Ngumpul – Ngumpul dengan Politikana

Istilah jaman dulunya adalah kopdar (kopi darat), tapi kali ini disebut ngumpul ngumpul warga P saja. Kenapa? Karena di tempat ngumpul kali ini tidak ada kopi. Tidak ada asap rokok. Tidak ada Pak Botak Sakti dan sahabat karibnya, Muhamad Tarmin Pardede. ­čśÇ

Sebenarnya dipilihnya┬áResto Jepang Kawaii Sushi yang adem dan lega ┬ásebagai tempat ngumpul adalah untuk meredam kemarahan dan pisuhan bilamana style berdiskusi online politikana terbawa – bawa ke ranah offline. Kemarin siang itu di luar resto, saya melihat aparat satpam dan polisi yang barangkali dipersiapkan oleh manajemen Kawaii Sushi sebagai tindakan preventif antisipatif.

Jadi terimakasih kami ucapkan duluan kepada Kawaii aka mba Wawajie yang telah menggratiskan fasilitas ini agar tidak terlalu merasa dimanfaatkan secara paksa oleh warga P yang lain ­čśÇ

Alhamdulillah acara berlangsung lancar tanpa ada insiden. Bahkan peserta ngumpul – ngumpul lebih banyak dari yang diperkirakan. Bukan hanya penulis dan tukang komentar, salah satu konglomerat langsat, Oh Yusro M Santoso pun berkenan membagikan perjalanan ide nya yang inspiring.

Nama – nama dan id P pada foto di atas tidak perlu saya sebut satu – satu. Berikut dibawah ini saya hanya akan menyebarkan secara luas mereka – mereka yang pulang duluan jauh sebelum sesi unjuk narsisme ini. Baca lebih lanjut