Paragraf Writing : Saya pengin buku ini

Paragraf Writing. Sebuah buku yang menarik perhatian saya ketika kemarin saya sedang jalan jalan di Gramedia untuk sekedar melihat lihat. Buku ini dari desain covernya memang menarik serta ukuran buku yang tidak biasa. Berbeda dengan buku buku lain yang di pajang di rak Gramedia yang umumnya di bungkus plastik. Rupanya, buku ini tidak. Sehingga saya dapat membaca baca bagian isi untuk memastikan apakah isi semanarik covernya. Untuk orang yang suka menulis amatiran di blog curhat ini, ternyata, dari beberapa halaman awal yang saya baca, buku ini menawarkan solusi untuk kesulitan kesulitan saya dalam suatu penulisan yang enak di baca dan logis.

Apa yang saya baca dengan singkat dari buku ‘Paragraf Writing’ di Gramedia dimana saya bisa paham dan ingat sampai sekarang adalah bahwa paragraf yang baik harus memiliki 3 unsur kalimat. Kalimat Topik, suatu kalimat dimana ide utama dari paragraf ditaruh. Kalimat Pendukung, yang bisa berupa kalimat kalimat narasi untuk memperkuat ide ide utama dan terakhir; adalah Kalimat Kesimpulan dimana penulis menunjukan untaian logika dari rangkaian antar kalimat dalam suatu Paragraf. Melalui contoh – contoh yang tertera dalam buku dan penjelasan penjelasan yang mengikuti, saya merasakan seharusnya, memang seperti itulah cara menyampaikan ide melalui bahasa tulisan kepada orang lain.

Seiring dengan keinginan saya untuk membantu diri  memperbaiki kualitas komunikasi melalui bahasa tulisan. Karena selama ini apa yang saya perbuat dalam setiap penulisan belum merupakan cerminan ‘Paragraf Paragraf Logis’, bahkan gagal menyampaikan ide penulisan itu sendiri. Buku ini merupakan buku kedua. Sedangkan yang pertama adalah Sentence Writing. Untuk yang Sentence Writing ini, saya belum sempat men snapshot isinya. Namun demikian saya menduga pasti sebagus buku keduanya. Karena kedua buku ini saling berkaitan dan berseri, sepertinya akan lebih enak membacanya secara berurutan dan bertahap.  Buku Buku ini benar benar dalam wish list saya.

**Karena harga kedua buku ini, ‘Sentence Writing’ dan ‘Paragraf Writing’ mahal untuk ukuran saya, maka saya kemarin memutuskan menunda untuk  membeli buku ini sampai kesehatan dompet membaik. hehehehe

Bendera Partai bagi Pak Tani

Foto ini saya ambil tadi pagi ketika tidak sengaja melintas dipersawahan dekat sawah saya.  Menarik bukan, warna merah eksentrik di tengah tengah komposisi yang di dominasi warna hijau. Tetapi, saat ini saya sedang tidak bernafsu membahas komposisi dalam fotografi. Bisa dilihat mesti tidak jelas, itu adalah seseorang dengan kaos partai dan memegang bendera partai juga. Karena sendirian ditengah sawah maka , walaupun beratribut partai, saya menduga orang ini bukan sedang berkampanye, meski saat ini sedang musim kampanye.

Pak Tani ini, sedang menunggui tanaman padi yang diserang burung burung pemakan biji. Dia memegang bendera yang digunakan untuk menakut nakuti burung burung pipit. Tidak tau  dia mendapatkan bendera darimana atau mencabutnya dari pinggir jalan. Hanya, sepertinya, bendera itu akan lebih bermanfaat dipakai pak tani daripada menjadi polusi pemandangan di pinggir pinggir jalan.

Ide itu penting, selanjutnya bagaimana mengolahnya

Saya percaya bahwa ide itu penting. Penting sekali. Bahkan semua hal berawal dari sebuah gagasan atau ide. Sering kali kemampuan untuk menelurkan ide digunakan untuk mengukur sebaik mana kreatifitas seseorang.

Ini adalah tulisan blog ke dua saya untuk pagi ini.– Boleh dong sesekala belagu sok rajin — Sebenarnya ide tulisan untuk posting saya sebelum yang ini sudah ada sejak lama. Saya termasuk orang yang mendewakan ide yang mempercayai bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi setelah kita mempunyai IDE. Ide yang cerdas tentu saja.

