(Menyelamatkan) Negeri Auto Pilot

Melihat foto pak Budi Rahadjo yang diupload di sini, yang gambarnya saya tempel di atas, secara otomatis mengingatkan akan bincang-bincang ringan saya dengan seorang teman lama, Mas Pandu (Mas Sugeng). Mas Pandu mengatakan kepada saya, desa kita, Desa Grogol itu tanpa Lurah dan Perangkat Desa yang lain akan tetap berjalan.

Maksudnya?” Saya waktu itu tidak langsung menangkap maksud Mas Pandu. “Asal jalan, ya gini-gini saja. Tidak tambah maju atau tambah terbelakang tanpa peran Lurah dan para Perangkat Desa“, Mas Pandu melanjutkan selorohnya. Hehe! Ternyata maksud Mas Pandu adalah Auto Pilot. Desa Auto Pilot. Memang bagi saya, Mas Pandu dan teman-teman sebaya yang lain sampai saat ini belum bisa melihat peran signifikan para Perangkat Desa dalam membawakan suatu kemajuan.

Negeri Auto Pilot tadi malam menjadi bahasan dalam Acara Sarasehan Anak Negeri di Metro TV, dengan Judul Menyelamatkan Negeri Auto Pilot. Saya menonton acara itu sampai selesai untuk ramai-ramaian saja. Untuk gayeng-gayengan di rumah. Tidak banyak berharap akan solusi apa yang ditawarkan dalam sarasehan. Toh sampai akhir acara saya juga tidak melihat solusi itu.

Kalau dipikir-pikir bukankah Auto Pilot itu malah keren, hebat, canggih. 😀 Sesuatu yang sudah bisa dilakukan oleh mekanisme otomasi tidak perlu diambil alih lagi oleh manusia. Manusia biar mengerjakan apa yang menjadi passion mereka saja, hehe. Tidak perlu memaksa manusia untuk melakukan apa yang tidak mereka suka.

Dalam teknik kendali kan kita mengenal ada fly by wire dan fly by light. Siapa tahu dibalik auto pilot kita sudah punya algoritma belajar yang sudah canggih bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan. 😀

Auto Pilot! Memang pesawatnya sudah terbang? 😀

Iklan

19 thoughts on “(Menyelamatkan) Negeri Auto Pilot

  1. Klo ada negara yang mau membuka pendaftaran untuk penerimaan warga negara baru…saya akan jadi yang nomor pertama,…gak tahan sama kelakuan para pemimpin di negeri ini…banyak tipu, bohong..berlakon seperti malaikat seolah tak bersalah, semoga kesambar petir di siang bolong….

  2. “Kalau dipikir-pikir bukankah Auto Pilot itu malah keren, hebat, canggih. Sesuatu yang sudah bisa dilakukan oleh mekanisme otomasi tidak perlu diambil alih lagi oleh manusia. Manusia biar mengerjakan apa yang menjadi passion mereka saja, hehe. Tidak perlu memaksa manusia untuk melakukan apa yang tidak mereka suka.”

    Suka dengan kalimatmu di atas, jar..

    • begini mbak wiwik, kalau passion beliau adalah nyanyi dan buat album kenapa kita berlebih lebihan menuntut beliau untuk menjadi pilot. itu kan tidak etis sekaligus tidak logis, sekaligus tidak manusiawi, hehe

  3. Keren ya kalo negeri ini beneran pake auto pilot 😀
    Eh, tapi bener lo mas, banyak lo perangkat desa yang gak bekerja dan hanya tau terima uang bulanannya aja, hihihih… 😀

  4. Untuk menuju kesana harus menyiapkan toolsnya terlebih dahulu kalau belum pasti sangat kacau. Misalnya saja kalau mau ngurus KTP masih butuh ttd asli perangkat desa atau amat. kecuali kalau semua sistem komputerisasi sudah dilegalkan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s