Iwan Setyawan dan Ibu di Kick Andy

Walaupun hanya beberapa kalimat terucap oleh beliau, tetapi lumayanlah untuk penasaran saya akan sosok yang diceritakan oleh Mas Iwan Setyawan dalam novel semi memoarnya yang berjudul 9 Summers 10 Autumns. Sosok yang telah membesarkan jiwa dan raga Mas Iwan hingga mampu “Berlayar dan terus berlayar”. Mengarungi kota apel Batu – Malang, sampai The Big Apple, The New York City.

Ibu Ngatinah, begitu Andy Flores Noya memperkenalkan dalam talkshow Kick Andy semalam, 20 Mei 2011, memang kelihatan sebagai seorang wanita yang mempunyai keyakinan kuat. Dia bilang kurang lebih, “Pokoknya anak – anak saya harus kuliah,  mau jadi apa kelak, terserah, itu urusan nanti”. Mas Iwan pernah bilang dalam twitternya kalau Ibu ngga well educated, tapi intellectually enlightened. Baca lebih lanjut

Pencarian Google Makin Relevan? Panda

Beberapa waktu yang lalu, Google telah menerapkan algoritma baru pada mesin cari mereka secara internasional.  Algoritma baru itu konon di sebut Panda. Sebelumnya telah diuji cobakan dari beberapa negara.Penyempurnaan algoritma pencari Google dengan Panda, entah apa arti nama “panda” ini, merupakan usaha google memberi jawab atas semakin berkembang biaknya spam pencarian. Saya mengapresiasi usaha google menyenyahkan tukang – tukang SEO yang tidak bertanggung jawab musuh umat manusia yang selama ini menyesatkan dan menyusahkan kita.

Kabar baiknya lagi, dari beberapa kata kunci yang saya ketikan pada pencarian Google pada pagi ini memang memberikan hasil yang lebih relevan. Beberapa situs sampah yang biasanya nangkring di peringkat teratas, saat ini bahkan sudah tidak muncul lagi pada halaman pertama.

Berbicara harapan, tentu harapan saya agar Google tidak lengah untuk terus memperbaiki kualitas pencarian yang saat ini cukup memuaskan saya. Walau saya masih khawatir bila dalam waktu yang tidak lama, tukang – tukang SEO jahat itu akan bisa menemukan celah dan kelemahan Algoritma Panda.

Atau mungkin Google sudah menyiapkan sesuatu yang baru bila tukang – tukang SEO penyesat itu kelak dapat mengibuli Panda. Atau suatu saat nanti itu bahkan Bing, atau Yahoo, atau Baidu, atau yang lain bahkan mempunyai algorima pencari yang lebih mumpuni?

High Quality site algorithm goes global, incorporate user feedback

Webmaster guidelines compatible with new Google Panda

Kapan Saya Bergabung Facebook?

Jawabnya sudah lama. Account facebook yang badge nya saya pasang di samping blog ini (ya facebook dimana saya menaruh note yang ini 🙂 ) sudah berusia 3 tahun. Tepatnya saya membuat account ini pada siang hari jam 11:59 waktu Indonesia barat, tanggal 27 Agustus 2008.

Bagaimana saya bisa tahu sampai detil menit segala? Caranya dengan mencari email pertama yang saya terima dari facebook.com. Sebuah email konfirmasi pendaftaran. Di kotak pencarian gmail web, saya mengetikan kata “Facebook Registration Confirmation” Anda pun bisa melakukannya. Dengan catatan anda belum pernah menghapus email konfirmasi pendaftaran dari facebook itu. Mudahkan 😀

Tetapi tidak semudah itu usaha saya tadi dalam mencari tanggal dan jam kapan saya mendaftarkan diri ke layanan jejaring sosial facebook. Banyak cara saya coba dan gagal. Salah satunya saya mencoba melihat foto profil yang pertama kali saya pasang. Ternyata foto yang saya pasang pertama kali sudah saya hapus.

Tak putus asa, ada seribu cara bertanya cara. Saya mencoba bertanya pada simbah saya, Simbah Google. “How to check when did I join Facebook?”  Avda Kadabra! Jawabnya : http://wiki.answers.com/Q/How_to_check_when_did_I_join_Facebook

Nah dengan cara yang hampir sama kita bisa menge -check siapa orang yang pertama kali kita add atau siapa yang pertama kali nge-add kita. 😀

Bad News is Bad News, Kapan?