Memang benar. Paling tidak sampai saat ini saya masih berpegang pada keyakinan saya itu. Bahwa IDE yang CERDAS memang ajaib.

Namun demikian pada kenyataanya sering kali itu tidak selalu terjadi. Walaupun memainkan peran penting. Ide CERDAS saja belum cukup. Perlu IDE yang MATANG. Ketika saya asal asalan bermodalkan ide yang sok cerdas itukemudian saya curahkan dalam sebuah tulisan secara spontan. Apa yang terjadi? Setelah membaca ulasan beberapa tulisan, rupanya saya mendapatinya bagaikan ‘curhatan’ atau kalimat kalimat yang tidak tersambung berkoherensi seperti dalam lembaran lembaran brain storming.

Urusan untuk mengelola dan memasak dengan tepat sebuat gagasan ternyata bisa jadi sama pentingnya  dengan ide itu sendiri.

Tidak apa apa. Saya tidak menyesal dengan membuat dan mempublish tulisan seperti itu. Karena dengan demikian saya mengetahui permasalah yang tidak akan pernah terlihat mata tanpa eksperimen, observasi dan feed back.

i-Nteraksi yang memperpanjang usia

Saat itu Selasa pagi. Kalau tidak salah tanggal 2 Maret kemarin.  Kira – kira jam 08:00 pagi saat saya merebahkan tubuh di kursi yang sengaja saya tata berderet rapat cukup untuk seukuran badan. Itu adalah ruang Lab di tempat saya memeras keringat untuk menjaga jalinan hidup berlangsung tak terputus. Tubuh saya yang merebah di deret kursi itu sedang menggigil menderita deman dimana susah tertahankan untuk tetap beraktifitas.

Tidur. Rasanya itu bukan tidur. Melainkan angan angan ini terus melayang layang sengaja untuk sedikit melupakan rasa derita. Dalam berangan angan itu saya membayangkan seperti, seandainya saya hidup dijaman batu atau di jaman berburu dan meramu dimana peradaban belum menjadi serumit –bahasa orang egois jaman sekarang, adalah ‘berperadaban’– sekarang.

Membayangkan suatu waktu dijaman beheula itu saya sedang sakit semenderita sekarang, tidak punya rumah tinggal permanen alias hidup di gua atau tidur di ranting dan dahan dahan pohon, sementara untuk mengurus kebutuhan perut saya harus berlari lebih kencang untuk binatang buruan, mencari minuman dari aliran air bersih atau mungkin tiba tiba saya perlu berkelahi menghadapi binatang buas atau suku – suku bermusuhan tiba tiba juga datang menyerang.

Baca lebih lanjut

Menunggu SMS Cinta dari KPU

Mulai hari ini saya menjaga agat ponsel saya tidak kehabisan baterai. Konon mulai hari ini KPU akan mengirimkan sms sms Cinta kepada semua nomor Warna Negara Indonesia. Mudah mudahan SMS cinta itu juga nongol di ponsel ini. Karena  KTP di dompet ini masih berlaku, walaupun sudah kumel.

Menurut bacaan berita di detikinet, pemerintah dalam hal ini KPU, sekarang ini sudah tidak gaptek lagi dan berkenan mengoptimalkan teknologi untuk mensosialisasikan Pemilu yang akan dilangsungkan pada tanggal 9 April mendatang. Nah itukan artinya saya tahu dengan benar kapan Pemilu dilangsungkan.

Konon, biaya SMS ini telah di gratiskan oleh semua operator domestik.  Dan KPU pun menyerahkan pentahapan pengiriman SMS broad cast ini kepada operator agar tidak membebani kapasitas jaringan.

Jadi bagi anda yang menunggu SMS cinta dari KPU tentang ajakan untuk mencontereng pada tanggal 9 April 2009, silahkan hape nya dijaga agar tidak nge drop baterainya dan tetap stand by serta bagi yang rusak ponsel atau belum punya agar segera membeli yang baru.

Pengetahuan di kepala; Keterampilan di ujung jari

Teman – teman saya mungkin menganggap saya aneh. Atau bahkan sombong, ketika mereka menanyai saya tentang fungsi atau pemanfaatan fitur – fitur tertentu dari Aplikasi komputer yang sering sama – sama kami pakai. Memang, saya sering kali tidak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mereka secara lisan langsung ketika mereka bertanya disaat saya tidak sedang didepan Komputer. Permasalahanya bukan berarti saya enggan atau sombong tidak mau berbagi keterampilan.

