Fatwa Haram Mie Ayam

Mie Ayam

Mie Ayam

Ini adalah saat – saat dimana saya harus memperteguh pendirian dan lebih menahan diri. Penampilan menggoda dari nona nona muda dengan pose menantang dan mie ayam beraroma sedap gurih seolah berkata merayu, “Monggo Mas, silahkan mencicipi. Gurih loh. Sedap loh, Uenak loh, Uenak tenan mas.”

Tidaaak!”

“Demi apapun, saya tidak akan dengan (mie ayam) kamu!”

Boleh dong saya memberi fatwa  halal haram akan sesuatu. Asal tidak memaksakan apa fatwa saya kepada orang lain. Dengan mengingat, memperhatikan, mempertimbangkan  dan seterusnya bahwa mag saya berpotensi kambuh memarah bila nekad menuruti nafsu dengan melahab seperti apa yang dipertontonkan nona nona dalam foto itu.

Tentu, mie ayam bukan satu – satunya jenis makanan yang saya harus berpantang. Masih ada sederet do and don’t bagi pengidap mag  agar kesehatan dan stamina tetap prima. Ada sederet panjang senarai yang disodorkan seolah tanpa rasa bersalah oleh google. Semoga do and don’t itu senantiasa tertempel di depan mata kesadaran  sehingga sampai kapanpun saya tidak akan lupa sehingga  sampai terjadi tindakan bodoh. Amiin.

Dan posting ini bukan merupakan sentimen pribadi atau sentimen kolektif terhadap mie dan penjual mie 😀

Peace

[nes] Kopi Sore

Suasana habis hujan sore ini sejuk sekali. Saya merasa berbahagia. Saya menikmati mengetik di belakang jendela yang menghadap petak – petak sawah yang ditanami padi. Segelas kopi susu benar benar saya nikmati demi teguk. Ahhhhhhh …

Sebagai penikmat kopi, sore ini saya sebut sebagai “momentum kopi”. Sebagai “Hari Kopi” Saat dimana memulai untuk dengan mantaf kembali ke kopi. Semenjak beberapa bulan, eh lebih tepatnya hampir dua bulan saya berhenti mengopi. Saat itu saya mengetahui bahwa sakit yang menjadi derita diri adalah bermula dari Mag. Sementara sakit sakit saya yang lain adalah sakit ikutan. Sakit yang mengikuti Mag.

Semoga [nes]Kopi sore segelas ini tidak mengambuhkan sakit mag saya.

**Saya tidak bisa mengambil foto nes Kopi karena ponsel saya gunakan sebagai modem.

Meminum obat yang diminum pak S B Y

Sarapan sudah. Minum obat sudah. Saya meminum obat gejala gejala mag seperti yang biasanya diminum Pak S B Y ketika mag beliau kambuh. Setelah 3 hari saya menggunakan obat ini saya telah membuktikan bahwa lambung yang terasa nyeri dan tiba tiba nafsu makan menghilang merupakan pertanda gejala mag. Karena rasa nyeri lambung dan kembung kembung seperti ini sudah mengejala sejak lama, itu artinya memang saya sudah lama mengidapnya. Hanya, karena saya yang kurang tanggap saja.

Dari satu strip berisi 12 tablet, saat ini tinggal tiga. Mudah mudahan ke 12 tablet yang sudah akan habis saya minum besuk sudah dengan baik menyelesaikan masalah. Dan saya tidak perlu membeli strip strip tambahan kemudian. Saya ingin selekasnya menceraikan penyakit mag ini meskipun banyak orang akrab mesra dengan mag.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah agar mag saya tidak kambuh dikemudian hari? Apakah ada kaitanya antara mag dengan tingkat stress seseorang? Apa benar saya harus diet makanan tertentu karena terlanjur terserang mag?