Sambil menunggu pesanan sarapan, saya tadi membuka – buka koran cetak Harian Jogja. Tak peduli apa yang menjadi headline dan tajuk, saya langsung membuka rubrik Gunungkidul. Mengintip peristiwa yang tidak terekam di media online. Rubrik ini penuh dengan aura negatif. Mulai daftar panjang perilaku mesum PNS di Gunungkidul, penjudi domino di Desa Banaran, Imawan Wahyudi terpilih jadi wakil bupati Gunungkidul, dll

Tidak ada yang istimewa, tidak pula mengejutkan. Hanya jadi kontaminasi bagi jiwa persis seperti MSG yang pasti terkandung dalam menu sarapan pagi ini. Kabar  – kabar seperti ini biasa dapat kita temukan setiap saat baik di media cetak, elektronik maupun media online.

Untuk membuat berita seperti ini memang sangat mudah bagi wartawan. Karena dapat dipungut kapan saja, dari mana saja dari setiap sudut negeri. Bad news is good news itu benar bila berita buruk benar – benar sulit didapatkan. Namun sekarang ini menurut saya Bad news ya tetap saja very bad for news.

Good news is just very good news buat saya bila anda kita mau saling berbagi.  So! How are you?

Ngumpul – Ngumpul dengan Politikana

Istilah jaman dulunya adalah kopdar (kopi darat), tapi kali ini disebut ngumpul ngumpul warga P saja. Kenapa? Karena di tempat ngumpul kali ini tidak ada kopi. Tidak ada asap rokok. Tidak ada Pak Botak Sakti dan sahabat karibnya, Muhamad Tarmin Pardede. 😀

Sebenarnya dipilihnya Resto Jepang Kawaii Sushi yang adem dan lega  sebagai tempat ngumpul adalah untuk meredam kemarahan dan pisuhan bilamana style berdiskusi online politikana terbawa – bawa ke ranah offline. Kemarin siang itu di luar resto, saya melihat aparat satpam dan polisi yang barangkali dipersiapkan oleh manajemen Kawaii Sushi sebagai tindakan preventif antisipatif.

Jadi terimakasih kami ucapkan duluan kepada Kawaii aka mba Wawajie yang telah menggratiskan fasilitas ini agar tidak terlalu merasa dimanfaatkan secara paksa oleh warga P yang lain 😀

Alhamdulillah acara berlangsung lancar tanpa ada insiden. Bahkan peserta ngumpul – ngumpul lebih banyak dari yang diperkirakan. Bukan hanya penulis dan tukang komentar, salah satu konglomerat langsat, Oh Yusro M Santoso pun berkenan membagikan perjalanan ide nya yang inspiring.

Nama – nama dan id P pada foto di atas tidak perlu saya sebut satu – satu. Berikut dibawah ini saya hanya akan menyebarkan secara luas mereka – mereka yang pulang duluan jauh sebelum sesi unjuk narsisme ini. Baca lebih lanjut

Internet Indonesia Cuti Bersama

Di Indonesia, internet ikut sepi pada hari minggu dan hari libur. Seiring dengan fenomena cuti bersama kali ini, yang menjadikan very long weekend, internet Indonesia pun makin sepi. Kalau tidak percaya, silakan tanya pada admin website di tempat anda bekerja.

Atau bila sedikit mau jeli, kita pun bisa mengamati dari home feed social media kita, boleh itu facebook, atau twitter, atau keduanya, atau social media service yang lain. Perhatikan, dari mana kawan – kawan anda meng-update status atau mem-posting content.

Kalau yang ada di home feed social media facebook dan twitter saya, kebanyakan mereka melakukannya dari mobile device. Blackberry, iPhone, Android dan tablet. Hanya beberapa yang menggunakan web.

Bila posting saya kali ini tidak ada komentarnya, berarti kesimpulannya …. ?

Puslatpur Paliyan : Photo of The Day

Tidak seperti Minggu pagi pekan kemarin yang mana hujan sudah turun dari subuh, pagi ini tadi tidak hujan. Meski tidak bisa dibilang ideal untuk saya menunaikan jogging. Kabut tipis turun di sepanjang lintasan Baca lebih lanjut

Mau Ngasih Duit Pengamen?