Dalam banyak hal saya memang benar benar tidak bisa. Atau lebih tepatnya saya tidak berusaha mengingat keterampilan keterampilan penggunaan aplikasi di dalam kepala saya. Dan demi teman – teman yang perlu bantuan tersebut biasanya saya mencari komputer terdekat dan mengajak sang sahabat untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan. Saya berusaha mengenalkan diri saya, lebih tepatnya pendekatan yang saya gunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.

Biasanya, di dalam kepala saya, saya hanya menyimpan ide dasar dari setiap permasalahan dan untuk kemudian baru mencari dan mengembangkan solusi praktisnya. Untuk permasalahan yang  perlu diselesaikan berulang ulang, biasanya juga solusi praktis itu ber evolusi menjadi keterampilan. Berbeda dengan pengetahuan, keterampilan itu tersimpan secara tidak sengaja di jari jari atau di organ tubuh lain yang terlibat selama proses pengerjaan sehingga dalam hal ini malah saya kurang bisa dengan baik men visualisasi dan mengkomunikasikan kepada orang lain ketika dibutuhkan. Untuk hal ini saya meminta pengertian teman – teman untuk bisa memahami dan sama sama mengembangkan prosedurnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang semakin komplek dan berubah ubah dengan media memori yang terbatas. Bagi saya lebih masuk akal untuk mengingat di otak untuk hal hal mendasarnya, serta melatih ide ide kreatif. Sedangkan di lapisan praktisnya semua saya serahkan kepada konteksnya.

Saya cukup tahu diri tentang diri ini yang pelupa dan mudah melupakan keterampilan keterampilan yang pernah dipelajari.

Kembali ke Operamini 4.0

Pada posting hari ini saya kembali ‘ngrasani’ Operamini. Pasti developer – developer dan semua stake holder Opera merasa ge er bilamana membaca posting saya ini. Dan saya menduga pasti banyak pula orang yang mengetikan posting serupa.

Kalau kemarin saya menulis kaitanya dengan melambatnya browsing menggunakan Operamini 4.2 beta. Yang selain melambat juga sering kali ada tampilan bahwa url yang diketikan mungkin tidak ada. Padahal yang benar saja, masa m.facebook.com itu tidak ada. Pasti ada ya. Karena site mobile itu mudah dibuka dengan browser default ponsel. Dan, kejanggalan lain itu juga seringkali link dari sebuat website ketika di klik malah muncul halaman yang tidak berkaitan atau malah malah bagian dari website lain.

Karena mobile browsing benar benar sesuatu yang susah dipisahkan dari hidup saya. Dan ditengah kejengkelan browsing saya , saya mencoba menggunakan Operamini 4.o yang ternyata masih terinstall di ponsel. Syukurlah Operamini 4.0 belum saya delete. Kemudian saya mendapati ternyata browsing dengan Operamini 4.0 tidak ada masalah. Semua berjalan cepat dan lancar lancar saja.

Wah, kalau memang demikian permasalahanya sudah ditemukan solusinya. Pakai Operamini 4.0 saja. Bukanya Operamini 4.2 itu masih beta. Maklum bahwa mungkin masih banyak bug yang perlu dibereskan. Gitu. Sekian. Terimakasih.

Opera mini 4.2 beta sedang lambat

Untuk browsing dengan menggunakan ponsel, saya lebih mengandalkan Operamini 4.2 beta dari browser web default bawaan ponsel. Operamini lebih menawarkan banyak kemudahan termasuk auto completion yang membantu mengetikan alamat url atau web yang sering kita kunjungi dengan lebih cepat, readability yang lebih memudahkan mata membaca dan yang lebih penting adalah kecepatan untuk browsing di lingkungan gprs.

Untuk mengoptimasi kecepatan, Operamini menempatkan, saat ini dua server proxy, yang konon salah satunya di Amerika dan yang lain di Deuchtland. Dengan proxy server yang dipasang inilah, konon juga, data web dari servernya diambil untuk kemudian di compress dan terjadilah proses browsing menjadi lebih cepat.

