rupanya kemiskinan masih menjadi permasalahan dan isu terpenting bangsa kepulauan ini. Beraneka program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, bantuan-bantuan sosial, dana insentif, hibah, penguatan modal, maupun pinjaman telah digulirkan di negeri ini, tetapi masih saja banyak daerah dan desa yang tertinggal pada berbagai aspek. Pembangunan dan program-program strategis masih terfokus di pulau Jawa, sedangkan pulau-pulau di luar Jawa masih banyak yang belum tersentuh pembangunan dengan ideal dan merata.

***

Seseorang yang ditugasi untuk membaca dan menilai proposal untuk suatu tujuan tertentu mungkin pernah mendapatkan bagian pembukaan proposal yang mirip-mirip antara proposal yang satu dengan yang lain. Seolah para pembuat proposal itu menggunakan template yang terjatuh dari langit. Mungkin template tiban itu juga dipakai untuk bagian-bagian lain sepanjang proposal.

Bila sudah membaca beberapa proposal dengan bab pembukaan yang sangat mirip, apakah umumnya si pembaca masalah akan merasa jemu membaca semua bagian pada proposal dan melompat ke bagian bahasan inti permasalahan? Atau apakah seorang pembaca/penilai proposal yang baik dan bertanggung jawab akan berusaha untuk adil membaca semua proposal dari lembar judul sampai lembar penutup?

Termasuk kreatifitas membuat sampul, pembukaan, inti masalah, tawaran solusi dan penutup semua mempunyai andil untuk menentukan nilai akhir. Ada teman saya yang menghakimi suatu proposal dengan melihat sampul dan kata pendahuluan pengantar. Dari pendahuluan itu teman saya memutuskan untuk terus membaca proposal atau segera menutup kembali proposal itu untuk tidak akan pernah ia baca lagi. 😀

 

Pernah Belajar Gitar

Ini adalah satu-satunya lagu yang pernah ada di dunia yang chord gitarnya pernah saya hafal di luar kepala. Sekarang lyric dan chord lagu ini sudah sangat jauh di luar kepala. (baca: makin banyak yang lupa)

Foto Bagong ini diambil pada tahun 2004 ketika kami sedang ‘serius’ membahas bikin film Indie.

Adalah  Bagong, yang dulu tidak pernah jemu mengajari saya meletakan jari-jari tangan kiri pada grip-grip gitar, berpindah posisi jari tiap berganti chord dan jari-jari tangan kanan memetik gitar selayaknya orang gitaran. Belajar bermain gitar beberapa waktu membuat saya tahu, bahwa memainkan gitar itu tidak semudah saya waktu itu menyuruh-nyuruh Bagong memainkan  Metalica, Scorpion, Gun&Roses dan aneka classic rock dan menikmatinya sampai larut malam di perempatan tongkrongan tidak peduli tetangga kiri kanan yang mau tidur terganggu. Baca lebih lanjut

Pengin Filter Instagram Tak Punya iPhone

Tidak perlu iri bila Anda ingin mendapatkan foto-foto yang diberi filter-filter keren Instagram tetapi tidak punya iPhone. Sama, saya juga belum ada yang membelikan iPhone 4S. Tetapi kita bisa membuat foto-foto seolah di-Instagram-kan dengan bantunan software pengolah citra seperti Photoshop, Painshop Pro, atau Gimps sekalipun.

Tidak mahir menggunakan Photoshop? Anda tetap tidak perlu khawatir. Ada orang-orang baik hati di Internet yang menyediakan filter Instagram ini dalam bentuk action. Salah satunya bisa di download di sini. Filter yang tiruan Instagram ini berupa action untuk Adobe Photoshop. Barangkali ada Anda yang mau mem-porting-nya untuk Gimps? Tidak semua orang mampu beli Photoshop kan? 🙂

Dibawah ini adalah contoh foto sebelum dan sesudah diberi filter tiruan Instagram. 🙂

Original Pictures

Original Pictures

After Lomo-fi like applied

After Lomo-fi like applied

Foto diambil beberapa bulan lalu di Trans Studio Bandung Super Mall dengan kamera Pak Budi Setiawan. 🙂

Headset Terendam Air

Saya lebih suka menggunakan head set untuk mendengarkan musik sambil menyelesaikan kerjaan dengan Laptop. Membaca ebook, browsing, mengetik dan sejenisnya saya anggap sebagai kerjaan lhooo. 😀

Sayangnya tadi pagi headset yang paling saya suka tidak saya temukan di meja dimana saya menaruh gadget dan laptop. Diingat-ingat terakhir kali saya memakai headset itu pada hari Sabtu ketika saya sedang bepergian. Diingat-ingat lagi ternyata kemarin saya menaruhnya di saku celana. Diingat-ingat lagi, celana yang saya pakai pada hari Sabtu saya cuci pada sore harinya. Benar dugaan saya. Saya lupa tidak mengambil head set pada saat mencuci. Head set itu tadi saya temukan di celana yang ada di gantungan pengeringan.