Dalam waktu kurang dari 15 menit, di bus “Jaya Sehati” antar kota jurusan Yogyakarta – Wonosari yang tadi siang saya tumpangi, ada 2 kelompok musisi jalanan dan seorang sendirian yang mengamen. Mereka silih berganti membawakan aneka lagu dan diiringi alat musik ala kadarnya. Begitu selesai bernyanyi mereka akan menghampiri penumpang satu demi satu untuk meminta – minta uang. Meski tidak ada kewajiban bagi penumpang untuk memberi duit pada pengamen – pengamen jalan ini.

Tidak satupun dari ketiga kelompok pengamen yang meminta duit pada para penumpang termasuk saya yang saya beri uang ala kadarnya. Biarin saya dibilang pelit. Saya tidak rela merogoh duit walau hanya koin – koin dari tas karena saya pikir merupakan perbuatan yang tidak mendidik. Sebagai penumpang bus, saya merasa tidak nyaman dengan kehadiran pengamen yang sudah suaranya kebanyakan acak adul, masih menghampiri penumpang satu – satu untuk minta duit. Saya kira rasa tidak nyaman ini tidak hanya ada pada saya. Baca lebih lanjut

Friday The 13th (2009)

Malam ini saya tidak perlu keluar rumah kecuali ada sesuatu yang sangat genting. Memastikan pintu kamar dan jendela terkunci rapat – rapat. Taruh golok di tempat yang mudah diraih pada saat mendadak terjaga dari tidur. Jangan matikan lampu kamar. Atur speed dial pada ponsel untuk menghubungi kantor polisi terdekat. Jangan – jangan Jason nyerang saya. Hiiiiiiiy. Status siaga SATU.

Kewaspadaan, kalau tidak boleh dibilang paranoid berlebih yang mendadak muncul sebagai hikmah dari nonton Friday The 13th.

Dalam film ini, Marcus Nispel, sang sutradara, berhasil memompa detak jantung dan mengobok – obok rasa jijik dengan mempertontonkan pembunuhan demi pembunuhan secara vulgar. Saya sudah merasa muak duluan pada adegan Whitney, Mike, Richie, Amanda dan Wade terbunuh secara misterius tanpa sisa. Baca lebih lanjut

Serial TV : Friday The 13th

Hari ini adalah hari Jum’at yang bertepatan dengan tanggal 13 pertama dalam tahun 2011. Jum’at, 13 Mei 2011. Hari dan tanggal yang disakralkan oleh bangsa barat Amerika. Menurut kepercayaan yang tidak sedikit dianut oleh orang – orang bahkan angka 13 sendiri dianggap angka naas. Misalnya penghilangan nomor kamar 13 di rumah sakit, kamar hotel, tingkat gedung, dan lain – lain.

Sama seperti orang Jawa yang mempercayai hari naas, was, jabung, geblag, dan lain lain. Orang Jawa mempercayai sejumlah hari naas itu tidak baik digunakan untuk memulai hal – hal penting dalam hidup mereka. Mendirikan bangunan rumah, jembatan atau memulai perjalanan jauh tidak akan dilakukan orang Jawa yang masih percaya pada hari – hari naas itu. Kepercayaan orang Jawa akan hari baik dan hari naas bahkan telah dibukukan dalam suatu kitab primbon. Salah satu primbon yang terkenal di Jawa adalah Betal Jemur Adam makna.

Jangan salah sangka. Saya tidak sedang membahas kepercayaan hari naas yang saya anut. Saya sedang mengingat – ingat serial TV yang tayang di TVRI yang cukup populer pada jaman saya masih belajar di Sekolah Dasar. Pada tahun 90 -an. Serial TV yang berjudul sama dengan tulisan ini. Friday The 13th.

Jangan dikira saya sudah bisa mengikuti jalan cerita serial Friday The 13th. Untuk membaca sub title pada serial berbahasa Inggris itu saja saya masih belepotan. Saya hanya ikut – ikutan deg degan kawan – kawan menonton TV hitam putih pada adegan – adegan menegangkan. Adegan – adegan horror yang kerap kali terbawa ke tempat tidur. hiyy …

Bagi yang seusia saya atau seusia kakak kakak saya dan ingin bernostalgia dengan Friday the 13th, bisa mendownload film dari link berikut: Baca lebih lanjut