Menurut saya kelebihan penting dari Operamini 4.2 adalah penggunaan Proxy server ini. Namun kemudian proxy milik operamini inilah yang saya curigai sebagai biang penyebab melambatnya kecepatan browsing dengan operamini yang dulunya saya sangat andalkan. Walaupun kecurigaan saya ini tidak serta merta benar. Karena kemungkinan lain pelambatan adalah bisa jadi karena trafik yang meninggi seiring bertambanya pengguna Operamini 4.2.

Penyebab pelambatan yang lain bisa jadi adalah operator data saya. Meskipun saya juga tidak yakin karena belum sempat menguji dengan mencoba menggunakan layanan data dari operator yang berbeda.

Apapun saya hanya bisa menunggu supaya layanan Operamini segera membaik. Untuk komplain sepertinya tidak mungkin karena Operamini menerapkan layanan ini secara gratis. Kalau banyak komplain dan email email itu namanya saya tidak tahu diri ya. Siapakah anda sekalian yang mempunyai pengalaman melambatnya Operamini 4.2 beta?

Meminum obat yang diminum pak S B Y

Sarapan sudah. Minum obat sudah. Saya meminum obat gejala gejala mag seperti yang biasanya diminum Pak S B Y ketika mag beliau kambuh. Setelah 3 hari saya menggunakan obat ini saya telah membuktikan bahwa lambung yang terasa nyeri dan tiba tiba nafsu makan menghilang merupakan pertanda gejala mag. Karena rasa nyeri lambung dan kembung kembung seperti ini sudah mengejala sejak lama, itu artinya memang saya sudah lama mengidapnya. Hanya, karena saya yang kurang tanggap saja.

Dari satu strip berisi 12 tablet, saat ini tinggal tiga. Mudah mudahan ke 12 tablet yang sudah akan habis saya minum besuk sudah dengan baik menyelesaikan masalah. Dan saya tidak perlu membeli strip strip tambahan kemudian. Saya ingin selekasnya menceraikan penyakit mag ini meskipun banyak orang akrab mesra dengan mag.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah agar mag saya tidak kambuh dikemudian hari? Apakah ada kaitanya antara mag dengan tingkat stress seseorang? Apa benar saya harus diet makanan tertentu karena terlanjur terserang mag?

Keterampilan yang mudah hilang (ahhh …)

Saya sering kali jengkel dengan diri saya yang pelupa.

Beberapa hari yang lalu seorang teman meminta untuk diajari membuat iklan sederhana dengan Adobe Flash untuk ditampilkan di internet. Dulu saya mengenalnya ketika masih milik Macromedia dan berversi 5. Saya tidak langsung menyanggupi permintaan seorang tersebut karena sadar dengan kebiasaan pelupa ini. Maksudnya, saya ingin terlebih dahulu menguji apakah keterampilan ini masih ada atau tidak di jari jari saya.

Seperti yang saya duga, ternyata benar. Memang saya masih ingat bagaimana konsep desain yang baik dan komunikatif. Masalahnya ada pada keterampilan. 4 tahun ternyata saya sudah tidak bermain main dengan Flash. Sehingga yang masih tersisa tinggal membuat obyek sederhana dan membuat animasi tween motion dan tranform. Sementara membuat tween shape membuat saya membaca beberapa halaman manual dan beberapa kali mencoba.

Itu baru masalah desain dan animasi nya. Belum tentang macro media script. Walaupun dengan sedikit modifikasi saya dapat menggantikanya dengan java script yang relatif masih baik teringat.

Permasalahanya penting itu sebenarnya bukan masalah Macromedia atau Adobe Flash yang saat ini sedang ingin cepat cepat ingin saya kuasai kembali. Terima kasih kepada teman saya itu yang telah menyadarkan tentang hal ini. Melainkan adalah kebiasaan saya yang lebih suka belajar hal teknis dan bersifat skill semata daripada sesuatu yang konseptual. Konsep dan literal itu benar benar saya sadari mempunyai life cycle lebih lama.

Pertanyaan saya adalah bagaimana mengikatkan keterampilan yang pernah saya latih selain dengan berlatih terus menerus? Karena dalam setiap masalah dan kesempatan saya selalu dituntut untuk belajar dan menggunakan keterampilan keterampilan baru. Pasti tidak hanya Flash saja yang saya telah lupa. Melainkan Dream weaver, Authorware, Director, dll