Alamat head set  akan tidak bisa dipakai lagi. Head set itu sebenarnya adalah bawaan dari Blackberry lama saja. Saya memakai head set itu tidak hanya untuk blackberry karena menurut saya suara head set itu lebih bagus untuk mendengarkan musik dibanding beberapa head set lain yang saya beli terpisah.

Tanpa pikir panjang, saya segera mencolok headset saya itu pada handset blackberry. Masih keluar suara dari head set itu. Namun suaranya jelek. Seperti suara orang kumur-kumur atau seolah telinga saya sedang kemasukan air.

Saya segera melepas head set dari blackberry. Melepas karet pada masing-masing ear piece, mengelap semua bagian head set termasuk kabel sampai konektor, kemudian mencoba mengeringkan ear piece dengan hair drier selama beberapa menit. Saya mendekatkan pemanas har dryer beberapa centimeter, tidak terlalu dekat dengan ear piece.

Saya mencoba lagi memasang di Laptop untuk mendengarkan musik. Kali ini suara head set lebih baik. Walau menurut saya belum seperti sedia kala. Saya melepas karet di ujung ear piece. Ternyata masih ada air mengembun. Pikir saya harus dikeringkan lagi selama beberapa menit. Dan kali ini suara head set sudah saya anggap normal.

Jadi kepingin beli Head set Sennheiser HD 595 H. Hanya harganya yang belum cukup wajar untuk saya beli. 😀

Radio dan Lagu Baru

Saat ini saya sedang mendengarkan Radio. Sambilan mengetik posting ini. Radio yang saya pilih saya dengarkan online melalui jogjastreamers pada pagi  ini adalah Radio Geronimo FM. Radio wajib saya mulai jaman SMA pada tahun 95-an. Radio ‘sunah’ nya adalah Yasika, RB, EMC, dan beberapa lainnya. 😀 Kali saya mendengarkan radio sampai medio 2000-an. Habis itu saya makin jarang mendengarkan Radio.

Iya, saya sudah lama  tidak mendengarkan lagi radio Geronimo. Tidak ada lagu yang saya kenal yang diputar Geronimo pada acara CITRAKOTA pada pagi ini. Telinga saya tidak mudah menikmati. Perut saya belum bisa mencerna lagu-lagu macam ini. Memang sih acara ini memutar lagu-lagu fresh Indonesia.

Kali ini saya tetap stay tune. Sejak awal tadi saya hanya ingin mendengarkan radio. Agar sedikit-sedikit tahu, paling tidak sekali-kali dengar lagu-lagu Indonesia baru. Siapa tahu ada yang suka. Maklum database lagu di otak nafsu saya lama tidak update. hehe Namun antusiasme saya akan lagu baru ternyata tidak sekuat jaman saya masih muda dulu. 😀 Dulu saya seolah berdosa bila sampai ketinggalan tahu ada lagu baru. Takut dibilang ngga gaul.

Jadi sedikit ingat tentang antusiasme dan penasaran lagu baru saya itu mulai berhenti sebelum tahun 2000-an. Seingat saya masuk jaman SMP – SMA saya selalu suka menikmati lagu-lagu baru. Lagu-lagu baru keren-keren. Memasuki tahun 2000-an selera musik saya berbalik. Saya mulai menikmati musik era 90-an, 80-an, 70-an.

Gambar diambil dari sini. Tentu saja radio saya saat itu tidak secanggih ini. Saya mendengarkan radio dari Radio yang saya rakit pada jaman SMP. 😀

Sampai saya menemukan banyak sekali lagu-lagu yang saya golongkan klasik menurut selera saya yang release dari tahun 60-an sampai 90-an. Lagu-lagu “klasik” itulah yang menghiasi ruang dengar saya paling tidak dalam 10 tahun terakhir dan hanya menyisihkan ruang sempit untuk lagu-lagu fresh. Jadi tahu kan, kenapa selera musik saya ngga update, ngga compatible dengan kebanyakan lagu baru. 😀

Coba lihat akan seberapa betah pagi ini saya pantengin radio Geronimo! 😀