Bad News is Bad News, Kapan?

Sambil menunggu pesanan sarapan, saya tadi membuka – buka koran cetak Harian Jogja. Tak peduli apa yang menjadi headline dan tajuk, saya langsung membuka rubrik Gunungkidul. Mengintip peristiwa yang tidak terekam di media online. Rubrik ini penuh dengan aura negatif. Mulai daftar panjang perilaku mesum PNS di Gunungkidul, penjudi domino di Desa Banaran, Imawan Wahyudi terpilih jadi wakil bupati Gunungkidul, dll

Tidak ada yang istimewa, tidak pula mengejutkan. Hanya jadi kontaminasi bagi jiwa persis seperti MSG yang pasti terkandung dalam menu sarapan pagi ini. Kabar  – kabar seperti ini biasa dapat kita temukan setiap saat baik di media cetak, elektronik maupun media online.

Untuk membuat berita seperti ini memang sangat mudah bagi wartawan. Karena dapat dipungut kapan saja, dari mana saja dari setiap sudut negeri. Bad news is good news itu benar bila berita buruk benar – benar sulit didapatkan. Namun sekarang ini menurut saya Bad news ya tetap saja very bad for news.

Good news is just very good news buat saya bila anda kita mau saling berbagi.  So! How are you?

2 komentar di “Bad News is Bad News, Kapan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s